Love Is Back

Love Is Back
Menantu durhakim


__ADS_3

"Katakan jika belalaiku karatan." Ucap Ando dengan suara berat.


Olive semakin gemetar, otaknya sudah menjelajah naik ke atas pohon kelapa, yang lurus dan bergerigi.


"Tidak." Olive menggeleng, ketika otaknya tidak bisa dikendalikan dengan pikiran kotor yang tiba-tiba muncul.


Matanya masih terpejam dengan otak yang tidak mau berhenti memikirkan sesuatu yang tergambar nanti didepanya.


"Ck, kau itu."


Grep


Ando menarik kedua bahu Olive, menjatuhkan tubuhnya di sofa, Olive kini duduk diatas pangkuan Ando dengan posisi saling berhadapan.


"Kak_"


"Ssstt, jangan bergerak." Suara Ando tertahan ketika merasakan bok*ong Olive yang menduduki belalainya di bawah sana.


"Lepas kak." Olive kembali berontak, saat posisi nya benar-benar tidak nyaman untuknya duduk.


"Engh, jangan bangunkan jika kau tidak ingin aku makan."


Glek


Tubuh Olive langsung menegang dan diam ketika menatap wajah Ando yang sudah diliputi gairah.

__ADS_1


Ando menatap wajah Olive sayu, dirinya tidak bisa berdekatan dengan gadis yang sudah membuatnya terpancing dengan hasrat yang tiba-tiba naik.


"Jika saja aku tidak mencintaimu mungkin kau sudah aku gagahi sampai tidak bisa berjalan."


Plak


"Shh, kenapa kau menampar ku." Ucap Ando mengusap pipinya yang sedikit panas.


"Bicara yang baik, dengan anak di bawah umur." Jawab Olive sambil mendelik tajam.


"Heh Olive cintanya Popeye, jangan kira aku tak tau jika pikiranmu ini, sudah rate dua puluh satu plus." Jari telunjuk Ando menunjuk pelipis Olive.


"Itu karena Casanova ini yang sudah menanamkan dua puluh satu plus di otak ini." Dengus Olive tak kalah sinis.


Tangan Ando menahan pinggang Olive ketika Olive kembali bergerak. "Cih, alasan." Dengus Ando.


"Emm, kak." Olive mengigit bibir bawahnya, merasakan sesuatu yang keras berada di bawah miliknya hingga terasa menggelitik.


Ando menatap bibir Olive yang digigit, terlihat begitu menggoda hingga membuat tanganya menggerakkan pinggang Olive pelan.


"Kak, Emph_"


Ando melumatt dan menyesap bibir Olive dengan rakusnya, merasai manisnya bibir Olive yang selalu dia rasakan.


"Engh." Olive meleguh ketika lidah Ando menerobos masuk mengabsen setiap jejeran giginya didalam sana, kedua tangannya mengalung dileher membuat Ando semakin memperdalam ciumannya.

__ADS_1


.


.


"Nenek bagaimana Olive bisa kabur." Pekik Bisma dengan terkejut.


Karena asik dengan urusannya, Bisma sampai tidak tahu jika Olive sudah kabur selama dua hari.


"Bisa saja orang dia punya kaki." Bukan Rasti yang menjawab, melainkan Susi.


Susi menatap sinis Bisma yang tiba-tiba muncul dengan tidak tahu malunya.


"Nek, Bisma tidak mau tahu besok Olive harus sudah ada di rumah ini, kalau tidak_"


"Kalau tidak apa?" Tanya Susi dengan wajah menelisik, menatap Bisma dan Rasti bergantian.


"Sudahlah, kau pulang saja. besok Olive pasti sudah kembali dia tidak akan berani kabur dihari pernikahannya." Ucap Rasti menatap tajam Bisma agar tidak membuat ulah.


Bisma mengepalkan tangannya kuat, "Ingat Nek, semua tergantung pada cucu nenek." Balas Bisma dengan penuh penekanan.


Setelah mengatakan itu, Bisma meninggalkan Rasti dan Susi.


"Bu, sebenarnya ada apa dengan_"


"Kau diam saja tidak usah ikut campur." Kutus Rasti menatap Susi penuh peringatan.

__ADS_1


"Apa ibu sadar, jika yang ibu paksa menikah itu putriku." Ucap Susi dengan rasa dongkol. "Kenapa tidak ibu saja yang menikah, Kenapa harus memaksa Olive." Ucap Susi yang sudah sangat kesal.


"Susi kau!" Melihat Susi yang langsung pergi membuat Rasti geram. "Dasar menantu durhakim."


__ADS_2