Love Is Back

Love Is Back
Merasakan sakit hati seperti dirinya


__ADS_3

Niko membaringkan tubuh Olive atas ranjangnya. Lebam biru nampak dibagian pelipis Olive.


Niko keluar dari kamar untuk mencari alat untuk mengompres. Sengaja membawa Olive keapartemannya karena sudah malam dan tidak mungkin dirinya membawa pulang Olive dalam keadaan pingsan yang ada dirinya akan mendapat masalah oleh kedua orang tua Olive.


Perlahan Niko mengompres bagian pelipis yang lembab, Olive masih belum membuka matanya, tangan Niko mengoleskan salep agar ruam dipelipis Olive segera sembuh.


"Engh." Olive mengernyit ketika kepalanya masih terasa pusing.


"Kamu sudah sadar." Ucap Niko masih duduk disamping Olive berbaring.


Olive membuka matanya, pandanganya masih sedikit kunang-kunang.


"Istirahat saja, kalau masih pusing." Ucap Niko yang mengerti.


"Hem." Olive mengaguk, dirinya hanya memastikan siapa pria didepanya, dan untuk saja Niko yang didepanya bukan Ando.


Olive kembali memejamkan matanya, karena kepalanya masih terasa pusing.

__ADS_1


Ditempat lain Ando duduk dimeja bar dengan satu sloki yang sudah ketiga kali diisi. Pria itu hanya ingin mengalihkan rasa bersalahnya dengan berada dibar yang biasa dirinya kunjungi.


"Hai, sayang." Seorang wanita seksih menghampirinya, dan menyentuh dada Ando dari belakang bibir wanita itu merayap seperti semut dibagian leher Ando.


Ando kembali menenggak satu gelas kecil lagi, dengan sekali minum.


"Ssshh." Kepalanya sudah sedikit pusing setelah menghabiskan empat sloki yang mengandung alkohol cukup tinggi.


Biasanya Ando akan tahan meskipun habis dua botol dengan kadar alkohol yang tidak terlalu tinggi. Tapi malam ini akibat pikiran dan hatinya yang kalut pria itu memesan minuman yang tidak biasa dirinya minum.


"Pergilah, jangan menggangguku." Ucap Ando pada wanita yang bergelayut punggungnya, kepalanya sudah terasa pusing tapi bayangan Olive yang terjatuh pingsan masih berputar dikepalanya membuatnya semakin bersalah.


Betander pria itu mengisi sloki milik Ando lagi, sambil menyuruh wanita itu pergi.


"Ck, apakah malam ini kau tidak ingin dipuaskan." Ucap wanita itu dengan sensual, merasa ditolak wanita itu tidak menyerah karena Ando terkenal pria yang banyak uang dan tidak pelit, maka dirinya harus mendapatkan Ando malam ini.


"Ando tidak menggubris dirinya sedang tidak ingin menunggang kuda, karena pada akhirnya dirinya tidak akan bisa mencapai puncaknya seperti yang sudah-sudah.

__ADS_1


Karena Ando cuek dan tidak memperdulikannya meskipun sudah digoda, wanita itu memilih pergi dengan wajah kesalnya.


"Sepertinya anda banyak masalah tuan." Ucap betander pria sambil memberikan gelas ke-lima Ando.


Ando menyentuh pelipisnya yang mulai sakit, tapi otaknya tidak mau berhenti berpikir.


"Hm, tidak banyak cuma satu." Ucap Ando sambil terkekeh, dengan wajah sendu.


"Maybe a woman's problem?" Ucap betander itu menebak.


"Yes you're right."


"Rupanya Casanova seperti Anda bisa dibuat pusing oleh seorang wanita." Betander itu teekekeh, seperti tidak percaya jika pria yang terkenal Casanova penjajah lembah itu frustasi oleh seorang wanita.


Ando melirik betander itu dengan tatapan tajam, membuat kekehan betander itu berhenti.


"Because I hurt him, and now I feel him." Ucap Ando dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"Karena aku menyakitinya, dan sekarang aku merasakannya."


Sekarang dirinya baru menyadari dan merasakan apa yang dirasakan oleh Olive. Gadis polos dengan ketulusannya yang mampu membuatnya tidak bisa menjauh, ternyata begini rasanya sakit hati yang Olive rasakan setelah dirinya menghina dan tidak menganggap gadis itu ada dimatanya. Dan kini dirinya menyesal pernah mengatakan jika Olive tidak penting untuknya, nyatanya melihat Olive bersama pria lain dirinya tidak bisa menahan gemuruh didalam dadanya, Ando cemburu, dirinya cemburu melihat Olive dekat dengan pria lain.


__ADS_2