Love Is Back

Love Is Back
Aku suka sama kamu


__ADS_3

Sehari, seminggu dan sebulan telah berlalu.


Selama satu bulan Ando selalu mendekat pada Olive, terkadang Olive yang merasa ragu tapi bukan Ando kadal buaya buntung yang tidak memiliki banyak cara untuk bisa membuat Olive menurut padanya.


Entah dinamakan pelet atau apa, yang jelas Ando selalu bisa membuat Olive tidak bisa menolak.


"Ah, kak sudah." Olive mendorong kepala Ando yang sudah sejak satu jam lalu bergelung diatas dadanya yang polos.


Kelembutan Olive terasa kram karena ulah bibir Ando yang tidak mau diam dan berhenti.


Plop


Ando mendongak, menatap wajah Olive yang nampak sayu, dirinya tahu jika gadisnya sudah merasakan sesuatu dan menginginkan lebih.


Olive merapikan bajunya saat bibir Ando sudah menjauh dari dadanya.


"Kenapa ditutup, aku masih ingin." Ucap Ando yang menahan tangan Olive saat ingin mengancingkan pakaiannya.


"Kak, aku bukan seorang ibu menyusui." Kesal Olive melihat kelakuan Ando.


Ando malah terkekeh. "Tapi kamu sumber kesegaran yang aku mau."


Plak


Olive menggeplak bahu Ando cukup keras membuat Ando yang tertawa sempat mengaduh.


"Kenapa dipukul, disayang dong sayang." Ucap Ando lagi dengan wajah menggodanya.


Olive semakin memanyunkan bibirnya lima centi membuat Ando gemas ingin mencaploknya.


"Ish, kak lepas." Olive memberontak saat Ando kembali mengungkung tubuhnya.

__ADS_1


Keduanya berada di sofa depan tv, Olive yang kepalanya bersandar di bahu sofa, dan Ando dalam posisi menindihnya.


Mata Ando tak lepas dari bibir Olive yang ranum, bibir yang selalu membuatnya candu.


"Emph."


.


.


"Ol, kenapa wajah kamu?" Tanya Ami sahabat Olive saat baru saja tiba di sekolah.


Wajah Olive nampak cemberut dengan kancing baju yang dia kancing kan sampai batas leher.


"Terus kenapa nih baju, lu emang kutu buku, tapi bukan culun seperti ini." Lanjut Ami yang melihat penampilan sahabatnya.


"Jangan Mii." Protes Olive saat Ami akan membuka kancing bajunya.


Mata Ami memincing curiga. "Ck, pasti ulah sendal jepit." ucap Ami yang hanya mendapat helaian napas dari Olive.


"Menurutmu apa kak Ando memiliki perasaan yang sama denganku?" Tanya Olive pada sahabatnya itu.


Keduanya berada didalam kelas sambil menunggu bel masuk berbunyi, Olive kebanyakan keraguannya pada sahabatnya.


"Entahlah, karena yang aku dengar dari Hubby asistennya itu suka jajan apem diluar." Jawab Ami apa adanya yang dia dengar dari sang suami.


Hati Olive semakin mencolos, apakah dirinya termasuk penapisan dan cuma untuk main-main.


"Kamu tidak usah khawatir, aku akan membuat perhitungan jika pria lucnut itu membuat sahabatku ini sakit hati." Ucap Ami sambil mengelus pundak Olive.


Olive hanya terseyum singkat. Meskipun belum pernah melakukan hal yang lebih inti, tapi pria pertama yang menyentuhnya adalah Orlando Jaka Abisatya, dan pria itu pula yang mengenalkan rasa yang belum pernah dirinya rasakan.

__ADS_1


Ando berkutat dengan pekerjaan, pria itu sibuk dengan proyek yang bosnya pegang, dan sebagai asisten Ando sangat bisa diandalkan dan pekerja keras untuk membuat Nathan puas dengan pekerjaannya, meskipun Nathan sendiri selalu mengapresiasi pekerjaan asistennya itu.


"Pak ada yang ingin bertemu." ucap Sinta sekertaris diruangan itu.


"Siapa?" Tanya Ando yang merasa tidak memiliki janji dengan seseorang.


"Aku." Sofi masuk dengan terseyum manis.


"Keluarlah Sin." Ucap Ando pada Sinta.


"Apa aku menggamu." Tanya Sofi sambil menaruh paper bag yang dia bawa dia atas meja kerja Ando.


"Em, sedikit lagi selesai." Jawab Ando yang memang pekerjaannya sedikit lagi selesai sebelum jam makan siang.


Sofi hanya mengaguk, wanita itu berdiri sambil menatap sekeliling ruangan pria yang sudah membantunya.


"Kenapa kau kesini?" Ando menutup laptop kerjanya, dan beranjak dari kursinya menuju sofa.


Sofi menoleh dan tersenyum, "Kebetulan aku lewat sini dan membelikan mu ini." Sofi membuka paper bag yang dia bawa, makan siang untuk Ando.


Sofi duduk disamping Ando, wanita itu membantu menyiapkan makan siang Ando.


Ando dengan senang hati menerima makanan yang Sofi bawa, dan pria itu langsung memakanya dengan lahap, karena perutnya memang sudah lapar.


"Apa aku boleh tanya sesuatu?" Tanya Sofi dengan pelan.


Sofi memperhatikan pria yang sejak pertama kali bertemu sudah mencuri hatinya, ya Sofi sadar jika dirinya sudah tertarik pada pria yang menolong ya dan pernah memakai jasanya. Dan Sofi baru tahu jika Ando memiliki sisi lain selain permainan diatas ranjang.


"Tanyakan saja." Jawab Ando santai.


Sofi nampak menimang apa yang akan dia tanyakan.

__ADS_1


"Em, aku_" Sofi nampak ragu.


Ando menoleh dan menatap wajah Sofi yang seperti ragu. "Aku suka sama kamu."


__ADS_2