
Perempuan mana yang tak bahagia ketika bisa berbelanja banyak sesuka hatinya, tak terkecuali dengan Grace, meskipun ia telah memiliki segalanya dan bisa berbelanja kapanpun ia mau,
tetap saja ia merasa senang terlebih dirinya berbelanja untuk orang-orang yang ia sayangi.
Gracepun lekas membayar semua belanjaannya di kasir.
"Eh..ko ceweknya di biarin nenteng belanjaan, mana banyak begitu. "
Bisik-bisik pengunjung lain yang di dengar oleh Leo tapi tidak dengan Grace. Leopun merasa risih seolah dirinya terlihat sebagai lelaki pengecut yang membiarkan pasangannya membawa kantong belanjaannya.
Grep.
"Sini.. Biar gue yang bawa.."
Leo mengambil semua kantong belanjaan dari tangan Grace.
"Ehh.. Thanks.. " Grace kembali merasa gugup, namun ada perasaan senang dengan tindakan yang dilakukan Leo terhadapnya.
Ia pun melangkah keluar dengan salah tingkah bersama Leo dibelakangnya yang tersenyum merekah melihat tingkahnya yang sangat menggemaskan untuk seorang Leo.
Deg.
" Ah sial.. Ko mereka bisa disini sih...? "
Grace terkejut melihat kedua Sahabatnya hendak memasuki toko tersebut.
" Ikut gue..!! "
Grace menarik tangan Leo agar mengikutinya menghindari berpapasan dengan kedua sahabatnya.
Leopun mengikuti Grace sok pasrah padahal senang dengan tindakan Grace yang menggenggam tangannya walaupun terkesan memaksa.
Dengan tergesa-gesa mereka memasuki sebuah fitting room.
"Lo app.. "
Hep.
Grace membekap mulut Leo yang kebingungan
"Syutt.. Diluar ada temen-temen gue"
Bisik Grace di telinga Leo dengan napas yang ngos-ngosan.
Deg.. Deg.. Jantung Leo berdetak bak genderang mau perang saat merasakan hembusan nafas Grace, terlebih Grace menatapnya memelas mohon kerjasamanya.
Cukup lama mereka saling menatap hingga terdengar satu percakapan dari luar
"Me.. Gue cobain baju yang ini dulu deh.. " Silvie dengan setengah berteriak
"Iyahh.. Gue mau liat liat yang disana dulu Sil.. " Suara Megan tak kalah tinggi membuat Grace semakin panik
"Aduhhh gawatt.. " Grace yang kini mulai melepaskan bekapannya di mulut Leo, Ia mencoba mencari cara agar segera terhindar dari kedua sahabatnya.
"Pikir Grace.. Pikir bodoh! " Grace memukul kepalanya sendiri berharap ide bagus segera muncul, sementara Leo mengulum senyum melihat kepanikan Grace sangat menggemaskan menurutnya.
"Halloo.. Masih lama gak yaa"
Teriak Silvie dari luar.
__ADS_1
"Mampus.."Grace semakin panik, keringat mulai keluar dari dahinya, tiba-tiba Ia terhenyak saat Leo mengelapnya dengan ujung kemeja yang ia kenakan sebagai outer.
Grace diam kembali gugup menatap Leo dengan mata yang berbinar.
Grep..
Leo mendekap Grace masuk kedalam pelukannya, sontak Grace terkejut ingin melepaskan diri dari dekapan Leo, namun Leo semakin kuat mendekapnya.
" Cih Mod.. " Seketika ucapannya terhenti saat Leo menutupi kepalanya dengan outernya, sementara Leo menurunkan topi hingga menutupi sebagian wajahnya.
Leo menuntun Grace untuk keluar dari ruangan itu dengan dekapan yang sangat kuat, tidak lupa dengan beberapa tas belanjaannya.
Grace yang mulai paham akan rencana Leo melingkarkan kedua tangannya dipinggang Leo dan mencengkramnya dengan kuat bersembunyi di ketiak Leo dengan kepala tertutup oleh outer yang Leo kenakan seperti Selebriti yang menghindari paparazi.
Merekapun keluar dari ruangan tersebut mencoba tenang.
Baru beberapa langkah mereka berjalan..
"Hadehh.. Kalo mau pacaran tau tempat dong.. " Ucap Silvie dengan nada menyindir keduanya.
Leopun menghentikan langkahnya di ikuti oleh Grace yang terpaksa ditengah kepanikannya.
"Maaf.. Istri saya tadi kesusahan mengenakan pakaiannya, karena dia sedang mengandung.. "
Leo berucap datar dengan pembawaannya yang santai tanpa menoleh kearah Silvie.
" Owh.. Maaf mas.. " Ucap Silvie gugup merasa bersalah dengan ucapannya.
Leo tak menghiraukan Silvie, Iapun kembali melanjutkan langkahnya bersama Grace yang setia bersembunyi di dekapannya, namun dirinya dengan sengaja melangkah pelan-pelan seolah ingin berlama-lama menikmati posisinya sekarang.
"Aishh.. "
Leo meringis ketika salah satu kakinya dengan sengaja di injak oleh Grace saat telah keluar dari toko tersebut.
Sementara Grace tak mempedulikan Leo yang meringis berlebihan akibat ulahnya
"Lo yang udah gila.. Ngapain lo pake ngomong begitu sama temen gue.. " Ucapnya dengan kesal.
"Emang Lo istri gue kan..??? Salahnya dimana? Timpal Leo santai.
" Iya tapi g5a usah pake bilang gue hamil segala bambang.. Untung temen gue gak curiga.. Lagian lo tumben tumbenan ngomong panjang.. Biasanya juga lo ngirit kalo ngomong.. "
Grace mengoceh tanpa jeda.
"Emang lo gak mau hamil anak gue..? "
Tanya Leo dengan santai yang kini menyandar di sebuah tiang bangunan tersebut.
Seketika wajah Grace memerah mendengar kata-kata yang menurutnya sangat sensitif.
"Ngaco lo.. " Ucapnya kembali salah tingkah, Sementara Leo mengulum senyuman, itulah yang diinginkannya, melihat ekspresi Grace yang gugup, menurutnya sungguh menggemaskan.
"Dasar aneh senyum-senyum sendiri.. Ayo cabut.. Tar keburu temen-temen gue keluar.. ". Ajak Grace sambil menarik tangan Leo untuk segera meninggalkan tempat tersebut.
" Lo kalo jalan bisa pelan dikit ga..?
Lo si enak ga nenteng.. " Ucap Leo kesal sebab Grace berlenggang duluan didepannya
"Bodo.. Siapa yang nyuruh lo buat bawain itu belanjaan..? "
__ADS_1
Grace menjulurkan lidahnya berlalu meninggalkan Leo yang kerepotan dengan kantong belanjaannya.
Blugg.. Grace jatuh tersandung batu.
"Aw.. Kaki gue.. ". Grace meringis berlebihan saat Leo sudah mendekat ke arahnya.
" Nah kan... G5a denger si lo.. Kualat lo sama suami sendiri.."
Leo membalas berlenggang meninggalkan Grace yang bersimpuh ditepi jalan.
"Leo.. Tungguin.. " Grace berteriak memanggil Leo, tetapi Leo tak menghiraukannya.
"Ah sial.. " Grace mendengus kesal menatap Leo yang berjalan meninggalkannya.
"Mba.. Mba ga papa..?
Seorang pria menghampiri Grace yang masih duduk memegangi kakinya.
" Gapapa ko mas.. Kaki saya kayanya terkilir.. " Grace sengaja meringis kencang berharap sesuatu.
"Mari saya bantu berdiri mba. . " pria tersebut mencoba meraih tangan Grace hendak membantunya berdiri.
"Jangan sentuh dia..!!! "
Leo menatap tajam ke arah pria tersebut.
"Anda siapa..? "
Tanya Pria itu tak mau kalah membalas tatapannya, namun Leo tak memperdulikannya, Ia malah berjongkok di hadapan Grace.
"Naik.. ! "Leo menepuk pundaknya berniat menggendong Grace.
"Tapi.."
" Gue bilang Naik..! Naik..! "
Leo setengah berteriak.
"Hei anda jangan kasar sama perempuan" Ucap pria tersebut mengingatkan.
"Bukan urusan anda.. Dia istri saya.."timpal Leo menekankan menatap tajam pria tersebut
"Istri ko dibiarin kesakitan begitu.. "
Ucap pria tersebut.
Melihat ketegangan di hadapannya terlebih melihat kemarahan diwajah Leo akhirnya Grace dengan terpaksa menuruti keinginan Leo.
Leo diam tak menanggapi pria tersebut, Ia memilih meninggalkannya pergi bersama Grace yang kini berada di gendongnya .
"Leo lepasin.. Gue bisa jalan sendiri"
Grace mencoba berontak setelah jaraknya jauh dari pria tadi.
" Udah lo diem, lo mau temen-temen lo tiba-tiba ngeliat lo..? "timpal Leo dengan nada masih tinggi.
"Hemm.. Yaudah sini tas belanjaannya , biar gue yang pegang.. "Ucap Grace gelagapan merasa Leo masih marah, Iapun melingkarkan kedua tangannya di leher Leo meminta tas belanjaannya.
"Lo gapapa..? " Tanya Leo pelan merasa bersalah terhadap Grace
__ADS_1
"Gak papa.. Yang sakit kaki bukan tangan.. Makannya sini tasnya, biar gue aja yang pegang.. "Timpal Grace mulai tenang melihat Leo sudah reda dari amarahnya.
Akhirnya Leo menurutinya, ia pun melanjutkan langkahnya berjalan menuju penginapan dengan Grace yang di gendonngnya.