Love Is Back

Love Is Back
episode 167 tidak nyaman


__ADS_3

Pagi hari mengeluarkan sinaran mentaribyang begitu cerah, seisi keluarga tomy sudah bangun semua dan mereka sedang sibuk di masing-masing tempat, Lisa dan Sarah yang sudah siap untuk memasak dan Velly yang membantu mereka memotong sayur. Dandi sedang membuka laptopnya untuk mengerjakan pekerjaannya dari rumah, dan tomy masih membaca koran harian yang akhir-akhir ini menjadi hobinya.


Kebersamaan itu perlu, tapi jangan setiap hari nanti bisa padu. Atau bisa di bilang akan ada kesalah pahaman, dan itu akan membuat hubungan jadi renggang. Sperti keputusan yang sudah di buat oleh kedua anak itu yaitu setiap weekend pergi berkunjung kerumah orang tua mereka.


***


Ayana sudah bersiap mau pergi kuliah, hari ini dia membawa mobil sendiri. Tapi dia juga tidak melupakan sarapan nya, yang kini sudah duduk di samping sang papa yang hendak pergi kekantor juga.


'' Kok bawa kunci mobil, kamu mau pergi sendiri? Kevin sibuk kah? '' tanya Arya


'' Iya pa, hari ini dia pergi keluar kota, karna ada pekerjaan yang harus dia tinjau. '' Jawab Ayana sambil memasukan roti kedalam mulutnya, Arya pun terlihat mengangguk paham.


'' Udah lama gak bawa mobil sendiri lo, kamu yakin? '' ucap Mira


karna memang setelah kejadian waktu itu membuat Kevin selalu menyempatkan waktu untuk memgantar jemput Ayana apapun kondisinya. Dan hal itu membuat kedua orang tua Ayana merasa lega karna anaknya ada yang menjaga. Terkadang kekhawatiran orang tua itu bisa berlebihan, bukan karna negatif tingking tapi karna begitu sayang nya mereka terhadap anak-anak nya.


'' Nggak kok ma, Ayana bisa kok. Lagian hari ini gak full kok, palingan jam 1 aku udah pulang. '' Jawa Ayana yang sudah selesai sarapan dan meminum habis susunya


'' Owh, ya sudah hati-hati ya. Gak usah mampir-mampir ya, nanti anterin mama sama Vano, '' ucap Mira


'' Iya ma, Ayana berangkat dulu ya, assalamu'alaikum. '' pamit Ayana y


lalu menyalami kedua orang tuanya dan mencium punggung tangan mereka.


'' Waalaikumsalam, '' jawab kedua orang tua itu.


***


Pelajaran di mulai, pelatihan akan adanya acara nanti yang mana hari ini di lakukan nya teori untuk menyusuun para anggota panitia untuk menata acara nanti. Sehingga pelajaran itu pun tidak lebih dari 2 jam hanya berjalan 1 jam dan mereka pun mendapatkan tugas masing-masing untuk mencari alat dan prakarya yang nanti akan di kenakan.


Dan Ayana mendapatkan tugas untuk mencari perlengkapan tari menari untuk pembukaan acara nanti. Ayana pun mendiskusikan dengan para teman yang di tugaskan bersama nya. Dan setelahnya mereka pun pergi terpisah.

__ADS_1


Ayana yang sedang di buru waktupin langsung pergi saja tanpa ingin membuang waktu apalagi dia sudah melihat waktu yang sudah mulai siang, sperti nya waktu itu harus dia gunakan untuk mencari alat dan perlengkapan yang di butuhkan karna sudah di bagi-bagi dan tidak mencari bersama karna jika Bersama-sama akan makan banyak waktu. Belum nongkrong nya makan nya dan juga ngobrol nya apalagi kan acara hanya tinggal lusa nanti.


Ayana menuju parkiran tempatnya memarkirkan mobilnya. Terlihat Arga sedang mengawasinya dari kejauhan, dan diapun segera merogoh sakunya untuk menelfon seseorang. Dan tak lama mobil Ayana pun keluar dari parkiran kampus..


Ayana begitu menikmati alunan music yang dia putar di mp3 mobilnya Lagu-lagu akustik santai yang begitu dia sukai. Namun tiba-tiba saja pandangan nya tertuju pada seorang gadis yang kesusahan membawa sebuah barang yang mana separuhnya berserakan di jalan spertinya habis di tabrak seseorang.


Ayana pun berempati dan berhenti di tepian untuk menghampiri gadis itu. Ayana yang memiliki empati yang begitu tinggi itu pun tidak tegaan pada siapapun orang yang kesusahan sekalipun dia masih muda karna membantu sesama itu harus iklas bukan melihat siapa dia dan apa masalahnya. Itulah yang menjadikan Ayana begitu perduli.


'' Mbaknya kenapa? Kok berserakan semua, apa mbak korban tabrak lari? '' tanya Ayana lalu mebantu membereskan semua barang itu.


Namun gadis itu terus saja menatap kearah Ayana, dia begitu kagum sekali dengan kecantikan Ayana. Dan sebenarnya Andini juga cantik hanya saja kurang perawatan jadi sedikit agak lusuh saja. Tapi auranya tidak mengurangi kecantikan nya.


' Pantas saja Arga begitu menggilai gadis ini, ternyata memang begitu sempurna nya dia.' Batin Andini


Namun Ayana yang merasa di perhatian pun merasa sedikit risih, ya meskipun dia sudah terbiasa di kagumi. Tapi kan gak enak saja jika terlalu lekat melihatnya.


'' Mbak? Mbk gak papa kan? '' Tanya Ayana lagi karna pertanyaan nya tadi juga belum di jawab karna Andini yang begitu kagum sampai lupa untuk menjawab.


'' Eh! Iya kak. Maaf saya begitu kagum dengan kecantikan kakak. Sampai gak sadar kalo di ajak ngobrol sama kakaknya. '' ucap Andini jujur


'' Ini kak. Tadi kan saya habis belanja di suruh sama majikan saya, karna saya orang baru jadi saya lupa arah pulang. Mana lagi saya gak bawa HP kak. '' Ucap Andini berbohong


'' Terus gimana mbk? Mbk hafal gak nomor telpon rumah nya, kalo hafal telpon aja pake HP saya. '' tawar Ayana


'' Gak hafal kak. Kalo saya minta tolong boleh nggak kak? '' ucap Andini


'' Minta tolong apa mbk? ''


'' Tolong antarkan saya pulang, sperti nya saya sedikit hafal jalanya, saya takut kalo harus naik kendaraan umum mbk, '' Andini beralasan


Ayana yang begitu baik pun tanpa curiga lalu mengiyakan dan membantu Andini untuk masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


'' Sekarang kita kemana? '' Tanya Ayana


Namun Andini yang sudah di lengkapi alat pendengar dan mikrofon di balik bajunya itu pun dengan mudah mengarahkan Ayana karna Arga sudah mendengar semuanya yang mereka ucapkan.


'' Lurus aja kak. Spertinya arah nya ke sana terus belok kanan. '' ujar Andini, Ayana pun menurut dan melajukan nya


Setelah setengah perjalanan, Ayana merasa ada yang aneh denagn jalanan yang dia tuju itu, namun Ayana tidak menanyakan nya hanya membatin di hatinya. '' Mbak, apa nggak sebaiknya kita lapor ke kantor p*lisi aja ya, biar mbak enak nyari rumah majikannya, '' ucap Ayana yang langsung membuat Andini berkeringat


'' Jangan lah kak. Masa cuma nyasar harus lapor melapor, ''


'' Soalnya, jalanan di sini kok kaya bukan jalanan komplek tempat Orang-orang yang memperkerjakan art lo mbk, liat aja deh, jalanya sepi terus juga banyak kebun, serem tau. '' ucap Ayana yang perasaannya sudah mulai tidak enak


'' Ah itu dia kak rumahnya! '' ucap Andini setelah melihat ada rumah di seberang jalan yang tidka jauh dengan keberadaan nya saat ini.


Ayana pun melihat ada satu rumah di sana, cukup besar, namun spertinya sudha tidak berpenghuni.


'' Mbak yakin kerjanya di sana? '' tanya Ayana sedikit ragu


'' Iya kak. Langsung masuk kepekarangan nya aja kak. '' Jawab Andini


Ayana pun menurut. Ayana turun lebih dulu dan Andini pun terakhir. Namun saat Ayana turun Andini dengan cepat mengambil kunci mobil dan juga ponsel milik Ayana tanpa sepengetahuan Ayana.


'' Kayanya aku langsung pulang aja ya mbak, soalnya ada keperluan lain yang harus aku cari. '' pamit Ayana


'' Loh kak, mampir dulu sebentar biar aku kenalin sama majikan aku, karna kakak yang udha mau bantuin aku pulang. '' jawab Andini


'' Gak usah deh mbak, salamin aja ya. '' Ayana pun berpamitan lalu masuk kedalam mobilnya namun saat dia akan menghidupkan mesin mobil itu ternyata kunci nya tidak ada begitupun dengan ponselnya pun tidak ada. Ayana pun mencari di setiap sudut mobilnya namun tidak juga ketemu. Dia belum sadar jika kunci dan ponselnya di ambil oleh Andini.


Setelah mencari tidak ketemu Ayana pun keluar untuk bertanya pada Andini.


Namun saat dia turun dari mobilnya terlihat Arga sudah berada di hadapan nya sambil memainkan kunci mobil itu.

__ADS_1


Ayana yang melihat itu pun langsung merasa tidak nyaman.


~next☺


__ADS_2