
kesibukan kevin kini kembali sperti sedia kala. Hanya saja perhatian nya kini terbagi menjadi 2 tapi rasa syukur nya tidak bisa dia hilangkan. Meski ayana mengandung namun sama sekali tidak merepotlan, ayana tidak banyak maunya tidak banyak manjanya. Justru saat ini Ayana menjadi lebih dewasa dan bijak dalam segala hal. Hingga Kevin merasa jika sang istri sudah lebih mandiri. Persis dengan bundanya dulu.
Dewi kini menyibukan diri dengan aktifitas nya di salon dan butik semenjak kepergian suaminya dewi enggan bermalas-malasan di rumah. Karna jika dia terus diam saja pasti akan selalu terbayang dan teringat dengan almarhum suaminya. Kevin pun membenarkan itu karna kevin takut juga jika bunda terlalu stres karna berfikir.
Pagi ini, Kevin tidak terlalu sibuk, dia pun teringat kembali dengan mimpinya tempo lalu dan seorang perempuan yang sempat dia tabrak di rumah sakit. Yang wajahnya hampir mirip dengan wanita yang ada di mimpinya itu. Meski seluruh keluarga Ayana sudah menyerahkan seluruh kasus itu untuk Kevin yang pegang kendali namun Kevin pun masih takut untuk mengambil keputusan.
Kemarin-kemarin Kevin sudah menemui mertuanya untuk membahas perihal Arga yang ternyata akan memiliki seorang anak dari perempuan yang pernah menolong Ayana. Kevin menceritakan semuanya yang dia tau dan yang dia alami. Dan beruntung nya kedua mertuanya itu memahami apa yang di maksud dengan Kevin.
Namun Kevin masih mempertimbangkan lagi pola pikirnya itu, apakah benar atau salah. Kevin pun sudah meminta pendapat dari Ayana. Dan Ayana bilang tidak apa-apa justru malah baik. Tapi rasa trauma Kevin itu masih ada. Yang di takut kan itu kan jika terulang kembali jika tidak pasti tidak ada pertimbangan.
Sedikit lama Kevin berfikir akhirnya Kevin pun memutuskan untuk pergi ke kantor p*l*s* untuk menemui Arga secara langsung. Kevin mengambil kunci mobil yang ada di mejanya dan menarik jas yang dia tanggalkan di kursi lalu memasukan ponselnya kedalam saku celananya. Setelah nya dia pun pergi.
***
Andini di buat bingung dengan perasaan yang dia rasakan kali ini, rasanya tidak sperti biasanya. Sedikit nyeri di bagian pinggang nya dan bagian betisnya. Rasanya untuk ngapa-ngapain juga malas bahkan beberapa hari ini Andini sudah tidak aktifitas masak lagi. Dia mengandalkan online food di kota itu untuk dia makan. Apalagi sudah hampir beberapa minggu Johan tidak lagi menengok nya hanya tranfer uang saja lewat chat yang di kirimkan langsung pada Andini.
Keringat nya kini semakin banyak tidak sperti biasanya bahkan rasanya ingin tiduran saja namun saat bangun rasanya pinggang itu ingin lepas. Andini berbaring di sofa sambil menunggu pesanan makanan nya datang. Dia memainkan ponselnya untuk membuang rasa jenuhnya. Namun setiap kali dia buka sosmed yang ada hanya keromantisan antara pasangan dan keluarga nya. Seakan dunia tau jika yang Andini butuhkan adalah itu, tapi seharusnya jangan sekejam itu hingga fyp nya hanya soal keluarga.
Di rasa jenuh Andini pun memilih menonton televisi saja, tapi pun sama yang ada hanya acara gosip kelahiran anak para artis yang mana di sana terlihat sangat begitu harmonis. Lelah, Andini puj mengganti chanel nya dan sama saja pesinetronan pun tidak kalah paham dengan apa yang di rasakanya kini.
'' Ini dunia online kenapa sih? Isinya keluarga melulu. Iya aku tau kok aku gak ada keluarga, anak aja ada bapak tapi belum sah. Tapi jangan kejam kaya gitu juga dong, masa iya semuanya isinya perihal keluarga terus. Mau iming-imingin aku? Iya? Hmm. Aku udah kenal ya! '' Ucap Andini lalu meletakkan remot TV itu dan beranjak membukakan pintu.
***
Tiba di kantor yang Kevin tuju, dia sengaja membawa pengacara yang dulu pernah menangani kasus Ayana. Karna nita dari Kevin adalah membebaskan Arga untuk menemani kekasihnya melahirkan dan melanjutkan kehidupan nya agar lebih baik lagi.
Setelah menemui petugas dan menjelaskan semuanya secara detail. Kini urusan itu sudah selesai. Dan tiba saatnya Kevin ingin mengobrol 4 mata dengan Arga. Setelah mendapatkan ijin dari petugas Kevin masuk ke ruang besuk dan tidak lama Arga pun keluar, tidak terlalu buruk, badannya semakin berisi dan sedikit lebih bersih. Rambutnya pun terawat meski dia di dalam sana. Bahkan Kevin sedikit tidak mengenali dengan postir badan Arga sekarang. Bagaimana tidak gemukan coba, hampir setiap hari dia mendapatkan makan dengan gizi yang lumayan dari Andini.
'' Apa kabar bang? '' Tanya Arga lebih dulu saat melihat Kevin menatap nya dia pun menyalami nya.
__ADS_1
Kevin menyambut salam itu lalu meminta Arga untuk duduk.
'' Baik, lo apa kabar? '' tanya Kevin balik
'' Ya, sperti yang abang liat. '' Jawabnya dengan seutas senyum
'' Denger-denger lo mau di pindahin dari sini? '' Tanya Kevin
Arga pun langsung menunduk, rasanya jika di ingatkan perihal pindah tempat nya dia, Arga langsung teringat dengan Andini. '' Iya bang. Pihak kantor ngabarin abang tah? '' Tanya Arga.
Kevin menggeleng,
'' Gue rasa, hukuman buat lo udah cukup. Dan gue rasa ada seseorang yang banget-banget butuh lo buat ada di samping nya. '' Ucap Kevin
Bola mata Arga langsung membulat melihan sekaligus mendengar apa yang Kevin ucapkan.
'' Maksud lo apa bang? Coba jelasin sama gue sekarang? '' Ucap Arga dengan hari rasanya dia masih kurang paham
Arga mengangguk meskipun dia terlihat belum begitu paham.
'' Gue sadar kok bang dengan semua kesalahan gue. Bahkan jika lo mau hukum gue lebih dari ini pun gue siap. ' Jawab Arga
'' Yang wajib ngehukum lo itu bukan gue, biar keadilan semesta aja yangenjawab semua sikap dan kelakuan lo. Gue harap sih ini yang pertama dan terakhir buat lo bersikap kaya gini. Untuk kedepannya lagi kalo bisa lo berubah dan lebih bisa berfikir baik lagi. '' ucap Kevin menasehati Arga.
Arga pun mengangguk namun tidak menjawab.
'' Maksud kedatangan gue kesini, gue mau bebasin lo dari hukuman. Tapi ini semua gue lakuin bukan tanpa alasan. Semua ini gue lakuin karna rasa empati gue sama perempuan yang hamil besar tapi dia hidup sendirian. Gue harap setelah lo keluar dari sini, lo bisa bahagiain perempuan itu, sebagaimana dia perjuangin calon anak lo tanpa adanya lo. '' ucap Kevin
'' Maksud lo, Andini mohon sama lo biar gue keluar dari sini? Iya? '' tanya Arga
__ADS_1
'' Nggak, bahkan gue gak pernah ngobrol sama dia. Ya udah gue pamit balik dulu. '' Ucap Kevin berpamitan setelah mendapatkan notif dari ponselnya.
Arga pun hanya bisa mengangguk dan tidak berani bicara banyak. Setidaknya apa yang di ucapkan oleh Kevin sudah cukup jelas semuanya, dan itu membuat Arga ingin mengucap terimakasih yang banyak untuk kelegaan hati Kevin memaafkan semua kesalahan nya di masa lalu. Namun waktu tidak mengijinkan nya untuk berterima kasih, mungkin lain waktu Arga akan mendatangi keluarga besar Kevin dan Ayana perihal ucapan itu, agar ada kelegaan di hatinya.
***
Adam bukan tipikal laki-laki yang suka basa basi ataupun menjalin hubungan terlalu lama tanpa kejelasan. Hari ini adam berniat ingin melamar Olivia, seorang gadis yang sempat menjadi kliennya beberapa bulan lalu. Hingga Olivia jatuh cinta padanya dan hingga saat ini Olivia masih bertahan dengan adam.
Meski rasa itu tidak tumbuh terlalu besar di benak Adam namun Adam ingin membangun nya bersama. Bukankah mencoba mencintai dengan seseorang yang mencintai begitu dalam itu tidak lah salah. Dan Adam akan mencobanya.
Adam sudah mengenalkan Olivia kepada kedua orang tuanya, dan betapa kagetnya Olivia ketika mengetahui jika Adam itu bukan berasal dari keluarga yang sembarangan, ketika Olivia mengetahuinya Olivia begitu takjub dengan kekayaan yang di miliki oleh kedua orang tua Adam. Ternyata mereka masih satu derajat.
Hingga kini pertemuan yang akan segera di laksanakan antara keluarga Adam dan juga Olivia. Undangan pertunangan itu tidak banyak hanya sebatas lolega bisnis papa mereka dan sahabat dekat Olivia dan Adam. Karna memang tidak lama setelah acara tunangan itu mereka memutuskan untuk menikah.
'' Papa kira anak papa ini tidak ada minat dengan perempuan, taunya sekali dekat langsung hembat.'' gurau papa Adam.
Adam hanya nyengir kuda,
'' Papa ini, gak boleh gitu dong. Justru mama bangga dengan Adam. Karna dari sekian banyaknya pergaulan anak yang bebas di luar sana ternyata Adam masih bisa menjaganya. '' Ucap mama Adam
'' Adam itu gak sebaik yang mama bayangkan loh, '' Jawab Adam dengan kekehan.
Kedua orang tua itu pun melongo.
'' Maksudnya, '' Tanya kedua orang tua itu.
Adam pun tergelak. '' Udah ah, Adam mau istirahat dulu, biar nanti malam nggak ngantuk. Nanti salah lagi masukin cincinya, hehe. '' Jawab Adam lalu pergi.
Tinggalah kedua orang tua itu yang saling tatap lalu menggeleng, setelah nya mereka berdua pun tertawa bersama.
__ADS_1