Love Is Back

Love Is Back
Pelayan tuan putri


__ADS_3

"Ngak mau, bikin sendiri sana." Ucap Olive ketus.


Olive belum menyadari jika dirinya sudah memancing belalai gajah yang kembali siap untuk bertempur.


Ando masih menatap dada Olive yang menggoda untuk dirinya sentuh.


"Tidak bisa dibuat sayang, karena aku ingin dari sumbernya langsung."


Grep


"Ahh kak!!" Pekik Olive saat tangan nakal Ando meremat kelembutannya kuat.


"Kenapa setelah menikah rasanya beda sekali sayang, seperti_"


Ando tidak bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan sekarang.


Saat dulu dan sekarang setelah Olive menjadi istrinya jelas rasa itu berbeda.


Bugh


"Sudah aku mau mandi." Olive mendorong dada Ando setelah menyingkirkan tangan nakal Ando paksa.


"Sayang aku belum sempat mencicipi susu pagi ku."

__ADS_1


Olive mendelik tajam, "Cicipi saja susu mu sendiri." Ucap Olive kesal.


"Ughh, kenapa sakit sekali." Gumam Olive yang merasakan nyeri dibagian intinya saat dirinya ingin turun dari ranjang.


Ando yang melihat Olive kesakitan, langsung bangun dan mengendong Istrinya itu.


"Baru satu kali sayang, setelah ini pasti tidak akan sakit lagi." Ucap Ando yang sudah menggendong Olive menuju kamar mandi.


"Sok, tahu." Olive mencibir. "Aku yakin meksipun kamu seorang Casanova tapi kamu tidak pernah mencicipi goa perawan." Selidik Olive menatap Ando memicing.


Ando hanya menyengir tanpa rasa malu, tapi hatinya merasa tertohok. "Karena aku tidak mau merusak anak gadis orang. Kecuali kamu."


"Auwwss,, sayang sakit." Ando merintih kesakitan karena Olive tiba-tiba mencubit perutnya.


"Jadi kamu kasihan sama mereka, tapi tidak denganku, dasar buaya." Kesal Olive yang mendengar ucapan Ando.


sampainya dikamar mandi Ando mendudukkan Olive di atas wastafel yang terbuat dari marmer, pria itu berdiri didepan Olive.


"Aku membayar mereka sesuai dengan pekerjaan mereka sayang, jadi kamu dengan mereka sangat berbeda jauh." Ucap Ando sambil menatap Olive intens.


Tidak mungkin rasanya Ando tega menodai wanita yang memang tidak dirinya inginkan, dah membayar wanita panggilan saja dirinya juga mencari informasi tentang mereka. Karena Ando tidak ingin salah membayar orang jika orang itu memiliki penyakit.


Olive melengos dirinya tetap saja kesal.

__ADS_1


"Hey, kau itu istriku. Wanita satu-satunya yang bisa membuat belalaiku bisa menyembur hebat."


Sontak kedua mata Olive membulat sempurna, saat mendengar ucapan suaminya yang mesum bin tidak bisa difilter.


"Kenapa? aku benarkan?" Ucap Ando dengan senyum mengembang, melihat wajah Olive yang lucu dengan ekspresinya.


"Tau ah, kamu nyebelin." Ucapnya sambil mendorong wajah Ando agar menyingkir dari wajahnya.


"Percayalah aku mencintaimu, sudah cukup aku merasakan penderitaan untuk si belalai, karena nyatanya hanya kamu yang dia inginkan tidak dengan yang lain, begitupun juga dengan hatiku, hanya kamu yang aku mau." Tangan Ando mengusap pipi chubby Olive dengan lembut.


"Ngak usah gombal, sekarang aku mau mandi." Ucap Olive yang sebenarnya mengalihkan rasa gugupnya.


Bagaimana tidak gugup jika ditatap dengan jarak yang begitu dekat, apalagi kata-kata Ando seperti gulali begitu manis dan membuatnya klepek-klepek.


Ando mengulum senyum, "Karena kamu sudah memberiku sesuatu yang sangat berharga, apalagi belalaiku yang juga senang, maka untuk hari ini aku akan menjadi pelayan untuk tuan putri." Ucap Ando dengan senyum tulus.


Olive yang melihat senyum suaminya, juga ikut terseyum.


"Kau mandikan."


Heh


Olive membelalakan kedua matanya, mendengar ucapan Ando.

__ADS_1


.


Kembang kopi next sayangđź’‹


__ADS_2