Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 28


__ADS_3

Seperti kata pepatah pertengkaran adalah bumbu sebuah hubungan. Pertengkaran dalam hubungan rumah tangga tentu pasti akan terjadi walaupun di picu masalah sepele, terlebih yang menjalankan rumah tangga tersebut sama-sama dalam usia yang labil seperti Leo dan Grace, perdebatan diantara mereka yang tengah room tour hanya di picu karena masalah dekorasi.


"Kenapa gak boleh? Katanya ni rumah buat gue.. " Ucap Grace kesal.


"No Grace.. gue disini kepala keluarga.. dan lo harus nurut sama gue.. " timpal Leo bergidik masih membayangkan hasil dekorasi berbau otomotif.


"Leo please.. Gue juga sebagai Ibu rumah tangga berhak dong ikut andil ngedekor ni rumah " Ucap Grace makin kesal.


Leo menghela napas kasar, sepertinya Grace memang sedikit keras kepala seperti yang dikatakan mendiang Ibunya dulu, akan tetapi Leo sendiri bersikeras tidak ingin menuruti keinginannya.


"Ok fine... " Ucap Leo pasrah, tanpa sadar Grace menghambur memeluknya.


"Tapi gak disini... "


"Ih apaan si lo... gue maunya disini... "Ucap Grace kembali kesal seraya mengurai pelukannya.


"Sekarang Lo ikut gue.. Gue mau bawa lo ke tempat yang mungkin lo suka.. " Ucap Leo seraya menggenggam tangan Grace dan menuntunnya ke luar rumah.


Gracepun menurut pasrah mengikutinya.


"Ayo naik.. " Ucap Leo seraya membukakan pintu mobil untuk Grace.


"Mau kemana Lagi Le.. " Tanya Grace keheranan.


"Udah.. Ikut aja.. Gak jauh ko dari sini" titah Leo di angguki oleh Grace.


Tidak lama mereka telah sampai di sebuah bengkel besar dilengkapi dengan cafe disampingnya.


"Ko kesini Le..? " Tanya Grace heran seraya turun dari mobilnya.


"Nah sekarang serah lo mau apain ni bengkel.." Ucap Leo pasrah cari aman, sementara Grace hanya manggut-manggut mengedarkan pandangannya di sekeliling bengkel tersebut.


"Lumayan menarik.. " Ucap Grace membuat Leo tersenyum merasa lega.


"Eh.. Si bos.. Kebetulan dateng kesini.." Ucap salah satu mekanik bengkel tersebut.


"Ada apa..? "Tanya Leo datar.


"Biasa boss.. Trouble... "Jawab mekanik tersebut.


Leo menghela napas kasar.


"Ayo.. " Ajak Leo seraya menggenggam tangan Grace yang melongo mendengar kata bos .


Gracepun mengikuti langkah Leo ke sebuah ruangan kerja yang luas sangat bersih dan rapih.


"Le bengkel ini punya lo..? "Tanya Grace penasaran.


"Hmm.." Ucap Leo yang tengah menatap layar laptopnya.


"Hah.. Cafe sebelah juga..? " Tanya Grace di angguki oleh Leo.


"Lo mau nyoba makan disana? " tanya Leo masih Fokus dengan Laptopnya.


"Ngga.. Kan tadi baru makan.. " Timpal Grace.


Leo menghela napas, menutup laptopnya kemudian menghampiri Grace yang masih berdiri menatap sekeliling ruangan kerjanya.


"Grace.. " Panggil Leo dengan suara berat, Gracepun menoleh kearahnya.


"Lo mau kan hidup sederhana sama gue..? Gak bergantung sama orangtua kita..? "


Ucap Leo seraya menatap lekat wajahnya, Gracepun membalas menatap Leo dengan mata yang berbinar dan menganggukkan kepalanya tanda bersedia.


Leo menarik Grace membawa kedalam pelukannya.


"Le.. " lirih Grace di dalam pelukan Leo.


"Iya sayang.. "


deg.. Kata itu masih asing di telinga Grace.


"Gue terlalu serakah gak sih miliki lo?" ucap Grace dengan lirih dalam pelukan Leo, dirinya merasa sangat beruntung menjadi istri Leo yang telah menyempurnakan hidupnya.


Leo tersenyum mendengar pernyataan yang terucap dari mulut Grace, kemudian Leo meraih wajah Grace dan menghadapkan ke arah tatapannya.


"No grace.. Gue yang beruntung miliki lo.. Lo spesial di hati gue.. " ucapnya seraya memegang kedua pipi grace membuatnya berbinar.


"Gue mau hidup sederhana sama lo.. Gue suka kalo kita mandiri.. " ucap Grace gugup sebab terus ditatap oleh Leo yang wajahnya kini semakin mendekat, Grace memejamkan matanya menanti apa yang akan terjadi.


Cletak..


"Makannya jangan boros-boros.. " lagi-lagi Leo suka sekali menyentil keningnya.


"Ish.. Kdrt mulu lo.. "


Grace mengusap usap keningnya seraya mengumpat ke arah Leo yang kini sudah duduk kembali di meja kerjanya.


"Jangan goda gue grace.. "


Ucap Leo melihat Grace tengah rebahan di sofa sudut ruangan.


"Gue ngantuk... " Timpal Grace ketus seraya memejamkan matanya.

__ADS_1


Leo hanya menggeleng mengulum senyuman sebab ulahnyalah Grace harus terjaga semalam.


Drettt.. Drett.. (panggilan masuk)


"hmm..."


"Gue sama si kunyuk di cafe.. "


tut.


Leopun meninggalkan Grace yang tengah terlelap hendak menghampiri kedua Sohibnya.


"woy.. Bro.. tumben lo kesini? "Ucap Ari pada Leo.


"Iya Le.. Gue liat mobil lo, Si Grace gapapa kan? " tanya Exel penasaran.


Leo hanya menggelengkan kepalanya.


"Oh ya Le, ternyata Si Soni sepupunya Si Linda mak lambe. semalem anak tunas bangsa pulang dari party dibantai Astro" ucap Ari nyerocos tanpa jeda.


Leo mengerutkan kedua alisnya belum paham.


"Semalem anak-anak bantuin gue sama si El nyeburin si Linda.. Kuy bales Astro, udah lama nih kita nganggur... " Ari terus nyerocos.


" Gak perlu kali Ri.. Lo mau kita kena hukuman lagi..? " timpal Exel datar.


"Sejak kapan lo jadi pengecut El? Lo takut dihukum bokap lo lagi? tenang.. Biaya hidup lo gue jamin." Ucap Ari songong mengejek Exel.


"Blagu lo.. " Timpal Exel kecut.


"Gue rasa si kunyuk bener El.. Kita harus bikin perhitungan.. terutama tuh cowok udah mau ngelecehin istri gue.. " Kini Leo menimpali dengan tatapan dingin membuat keduanya melongo tak percaya.


"Trus bini lo gak kenapa-napa kan? " Tanya Exel khawatir.


"Keberuntungan masih berpihak sama istri gue..Dia jago bela diri.. " jawab Leo masih dingin.


"Brengsek emang si Soni.. udah tunggu apalagi.. Bantai..." Kini Exel bersemangat menggebu-gebu untuk memberi perhitungan pada anak Astro.


"Gitu dong El.. Eh bini lo Le.. " Ucap Ari seraya menunjuk ke arah Grace yang tengah berdiri di bengkel melihat lihat motor yang berjajar disana.


"Bini lo baru bangun tidur Le? cantik anjir.. muka bantal tambah hot.. " Ucap Ari frontal cengengesan membuat Leo menatap tajam ke arahnya.


"Sorry Le.. gue cuma muji Bini lo.. " Ucap Ari terbata-bata sementara Exel terkekeh.


____


"Wiihh.. Lo yang waktu itu nyium si Rossi kan..? " ucap Grace menepuk-nepuk motor Leo yang pernah hampir bertabrakan dengan motornya.


"Dan saat itu.. Gue mulai suka sama Lo... "


"aaa.. jantung gue mau meledak.. "


"Kenapa bangun hemm..? " tanya Leo yang kini memeluk Grace dengan erat.


"Gue laper... " jawab Grace gugup membuat Leo tersenyum mengacak gemas rambut atas Grace.


"Bisa gak sih gak usah senyum kaya gitu, Jantung gue meledak tau.. "


Grace langsung menutup mulutnya, sementara Leo malah terkekeh gemas dengan Istrinya yang salah tingkah.


"Yaudah.. mau makan apa sayang..? "tanya Leo sembari mebelai pipi Grace yang kini memerah.


"Leonard.. Lo bener-bener mau bikin jantung gue meledak ? "


"Yaudah ayo.. " Ajak Leo menarik tangan Grace menuju Cafe sebelah.


___


"Loh..ko ada lo berdua.. ?" Grace terheran dengan keberadaan Ari dan Exel.


"Hi.. Grace.. Lo baik-baik aja kan..? " tanya Exel gugup.


"gue rasa gak baik-baik aja, abis di hajar ya Grace?" Goda Ari cengengesan melihat beberapa kissmark di leher Grace.


"Anjir.. Ngeliat aja Lo Ri " timpal Exel terkekeh.


"sial.. "


Grace salah tingkah mengusap usap tangan ke lehernya, sementara Leo menatap tajam kearah kedua Sohibnya.


"Sorry bro.. Ampunn.. " ucap Ari gugup di angguki oleh Exel.


Leo tak menghiraukannya, Ia menarik tangan Grace mengajaknya masuk kedalam cafe.


"Temen lo lucu kalo lagi panik.. " Grace terkekeh.


"Emh.. Ntar Lo bisa pulang sendiri kan? Apa mau disini dulu nunggu gue jemput? " Ucap Leo meraih tangan Grace.


"Lo emang mau kemana? " tanya Grace heran


"Gue ada urusan bentar... " ucap Leo sembari mengusap pipi Grace.


Gracepun mengangguk mengiyakan, "Iya deh.. tar lo bilang gue rese kalo laper.." Ucap Grace menirukan jargon iklan.

__ADS_1


Leo terkekeh mengacak rambut atas Grace.


"Yaudah gue cabut dulu ya.." Pamit Leo sembari mengecup kening Grace.


"Gue pulang pake motor lo ya.. Biar ketemu si Rossi.. " Ucap Grace cengengesan menaikturunkan kedua alisnya.


" Okeh.. Hati-hati bawanya.." timpal Leo menekankan, mengingat Grace suka kebut-kebutan jika mengendarai motornya.


"Iya sayang... " Ucap Grace dengan nada menggoda sambil tersenyum sejuta watt.


"Grace.. Kali ini lo yang bikin jantung gue mau meledak.. " ucap Leo seraya melemparkan jaketnya ke arah Grace untuk Grace kenakan.


"Makasih sayang.. " Grace semakin menjadi-jadi.


"Jangan goda gue.. " ucap Leo kesal ingin sekali menerkam Grace saat itu juga, sementara Grace terkekeh.


"Udah sono.. Temen lo keburu jamuran.. "


"Tar malem.. Abis Lo.. " bisik Leo ditelinga Grace membuatnya seketika mati kutu.


____


Sesampainya dirumah Grace memarkirkan motor Leo berdampingan dengan motornya.


"Bae bae lo bedua.. Jangan ribut ya.. " Ucap grace menepuk kedua motor di hadapannya kemudian bergegas masuk kedalam rumah.


"Loh.. Sayang darimana aja? Leo mana?Ko gak bareng? Kamu kesini sama siapa? "


Tanya Deti tanpa jeda membuat Grace terkekeh.


"Grace abis main dari bengkel Leo mah, Grace pulang sendiri pake motor Leo, Leo ada urusan dulu... " Jawab Grace sama nyerocosnya.


"Oh.. Gitu, kamu udah liat rumahnya sayang? "Tanya Deti kembali.


Grace mengangguk mengiyakan,


"Mama ko gak bilang lagi bangun rumah? "


Tanya Grace heran .


Deti menghela napas,


"Leo yang bangun sayang.. Itu hasil jerih payahnya.. Bengkel sama Cafe juga dia yang rintis sejak dia masuk SMA.. "


Grace hanya terdiam dirinya merasa benar-benar beruntung memiliki Leo di hidupnya.


"Sayang.. Mamah punya hadiah buat kamu, kamu pasti suka apalagi Leo.. " Ucap Deti membuyarkan lamunan Grace seraya menyodorkan sebuah paperbag.


"Apa ini mah..? "


"Nanti aja bukanya.. Makan dulu sana.. "


"Grace udah makan tadi di cafe.. "


"Yaudah kalo gitu istirahat gih.. Pasti kamu capek.. " Ucap Deti terkekeh ingat kejadian semalam.


***


Hari mulai gelap, Grace menghabiskan waktunya dikamar selepas makan malamnya tanpa Leo yang sedari tadi belum juga pulang.


Grace merasa penasaran dengan barang pemberian dari Ibu mertuanya, Ia pun meraih paperbag yang tergeletak di atas nakas.


Grace memicingkan matanya ketika membuka isi paperbag tersebut.


"Omg.. gak salah mamah ngasih gue beginian.. " Grace menggeleng tak percaya dengan barang pemberian dari Deti yaitu baju dinas malam yang kurang bahan, tetapi Grace juga semakin penasaran untuk mencobanya selagi sendirian dikamar pikirnya.


"Anjir.. gue udah kaya Lontong" Gumamnya di depan cermin.


Ceklek...


deg..


Grace terlonjak kaget dengan kedatangan Leo yang tiba-tiba, sementara Leo membulatkan matanya melihat pemandangan di hadapannya dimana Grace terlihat begitu sexy dengan lingerie merah yang dikenakannya .


Sebelumnya Leo merasa lelah setelah berurusan dengan geng Astro, meskipun Leo cs mengerahkan anak Karya Bakti bergabung dengan Tunas Bangsa, tetap saja dirinya yang berperan besar memberi perhitungan terhadap Geng Astro terutama kepada Soni ketua Astro yang sangat di bencinya.


Kini Leo seperti mendapatkan energi baru dengan sambutan kepulangannya.


"Lo coba godain gue..? "Ucapnya seraya melangkah ke arah Grace, sementara Grace langsung salah tingkah nyalinya benar-benar menciut saat Leo menatapnya penuh arti.


"Gu.. gu.. Gue cu... "


grep, Leo mendekapnya dengan kuat.


"Lo harus tanggung jawab Grace.. "


Bisik Leo ditelinga Grace membuatnya semakin gugup detak jantungnya sangat susah untuk dikendalikan.


"Leo.. Besok kan sekolah.. "


Ucap Grace dengan terbata-bata membayangkan kejadian malam kemarin dirinya terjaga semalaman karena Leo yang memintanya lagi dan lagi.


Leo menyeringai melihat kepanikan di wajah Grace, seolah mengerti apa yang dipikirkan oleh Grace.

__ADS_1


"Janji.. hanya sekali.. "


__ADS_2