Love Is Back

Love Is Back
Sofi


__ADS_3

Ando menatap wanita yang berdiri didepan pintu apartemen miliknya dengan bingung.


"Sofi kau_"


"Apa aku tidak boleh masuk."


Ucap Sofi yang langsung menerobos masuk, tanpa perduli Ando yang tidak mempersilahkan.


"Hey, kau tidak sopan." Cegah Ando dengan menarik lengan Sofi yang sudah melewatinya.


Sofi berbalik menatap pria yang dulu pernah baik dan menolongnya, tapi saat dirinya mengutarakan perasaannya, pria itu jelas menolaknya.


"Ayolah kak, kita sudah lama tidak bertemu, dah aku rindu dengan pria baik yang pernah menolongku." Ucap Sofi dengan cemberut.


Mata Ando memicing, tidak ada angin dan tidak ada hujan tiba-tiba wanita itu muncul didepanya.


"Ck, apa kau tahu jika wanita tidak baik datang keaparteman seorang pria yang sudah me_"


"Ck, sejak kapan kamu menjadi kolot kak, aku tahu kau itu suka main sana sini, tapi kenapa saat aku datang kau seolah mengusirku." Ucap Sofi yang berdiri tepat di depan Ando.


Jarak keduanya tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh, bahkan Sofi bisa menghirup aroma parfum Ando yang bercampur dengan keringat, menambah sensasi maskulin yang berbeda.


Ando mengehela napas kasar. "Katakan saja untuk apa kau datang kemari, aku tidak ingin ada kesalahpahaman di antara kita karena aku sudah meni_"


"Kesalahpahaman apa? aku hanya ingin berkunjung dan melihat keadaanmu."


Sofi menatap Ando dengan tangannya yang bergerak mengelus dada Ando.


"Ck, Sofi jangan membuatku marah." Ando menghempaskan tangan Sofi yang menyentuh dadanya.


Berjalan kearah pintu Ando membuka pintunya lebar. "Pergilah karena aku tidak menerima tamu wanita didalam apartemen ku." Ucap Ando yang menatap Sofi tajam.


Wanita itu kesal dengan kelakuan Ando yang sekarang terkesan kasar, Ando yang dia kenal pertama kali begitu baik dan lembut meskipun suka jelalatan tapi ucapan Ando tidak sepedas sekarang.

__ADS_1


"Kak aku bisa memasak untuk mu jika kau lapar, bahkan aku juga bisa melayani kamu jika_"


"Hentikan Sofi..!" Tegas Ando yang sudah tidak bisa sabar.


Tubuh dan Otaknya yang lelah membuatnya menjadi mudah tersulut emosi.


Sofi yang mendengar suara menggelegar Ando menjadi ciut.


"Keluarlah, sebelum aku sendiri yang mengeluarkanmu dari sini." Ucap Ando penuh akan perintah.


"Siapa yang kamu suruh keluar."


Ando dan Sofi menoleh pada sumber suara yang baru saja tiba.


Olive berdiri ditengah-tengah pintu yang terbuka, dan Ando berdiri di balik pintu karena menahan pintu agar tidak tertutup.


"Sayang, kamu dari mana?" Tanya Ando saat melihat istrinya baru saja dari luar.


"Dia siapa kak?"


"Ck bukan urusanmu, sekarang keluar dari apartemen ku." Usir Ando untuk yang kesekian kali.


Olive hanya diam memperhatikan wanita yang sepertinya pernah dia lihat, tapi dirinya lupa dimana.


"Kenapa kau mengusirku, kalau dia saja kau ijinkan masuk." Kesal Sofi yang tidak tahu malu.


"Sofi sudah aku_"


"Memangnya kau siapa berani mengatur dia." Ucap Olive pedas, tanpa menunggu suaminya selesai bicara.


"Heh, kau tidak sopan." Kesal Sofi karena merasa dirinya diremehkan.


"Sopan." Olive tertawa sinis. "Sopan dengan wanita yang seperti ada?" Tunjuk Olive pada Sofi. "Seharusnya saya yang berkata, apakah anda sopan datang keaparteman pria yang sudah memiliki Istri."

__ADS_1


Sofi membulatkan kedua matanya syok, tumbuhnya kaku tanpa bisa bergerak.


"I-istri." Sofi terbata.


"Dan kamu kak, kenapa menerima ulet gatel masuk keaparteman." Olive menatap Ando tajam.


Sedangkan yang ditatap gelagapan ingin menjawab apa, karena tadi memang Sofi yang memaksa.


"Sayang aku tidak_"


Olive mengangkat tangannya membuat Ando berhati berucap.


Olive maju beberapa langkah agar dekat dengan Sofi, menatap Sofi yang berdiri diam mematung membuat Olive terkekeh sinis.


"Gue heran, ulet bulu kek lu, kenapa badannya ngak kegatelan." Ucap Olive sambil melirik Sofi.


Sofi tidak menjawab, hanya sana tangannya terkepal saat mendengar ucapan Olive.


"Tapi gue yang gatel pengen garuk muka lu."


Olive melenggang pergi masuk kedalam kamar.


Sedangkan Ando menahan tawa melihat wajah Sofi yang sepetinya syok terkena tekanan batin.


"Lebih baik kamu pergi, aku ingin main sodok-sodokan dengan istriku diatas ranjang."


Dada Sofi semakin bergemuruh mendengar ucapan Ando yang terdengar panas di telinganya.


Dengan kesal dan menahan marah Sofi melenggang pergi, membuat Ando mempersilahkan dengan tangannya yang melambai.


"Husss..huss.. ulat bulu." Ando terkekeh sendiri mendengar julukan sang Istri.


"Moga aja, gue nggak kena mental setelah ini." Doanya sebelum menyusul Olive masuk kamar.

__ADS_1


.


Butuh asupan semangat Bestie 😪


__ADS_2