Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 149


__ADS_3

Dua orang yang baru saja tiba di kampus, kini menjadi pusat perhatian. semua semakin di buat terkejut dan berteriak histeris kala melihat siapa sosok dua orang tersebut. orang yang berpengaruh dan popular di kampus itu, yang tak lain yakni Grace dan Leo.


tidak dapat dipungkiri semuanya sudah menantikan kembalinya Grace ke kampus itu. dan tidak sedikit dari mereka yang mengidolakan Grace sebagai ketua geng motor yang anggotanya lumayan banyak. terlebih wanita itu merupakan istri dari pemilik tunggal kampus itu yang mereka idolakan juga.


dan kini mereka seolah mendapat kejutan dengan atraksi pasangan itu bak pembalap profesional yang baru saja tiba di garis finish. ingin rasanya mereka langsung menghampiri dan menyediakan lahan parkir khusus bagi idolanya. namun tidak ada keberanian untuk melakukan itu, apalagi melihat kedua idolanya saat ini tampak saling tatap dengan sengitnya.


baik Leo maupun Grace sama sekali belum turun dari motornya masing-masing. dan itu membuat para sahabatnya langsung menghampiri bak team yang menyambut pembalapnya. dimana Megan dan Silvie menghampiri Grace, sedangkan Ari dan Exel menghampiri Leo.


" Si El menangis melihat ini.. pasti kepengen juga.." celetuk Ari sambil mengusap-usap motor sport mewah di hadapannya. sementara sang empu yang belum itu, samasekali tidak menyahutinya. Leo masih setia saling adu tatap dengan Grace yang sama tak kunjung turun juga.


" mana ada.. yang ada lo sialan.. " sahut Exel mengelak, tetapi Dia tidak bisa menutupi sorot mata kagum sekaligus ingin motor yang ditunggangi sohibnya.


Berbeda dengan Exel yang mengelak, Ari justru mengangguk mengakui bahwa Dia menginginkan motor yang sedang di usapnya itu.


" ya pengen lah, siapa yang gak mau Ducati model beginian. cuma gue sadar diri kalo gue kere.. " ucapnya sambil melirik Exel hingga membuat sohibnya itu berdecak sebal karena merasa tersinggung.


" andai kata gue ada duit yang cukup buat beli motor kek gini, gue juga mikir dulu kali. mending buat modal gedein kedai kalo perlu buka cabang sekalian.. " lanjut Ari sok bijak, tapi kali ini berhasil membuat Exel mengangguk setuju.


" hmm, bener gue setuju.. gue jadi pengen buka usaha sendiri juga, tapi usaha apaan yah..? "


" rental game-"


" ck, yang pantesan dikit ada? " sela Exel kesal, baru saja Dia menyetujui pola pikir Ari, tapi sohibnya itu malah kembali membuatnya kesal.


" lah apanya yang gak pantes? gue gak asal ngasih ide. nih denger, di tempat lo kan banyak bocil kan. gue yakin bukan cuma bocil yang pada maen, bapaknya juga auto ikutan, bisa jadi emak-emak yang suka nangkring depan rumah lo ikutan juga, ikut liat babang El.. "


" serius anying.. " sela Exel kesal dan tidak setuju dengan saran Ari.


" serius lah bego.. malah kalo perlu bini lo buka warung kopi sama cemilan, kek gorengan misalnya.. "


" apaan lagi tuh?receh..kaya kagak, capek iya-"


" hadeuh El.. El.. blagu lo ngeremehin recehan.. lo pikir minimarket yang cabangnya banyak bukan dari laba receh? "


Exel di buat menunduk kala menyadari apa yang diucapkannya barusan memang salah sehingga membuat sohibnya meninggikan suara.


" ya tapi kan-"


" apa? lo bingung? itukan halaman rumah lo lega, lo bangun dah tuh dampinan sama warung. kan enak strategis juga tempatnya.. kalo perlu gue halau anak-anak biar mampir, gue modal untuk dah.. " sela Ari mantap. Dia tampak bersemangat merangkul Exel. tak mengapa tabungannya terkuras asalkan sohibnya itu mau maju dan melangkah bersama-sama untuk kehidupan yang lebih baik kedepannya.


Exel tersenyum tipis menanggapi Ari yang tampak bersemangat itu. sohibnya itu selalu memberikan motivasi walaupun dengan caranya sendiri.


" hmm, tapikan itu rumah orang, masa iya gue seenaknya.. " ucapnya menunduk. Exel sadar jika Dia bersama Silvie hanya menumpang di rumah yang mereka tinggali saat ini.


" ck, rumah orang.. rumah lo El, si Leo yang bel-" seketika Ari langsung menutup mulutnya. saking semangatnya Dia merangkul Exel, sampai tak sadar keceplosan.


dan Leo, Pria yang sebelumnya tidak perduli dengan kegaduhan dia sohibnya itu, kini Ia menoleh karena ke arah Ari dan menatapnya dengan sorotan tajam, hingga membuat sohibnya itu memukul-mukul mulutnya dan mengacungkan kedua jari membentuk huruf V.


" udah khutbahnya hmm? " ucap Leo dingin. Dia jelas kesal dengan Ari yang tiba-tiba keceplosan. Dia juga heran mengapa sohibnya itu bisa tahu akan dirinya yang membelikan rumah untuk Exel. padahal setau Dia hanya Grace istrinya dan juga.. hmm, anak itu lagi, ck lemes banget. lagi-lagi Iyan Astro.

__ADS_1


Ari tampak kikuk cengengesan. Dia harus segera mencari topik lain agar selamat dari amukan Leo yang masih menatapnya tajam itu.


" lo menang tender lagi Le, nyampe beli dua sekaligus.. " ucapnya mengalihkan sambil menepuk motor Leo.


" test ride berjamaah.. gokil. nih pasti mahal kan ya.. " lanjut Ari sok akrab. sungguh, jantungnya terasa akan loncat keluar takut dengan tatapan itu.


Leo menyunggingkan senyuman melihat tingkah Ari yang jelas-jelas mengalihkan pembicaraan. maka dari itu, dia juga akan mengikuti permainan sohibnya. ah lebih tepatnya Dia juga ingin mengalihkan berharap Exel tidak bertanya banyak mengenai ucapan Ari tadi. atau malah kalo bisa sohibnya itu tidak mendengar dengan jelas apa yang di ucapkan si mulut lemes.


" boleh rental.. " ucap Leo santai menepuk motornya.


" ck, bokis lo.. " sahut Ari tak percaya, benar-benar tidak percaya sama sekali. dan Leo hanya menanggapi dengan menaikan bahunya acuh.


" sewa dimana Le? berapa? mahal pasti, apalagi Dua sama yang dipake si Grace.. " celetuk Exel tiba-tiba dan langsung mendapat toyoran dari Ari.


" najis, keliatan banget lo kepengen, tadi aja- woy.. sialan main pergi aja.. " umpat Ari kesal karena diabaikan, dan parahnya kedua sohibnya langsung meninggalnya.


...****...


Di waktu yang sama ketika Dua sohib sedang berdebat dan diabaikan Leo, Grace juga mengabaikan Dua sahabat yang menghampirinya.


" daebak, keren banget nih motor.. " ucap Silvie berbinar sambil menepuk motor yang masih ditunggangi Grace. Dia sudah membayangkan jika dirinya yang menjadi penumpang di belakang, tetapi bukan dengan Grace, melainkan dengan Exel suaminya. gak buruk juga belum punya anak, kan bisa uwwuu ah..


melihat Silvie yang cekikikan dengan pikirannya sendiri itu membuat Megan langsung menoyor gemas kepalanya agar sahabatnya itu sadar dari halusinasinya.


" biasa aja woyy megangnya.. masih baru, kegores dikit.. muka glowing lo yang jadi gantinya. "


" be aja gue mah.. " bohong, jelas Dia mengagumi motor tersebut, Dia juga orang pertama yang menganga melihat motor itu ketika baru masuk tadi. bahkan Dia membayangkan, Dialah yang menungganginya.


" prettt.. " ejek Silvie membuat Megan memalingkan wajahnya ke sembarang arah.


" papi Leo yang beliin? Grace woyy!!! "


" apa sih anying, lama-lama gue bisa budek.. " sahut Grace terkejut dan menggosok telinganya kasar membuat kedua sahabatnya terkekeh.


" lagian lo gak nyaut-nyaut gue tanya.. malah asik adu tatap sama laki lo, emang di rumah gak kenyang apa? " ucap Silvie cemberut.


" dirumah kan riweuh sama anaknya cong.. " celetuk Megan menimpali.


" apa..? lo mau nanya apaan? "


" ini motor, si Leo yang beliin? gak mungkin kan lo berdua pake motor langganan bengkel, soalnya gue tau betul setiap pasien di bengkel lo.. "


" widih.. saking bucinnya sama abang El, sampe tau seluk-beluk bengkel. ngalahin yang punya malah.. " lagi-lagi Megan menimpali membuat Silvie berdecak sebal.


" haruslah, siapa tau ada cabe-cabean berkedok pelanggan tetap-"


" anjay.. bucin abis.. "


" berisik lo, gue lagi nanya si Grace juga.. " sahut Silvie beralih menatap Grace menunggu jawaban hingga sahabatnya itu mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


berbeda dengan Leo yang mengelak kepada kedua sohibnya. Grace malah akan mengompori kedua sahabatnya, siapa suruh sudah mengganggunya yang lagi asyik adu tatap barusan.


" hmm, saking bucinnya sama gue, bidadari Leonard, ibu dari dua anaknya yang tampan dan cantik-"


" lo kepengen muntah gak Sil..? "


" bakan maen, enek gue.. "


...****...


malampun tiba. baik Leo maupun Grace masih setia saling mendiamkan. dimana sejak pulang dari kampus, keduanya sama-sama menjaga jarak. tidak ada lagi atraksi balapan seperti yang dinantikan para penggemar saat waktu pulang tadi. bahkan mereka melewati jalan yang berbeda arah. jika Leo menyempatkan diri berbelanja untuk keperluan rumahnya, sementara Grace, Dia mampir ke bengkel dan langsung mengutak-atik motor barunya itu.


dan malam ini, Grace kembali mengajak ketiga pegawai rumahnya untuk makan malam bersama. tidak dengan Leo, Dia sengaja membiarkan suaminya itu kerepotan dengan kedua anaknya.


" udah, kalian makan aja, lagian papinya Cio yang nyuruh ko.. " ucap Grace dusta kepada para pegawainya itu kala mereka sungkan dan tidak enak.


" katanya abisin, jangan disisain.. malam ini papinya Cio mau makan mie instan aja.. " ucapnya lagi-lagi berdusta, membuat Lilis dan Ratna langsung mengangguk paham, tetapi tidak dengan Ida pegawai baru itu, Dia langsung mendongak antusias alias mencari muka.


" biar saya yang buatin non.. " celetuk Ida percaya diri. dan Dia merasa bangga karena tidak salah memanggil majikannya lagi.


jangan ditanya ekspresi Grace saat ini, Dia langsung menunjukkan wajahnya tidak suka. begitupun dengan Lilis yang lagi-lagi menginjak kasar kaki juniornya, wanita paruh baya itu tentu merasa kesal kepada Ida. padahal dari pagi Dia sudah mewanti-wanti jangan membuat mood majikannya rusak.


sementara Ratna, Dia merasa tenggorokannya tercekat, Dia langsung meraba-raba leher dan dagunya, memastikan masih utuh karena bayangan kejadian dimana Lilis mencengkeramnya dan di susul oleh sang majikan waktu itu, kini terngiang di benaknya hingga tanpa sadar bulu kuduknya merinding.


" bibi trainer yang bener dong.. " celetuk Grace tersenyum menyeringai membuat ketiganya menunduk gugup. kemudian Grace meninggalkan tempat itu tanpa pamit hingga ketiganya menghela napas lega.


" emang kenapa mbok..? Aden gak boleh makan mie yah? apa gak boleh makan yang berkuah-"


" mulutmu tak sirem kuah panas mau? "


...****...


Grace memasuki kamar kedua anaknya sebelum Ia beristirahat di kamarnya. begitu pintu kamar terbuka langsung menampilkan tigak malaikat hidupnya. dimana Lucio yang sudah terlelap pulas, begitupun baby Gwen yang tidur di gendongan Leo.


Leo, Pria itu langsung meletakkan baby Gwen di ranjangnya begitu tau Grace masuk. dan dengan acuhnya dia keluar dari kamar tersebut melewati Grace yang menatapnya kesal.


" ck.. liatin aja.. so jual mahal.. "


.


.


.


Leo benar-benar makan malam hanya dengan mie instan buatannya sendiri. dan setelah makan malam dia langsung istirahat di ruang kerjanya, tempat biasa untuk menghindar dari Grace, ah lebih tepatnya godaan istrinya yang semakin mempesona. ck..


sing.. sing.. sing.. suara seperti Dua pisau tajam beradu membuat Leo terjaga di waktu dini hari. dan Ia langsung terbelalak shock berat kala membuka matanya. Dia pikir itu hanya mimpi, tetapi pemandangan dihadapannya benar-benar nyata. pisau itu seolah ingin memutilasi barang kebanggaannya.


" what wrong with you..? "

__ADS_1


__ADS_2