Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 62


__ADS_3

Sudah tiga hari Leo dalam masa tahap pemulihan.


Grace begitu setia menemani Leo di rumah sakit, bahkan Grace sedikit membangkang kepada orangtuanya yang menyuruhnya istirahat di rumah tak di indahkan olehnya.


Bukan Grace namanya jika tidak keras kepala, dirinya benar-benar tidak mau jauh-jauh dari Leo. Grace meninggalkan Leo hanya untuk bersekolah. toh Leo sedang dalam tahap pemulihan dan siapapun bebas mengunjunginya termasuk Grace.


Begitupun dengan Leo yang tak ingin kehilangan Grace dari pandangannya, ada perasaan was-was jika Grace tak bersamanya ,


Leo menyuruh kedua sohibnya untuk selalu mengawasi Grace selagi tak bersamanya dan tak dapat menjangkaunya.


sikap over protektifnya seakan menular pada kedua sohibnya, terutama Exel yang berlebihan menginstruksikan tiga kelompoknya untuk memastikan keamanan Grace di manapun berada sampai membuat Grace kesal.


seperti hari ini, Grace memijat kedua pelipis merasa jengah,


bagaimana tidak? dirinya sekedar berangkat sekolah merasa risih dengan pengawalan tiga kelompok sekaligus (Astro, Karya Bakti, Tunas Bangsa) dengan membawa motor sport di setiap sisi mobilnya mengalahkan para pejabat bahkan presiden sekalipun.


Padahal sudah jelas cukup aman walaupun hanya di temani Exel juga Ari, menurutnya ini terlalu berlebihan alias lebay.


beruntung hari ini hari sabtu keadaan jalanan cukup lengang namun tetap menyita perhatian sekitar jalanan yang melongo melihat iringan motor sport memenuhi badan jalan bak konvoi, sama seperti Nadia tempo hari yang, tapi sialnya Nadia berbeda nasib dengan Grace yang mendapatkan pengawalan ketat melainkan pengejaran juga pengepungan bak drama di film-film action di mana Nadia sebagai pelaku tindakan kriminal yang buron. tapi memang benar adanya bukan?


"El.. Gak sekalian lo bawa pesawat jet pribadi..? " ucap Grace kesal yang kini duduk di bangku belakang.


Ari terkekeh mendengar kekesalan Grace, tetapi tidak dengan Exel yang malah serius mencerna ucapannya,


"Hemm boleh juga.. Besok lo berangkat naik pesawat Grace.. "


sahut Exel datar so cool membuat Grace juga Ari terkekeh dengan kebodohannya,


"Bego.. Besok minggu, mau blusukan lo.. " timpal Ari dengan nada mengejeknya, dan Exel sama sekali tidak menanggapinya.


"Tau lo.. Lebay banget, gue kan cuma bercanda, lagian gak perlu segininya juga kelles.. tuh cewek kan udah dibui.. "


ucap Grace nyerocos mengingatkan di acungi jempol oleh Ari yang sejalan dengan pikirannya,


sementara Exel menghela napas,


"Grace..lo pikir tuh cewek doang yang jahat di dunia ini..?" ucapnya serius masih fokus menyetir.


" Lo ngarepin ada yang jahatin gue lagi El..? "


ucap Grace lantang membuat Ari panik dengan Grace yang semakin geram dengan tindakan sohibnya, bisa jadi dirinya akan terbawa jadi sasaran kekesalan Grace,


sementara Exel terlihat santai dengan pembawaannya yang tenang, padahal ketakutannya melebihi Ari, hanya saja dirinya berusaha menyembunyikan hal itu,


"Bukan gitu Grace.. Gue cuma mastiin lo aman doang.. " ucapnya menekankan membuat Grace memutar bola matanya jengah,


"Serah lo dah.. Pusing gue.. " timpal Grace pasrah.


"Lo pusing Grace..?" ucap Exel dengan cemas seraya menurunkan kecepatan mobilnya lebih tepatnya mendekati berhenti.


" Si kunyuk malah diem aja, kasih si Grace obat " ucap Exel kembali melirik Ari yang duduk di sampingnya.


Ari malah terkekeh dibuatnya, begitupun dengan Grace,


"Selain lo tambah bawel, lo juga makin bodoh El.. emang lo jodoh sama si Silvie.. "


ucap Grace mengejek mendapat acungan jempol dari Ari,


"Emang lo bego El.. si Grace tuh pusing sama kelakuan lo.. "


timpal Ari cengengesan tanpa dosa membuat Grace menyodorkan tangannya mengajak Ari Hivi.


***


Para scurity di buat gemetaran bersandar di tiang pilar gerbang saat mobil Exel memasuki kawasan sekolah di ikuti rombongan motor yang bergemuruh .


riuh para penggemar melihat pemandangan secara slow motion di mana seorang Grace turun dari mobilnya dengan Exel yang sigap membukakan pintu untuknya.


tak lupa para Anggota yang turun dari motornya seraya membuka helmnya masing-masing membuat para penggemar berteriak histeris terlebih saat semuanya membungkukkan badan dihadapan Grace.


"Kita pamit suhu..!!! " kekompakan yang hakiki dari anak Karya Bakti juga anak Astro tidak dengan anak Tunas bangsa yang memang tujuannya disini tapi turut membungkukkan badan di hadapan Grace.


"Udah lo pada cabut sono.. Gue gak mau ya lo pada telat gara-gara ngawal gue.. "


ucapnya ketus seraya bertolak pinggang membuat para anggota kembali membungkukkan badannya,


" Baik suhu..!!! " lagi-lagi kekompakan yang hakiki.


"Daebak.. Ka Grace beneran suhu, pengawalnya cakep-cakep anjirr.. "


" Gue itung , keknya lebih dari gocap.. "


" Kalo anak Sultan kawin sama anak Sultan lagi begini jadinya.. "


"Aaaa jadi kangen kak Leo... "


"Hari ini cukup terobati liat cowok-cowok keren.. Pagi-pagi cuci mata sama yang seger-seger"


"Noh liat.. Tatapan abang El udah kek Shinigami anjirr.. "


" vibesnya ketua mafia anjirr.. "


Bisikan para penggemar yang sedari tadi memotret secara candid seraya mengunggah ke laman media sosial dengan hastag,


"pengawalan calon keponakan sejuta umat"


dan itu benar-benar membuat Grace jengah. tetapi tidak dengan Leo, di tempat lain Ia terkekeh melihat beberapa tangkapan gambar juga video Grace tengah bertolak pinggang dengan garang di hadapan para anggotanya yang menunduk patuh.


setelah kepergian anggota, Grace melangkah santai menuju kelasnya dengan Ari dan Exel yang mengikutinya dari belakang.


"El.. Itu Isinya cuma buku dua biji doang.. "


Grace kesal dengan tindakan Exel yang menyambar ransel miliknya, menurutnya ini terlalu berlebihan, Ia juga merasa sudah toleran dengan sikap mereka yang mengikuti Grace kemanapun pergi.


"Gak usah protes Grace, semua dibawah instruksi yang maha tampan Leonard.. " sahut Ari cengengesan menaikturunkan alisnya.


"Lo berdua gak waras emang.. " timpal Grace ketus.

__ADS_1


Hey, curang sekali Grace, hanya mereka yang di katai tidak waras, tidak dengan Leo yang sudah jelas menyuruh mereka bertindak seperti itu.


...****************...


Selama pelajaran berlangsung Grace belajar dengan semangat dan sungguh-sungguh, walupun paginya diawali dengan kekesalan terhadap kelakuan kedua sohib Leo, namun Ia mengerti itu semua pembuktian cinta Leo untuknya.


Tiba waktu pulang.


seperti biasa Grace sangat senang di waktu itu, sebab Ia akan menemui Leo di rumah sakit. dengan penuh semangat Ia keluar dari kelasnya.


Seketika Ia terhenti mengedarkan pandangannya dengan penuh kebingungan,


"Tumben tuh dua kitty belom nongol.. "


gumamnya tak mendapati Ari dan Exel yang biasa menunggunya di depan kelas, begitupun dengan kedua sahabatnya yang pamit duluan entah kemana.


"Nunggu diparkiran kali ya.. "


Gracepun melangkah menuju parkiran menunggu sohib Leo yang di pikirnya belum tuntas belajar.


cukup lama Grace menunggu Exel dan Ari, membuatnya bosan dan memutuskan bermain air mancur yang berada di sana.


Grace terhenyak saat mendengar suara gerungan mobil sport mewah memasuki parkiran, bukan mobilnya yang membuat Grace penasaran, tetapi orang yang berada di dalamnya.


seseorang turun dari mobil tersebut membuat Grace langsung terbelalak. Ya.. itu Leo yang turun dari mobil tersebut dengan gaya yang cool semakin tampan mengenakan pakaian kasual dan kacamata hitam yang membuat Grace meleleh melihatnya.


begitupun para penggemar yang sedari tadi menjaga Grace dari kejauhan berteriak histeris melihat idola yang sangat dinantikan kehadirannya kini sudah kembali.


Grace menelan ludahnya terpesona akan ketampanan Leo yang di rasa berbeda dari biasanya. Ia lantas menghampiri Leo dengan tergesa-gesa.


"Jangan lari-lari Grace.. " ucap Leo dengan lantang, sementara Grace tak mengindahkan peringatannya dan langsung menghambur memeluknya.


"Lo kok gak bilang hari ini udah bisa pulang sih..? Kan gue bisa bolos.. "


ucap Grace manja berada di dekapan Leo tanpa memperdulikan para penggemar yang berteriak sedari tadi.


Leo terkekeh seraya mengurai pelukannya,


"Sengaja.. biar lo gak bolos.. " Leo mengelak, padahal dirinya sengaja memberi kejutan untuk Grace dan ingin melihat reaksi dari Grace.


dan kali ini dugaannya tepat sekali dengan reaksi Grace.


"I miss you"


bisik Grace seraya mendekatkan bibirnya hendak mencium Leo,


namun dengan cepat tangan Leo mencegahnya sebab merasa tidak enak dengan sekitar.


Cletak... Leo menyentil kening Grace


"Gau tau tempat.. " ucapnya datar.


Grace mendengus kesal dengan penolakan dan sentilan dari Leo,


"Oke.. Mari kita lakukan pada tempatnya.. " timpalnya menantang menaikturunkan kedua alisnya membuat Leo terkekeh mengacak gemas rambutnya.


"Mobil baru bos..? " goda Grace melirik mobil yang di bawa Leo.


"Buat lo.. " timpal Leo santai membuat Grace kembali terbelalak,


"Serius..? " tanya Grace kegirangan, sementara Leo hanya mengangguk mengulas senyuman menanggapinya.


"Berarti gue yang bawa dong.. ? " ucap Grace penuh harap memasang wajah semanis mungkin.


"Gak sekarang sayang.. "


timpal Leo membukakan pintu untuknya,


Gracepun patuh masuk dan duduk di samping kemudi walau wajahnya cemberut.


"Yang punya sekolah mah bebas woyy. "


"Sultan gitu loh.. "


Ucap Para penggemar melihat kepergian mobil Leo.


_____


Grace masih saja memasang wajah cemberut sebab tak dapat ijin mengendarai mobil barunya.


"Nanti yah.. Kalo anak kita udah lahir.. "


bujuk Leo melihat Grace begitu menggemaskan.


"Masih lama Leo.. gue maunya sekarang.."


rengek Grace membuat Leo semakin gemas terhadapnya.


"Sabar sayang.. " ucapnya mengusap perut Grace membuatnya mengangguk pasrah.


"Tumben tuh empat kupret ngilang..? "


ucap Grace teringat para sahabatnya.


"Mereka juga butuh waktu Grace, apalagi malam minggu..


sekarang giliran Gue yang jaga kalian.. "


timpal Leo santai seraya mengusap tangan dan perut Grace secara bergantian membuat Grace tersenyum merasa tenang.


suasana kembali hening tanpa suara, tetapi Grace tak lepas menatap Leo yang tengah fokus menyetir.


Leo tersenyum tipis saat ekor matanya mendapati Grace tengah memandanginya.


"Kenapa..? Gue makin tampan yaa..? " ucapnya percaya diri.


sementara Grace bersemu, memang itu benar adanya, Leo semakin tampan dan membuatnya semakin terpesona.

__ADS_1


kini Grace menghadap kearah Leo dengan menopangkan sikunya di sandaran.


"Silahkan membenciku sebanyak yang kamu bisa..


aku tetap mencintaimu, tetap menginginkanmu..


maaf untuk semua kesalahan dan kebodohanku.. "


ucapnya lembut menatap lekat wajah Leo.


dan Leo di buat tersentuh dengan kata-kata manis yang keluar dari mulut Grace.


"Aku..


" Anjay... Gimana Le ? literasi gue keren kan? tadi gue praktek bahasa Indonesia.. "


timpal Grace mengelak.


Leo mengusap wajahnya kasar merasa sudah di permainkan oleh Grace dan dibuatnya salah tingkah.


melihat Leo menahan kekesalannya membuat Grace terkekeh geli,


"Iya deh.. Iya.. Itu ucapan dari hati gue yang terdalam.. "


ucap Grace mengusap tangan Leo dan membuatnya menghela bernapas lega,


"Aku..? Kamu..? " tanyanya pelan menaikan satu alisnya, mengingatkan Grace berucap dengan kata tersebut barusan.


"Sorry.. gue belum terbiasa,


kayaknya getel lidah gue tuh.. "


ucap Grace gugup merasa tidak enak.


"It's okay, senyaman lo aja, gue juga belum terbiasa.. "


timpal Leo santai.


Keduanya memang susah untuk memanggil satu sama lain dengan kata tersebut, bahkan didepan orang tua mereka sekalipun sudah terbiasa memanggil dengan kata "lo, gue ".


"Oh ya.. Btw tentang lidah lo yang gatel.."


" No.. Leo ini bukan tempatnya.. "


timpal Grace memotong ucapan Leo seolah mengerti maksudnya. dan itu sukes membuat Leo terkekeh seraya menepikan mobilnya.


"No.. No.. No.. Leo.. "


Grace panik menutup wajah dengan kedua telapak tangannya takut-takut Leo akan melakukan suatu hal yang berbau sensitif saat ini.


Perlahan Grace membuka matanya sebab tak mendapati Leo di sampingnya.


Grace mengerutkan dahinya melihat Leo memasuki toko bunga,


"Masih ngidam tuh anak..? Jangan-jangan dia ngidam makan melati.. "


gumamnya bergidik merinding.


Tak lama Leopun kembali dengan membawa bucket bunga tentu membuat Grace berbinar.


namun seketika Grace cemberut sebab Leo tidak memberikan bunga tersebut kepadanya, melainkan meletakkan dengan apik di pangkuannya.


"Kirain buat gue.. " gumam Grace mengerucutkan bibirnya dan masih terdengar oleh Leo.


"Bunga gak bikin lo kenyang Grace.. "


sahut Leo santai menyindir Grace yang dulu pernah menolak bunga pemberian Leo dengan berdalih sama persis.


"Terus buat siapa..? " tanya Grace menginterogasi menatap penuh curiga. apakah ada perempuan lain selain Grace selama keduanya menjaga jarak? jelas mereka sudah saling memaafkan, tetap saja Grace sekarang curiga.


Leo terkekeh mengacak rambut Grace, " Buat mommy sayang.. " ucapnya lembut membuat Grace salah tingkah sebab dugaannya melesat.


"Kita mau ke makam Mommy Le..? "


timpal Grace sumringah di angguki Leo yang mengiyakan,


"Yups.. Emang lo doang yang boleh ngadu sama Mommy.. "


goda Leo membuat Grace kembali mengerucutkan bibirnya kesal.


"Reese lo.. "


___


Merekapun telah tiba di area pemakaman yang elite tempat peristirahatan terakhir Sarah Ibu dari Grace.


dengan penuh perhatian Leo menggenggam tangan Grace dengan erat melangkah menuju makam ibu mertua.


Leo menunduk memanjatkan doa dengan khidmat untuk sang mertua tanpa berucap di tengah keheningan.


begitupun dengan Grace yang tak lepas menatap separuh jiwanya yang tengah serius berdoa.


dalam diamnya, Grace juga mengadu pada sang Ibu tentang apa yang di alaminya selama ini.


Leo membersihkan beberapa daun kering yang berada di pusara sang mertua,


" Terimakasih telah melahirkan gadis yang cantik dan cerdas.. Ya walaupun terkadang keras kepala dan sedikit menyebalkan tapi dia begitu mengemaskan.


Perempuanku, sekarang aku kehilangan alasan untuk mencintaimu..


Aku akan membuatmu terikat dan bergantung padaku..


I love you Grace Permata Puri"


"pilihan Mommy memang tepat..


Thanks God..!!! Sudah menciptakan manusia berhati malaikat..

__ADS_1


My guardian angel, aku mencintaimu tanpa syarat.. "


__ADS_2