
Bagaimana rasanya semalaman tidak bisa tidur nyenyak, meksipun sudah memeluk guling hidup. Nyatanya Ando malah memilih untuk memunggungi sang istri.
Sungguh kejam yang dilakukan Olive padanya, hukuman yang Olive berikan sungguh membuatnya frustasi dan ingin mati.
Bersolo karir itu tidak mungkin, dirinya sudah lama tidak melakukanya, jika iya maka hanya dengan mengunakan tangan Olive tidak dengan tanganya sendiri.
Pagi sebelum jam alarm berbunyi, Olive sudah membuka matanya, semalam tidurnya juga kurang nyenyak, mengingat suaminya tidak mau memeluknya.
Olive sadar jika dirinya juga merasa bersalah, hanya saja terkadang suaminya itu harus diberikan pelajaran agar tidak sembarang membuat jantung orang ingin copot.
Olive menegakkan tubuhnya untuk duduk, dan bersandar di bahu ranjang, jam menunjukan masih pukul lima lewat dua puluh menit.
Tangannya mengelus kepala Ando yang masih membelakanginya.
"Kak.." Panggil Olive sambil mengusap pipi Ando.
"Kak bangun." Suara Olive terdengar samar ditelinga Ando.
Pria itu hanya berguna dengan tidak jelas, sedangkan Olive sudah kebelet tidak tahan lagi.
Olive memilih bangun lebih dulu untuk ke kamar mandi.
Karena merasa gerah Olive berniat untuk mandi lebih dulu.
Ando mengerjapkan kedua matanya, saat tangannya tidak mendapatkan sesuatu di sampingnya. Membuka mata, Ando menatap kesamping yang biasa Olive tidur tapi sudah tidak ada.
"Kemana dia pagi-pagi sekali."Ucapnya sambil beranjak dari ranjang.
__ADS_1
Ando mengusap kedua matanya dan berjalan ke kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya.
Ceklek
Membuka pintu pelan, Ando belum menyadarinya jika Olive berada didalam.
"Aaakkkk, kak Ando nagapain!!" Teriak Olive saat tiba-tiba Ando masuk.
Glek
Ando menelan ludah kasar saat melihat tubuh belakang Olive yang polos.
posisi Olive yang membelakangi Ando dengan menutup kedua aset yang menggantung, dan merapatkan kakinya agar tidak bisa sembarang belalai gajah masuk.
"Kak keluar!!" pekik Olive yang malah melihat Ando berdiri mematung.
"Eh, kenapa harus keluar Ndut. aku sudah melihat semua milikmu." jawab Ando yang sudah tersadar.
Tanpa intrupsi dan komando belalainya mulai menggeliat beraksi.
"Sayang, lihat ini."
Olive reflek menoleh ke belakang. "Kak Ando!!" pekik Olive dengan wajah merah padam.
"Apa sayang aku disini." Ando tersenyum meryeringai, dirinya mendekati Olive yang sudah ketangkap basah.
"Emm, kenapa kamu mengusirku." Ando berdiri dibelakang tubuh Olive, keduanya tangannya mengelus kedua bahu Olive yang basah.
__ADS_1
Ando merapatkan tubuhnya, pada tubuh Olive, membuat Olive menelan ludahnya kasar saat merasakan sesuatu yang keras menonjol di bawah sana.
"Kak.." Olive memejamkan matanya saat bibir Ando mulai mengecup bahu sampai bagian lehernya. Membuat Olive meleguh dengan merdu.
Sentuhan Ando memang tidak akan bisa dia tolak, apalagi dirinya yang sudah pernah merasakan enak, rasanya ingin mengulang kembali rasa yang pernah hadir didalam dirinya.
"Kau menyukai seperti ini."
"Ahh kak." Kedua kali Olive menukik tajam, saat jemari Ando mengusap intinya dengan lembut.
"Wanted more hm."
Ucap Ando serak ditelinga Olive. Tak lupa bibirnya meninggalkan kecupan basah disana membuat Olive kembali mendesahh.
Tok...tok...
Ando masih saja tidak melepaskan mangsanya meksipun terdengar ketukan pintu dari luar.
Keduanya sudah larut dalam gelora yang begitu memabukkan, hingga mengabaikan ketukan pintu yang terdengar dari luar.
"Kak ahhh, jangan digigit nanti putus." Ucap Olive.
"Jika putus aku akan sabung manggunakan silikon sayang."
"Kenapa tidak sekalian kon*dom saja."
"Tidak ada, yang ada kon*dom untuk si belalai biar nggak ileren."
__ADS_1
.
Butuh Semangat gaesss... belakang ini mulai badmood 🤧