
"Olive..!" Ando lebih cepat maju dan menangkap tubuh Olive sebelum jatuh kelantai.
Sedangkan tunagan Olive menggangga tidak percaya melihat Olive jatuh pingsan.
"Eh, kamu siapa? dia calon istri saya." Pria yang sebagai tunagan Olive pun maju dan sedikit menyentak tubuh Ando agar minggir tidak sembarangan menyentuh Olive.
"Duh nak Ando tolong bawa Olive kekamar." Ucap Susi yang sudah panik.
Bukan hanya Susi semua orang yang melihatnya ikut panik.
"Baik tan." Ando langsung membopong tubuh Olive, pria itu mengikuti Susi Mama Olive yang menunjukan kamarnya.
"Faisal siapa pria itu?" Tanya Rasti yang melihat pria asing dengan wajah bule.
"Dia teman Olive dari Jakarta Bu." Setelah menjawab Faisal ikut masuk kedalam kamar, Rasti pun mengikuti.
Tidak hanya kedua orang tua Olive, pria yang bertunangan dengan Olive juga ikut masuk.
"Olive bangun." Ando mengusap telapak tangan Olive, pria itu duduk disamping Olive yang berbaring. Jika ada orang yang menyadari raut wajah Ando pasti orang itu akan berpikir jika Ando seperti seorang suami yang mengkhawatirkan istrinya.
"Ndut Bagun." Ucap Ando lagi dengan suara serak.
Panik, tentu saja, dirinya panik melihat Olive sampai tak sadarkan diri hanya karena dirinya mengucapkan kata selamat.
"Minggir." Pria yang mereka tahu adalah tunagan Olive menyentak tubuh Ando sampai Ando pun bergeser dari tempatnya dan pria itu langsung duduk.
"Bisma kamu sudah panggil dokter?" Tanya Rasti nenek Olive.
"Sudah nek, sebentar lagi dokter keluarga kami akan datang." Jawab Bisma sambil melirik Ando yang sudah berdiri.
__ADS_1
"Sebaiknya kau pergi saja, disini aku yang dibutuhkan bukan kau." Ucap Bisma melirik Ando sinis. "Dan sepertinya calon istri ku pingsan karena melihatmu." Lanjutnya dengan nada sinis.
Ando mengepalkan kedua tangannya, tidak ada yang berani mengatainya diseperti pria tidak tahu diri menurut Ando, dan jika saja tidak banyak orang sudah pasti pria itu tergeletak tak berdaya.
"Nak Ando lebih baik kita tunggu diluar." Ucap Faisal yang mengajak Ando keluar dari kamar Olive.
Faisal tidak ingin membuat keributan dikamar putrinya, mendengar kata pedas Bisma sudah dipastikan jika Ando tidak sabar akan terjadi adu jotos.
Ando pun mengikuti ucapan papa Olive, pria itu keluar meskipun berat hati meninggalkan Olive yang masih belum sadarkan diri.
"Minum dulu nak." Faisal memberikan segelas jus didepan Ando yang duduk diteras rumah Rasti.
Tamu dan kerabat sudah dibubarkan setelah mencicipi hidangan yang tersedia, dan kini hanya ada keluarga dari Bisma dan juga orang tua Olive.
"Terima kasih pak." Ando menerima minuman yang papa Olive berikan, pria itu langsung menenggaknya sampai habis tak tersisa.
"Rupanya mengendong Olive membuatmu haus." Kekeh Faisal yang melihat Ando menghabiskan minuman yang dia berikan tanpa sisa.
"Yaa, sepetinya kau butuh pendingin ruangan, selain bisa mendinginkan tubuhmu bisa juga mendinginkan otakmu."
Ando hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan papa Olive. Dirinya benar-benar ingin menelan orang hidup-hidup dan sasarannya adalah pria tidak tahu diri seperti Bisma.
"Sial, enak saja dia berduaan sama Olive." Gerutu Ando dalam hati, memikirkan jika Bisma menyentuh Olive.
"Baiklah dok, terima kasih sudah datang."
Ando hanya melirik dua orang yang baru bicara pada dokter yang diundang Bisma.
"Sama-sama pak, kalau begitu saya permisi." Dokter keluarga Aminoto itu pun pergi.
__ADS_1
Bisma melirik Ando yang duduk sambil memainkan ponselnya, Bisma merasa jika pria yang duduk itu adalah pria yang menyukai Olive, karena tidak mungkin pria itu khawatir jika tidak ada hubungan diantara keduanya.
"Pak saya ingin bicara dengannya." Ucap Bisma pada Faisal yang menemani Ando duduk.
Faisal melirik kearah Ando yang diam, dan masih fokus pada ponselnya.
"Baiklah, kalau begitu bapak mau melihat keadaan Olive." Faisal pun beranjak dari duduknya, membiarkan dua pria itu untuk bicara.
"Apa tujuanmu datang kepesta ku." Ucap Bisma tothepoin.
Ando yang mendengar pertanyaan Bisma mendongak. Menata pria yang berdiri didepannya dengan wajah angkuhnya.
"Tidak ada." Ucap Ando sambil menaruh ponselnya disaku jasnya.
Bisma terseyum sinis. "Aku tau pria sepertimu pasti ada maunya datang ke acara pesta seperti kami." Ucap Bisma dengan senyum mengejek.
Ando mengernyit bingung tidak mengerti apa yang pria itu katakan, "Memangnya jika aku ada mau apa kau akan memberikannya padaku." Ucap Ando yang mencoba membuat pria itu terkecoh dengan ucapnya.
"Cih, pria sepertimu tidak pantas untuk meminta sesuatu dari putra satu-satunya keluarga Aminoto." Bisma menatap Ando dengan sombongnya.
"Itu berarti kau adalah pria yang sombong dan arogan." Ucap Ando balik menatap Bisma tajam.
Keduanya berdiri saling berhadapan, kilatan kebencian dan kemarahan terpancar dikedua mata pria yang saling berhadapan itu.
"Kau mengatai ku..!" Bisma menujuk wajah Ando dengan jari telunjuknya.
"Tidak usah menunjuk, jika mau saja tidak pantas untuk dihormati." Ando menepis tangan Bisma dari wajahnya.
Ucapan Ando sontak membuat harga diri Bisma merasa terluka, pria itu sudah menatap Ando dengan kilat kemarahan.
__ADS_1
"Sudahlah, aku datang tidak ingin mencari ribut, aku hanya ingin memberi selamat pada Olive." Ucap Ando mencoba untuk meredakan emosi yang dia tahan sejak tadi. Dirinya tidak ingin membuat keributan yang akan membuat citranya buruk, Ando punya rencana lain untuk memberi pelajaran pada Bisma.