
Olive mengehela napas melihat suaminya yang hanya diam saja sejak tadi malam.
Meskipun tidur tetap dipeluk seperti guling, tapi saat membuka mata suaminya itu langsung melengos seperti orang yang tidak mau bayar hutang.
Pagi ini Olive sudah memasak untuk sarapan pagi bersama. Membuat roti panggang asupan pagi hari untuk suaminya.
Segelas kopi hitam sudah Olive sediakan dari asap yang mengepul sampai perlahan hilang tapi suaminya itu tidak kunjung keluar dari kamar.
"Ck, apa dia lagi luluran kenapa mandi saja lama." Gerutu Olive yang sudah lama menunggu.
Karena kesal menunggu Olive kembali masuk kedalam kamar ingin menyusul sang suami. Tapi belum sempat masuk, pintu kamar sudah lebih dulu terbuka dan menampilkan Ando yang sudah siap untuk berangkat kerja.
"Astaga kak Ando!" pekik Olive dengan wajah terkejut melihat suaminya.
Ando hanya menaikkan satu alisnya, menatap Olive yang berteriak.
"Apa?" Tanya Ando yang terlihat masa bodo.
Dirinya berjalan melewati Olive yang berdiri diam mematung karena tidak percaya melihat penampilan suaminya yang seperti jaman bahela.
"Kak apa mata mu sudah tidak bisa melihat dengan jelas." Ucap Olive dengan bingung melihat penampilan suaminya.
__ADS_1
Memang tadi dirinya lupa untuk menyiapkan baju kerja suaminya, dan sekarang hasilnya sungguh membuat Olive syok.
"Apa kau mengataiku buta." Balas Ando dengan tatapan tidak percaya.
Olive semakin membulatkan kedua matanya, ucapan suaminya itu pedas sekali seperti bon cabe level 10.
"Tanpa mengatakannya pun orang bisa melihatnya, coba saja kau berkaca, apakah penampilanmu itu benar, yang ada kau hanya mempermalukan dirimu sendiri." Tanya bicara lagi Olive langsung menarik tangan suaminya untuk kembali masuk kedalam kamar.
"Ish,, mau apalagi sih Ndut."
Ando mengikuti Olive yang menyeretnya masuk kedalam kamar.
"Lihat.." Ucap Olive yang sudah berhenti didepan cermin.
"Bagaimana? masih mau marah." Ucap Olive ketus.
"Ando menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dirinya merutuki kebodohannya pagi ini.
"Sayang, ini semua karena kamu yang mengataiku tua." Ucap Ando sambil menatap penampilannya dicermin.
bagaimana bisa dirinya memakai pakaian yang sama sekali bukan fashion nya, bahkan lebih buruk dari fashion yang di miliki bonge model citayem.
__ADS_1
Celana abu-abu, kemeja Kream dan jas berwarna merah, jangan lupakan dasinya yang berwarna hitam.
Sungguh Olive yang melihatnya geleng kepala tidak mengerti apa yang terjadi dengan suaminya.
"Memangnya kenapa dengan kata tua, memang kamu sudah tua kan." Ketus Olive lagi yang tidak terima disalahkan.
"Lebih baik, cepat ganti pakaian kamu kak, atau mau pakai seperti itu saja." Ucap Olive sambil mengulum senyum.
"Cih, enak saja aku berpenampilan seperti umbul-umbul begini." Gerutu Ando yang langsung melepaskan pakaiannya satu persatu.
Olive tidak habis pikir bagaimana bisa gara-gara dirinya mengatainya tua Ando sampai frustasi dan tidak konsen.
Olive mengambilkan pakaian kerja yang sesuai untuk Ando pergi kekantor, Olive juga membantu memakaikan kemeja dan dasi suaminya.
"Sayang nanti siang temani aku ke dokter." Ucap Ando saat berhadapan dengan Olive yang sedang memenangkan dasi.
"Kamu sakit?" Tanya Olive langsung panik.
"Tidak, hanya saja ucapanmu yang mengataiku tua membuatku terus berpikir. Lebih baik kita memiliki anak sekarang." Tutur Ando yang sudah memikirkan jika dirinya akan melakukan operasi untuk melepas Vasektomi yang dia lakukan sebelumnya.
Ando berharap akan positif.
__ADS_1
"Lebih capat lebih bagus, karena aku tidak mau anak kita kelak salah panggil nama, seharusnya menjadi papa dan bisa menjadi Kakek Ando juga."
Ando meringis mendengar ucapan Olive barusan. Lagi-lagi dirinya bisa disebut kakek, jika tidak gercep.