Love Is Back

Love Is Back
Olive aku mencintaimu


__ADS_3

Ando dan Olive duduk kursi teras dengan sama-sama saling diam.


Setelah Olive sadar dan Bisma diajak pulang oleh orangtuanya, kini Ando yang berkesempatan untuk bicara dengan Olive. Tapi hampir sepuluh menit keduanya masih diam tanpa suara.


"Kak aku_"


"Apa ini alasan kamu selalu menghidariku."


Tenggorokan Olive tercekat, ucapanya terpotong membuatnya diam seketika.


Ando menatap wajah Olive dari samping. "Karma memang tak semanis kurma, tapi aku percaya jika takdir masih berpihak padaku."


Entah apa yang ada di hati pria Casanova yang sudah insyaf itu, merasakan perasaan yang tidak terbalas membuatnya frustasi dan hampir gila.


Apalagi gadis itu yang sudah membuatnya tidak berdaya dengan mengutuknya.


"Ikut aku." Ando berdiri dan langsung menarik tangan Olive.


"Kak mau kemana?" Olive sedikit kesusahan untuk mengikuti langkah lebar Ando.


"Membuktikan jika perasaanmu, masih sama seperti dulu." Ucap Ando yang langsung memasukkan Olive kedalam mobil.


"Kak tapi ini_"


"Sstttt, cukup diam dan tidak banyak bicara." Ando menatap tajam Olive yang langsung berwajah pucat.


Olive tidak pernah melihat Ando semarah ini, apalagi dengan dirinya.


Ando mengemudikan mobilnya menuju keramaian kota. Olive hanya duduk diam dengan kedua tangan yang saling bertaut.


Takut, jika Ando marah dan melakukan sesuatu padanya.


Sedih karena pertama kali dirinya membuat Ando marah Seperti sekarang.


"Ayoo.."

__ADS_1


Ando membukakan pintu untuk Olive, tangannya terulur untuk membantunya.


Olive tertegun, Ando membawanya ke hotel.


"Kenapa kita kemari." Jantung Olive berpacu begitu cepat, dirinya merasa jika Ando seperti seorang pria jahat yang menculiknya.


Padahal dulu Olive sering keluar masuk apartemen Ando, tapi tidak merasa takut seperti sekarang.


Melihat Olive yang tidak mau turun, Ando langsung membungkukkan tubuhnya, dan langsung membopong tubuh Olive digendongnya.


"Kak, turunkan aku." Olive berteriak saat tumbuhnya diangkat.


"Tidak sebelum sampai tujuan." Ando tersenyum menyeringai menatap wajah Olive yang ketakutan.


"Kak jangan macam-macam." Ucap Olive dengan wajah pucat.


Meksipun takut, tapi kedua tangannya melingkar dileher Ando, membuat Ando tertawa geli dalam hati.


"Kenapa? bukankah aku sudah pernah melihatmu tanpa apa_"


Stop kak!!" Pekik Olive yang merasa malu dan juga kesal karena Ando membahas kejadian yang sama sekali belum bisa dia lupakan.


Ando keluar dari pintu lift, dengan santainya pria itu tetap mengendong Olive.


Sedangkan Olive sudah meronta-ronta ingin diturunkan.


Klik


Ando membuka pintu kamar hotelnya menggunakan Id card dari hotel.


Pria itu menutup pintunya mengunakan kaki, dan otomatis pintu akan terkunci jika tertutup.


"Mau dibawa_ Aaakk." Olive memekik saat tubuhnya dilempar di atas ranjang empuk milik Ando.


"Kak mau apa?" Olive menatap takut Ando yang membuka kemejanya.

__ADS_1


"Hanya ingin membuka baju." Jawab Ando santai, namun dengan senyum yang licik.


Olive memalingkan wajahnya ketika tubuh atletis Ando terpampang didepan matanya. Meskipun pernah melihatnya, tapi bagi Olive kini semakin membuatnya tak biasa.


"Kamu sudah pernah melihatnya kenapa harus malu." Ucap Ando yang sudah naik keranjang, menyentuh wajah Olive agar menatapnya.


Tatapan keduanya bertemu, sesaat kedua mata mereka terkunci dengan tatapan yang sama.


"Dengarkan aku," Tenggorokan Ando terasa tercekat, sesuatu di bawah sana sudah bereaksi hanya melihat bibir ranum Olive yang sudah lama tidak di jamah. "Mungkin aku bukan pria baik seperti yang kamu inginkan. Tapi saat kamu pergi perasaan ini ternyata sudah terikat hanya saja aku tidak menyadarinya." Ando menelan ludahnya kasar, napasnya memburu, saat melihat bibir Olive yang terbuka sedikit terlihat begitu menggoda.


"Em, kak ini_"


"Ssttt." Ando menempelkan jari telunjuknya di bibir Olive. "Maaf jika aku sudah menyakiti hati dan fisikmu, maafkan aku yang tidak peka terhadap perasaan sendiri." Ando menatap wajah Olive penuh penyesalan. "Maafkan aku yang baru menyadari perasaanku. Sungguh aku bodoh tidak bisa merasakan cinta yang sudah bersemayam disini." Tangan Ando menuntun tangan Olive menyentuh dadanya.


Posisi Ando membungkuk didepan Olive yang bersandar di bahu ranjang.


"Olive aku mencintaimu."


Deg


Jantung Olive berdetak cepat, bahkan suara degub jantungan terdengar sampai di telinganya, kesunyian didalam kamar hotel membuat keduanya dalam keadaan sunyi.


"Maaf kan aku yang baru menyadari perasaan ini." Ando memajukan wajahnya, menyatukan keningnya dengan Olive, tatapan mata keduanya bertemu tak lepas menatap satu sama lain.


"Kak ini salah, aku sudah bertunangan." Cicit Olive pelan, setelah menguasai kesadarannya kembali. Meskipun hatinya merasa senang mendengar ucapan cinta Ando, tapi Olive tidak lupa jika dirinya sudah memiliki tunangan.


Rahang Ando langsung mengeras, mendengar fakta yang membuatnya merasa sesak.


"Tidak ada yang bisa memiliki dirimu, selain Aku."


"Emph.."


Ando menyusuri bibir kenyal Olive yang dia rindukan, rasanya masih sama, manis dan melenakan.


Meskipun dirinya terlambat tapi seperti yang pepatah katakan, sebelum janur kuning melengkung maka masih bisa ditikung, dan Ando akan melakukannya demi cintanya untuk pertama kali.

__ADS_1


.


Ayooo dukung author, jangan lupa tinggalkan jejak kalian. jempol dan komen kalian membuat author sudah kegirangan💃💃


__ADS_2