
"Kak ini bacanya apa?" Tanya anak laki-laki berusia lima tahun.
Olive melihat arah anak kecil yang menunjukan buku tulisnya.
Sedangkan Ami mengakhiri anak yang lain.
Olive ikut sahabatnya untuk mengajari anak-anak pinggir kota ditempat tinggal yang kumuh.
Mereka sudah lama mengejari beberapa anak yang kurang mampu dan tidak mengenal huruf dan angka itu.
Perbuatan baik mereka diterima oleh warga yang tinggal di ditempat itu. Bahkan tidak jarang sahabatnya itu membagikan makanan dan nasi bungkus untuk mereka yang tinggal disana.
"Nah anak-anak berhubungan sudah sore, belajar hari ini kita sudahi ya." Ucap Ami sambil bertepuk tangan diikuti Olive. "Besok kak Ami ngak bisa datang, tapi kak Olive yang akan menemani kalian."
"Horeee."
Mereka semua bersorak, karena semangat belajar mereka begitu besar.
"Sudah kenal sama kak Niko?" Ucap Ami lagi melirik pria yang berdiri dan terseyum itu.
"Sudah!!"
"Bagus, sepertinya besok kak Niko juga akan menemui kak Olive mengajari kalian."
"Asiikkk..!!"
__ADS_1
Olive yang melihat antusias anak-anak sekitar lima belas orang itu juga ikut senang.
Tak lama setelah anak-anak bubar dan pamit, mobil berwarna hitam mewah berhenti.
"Ol, gue balik duluan ya." Ucap Ami dengan melambaikan tangannya, saat suaminya membuka kaca mobilnya.
"Eh, terus aku sama siapa?" Tanya Olive yang merasa ditinggal oleh sahabatnya.
"Duh, gue mau ada perlu sama laki gue." Ucap sahabatnya itu dengan wajah bingung.
"Biar gue yang anter balik, lu pergi aja sana." Ucap pria yang bernama Niko itu.
"Nah, sip. Titip temen gue kak, awas kalau lu icip-icip." Ami menujuk bogem tangannya pada Niko.
"Ya sapa tau, lu kangen Ol. Tapi Calon kakak tiri gue yang lu pepet."
Olive semakin menajamkan matanya pada sahabatnya yang tidak bisa diam itu.
Niko hanya geleng kepala. "Ternyata calon adik gue rese juga." Ucapnya dengan melirik gadis disampingnya dengan raut wajahnya yang kesal.
Olive memincingkan matanya melirik Niko. "Baru tau kalau dia itu rese, pake banget." Ketus Olive, membuat Niko mengangkat kedua bahunya.
"Ayo balik." Ucap Niko yang lebih dulu berjalan menuju mobilnya.
Olive hanya menghela napas, dirinya terpaksa ikut dengan pria yang katanya calon kakak ipar sahabatnya.
__ADS_1
"Gue Niko, Niko Abrahan." Ucap Niko pada gadis yang duduk anteng sampingnya.
Olive hanya berdehem, "Oh." Jawabnya singkat padat dan jelas.
Niko hanya geleng kepala.
Mahasiswa di kampus favorit di kota, Niko baru masuk kuliah semester pertama. Niko adalah anak pengusaha tambak Ikan. Bukan anak CEO ataupun anak konglomerat yang memiliki gedung bertingkat tinggi.
Tapi menjadi anak juragan pemilik tambak Ikan, tak membuat Niko dipandang remeh. Karena penampilan dan keseharian pria itu sama saja dengan anak pengusahaan.
"Btw, lu cantik kalau lagi badmood." Ucapan Niko seketika membuat Olive mendelik kesal.
"Serius tau, muka lu imut. Apalagi kalau bibir lu semakin di monyongin, pasti cantik kayak minkey."
Bugh
Olive memukul lengan Niko dengan kepalan tanganya.
"Kamu ngatain aku mirip hewan hah." Olive menyerangnya lengan Niko dengan memukulinya.
"Hey, hentikan kalau tidak mau kita kenapa-kenapa." Ucapan Niko, seketika membuat Olive tersadar.
Olive merapatkan duduknya, dan menatap kearah jendela, wajahnya memanas karena kesal,.disamakan dengan mahluk pecinta pisang itu.
Sampainya di lampu merah, mobil Niko berhenti. Tanpa sengaja Olive melihat mobil putih diseberang jalan. Matanya menangkap seseorang yang dia kenal, karena kaca bagian depan transparan membuatnya dapat melihat siapa orang dibalik kemudi itu, sepontan Olive menutup mulutnya melihat pemandangan seseorang didalamnya.
__ADS_1