
Keesokannya...
Ando mengantar Olive ke rumah kedua orang tuanya, mengingat yang selalu ada dirumah papa dan Mamanya. Beruntung Leard kemarin sudah pulang mengantarkan Andien.
jika diantarkan ke rumah kedua orang tua Olive, sama saja Olive akan di rumah sendiri saat kedua orang tuanya bekerja di toko. Ando tidak ingin mengambil resiko meskipun Joe dan Jack menjadi pengawal Olive walaupun wanita itu tidak tahu.
"Sayang tidak apa kan kamu di rumah Mama dan Papa dulu?" Tanya Ando menoleh pada Olive yang duduk disampingnya. "Nanti pulang kantor aku jemput." Lanjut Ando lagi.
Olive ikut menoleh kearah suaminya, "Tidak apa Kak, lagian diaparteman aku tidak memiliki teman, tapi nanti jangan telat untuk datang kerumah Loli." Ucap Olive mengingatkan suaminya.
"Iya sayang, aku tidak akan lupa. Kamu tunggu saja dirumah." Ando tersenyum.
Beruntung acara Niko dan Loli diadakan saat malam, karena dirinya siang ini ada pekerjaan penting bersama Nathan. Dan Ando tidak mengijinkan Olive pergi sendiri kerumah Loli, mengingat bahaya kapan saja bisa mengintai sang Istri.
Sampainya di rumah kedua orang tuanya Ando bercerita kepada Bagas dan Leard tentang kejadian di apartemen, dirinya tidak mengijinkan Olive keluar tanpa seijin darinya, meskipun terdengar posesif, tapi Olive mengerti kenapa suaminya melakukan hal itu, apalagi dirinya sedang berbadan dua.
Bagas dan Leard tentu saja terkejut mendengar ucapan Ando. Tidak menyangka jika Olive akan mengalami hal seperti itu.
"Bagaimana dengan Andien mah?" Tanya Ando pada mamanya.
"Meksipun berat, tapi mau bagaimana lagi. itu sudah menjadi keputusan kamu kan." jawab Leard dengan wajah sendu.
Sebenarnya tidak rela meninggalkan Andien disana, tapi Leard juga mengerti dengan keputusan Ando, apalagi saat tahu jika Andien datang kesebuah club.
__ADS_1
"Ya itu hukuman yang harus dia jalani, bukan aku yang kejam, tapi aku tidak ingin Andien masuk kedalam kehidupan pria itu lebih dalam." Ucap Ando yang hanya mendapat anggukan dari Leard.
Olive mengantarkan suaminya untuk berangkat kerja. Olive mengantar Ando sampai didekat mobil.
"Aku berangkat, hati-hati dirumah dan jangan kemana-mana." Tutur Ando setelah memeluk dan mencium kening dan bibir Olive, tidak lupa mengelus dan pamit pada bayi mereka yang ada di kandungan.
"Iya kak." Jawab Olive sambil tersenyum.
"Jika butuh sesuatu bilang saja padaku, nanti ada Joe dan Jack yang akan mengantar." Ucapnya lagi.
"Iya, ya sudah sana berangkat, nanti telat dimarah pak bos." Olive mendorong pelan dada Ando agar masuk kedalam mobil.
"Tidak ada sejarah bos marahin anak buahnya, yang ada aku yang marahin Nathan." Balas Ando sambil tertawa.
"Kak ,ihh malu di lihat pak satpam." Kesal Olive yang memang kebetulan melihat satpam rumah melintas.
"Eh, saya ngak lihat kok neng, jadi terusin aja." Ucap Diman, yang nyengir.
"Dih, mang Diman main nyerocos aja." Ucap Ando.
"Udah sana, nanti keburu siang." Olive kembali mendorong lengan Ando untuk membuat Ando masuk kedalam mobil.
"Iya..iya.. kamu kok ngusir." Ando pun menurut dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Bodo amat.."
Brak
Olive menutup pintu mobil, ketika Ando sudah duduk dibalik kemudi. Ando pun menurunkan kaca mobilnya dan terseyum pada Olive.
"Bye, mama. Papa kerja dulu ya..emuaach.." Ucap Ando sambil mengayunkan bibirnya kedepan.
Pluk
"Auws, kok ditimpuk sih yang." Ando mengusap bibirnya yang ditimpuk Olive.
"Geli tau kak." Amit-amit dah." Olive mengusap perutnya dengan mulut komat-kamit.
"Geli kenapa?" Tanya Ando yang masih mengusap bibirnya.
"Kayak ikan louhan tau gak." Ketus Olive.
Hah..
.
.
__ADS_1
Semangatin dong ayang 🤣🤣