Love Is Back

Love Is Back
Brakkkk


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Olive sudah bersiap untuk berangkat ke kampus. Hari ini pertama dirinya menjalani ospek dikampus unggulan yang berada di Surabaya.


Rok span Hitam panjang, dan kemeja panjang putih adalah pakaian yang Olive pakai hari ini, bahkan rambut panjang gadis itu diikat dua seperti ekor kuda.


"Olive berangkat dulu nek." Olive menyalimi nenek dan juga kedua orangtuanya yang masih duduk di meja makan untuk sarapan bersama.


Tanganya tidak lupa menyambar kotak makan yang sudah dia siapkan sendiri.


"Apa Bisma tidak mengantarmu?" Tanya Rasti nenek Olive.


"Tidak tau nek, Olive kalau nungguin dia bisa kena hukuman." Jawab Olive yang sudah akan berlalu pergi.


"Hati-hati dijalan, naik motor jangan ngebut- ngebut." Ucap Susi pada putrinya itu.


"Iya Mama."


Olive segera keluar dari rumah neneknya, dirinya tidak ingin terlambat saat pertama kali dirinya melakukan ospek.


Mengendarai motor metiknya Olive, menjalankan kendaraan roda dua itu dengan santai, dirinya sengaja berangkat lebih pagi sebelum Bisma datang kerumah neneknya.


Bisma memang pria yang lumayan cukup tampan, tapi Bisma yang memiliki sifat egois dan kasar membuat Olive terkadang malas dan juga sebal.

__ADS_1


Olive mengurangi kecepatan laju motornya, saat lampu merah menyala, gadis itu tersenyum saat melihat seorang ibu-ibu menyebrang mengandeng putra dan perutnya yang besar.


"Kenapa melihat ibu itu bikin senyum sendiri." Gumam Olive yang terkekeh sendiri.


Suatu saat dirinya pasti akan mengalami hal yang sama seperti ibu itu, karena semua wanita pasti akan mengalami hal yang sama, mengandung dan melahirkan sudah menjadi kodratnya.


"Melamun hm."


Olive tersentak kaget, saat tiba-tiba ada suara pria dibelakang tubuhnya, dan pria itu melingkarkan tangannya di perutnya.


"Kak ngapain?" Pekik Olive terkejut, setelah menyadari siapa pria yang tiba-tiba duduk diatas motornya.


"Ayoo jalan, apa kamu mau dimarahi pengendara yang ada dibelakang." Ucap Ando dengan senyum.


"Lihatlah kelakuan si bos, udah kayak abg aja." Ucap pria dibalik kemudi.


"Tapi si bos pinter milih yang bening." Jawab rekan satuanya.


Mereka adalah orang suruhan Ando, dan pagi tadi Ando menyuruh mereka untuk ikut dengannya untuk mengikuti Olive.


"Sudahlah, jangan lihat bos yang bucin, lebih baik kita jalankan tugas kita." Orang suruhan Ando memilih mengambilkan jalur lain, karena mereka mendapat tugas penting dari Ando.

__ADS_1


Olive terdiam kaku, tangan kanannya seperti kram terasa berat, hanya sekedar menarik tuas gas.


"Kenapa kamu tegang sekali." Kata Ando disamping wajah Olive.


Olive menoleh, dan kerena dirinya memakai helm, Ando pun mencium helm yang Olive pakai.


"Kamu bikin aku kaget kak." Kata Olive mencoba untuk tetap fokus pada jalan didepanya.


Ando mengulum senyum, tangannya sengaja semakin mengeratkan pelukannya diperut Olive, dan dagunya bersandar di bahu kiri Olive.


"Mampus.." Ucap Olive yang semakin dalam menarik tuas gas motornya.


"Jangan kebut-kebut sayang, nanti kita bisa jatuh." Ucap Ando yang menyadari jika Olive semakin mempercepat laju motornya.


"Diam kak, jika aku terlambat ini semua karena kamu." Semakin dekat Olive semakin menambah kecepatan laju motornya.


Priittt....priitt...


"Olive awas..!!"


Aaaaaa

__ADS_1


Braakkk


__ADS_2