
Setelah tiga hari Ando tidak masuk bekerja dan mengambil cuti, akhirnya pria itu bisa merasakan kenikmatan kembali setelah sakitnya sembuh.
Ando kembali beraktifitas seperti biasa, pria itu sedang melakukan pertemuan di luar kantor bersama Nathan. Selama cuti dan kini beraktifitas kembali, Nathan benar-benar membuatnya lembur. Olive yang ingin berkunjung kerumah kedua orang tuanya pun Ando turuti, dan tadi pagi dirinya mengantar Olive ke sana sambil berangkat kerja.
"Ndo lu dimana?" tanya Nathan di seberang telepon.
"Gue otw balik kantor, kenapa?" Ando menatap jalanan yang cukup ramai siang ini, setelah bertemu klien Ando ingin kembali ke kantor, tapi tiba-tiba Nathan menghubunginya.
"Klien dari luar kota meminta bertemu, di restoran xxx, gue ngak bisa datang, lu tahu setelah ini gue mau bertemu Mr. Gio." Ucap Nathan lagi.
Ando menghela napas. "Iya deh gue tau maksud lu. Bye.." Ando menutup telepon dari Nathan sepihak, membuat Nathan diseberang sana mengumpat kesal.
Ando berbalik memutar arah kendaraannya, pria itu kembali melajukan mobilnya ke restoran xxx seperti yang Nathan katakan.
Setelah 15 menit putar arah, akhirnya Ando sampai di restoran yang Nathan sebutkan. Restoran yang lumayan ramai dikala siang seperti ini, dah ternyata restoran untuk anak muda nongkrong.
Ando sempat bingung, apakah Nathan salah kasih alamat, kenapa nuansa restorannya seperti ini. Jika seorang pembisnis jarang sekali mencari restoran yang bernuansa seperti ini, apalagi yang Ando tahu Kleinnya kali ini adalah seorang bapak-bapak.
Ando memasuki restoran, yang Nathan sebutkan tadi, dan saat Ando masuk didalam banyak anak sekolah yang sedang santai.
"Permisi, apa bapak darj Adhitama Grub." Tanya pelayan wanita yang masih muda.
"Iya, saya." Jawab Ando.
"Anda ditunggu, di rooftof tuan. Mari saya Antar." Ando mengikuti wanita muda yang mengantarnya.
Awalnya Ando sempat bingung karena baru kali ini bertemu klien yang akan berkerja sama dengan perusahaan sahabatnya itu meminta bertemu di tempat yang instragamable seperti ini. Tapi ya cukup lumayan untuk cuci mata, batin Ando.
"Silahkan tuan, tempat ini sudah dibooking. Jika butuh sesuatu silahkan panggil kami." Wanita muda itu pamit permisi, dan Ando hanya mengagguk saja.
Ando berjalan mendekati meja yang sudah berisi dua orang, dari belakang Ando bisa menebak jika orang itu adalah seorang wanita.
"Siang Nona." Sapa Ando.
Dua orang yang sedang berbincang itu mendongak dan terseyum saat melihat pria yang berdiri didepan mejanya.
"Siang Tuan silahkan duduk." Ucap wanita yang berdiri tadi. berbeda dengan wanita satunya yang duduk saja.
"Maaf, direktur kami tidak bisa bertemu Anda, jadi saya asisten nya yang mewakili beliau." Ucap Ando yang sudah duduk.
"Tidak apa tuan, ini putri dari bapak Sumargo, yang mewakili beliau dan sebentar lagi menjadi direktur di SMG." Ucap wanita yang Ando duga adalah asisten.
__ADS_1
"Oh, kalau begitu senang bertemu anda." Ando mengulurkan tangannya pada wanita yang duduk didepannya, dan wanita itu batu saja membalas sapaannya.
"Fiona.." Ucap wanita itu.
Ando hanya mengangguk tanpa membalas nama wanita itu.
"Baiklah kita segera lakukan apa yang harus kalian sepakati untuk menjalin kerja sama, dan kebetulan saya tidak membawa berkas jadi nanti menyusul saja." Ucap Ando pada keduanya.
Wanita yang menjadi juru bicara mulai mengenalkan perusahaan MSG kepada Ando, bergerak di bidang kosmetik dan juga obat untuk pria, mengingat di perusahaan Adhitama juga menaungi produk fashion jadi mereka ingin bekerjasama di bidang yang menjurus dengan perusahaan mereka di bidang kecantikan.
Setelah hampir satu jam saling menjelaskan dan berprestasi, lebih tepatnya mereka dan Ando hanya mendengarkan. Mekipun begitu Ando tetap saja risih karena sejak tadi wanita bernama Fiona itu menatapnya, mekipun dirinya tidak membalas, tapi Ando tetap tahu.
"Jadi kami berharap bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan Adhitama."
"Hm, semoga." Ucap Ando yang hanya menjawab seadanya.
Wanita itu menyerahkan berkas untuk Fiona tanda tangani.
"Baiklah saya kira cukup, nanti akan saya email untuk berkas yang harus di tanda tangani." Ucap Ando.
"Apa Anda tidak ingin makan siang dulu, disini menunya sangat kekinian, saya rasa menyukai menu ini." Ucap Fiona yang tiba-tiba bicara.
Ando menatap wanita yang bernama Fiona itu. "Kau tau_"
Ando masih mengingat-ingat wajah Fiona, makhluk sebagai mantan Casanova dirinya tidak pernah mengingat siapa wanita-wanita yang dekat dengannya, karena sejak sekolah Ando memang sudah menjadi Playboy.
"Fiona Larasati." Ucap Ando yang mengingat nama teman sekolahnya bernama Fiona.
"Ya, kau masih mengingat nama lengkapku." Fiona tersenyum dengan lebar.
"Astaga, jadi dari tadi kau sejak tadi memperhatikan ku hanya untuk memastikan." Ucap Ando yang mulai percaya diri.
"Hem, aku takut jika salah orang, jadi aku cermati dulu." Ucap Fiona sambil tertawa.
"Apa kabar, sejak lulus sekolah terkahir saat malam perpisahan kita bertemu." Ucap Ando yang mengingat masa abu-abu dulu.
"Yah, seperti yang kamu lihat, aku semakin cantik bukan." Ucap Fiona percaya diri.
Ando tertawa dan menilai penampilan Fiona dulu dan sekarang. "Ya sekarang kau semakin cantik." Jawab Ando semakin membuat senyum Fiona mengembang.
Asisten Fiona memilih pergi, untuk meninggalkan dua orang yang sepertinya sedang bernostalgia.
__ADS_1
"Seharusnya kau ingat saat datang ketempat ini Sat." Ucap Fiona memanggil nama Ando bagian belakang.
"Kau masih mengunakan panggilan nama belakangku." Hanya Fiona yang memanggilnya dengan sebutan Satya.
"Kenapa? apa ada yang memanggilnya selain aku?"
Ando menggeleng. "Tidak.."
Fiona tersenyum, "Kamu ingat kan saat kita berlima sering menghabiskan waktu di tempat ini waktu sekolah dulu bagi saat jam pelajaran yang kita tidak suka kita seringkali membolos dan hanya nongkrong di tempat ini." Fiona mengingatkan Ando di mana masa-masa sekolah mereka dulu.
"Hm, masa sekolah dulu adalah masa-masa yang sangat membahagiakan kamu di mana kita belum memikirkan kehidupan yang sebenarnya." jawaban lo dengan logis.
"Kamu benar. makanya aku sebenarnya malas disuruh papa untuk mengurus perusahaan, tapi mau bagaimana lagi hanya aku yang anak satu-satunya beliau."
anda hanya mengangguk saja, Tuan Sumargo memang hanya memiliki satu anak yaitu anak perempuan dan Nando tidak menyangka jika anaknya adalah teman masa sekolahnya dulu.
"Dan aku tidak menyukai waktu yang tersita hanya untuk pekerjaan kantor saja, kamu tahu aku pernah kabur dari papaku hanya karena menghindari perjodohan antara keluarga yang di landasi dengan bisnis perusahaan." Tutur Fiona. "Dan saat itu aku kabur ke Amrik dan yah berhasil perjodohan itu batal karena satu tahun aku tidak pulang."
"Dan sekarang kau jadi perawan tua." Ledek Ando.
"Ck, aku itu bukan perawan tua, tapi memang belum ada jodohnya, dan mungkin jodohku datang sekarang ini." Fiona menatap Ando penuh kekaguman.
Fiona awalnya tidak percaya jika pria yang baru saja datang adalah teman semasa sekolahnya dulu, sejak tadi dirinya dia hanya untuk memastikan Apakah itu adalah teman sekolah yang bernama Orlando Jaka Satya. Dan ternyata dugaannya benar, pria itu adalah Ando teman sekolahnya semasa abu-abu.
Dulu penampilan Ando yang terkesan badboy dan tengil, sekarang menjelma menjadi pria yang memiliki wajah semakin tampan, tubuhnya yang tinggi, meskipun tidak berisi, tapi aura yang dipancarkan Ando sekarang memiliki aura yang begitu memikat. Dulu hanya Fiona satu-satunya wanita yang berteman di antara empat pria, dan salah satunya adalah Ando. Prinsip Ando sejak dulu adalah tidak mau menjalin hubungan dengan sahabat, karena suatu saat jika mereka bermasalah. Maka persahabatan mereka di pertaruhkan. Dan sejak saat Ando mengatakan hal itu Fiona hanya diam untuk memendam perasaannya sendiri.
Hanya dirinya yang, tahu perasaanya. Bahkan Ando sendiri tidak tahu jika teman wanitanya diam-diam memiliki perasaan padanya.
Mereka berbincang cukup lama, bertanya seputar kesibukan dan lebih banyak mengenang masa sekolah dulu, Ando tentu saja senang bertemu dengan teman sekolahnya, karena mereka memang sudah tidak ada komunikasi lagi setelah lulus sekolah.
"Baiklah nanti aku hubungin kalau sempat." Ucap Fiona sambil tertawa.
Mereka baru saja bertukar nomor ponsel, lebih tepatnya Fiona yang meminta dan menyimpan nomor Ando.
"Bu direktur sekarang sibuk, jadi mana sempat." Sindir Ando dengan candaan.
"Haha, Iya. Lain kali kita adakan reuni berlima, aku akan menghubungi mereka."
"Atur saja, pasti aku akan datang." Jawab Ando. "Ya sudah aku pergi, see you next time ibu Fiona." Ando berpamitan dengan nada jenaka.
"Ck, kamu sama saja Sat, tidak berubah." Fiona pura-pura kesal.
__ADS_1
Ando hanya menyengir, setelah itu benar-benar pergi. Tidak terasa obrolan mereka cukup lama, hingga jam kerja pun sudah habis, membahas masa sekolah memang adalah hal yang menyenangkan hingga mereka lupa waktu.
Ando kembali ke kantor karena masih ada pekerjaan yang harus dia selesaikan, sedangkan Fiona tersenyum senang saat kembali bertemu dengan cinta pertamanya, memang tidak ada yang tahu takdir akan mempertemukan mereka, tapi percayalah jodoh tidak akan salah rumah.