Love Is Back

Love Is Back
Kembalinya Olive


__ADS_3

Sejauh ini kehidupan Ando mulai kembali biasa, pria itu kembali disibukan dengan pekerjaan. meskipun begitu Ando tetap memikirkan Olive, dirinya merindukan Olive.


"Nat lu mau kemana?" Tanya Ando yang melihat Nathan keluar dari ruangannya.


"Gue ada urusan, lu handel pekerjaan gue hari ini." Nathan pun terlihat buru-buru pergi.


Ando mendengus kesal, "Dasar bos sialan!"


Jika bukan karena tanggung jawab, Ando sebenarnya juga ingin pergi, tapi mengingat tidak ada hal yang menyenangkan untuk dia lakukan Ando memilih untuk duduk di kursi kerjanya, dan berkutat dengan pekerjaan yang selalu setia menemaninya.


"Nasib si Jonny yang tidak bisa berbisa." Ucap Ando menghela napas panjang.


Dirinya tidak bisa seperti ini, Olive yang harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah terjadi padanya.


"Ingat Ndut, kamu tidak bisa pergi setelah membuat joni ku tersiksa." Ucap Ando dengan tekat yang sudah bulat, dirinya akan mengejar gadis kelebihan daging itu kemanapun dirinya pergi.


Dan sialnya, Ando masih terjebak di kantor dengan berkas-berkas yang membuatnya pusing.


Dilain tempat Olive baru saja sampai dirumahnya, setelah dari Surabaya.


Gadis itu memilih kembali ke Jakarta untuk menyiapkan apa saja yang harus dia bawa sebelum tinggal di Surabaya.


Olive menatap langit kamarnya dengan tidur terlentang, "Kenapa masih mikirin pria mesum itu sih." Gerutunya kesal.

__ADS_1


Meskipun ada rasa benci tapi tidak bisa Olive pungkiri jika hatinya masih ada nama seorang Ando, dan ternyata melupakan pria mesum itu dari hatinya tidak mudah.


Ting


Bunyi pesan masuk diponselnya, Olive meraih benda pintar yang sederhana dirinya punya.


"Sudah sampai di Jakarta?" Tanya pesan yang Olive baca.


"Sudah kak, ada apa?" Olive mengirim pesan itu.


Nomornya memang tidak Olive ganti, hanya saja dirinya memblokir nomor Ando agar tidak menghubunginya.


"Aku akan datang kerumah."


Olive menerima pesan itu lagi, jemarinya kembali mengetikkan sesuatu, dan Olive segera membersihkan diri karena Niko akan datang.


Tak lama Olive keluar setelah selesai membersihkan diri, gadis itu memilih memakai pakaian santai dirumah.


Kini tubuhnya tak segendut yang dulu, Olive sudah berubah. Penampilan Olive pun sudah bisa membuat para pria meliriknya sampai tak berkedip.


Mungkin jika dirinya bertemu Ando, pria itu sudah tidak mengenalinya lagi.


"Liv, ada yang mencarimu." Suara susi mengema di bawah tangga, hingga terdengar sampai kekamar Olive.

__ADS_1


"Ck, Mama kebiasaan, ngak malu apa teriak-teriak." Gumam Olive sambil melangkah keluar kamar.


"Iya Mah, tidak usah teriak-teriak malu mah." Sungut Olive yang hanya mendapat lirikan dari Mamanya.


"Siapa Mah?" Tanya Olive yang sudah berdiri di bawah tangga.


"Cowok ganteng." Jawab susi dengan senyum.


Olive memutar kedua bola matanya malas. "Mama genit." Ledek Olive sambil berlari kecil, menghindar dari Omelan Susi.


"Hay.." Niko berdiri saat Olive keluar dari pintu.


"Kak, apa kabar?" Olive terseyum, dan duduk di kursi teras yang berjarak meja dengan kursi yang Niko duduki.


"Baik." Jawab Niko yang kembali duduk.


"Ada yang bisa aku bantu." Tanya Olive yang seolah mengerti dengan kedatangan Niko.


"Ck, apa kalau aku menemuimu hanya ingin minta bantuan." Ucap Niko dengan nada dibikin kesal.


Olive menyengir, "Siapa tahu, kan sebelumnya juga begitu." Jawab Olive membuat Niko geleng kepala.


"Hari ini aku ingin ajak kamu jalan-jalan."

__ADS_1


Olive menatap Niko dengan tatapan memincing. "Yakin, tidak takut jika Sahira marah." Goda Olive yang tahu jika Niko sudah memiliki Sahira, wanita yang pria itu incar.


"Justru itu, aku ingin berbagi cerita denganmu." Niko menatap lekat wajah Olive yang memang sekarang semakin cantik.


__ADS_2