Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 79


__ADS_3

Grace terbangun dari tidurnya dengan napas tersengal sebab baru saja mengalami mimpi buruk.


melirik sekilas kesamping namun tak mendapati Leo di sana membuat Grace langsung beranjak mencari keberadaannya.


Mimpi buruk yang baru di alaminya itu menyangkut keselamatan keluarganya yang terasa sangat nyata membuat Grace menggila mencari keberadaan suami dan anaknya.


" Leonard.. Lucio.." teriak Grace bak mamak mengabsen anak-anaknya,


Lilis yang sedang bebenah pun hanya bisa menggeleng dengan kelakuan sang majikan.


" bi. dimana Cio sama papinya..? jawab bi, jawab.." desak Grace seraya mengguncang bahu Lilis.


Lilis mengatur napasnya terlebih dahulu, benar-benar gemas dengan sang majikan " ade sama den Leo lagi di depan non.." timpalnya menahan tawa.


" non kesambet ya.." canda Lilis melihat Grace yang tergesa hendak keluar dengan pakaian yang sekenanya alias berantakan.


" iya kesambet setan penunggu pohon belakang.." sahut Grace yang berlalu keluar,


" si non bikin bibi takut aja.." gumam Lilis tanpa sadar memegang tengkuknya yang merinding.


bagaimanapun juga pohon yang berada di pojok area taman belakang adalah tempatnya bersantai sambil menelepon anggota keluarga di kampung sebab terasa sejuk jika beristirahat di bawahnya.


sepertinya Lilis harus mencari tempat baru untuk melepas rasa penatnya.


" ehem.." deheman dari Grace membuat Ratna yang sedari tadi memperhatikan interaksi Leo bersama anaknya langsung terkesiap menunduk gugup.


" tolong siapin air buat Cio mandi mba.."


titah Grace ketus yang menahan rasa jengkelnya.


bukan sekali dua kali Ia mendapati Ratna memerhatikan Leo bahkan tanpa berkedip.


wajar, satu kata yang membuat Grace mentolelir sikap Ratna itu, tapi kali ini Ia benar-benar merasa jengkel sekaligus waspada terhadap Ratna.


bagaimanapun juga Ratna terbilang masih muda dengan status jandanya . dan itu membuat Grace memasukan nama Ratna ke daftar perempuan yang tertarik dengan Leo alias calon pelakor bahkan masuk daftar pelaku yang menerornya selama ini.


" baik non.. " sahut Ratna menunduk gugup.


" gara-gara mimpi sialan, gue jadi kesetanan.. bawaanya nething mulu.." batin Grace seraya menatap Ratna dengan perasaan bersalah.


mana mungkin perempuan selugu Ratna Ia tuduh sebagai pelaku teror tersebut.


" mba.." panggil Grace menghentikan langkah Ratna,


" eh iya kenapa non.." sahut Ratna gelagapan tak berani mendongak menatap sang majikan yang sedang mode maung itu.


" sorry yah.. biasa nyawa saya belum kumpul.." ucap Grace dengan nada bercanda berharap mengurai ketegangan pada diri Ratna.


" iya non.. gak papa.. kalo gitu saya permisi dulu non.." pamit Ratna ramah di angguki oleh Grace.


selepas kepergian Ratna lantas Gracepun beralih menghampiri semestanya.


terlihat Leo sedang anteng mengusap tubuh si kecil dengan air embun yang menguap di dedaunan tanaman depan rumahnya. tak lupa dengan mulut yang tampak kumat kamit membuat Grace terkekeh.


" uuh, cio lagi di bacain mantra.." ucap Grace dengan kekehan,


Leo yang tengah serius mendoakan si kecil pun melirik sekilas si pembuat lelucon barusan,


" cio harus jadi orang hebat.. jangan bodoh kayak mami.." ucap Leo santai mengajak si kecil ngobrol, sementara Grace langsung memanyunkan bibirnya kesal.


" ck, yang bodoh itu papi cio.. kalo cio gatel gimana, emang air di rumah kering apa, pake basuh dari daun segala.." sahut Grace ketus membuat Leo menggeleng,


Lagi-lagi yang katanya anak IPA itu terlihat bodoh bahkan Grace tidak pernah minat sama sekali mengenai tanaman berbeda dengan Leo yang antusias menanam dan mengurus beberapa tanaman, terbukti dengan lebat dan mekarnya beberapa bunga maupun tanaman hias di taman depan juga belakang rumahnya.


" ish.. dingin tau.." protes Grace saat Leo mengusap wajahnya dengan air embun tersebut,


" jigong lo ngerak.." ejek Leo yang mengetahui bahwa Grace sama sekali belum cuci muka.


" resse, minta cium awas aja lo.." sahut Grace ketus membuat Leo menggeleng cepat,


" gak bisa gitu dong mami.." protes Leo melas.


" bodo.."


...----------------...


sebelum berangkat ke kantor, Leo menyempatkan diri untuk mengurus si kecil terlebih dulu dengan memandikannya, sementara Grace memilih berkutat di dapur menyiapkan sarapan dan juga bekal untuk suaminya.


Kembali dengan motto keduanya, selama mereka masih bisa melakukannya maka tidak akan terlalu membebankan pekerjaan tersebut kepada para pekerjanya. kehadiran Lilis dan Ratna hanya untuk membantu meringankan saja.


Jika sebagai ibu Grace terlihat tidak berguna, maka sebagai istri Ia berusaha untuk berguna bagi Leo.


dari perut naik ke hati, begitulah yang terbesit di benak Grace jika sedang memasak untuk Leo.


seperti pagi ini Grace nampak bersemangat memasak request dari suaminya, yakni sayur capcay juga udang tepung crispy.


ya.. meskipun keduanya terlahir dari kalangan sultan yang biasanya sarapan dengan roti atau sereal, baik Leo maupun Grace lebih suka sarapan dengan makanan berat yang terkesan sederhana namun nikmat untuk amunisi kesibukan mereka.


" balik ngampus, gue ke bengkel bentar ya Le.. mau ngecek onderdil katanya turun hari ini.." ucap Grace meminta ijin.


memang setelah Leo lebih sibuk dengan perusahaan, Gracelah yang mengambil alih salah satu ladang usahanya. tentu Grace sangat antusias untuk mengelola bengkel, karena ketertarikannya di dunia otomotif membuatnya langsung mengiyakan tawaran dari Leo.

__ADS_1


" hmm, entar gue sempetin kesana.." sahut Leo menganggukkan kepala.


selepas menghabiskan sarapannya, Leopun bergegas berangkat ke kantor sebab hari ini tidak ada jadwal kuliah untuknya.


sebagai seorang pemimpin membuat Leo dengan mudah mengatur jadwalnya untuk ke kantor terbilang fleksibel mengikuti jadwal kuliahnya. tetapi itu tidak membuat Leo lepas dari tanggung jawabnya di perusahaan, terbukti dengan usahanya mengurus pekerjaan tersebut di rumah jika tidak sempat melakukannya di kantor.


" entar hati-hati bawa motornya.." wejangan utama dari Leo untuk istri bar-barnya saat berpamitan.


cup.. satu kecupan tepat dibibir dari Grace untuk membungkam Leo yang hendak mengoceh lagi.


" katanya gak mau cium.." goda Leo dengan kekehan.


sial. menghilangkan rasa malu, Gracepun meraih tangan Leo untuk di ciumnya agar Leo segera perrgi.


...****************...


setelah berpuas menghabiskan waktu dengan si kecil, Gracepun berangkat kuliah.


sepanjang perjalanan Grace bersikap waspada, takut orang misterius mengikutinya lagi.


namun alih alih mendapati orang misterius, Grace malah melihat beberapa anggota geng suaminya bahkan sebagian anak astro.


Grace merasa heran dengan mereka yang terkesan tak sengaja berpapasan dengannya, bahkan di setiap jarak ratusan meter Ia mendapati tiga dua orang anggota membuatnya janggal.


karena saking waspadanya Grace terhadap orang misterius yang selalu mengikutinya, membuat Ia tidak sengaja mendapati mereka.


" pasti ada lagi nih.." gumamnya.


tepat, tebakannya benar, selang berapa meter Grace mendapati kembali tiga orang anggota. lantas Gracepun menghentikan motornya.


" lo anak astro kan.." tanyanya sok mengingat.


" iya suhu.." jawab ketiganya gelagapan kompak membungkuk.


" tolong setut motor gue dong.." titah Grace.


" pake motor gue aja bos, biar motor si bos kita bawa ke bengkel.."


usul salah satu anak Astro.


" emm.. gini, kalo lo pada gak keberatan gue minta tolong anter gue ke kampus.." ucap Grace seraya mengigit bibirnya ragu.


" kalo bisa ajak yang lainnya.."


sial, Grace tak bisa berkilah, Ia melupakan gengsinya saat ini yang membutuhkan pengawalan dari mereka.


sementara ketiganya melongo mendengar permintaan Grace yang dengan terang-terangan meminta pengawalan dari mereka, biasnya Grace malas sekaligus risih dengan itu.


" jadi motor si bos gak mogok..?" celetuk salah satu anggota yang langsung mendapat injakan dari temannya.


beruntung Grace tidak mendengarnya karena bersamaan dengan suara sirine pemadam kebakaran yang lewat membuat Grace tidak jelas mendengarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


setelah tiba di depan kampus, Grace mengacungkan tangannya mengisyaratkan para anggota untuk tidak ikut masuk ke area kampus mengingat jeritan histeris para mahasiswi yang melihat mereka.


sialnya para anggota yang terhitung puluhan orang itu malah turun dari motor lalu membungkukkan badan kompak di hadapan Grace sebelum berpamitan saking terbiasanya.


" thanks ya.."


ucap Grace yang jarang sekali di ucapkan kepada mereka, melainkan omelan.


jelas Grace sadar, karena memang Ia yang butuh.


lagi, mereka membungkukkan badan kompak,


" kita pamit suhu.."


seru mereka dengan intonasi yang kompak membuat para mahasiswi semakin menjerit histeris.


" circle bukan sembarang circle.."


" kita harus sungkem sama tuh anak.."


" yoi.. gue kira cupu, ternyata suhu.."


" si Siska salah nyari lawan.."


" iya dia harus tau, ngeri anjir.. lo liatkan jaketnya aja pada beda.. berarti tuh anak mimpin beberapa kelompok geng motor.."


" sotoy lo.. "


" intinya kita harus sungkem sama tuh anak.. sekalian tarik ucapan kita yang ngatain dia anak beasiswa.. lo pada gak liat motonya keliatan mahal.."


" yoi.. sekalian kita jangan deket lagi sama si Siska kalo mau aman.."


🍃🍃🍃


sementara di tempat lain, Exel berdecak menepak jidat setelah mendengar laporan dari salah satu anggotanya,


" kenapa lo..?" tanya Leo heran dengan gelagat aneh Exel.

__ADS_1


" bini lo.." jawab Exel seraya menyodorkan ponselnya pada Leo yang memperlihatkan pesan grup kampus dimana video Grace dengan para anggota tertera disana.


" baguslah.. seengganya gue tenang.." ucap Leo santai,


" tunggu.. ini si Grace yang nyuruh mereka..?" tanya Leo heran.


" hmm, tadinya gue yang minta mereka, itu juga nyebar biar bini lo gak curiga, lo tau sendiri kan si Grace risihnya gimana.." timpal Exel pasrah.


" ko lo bisa ada inisiatif gitu El..? gue aja gak kepikiran, tapi aneh aja sih si Grace gak keberatan malah dia yang nyuruh mereka.."


" itu karna bini lo ngerasa gak aman.. gimana si lo gak peka banget jadi laki.."


" bukan gak peka anjir, justru gue gak mau bikin dia gak nyaman.. tau sendiri si Grace keras kepala.."


" nah, sekarang lo peka gak..? kenapa bini lo sampe minta mereka buat ngawal.."


" itu karna lo bodoh El.."


" bodoh..?"


" lo gak nyuruh mereka lepas atribut, makannya ketauan sama si Grace, well.. sekalian kali sama dia di ajak silaturahmi ke kampus.. ck.. kurang mulus.."


" asumsi apaan itu.. "


" ehemm.. maaf tuan, meeting akan segera di mulai.." suara salah satu staf menghentikan perdebatan kedua sohib tersebut.


🍏🍎🍏🍎


beralih ke kampus,


hari ini harinya Grace. dimana para senior yang sempat menghinanya kini terlihat ramah, begitupun dengan para kawan seangkatannya yang bak penjilat berusaha mendekatkan diri dengan Grace.


" tumben lo mau di kawal Grace..?" tanya Silvie heran di angguki Megan yang sama keponya.


" gue gak sengaja ketemu mereka, sekalian mau ngomongin rencana sunmori.." kilah Grace,


" ck, bukannya itu udah di atur sama laki lo.."


" kalo mau ngobrol silahkan keluar.." suara bariton membuat seisi ruangan langsung terasa horor.


keadaan atau situasi kampus berubah dalam waktu sekejap. dimana tradisi angkatan baru yang tidak di perbolehkan makan di kantin kini terhapus. lagi, Gracelah yang membawa pengaruh berubahnya aturan tersebut.


" boleh gabung kan..?"


" eh kak Aldo, boleh dong.." sahut Silvie antusias, sementara kedua sahabatnya terlihat cuek.


" gimana..? pada mau gabung BEM kan..?" ajak Aldo untuk kesekian kalinya.


ketiganya kompak menggeleng menolak ajakan Aldo.


jangankan untuk ikut BEM, selama menjadi siswa saja mereka tidak pernah minat alias malas ikut organisasi OSIS, apalagi sekarang yang notabennya Ibu rumah tangga sudah pasti akan terlalu menyita waktu nantinya.


" geng motor mana mau ikutan BEM, iya gak..?" sahut Viola yang ikut nimbrung di meja Grace cs.


mendengar itu Grace cs terkekeh, sementara Aldo meletakan sendoknya langsung pergi begitu saja,


" ngapa tuh anak.. ?" ucap Viola heran dengan kepergian Aldo yang tiba-tiba.


" takut kali sama lo kak.." sahut Silvie cekikikan.


" lagian udah tau gak minat masih aja ngajak.."


timpal Viola enteng disusul kekehan dari Grace cs.


" oh ya btw.. lo bener ketua geng motor Grace..?" tanya Viola penasaran,


" gak.. gue kang servis.." elak Grace santai dengan kunyahannya.


" iya juga gak papa keles.. justru lo berpengaruh, lo liat senior sama junior jadi berbaur.." timpal Viola,


Grace yang tidak tahu apa-apapun hanya mengangkat bahu acuh.


" jangan bilang yang bikin kantin khusus junior itu elo Grace.." selidik Viola sambil menepuk bangga bahu Grace.


" gue inget, pas lo bertiga di labrak geng si Siska di sini, besoknya tiba-tiba ada kantin baru khusus buat junior.."


lanjut Viola dengan lantang membuat Grace tersedak,


" gak lah.. gila, mana ada duit gue yang cuma kang ganti oli.."


sahut Grace enteng sukses membuat kedua sahabatnya menahan tawa, ada-ada saja dengan Grace yang merendah, sudah jelas dirinya bos bengkel besar.


" oh iya.. lo kan anak beasiswa.." sahut Viola cengengesan seraya mengangkat jarinya membentuk huruf v.


" nah itu lo tau.." timpal Grace santai.


sungguh demi apapun kedua sahabatnya tidak tahan untuk tergelak melihat ekspresi lugu nan polos dari Viola.


mengingat masalah kantin baru khusus junior, Grace cs kompak menebak dalam pikirannya masing-masing tentang si pelaku,


" pasti ini kerjaan yang maha lebay Leonard.."

__ADS_1


__ADS_2