Love Is Back

Love Is Back
Belalai minta jatah


__ADS_3

"Sayang kamu ngapain?" Tanya Ando panik saat melihat Olive yang baru saja keluar dari kamar.


Saat kedua orang tuanya meninggalkannya tak lama setelah itu Olive bangun. Dan saat itu pula dirinya mendengar suara suaminya yang sedang bicara dengan kedua orang tuanya.


Senang tentu saja Olive senang. Dia pikir suaminya masih marah padanya, dan karena itu Olive berinisiatif untuk menyambut kedatangan suaminya.


Olive mengigit bibir bawahnya, dan berjalan mendekati suaminya. Wanita Hamil dengan perut membuncit itu kini sudah berdiri didepan suaminya.


Arah mata Olive tertuju pada boneka berbentuk pisang. "Ini buat aku?" Tanya Olive yang langsung menyambar boneka yang di pegang Ando.


Ando masih tidak berkedip melihat penampilan istrinya. Bagaimana bisa saat dia pulang merasa leleh kini melihat penampilan Olive lelahnya menjadi hilang berganti dengan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya.


"Kak, kok bengong." Olive menatap suaminya yang masih diam, dia lupa jika tujuan adalah untuk menggoda sang suami agar tidak marah, tapi melihat boneka yang dibawa Ando dirinya seketika lupa.


"Sayang pindah kamar yuk." Ucap Ando yang sudah menarik kewarasannya, dan menuntun Olive untuk masuk ke dalam kamar.


"Eh, kenapa?" Olive yang belum sadar mengikuti saja kemana suaminya itu membawanya.


Ando mendudukkan Olive di pinggiran ranjang, pria itu langsung membuka kemeja yang sudah seharian dia pakai, bukan hanya kemeja, Ando juga membuka celana panjang berwarna hitamnya dan hanya tersisa celana pendek saja.


Olive langsung berdiri, "Mau kemana?" Tanya Ando yang mencekal lengan Olive.

__ADS_1


"Kakak mau mandi kan, aku siapkan airnya dulu." Jawab Olive.


Ando tersenyum, dan berdiri tepat didepan Olive, jarak keduanya begitu dekat hingga Olive bisa merasakan hembusan napas hangat suaminya diwajahnya.


Ando berjongkok didepan perut Olive yang sudah menonjol.


"Sepertinya hari ini kamu cukup puas melihat papamu menderita." Bisik Ando didepan perut Olive.


"Ihh kamu apaan sih kak." Olive mengigit bibir bawahnya ketika merasakan hembusan hangat suaminya menerpa kulit perutnya yang tanpa penghalang, karena Ando menyibak pakaian dinas jaring ikan itu keatas.


"Papa mau jenguk boleh." Ucap Ando sambil mencium perut Olive.


Olive hanya bisa menahan gejolak dirinya dengan mengepalkan kedua tangannya. Sejak hamil hormon libidonya meningkat, bahkan Olive menjadi agresif dan mudah terpancing dengan sentuhan lembut yang Ando berikan.


"Jangan digigit." Ando mengusap bibir Olive menggunakan ibu jarinya.


Tangannya menangkup kedua sisi wajah sang istri. "Maaf aku sudah membuat mu khawatir." Ucap Ando dengan senyum. "Ponselku mati, dan aku tidak bisa memberimu kabar."


Olive Menatap kedua mata suaminya, dari sana Olive tahu jika Ando tidak berbohong.


"Kenapa kamu memakai baju seperti ini hm, menyebutku dengan ini."

__ADS_1


"Ahh kak." Olive yang terkejut tiba-tiba mendesahh saat Ando meremat buah dadanya yang menyembul keluar meminta di manjakan.


"Aku ingin menyenangkan suamiku, maaf jika selama aku hamil sudah membuat kak Ando susah." Ucap Olive mencoba untuk waras saat tangan Ando tidak diam untuk memijat buah dadanya.


"Dengan cara apa?" Tanya Ando yang sudah menahan gairahnya, sejak pertama kali mendengar Olive mendesaahh.


Wajah Ando semakin dekat dengan wajah Olive.


"Emm itu." Olive semakin gugup dengan jantung yang berdebar, padahal bukan pertama kali Ando melakukan ini, tapi entah mengapa jantungnya selalu berdebar.


"Kakkk emmph."


Dua benda kenyal kini saling menyatu, menyalurkan perasaan yang sama lewat sentuhan bibir yang lembut.


Ando menyesap dan melumatt bibir Olive penuh perasaan, hingga lama-lama semakin menuntut untuk berada diatas ranjang.


"Ahh." Cumbuan keduanya terlepas, napas Olive memburu dengan wajah yang terasa panas, kening keduanya menempel satu sama lain.


"Aku mencintaimu sayang, dan belalaiku minta jatah dipuaskan."


.

__ADS_1


.


Kembang kopi sayang 💋


__ADS_2