Love Is Back

Love Is Back
Siapa dia?


__ADS_3

Brak


"Maaf pak, wanita ini memaksa masuk." Ucap Sinta sekretaris Nathan.


"Ya, pergilah." Ando menatap malas wanita yang berdiri didepan meja kerjanya, wanita itu adalah Mita, mantan tunangannya.


"Honey, maafkan aku." Mita mendekati Ando yang duduk di kursi kerjanya, berkutat dengan pekerjaannya yang menumpuk setelah dia tinggal keluar kota bersama atasanya.


Mita menatap Ando dengan penuh rasa sesal. "Maafin aku Ndo, aku khilaf melakukan_"


"Khilaf atau enak?" Sarkas Ando dengan wajah datar.


Mita terdiam dengan mengatupkan bibirnya rapat, dirinya memang menikamati pergumulan panasnya bersama atasanya dikantor.


"Cih, tidak bisa menjawab." Ketus Ando dengan tatapan remeh.


"Honey aku_"


"Sudahlah, hubungan kita sudah berakhir lebih baik kau pergi." Tegas Ando dengan tatapan tajam pada Mita.


Meskipun dirinya seorang player setidaknya wanita yang dia pilih bisa menjaga komitmen yang sudah mereka buat, apalagi Mita sendiri yang menyuruhnya untuk tidak lagi jajan diluar setelah mereka bertunangan, dan Ando mencoba untuk menepati itu meskipun sulit.


Mita menggelengkan kepalanya. "Tidak Ndo, aku tidak mau hubungan kita berakhir." Tangan Mita menyentuh lengan mantan tunangannya itu.

__ADS_1


"Kamu tidak mau, tidak akan merubah keputusannya." Ucap Ando menepis tangan Mita yang menyentuh lengannya. "Lagi pula di pria yang lebih kaya dariku, dan aku yakin jika kamu rela melebarkan kedua kakimu hanya karena uang yang dia berikan." Ketus Ando dengan terseyum menyeringai, melihat wajah Mita yang berubah menjadi pucat.


"Tapi Ndo aku_"


Brak


Ando meninggalkan Mita dengan membanting pintu kuat. Membuat Mita mengepalkan kedua tangannya kesal dan juga marah dengan apa yang Ando lalukan.


Pertunangannya sudah tidak bisa lagi diselamatkan, dan Mita tidak bisa lagi membujuk Ando untuk memaafkannya.


.


.


Semua para murid berhamburan keluar kelas saat bel pulang sekolah sudah berbunyi.


Tiinn..tinn..


Keduanya berhenti saat mobil sport berwarna merah berhenti didepan Olive dan Ami.


"Siapa Mii?" Tanya Olive pada sahabatnya itu.


"Mana aku tahu." Ami yang cuek tidak perduli dirinya tetap berjalan, tapi tidak dengan Olive yang penasaran siapa pria dibalik kemudi itu.

__ADS_1


"Ayana."


Ami yang dipanggil tetap cuek.


"Eh, Mii kamu yang dipanggil." Olive menarik lengan Ami agar berhenti berjalan.


Mata Olive dan beberapa siswi yang lain tak lepas menatap wajah pria tampan yang berdiri didepan mobilnya.


"Apa sih." Ami yang kesal berbalik.


"Gue cari yang namanya Ayana." ucap pria itu yang masih memakai kaca mata hitam.


"Ini Ayana." Olive menarik sahabatnya untuk mendekat.


"Ol, apaan sih." Ami mendelik kesal dengan kelakuan sahabatnya itu.


"Ikut gue." Ucap pria itu menarik Ami untuk sidikit menjauh dari kerumunan para siswi.


Olive hanya memperhatikan saja, dirinya tetap setia menunggu sahabatnya itu.


Sesekali dirinya melihat ponselnya yang sudah lebih dari satu minggu tidak ada pesan masuk dari seseorang yang entah mengapa dia harapkan.


Tapi mengingat terakhir dirinya bertemunya, membuat hatinya kembali kesal dan nyeri.

__ADS_1


"Ck, ngapain juga mikirin kadal buntung." Ucapnya sambil kembali memasukkan ponselnya kedalam tas.


Sejak ucapan Ando terakhir mereka bertemu Olive praktis tidak lagi bertemu ataupun pria itu menemuinya. Meskipun kesal dan juga sakit hati tapi pengaruh Ando sudah cukup besar untuk dirinya.


__ADS_2