Love Is Back

Love Is Back
Pria-pria menyebalkan


__ADS_3

"Memangnya gue takut." Balas Niko tanpa rasa takut.


Ando berdecak kesal, meksipun bocah tapi ilmu bela diri Niko cukup di acungi jempol.


"Sayang kamu yakin masih ingin kuliah di sini?" Tanya Ando menatap Olive serius.


"Iya kak, aku ingin sama-sama dengan Ayana lagi." Jawab Olive yang memang ingin kuliah disini selain karena ada sahabatnya disini juga termasuk fakultas unggul.


"Sudah lah, seharunya lu bersyukur ada gue disini, pasti gue jagain bini lu kalau digangguin cowok." Ucap Niko.


Ando melirik Niko sinis, meskipun dirinya sudah menjadi suaminya Olive, tapi rasa takut dan cemburu itu selalu ada. Apalagi Ando tahu jika Niko juga menyukai Olive.


"Tidak usah khawatir kak, aku tahu hatiku ini untuk siapa." Ucapan Olive sukses membuat Ando menatap istrinya.


"Ck, lebai. posesif boleh bodoh jangan." Sindir Niko yang didengar oleh Ando.


"Opa lu kata!" Ando menatap Niko sinis.


"Udah sih kak, kalian ini sukanya ribut melulu. " Ucap Olive dengan kesal.


Dari dulu sampai sekarang kedua pria itu tidak mau ada yang mengalah ataupun diam untuk tidak memancing keributan.


"Muka lu yang bikin nagajak gelut." Ucap Ando ketus.


Niko hanya melengos, malas meladeni suami posesif didepanya yang bikin kesal.


"Kak aku pulang dulu, besok-besok sepertinya aku butuh bantuanmu." Ucap Olive pada Niko sambil tersenyum.


"Dengan senang hati aku akan membantumu teman, jangan lupa hubungi aku." Ucap Niko membekas senyum Olive.


Ando mendengus kesal melihat interaksi keduanya.


"Baiklah kami pergi." Olive mengandeng lengan suaminya untuk pergi, meksipun tahu jika Ando kesal tapi Olive akan membuat kepercayaan untuk suaminya jika dirinya tidak akan berselingkuh dengan Niko.


Pemikiran yang aneh memang, tapi Olive tidak ingin suaminya cemburu buta lantaran pertemanannya dengan Niko yang sudah lama. Bahkan Niko lah pria yang selalu membantunya dulu disaat dirinya dilema.


Brak


Ando menutup pintu mobil dan duduk dibalik kursi kemudi.


Olive hanya melirik saja, wajah Ando yang masih masam membuatnya menghela napas panjang.


Mobil yang mereka tumpangi perlahan keluar dari area parkir, jam sebentar lagi makan siang.


"Kak.." Olive menyentuh lengan suaminya.


Ando menoleh sebentar, lalu kembali menatap lurus kedepan.


"Jangan banyak pikiran, besok jadwal kamu operasi." Ucap Olive mencoba untuk membuat suaminya tidak memikirkan hal yang tidak penting.


"Tidak ada hubungannya pikirkan sama operasi, lagian yang di operasi kepala bawah bukan atas." Ucapnya tanpa dibisa direm.


Olive geleng kepala. "Ya, siapa tahu mempengaruhi bentuk dan ukuran, yang biasanya jumbo malah menjadi sedang." Entah apa yang dibicarakan Olive, membuat Ando malah bingung.

__ADS_1


Olive melirik Ando yang bingung, dirinya malah tersenyum. "Pokoknya kalau belalai kamu berubah ukuran setelah operasi, aku tidak mau tahu yang jelas harus sama."


Kini Ando yang ganti membulatkan matanya. "Kamu pikir aku mau sunat lagi." Ketusnya dengan wajah tidak percaya.


Olive hanya mengangkat kedua bahunya acuh.


Mobil Ando sampai di kafe yang mereka lewati, kafe yang Olive kenal.


"Katanya disini menunya kekinian, tapi aku juga nggak tahu sih." Ucap Ando yang sudah membuka sealbeadnya.


Olive hanya mengaguk saja, setelah keluar dari mobil, Ando menggandeng tangan istrinya posesif. Karena dia tahu pasti pengunjung didalam kebanyakan anak muda.


Olive yang melihat tanganya digenggam Tersenyum, dirinya tidak percaya jika suaminya begitu posesif padanya, itu artinya Casanova buaya kadal itu benar-benar mencintainya.


"Sebelah sana saja kak." Olive menujuk meja yang menurutnya cukup nyaman karena sedikit jauh dari pengunjung yang lain.


Ando hanya mengiyakan, mereka tidak tahu jika saat keduanya masuk seseorang sudah memeperhatikan keduanya tepatnya Olive.


Memesan makanan, mereka menunggu sambil mengobrol santai.


"Apa hari ini kak Ando cuti?"


Olive tidak tahu kenapa suaminya itu tidak kekantor.


"Tidak, hanya saja nanti jam 2 aku ada metting dengan klien menggantikan Nathan." Jawabnya yang sesekali mengecek ponselnya karena ada email dari Nathan.


Olive hanya mengaguk saja.


Keduanya menoleh serentak, Ando menaikkan satu alisnya lagi-lagi seorang pria yang memanggil Istrinya.


"Kak Zian.." Olive tersenyum lebar.


"Apa kabar." Zian ikut mengembangkan senyum, dah mengulurkan tangannya.


"Baik kak."


Belum sampai tangan Olive mengalami tangan Zian, tangan Ando sudah lebih dulu menyambar nya.


Ando menatap tajam pria yang sepetinya usianya tidak jauh dari istrinya.


"Kak kenalin ini kak An_"


"Saya suaminya." Potong Ando lebih dulu, karena Olive berniat hanya menyebut namanya saja.


Zian sedikit terkejut, mendengar perkataan Ando yang mengaku suaminya.


"Hhehe iya kak, dia suami aku." Ucap Olive yang kikuk.


"Suami? jadi kamu sudah menikah?" Tanya Zian tidak percaya.


"Sudah, baru 2minggu." Bukan Olive melainkan Ando yang menjawab.


Zian menelisik penampilan Ando dengan seksama. "Olive kenapa selera kalian sama, sama-sama menyukai Om-Om."

__ADS_1


"Heh, apa kau bilang?" Ando menjadi kesal.


"Kamu dan Ayana sama-sama menyukai pria dewasa." Zian terseyum smirik.


Olive mengigit bibir bawahnya, mendengar ucapan Zian Kakak kelasnya waktu SMA.


Jika kalian lupa, baca lagi My Husband Om-Om 🥰


"Jaga benih bisa ucapanmu anak muda." Tekan Ando dengan nada pelan.


"Heh, memang benarkan. Dan aku tebak mungkin usia kamu sudah lebih kepala tiga."


"Sudah kak, jangan berdebat. Dia suamiku, mau muda ataupun dewasa itu urusanku bukan urusanmu, lagian Istri dia itu aku, bukan kamu yang seenaknya bicara." Kesal Olive mendengar ucapan Zian.


Melihat wajah Olive ikut kesal, Zian menghela napas panjang, "Sorry gue nggak bermaksud, hanya saja kenapa seleranya kalian berdua harus sama."


Olive melirik suaminya dan Zian bergantian. "Setidaknya kami menikahi pria yang masih single, bukan perebut suami orang."


Zian menelan ludah, sejak kapan Olive yang dia kenal lemah lembut dah penakut kini berubah menjadi wanita berani dan bermulut pedas.


Perkataan Olive mengingatkan kejadian dulu saat Kakaknya Maudy dengan Nathan dulu.


"Sayang lebih baik kita_"


"Kalian nikmati saja makan siang, kalian. Biar aku yang pergi." Ucap Zian memotong ucapan Ando.


Zian meminta maaf dan pergi, setelahnya.


"Kenapa semua pria yang mengenalmu menyebalkan semua." Komentar Ando pada Zian dan Niko yang dia maksud.


"Termasuk kamu juga kan."


Jleb


Jawaban Olive tepat mengenai dada Ando.


"Itu hanya perasaanmu, mana mungkin aku sama menyebalkan seperti mereka, buktinya kamu memilihku." Ucapnya lagi dengan songong.


Ck. Olive berdecak mendengar kepedean tingkat tinggi suaminya itu.


"Yaya, anggap saja begitu biar kamu bahagia." Olive menyesap minuman yang dia pesan.


Ando tersenyum menyeringai. "Kalau begitu biar aku bahagia terus, hukuman kamu aku perpanjang menjadi dua Minggu."


Uhuk...uhuk..


Olive benar-benar tersedak minuman yang dia minum, sampai-sampai wajahnya memerah menahan sakit.


"Dasar suami tidak tahu diri."


.


Kembang kopi sayang 💋

__ADS_1


__ADS_2