
Sudah sepekan lebih Exel mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
luka dalam di kepala bagian belakangnya yang cukup parah setelah terkena pukulan benda tumpul tempo hari membuat Exel tidak sadarkan diri sampai sekarang.
para anggota silih berganti untuk menjenguk maupun menjaga Exel di rumah sakit. terkecuali Silvie yang sengaja dilarang menemaninya sebab sikap Silvie yang selalu berlebihan malah merepotkan yang lainnya.
tak hanya tangisan histeris dari Silvie, melainkan ucapan yang terlalu lebay membuat yang lainnya tak habis pikir dengan istri Exel itu.
" gue gak mau jadi janda bang.. " salah satu ucapan nyeleneh dari Silvie di sela tangisan histerisnya.
Tak hanya keluarga atau kerabat yang berkunjung untuk menjenguk Exel, para penghuni kampus yang mengenalnya turut menjenguk setelah mendengar kabar tersebut.
terlebih para kaum hawa yang menaruh hati pada Exel sangat antusias untuk menjenguk , walupun tidak bisa menemuinya langsung, tetapi buah tangan yang di bawa mewakilkan mereka, sampai beberapa ruangan yang satu lantai dengan ruangan Exel, terlihat seperti minimarket juga toko bunga, saking banyaknya yang mereka bawa.
beruntung Silvie tidak mengetahui akan hal itu, sebab dirinya benar-benar dikurung dan mendapat penjagaan ketat.
Shaw ayahnya lah yang bertindak seperti itu.
...----------------...
Hari ini Leo sengaja membawa si kecil untuk menjenguk Exel setelah mendapat ijin dari pihak Rumah sakit untuk membawa bayi ke sana.
Tentu pihak rumah sakit mengijinkan Leo membawa si kecil sebab pemilik rumah sakit tempat dimana Exel di rawat adalah Shaw yang tak lain ayah mertua Exel sendiri.
dan khusus hari ini Shaw menolak kunjungan dari yang lainnya kecuali Leo beserta anak istrinya.
setelah mendengar penuturan dari Leo mengenai kedekatan Exel bersama si kecil membuat Shaw dan pihak Rumah sakit sedikit paham. maka dari itu mereka mengijinkan berharap kedatangan si kecil membawa pengaruh untuk Exel.
🌿🌿🌿
Leo memasuki ruangan Exel bersama Lucio, sementara Grace memilih menunggu di luar setelah menyapa sebentar Exel yang masih terpejam itu.
bukan tanpa alasan Grace bersikap seperti itu, dirinya tak kuasa jika harus berlama-lama melihat Exel yang berbaring lemah tak sadarkan diri itu.
selain rasa sayang terhadap Exel yang sudah Grace anggap sebagai kakaknya itu, Grace juga merasa trauma akan kejadian Leo dulu membuat dirinya seperti orang bodoh.
dan itu yang di alami Silvie sekarang persis seperti Grace dulu.
....
Leo menatap sendu sohibnya, Ia sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Exel.
sebab tidak ada bukti maupun saksi, hanya ada orang yang kebetulan lewat menemukan Exel tergeletak di pinggir jalan dan sudah tak sadarkan diri.
sementara di luar, Grace tengah duduk dengan tatapan kosong datar ke depan memikirkan kondisi Exel yang Ia yakini ada orang sengaja mencelakai Exel.
Grace merasa curiga dan menyangkut pautkan hal itu dengan si peneror.
Grace menajamkan penglihatannya kala mendapati seseorang yang di kenalnya.
" kak Aldo.. " panggilnya membuat Aldo terkesiap.
" yah.. gue ketauan.. " timpal Aldo nyengir.
sementara Grace mengerutkan dahinya heran kenapa Aldo bisa ada di sini, sedangkan seluruh ruangan yang berlantai sama dengan ruangan Exel sudah steril baik dari pasien ataupun dari pengunjung, dan hanya dokter juga perawat khusus untuk Exel yang bisa berada di lantai tersebut.
penampilan Aldo yang mengenakan setelan perawat khusus membuat Grace mengangguk paham mengapa Aldo bisa lolos dari penjaga.
" pinter juga lo ngelabuin petugas, tapi buat gue biar kata lo pake masker juga, gue bisa tau kalo itu elo kak.. "
ucap Grace di susul kekehan dari Aldo.
" wah..segitunya lo merhatiin gue Grace, sampe langsung bisa ngenalin gue.. padahal gue udah apik banget.."
sahut Aldo cengengesan sementara Grace mendengus kesal,
" ck.. gimana sih penjaga bisa lengah.. masih untung itu elo kak.. gimana kalo orang jahat yang nyamar buat nyelakain lagi si El.. "
timpal Grace kesal,
lagi-lagi Aldo menggeleng terkekeh mendengar Grace yang terkesan kemakan drama itu,
__ADS_1
" gue baru sempet buat jengukin si Exel, eh taunya di larang, tanggung dong gue udah disini.. " sahutnya.
sementara Grace hanya mengangguk paham maksud Aldo.
walaupun Leo cs tidak ikut berpartisipasi di organisasi kampusnya, akan tetapi mereka tidak keberatan menggelontorkan dana untuk menunjang berbagai kegiatan yang di adakan organisasi tersebut.
mungkin itu yang membawa Aldo kesini, pikir Grace.
" oh ya, btw gue boleh masuk kan..? " tanya Aldo.
" hmm, ada suami gue di dalem.. "
....
Leo meraih tangan Exel untuk di genggamnya,
" El.. ini ada anak lo.. lo gak mau bangun El.. "
" katanya mau ngajak Cio main catur.. gimana si lo El.. "
" lo jangan ngambek ya El kalo bini lo gak di sini, bini lo ribet.... tenang gue selalu ada buat lo El.. "
ucapnya terkekeh di tengah isakan.
Leo meletakan tangan Cio menyatu dengan telapak tangan Exel, berharap Exel merasakan sentuhan si kecil.
deg.. Leo terbelalak kala melihat pergerakan dari tangan Exel.
setengah percaya, Leo mencoba mengucek matanya sebab takut hanya halusinasinya saja.
" Cio.. " suara begitu berat nan lemah membuat Leo terkesiap.
" El.. Exel.. lo udah sadar.. "
Leo begitu sumringah melihat Exel perlahan membuka kelopak matanya.
ajaib memang kekuasaan sang Pencipta.
" Grace.. abang lo.. " ucapnya gagap membuat Grace bingung dan berpikir yang tidak-tidak.
" apaan si lo gak jelas.. si El kenapa.. jangan bilang kalo si El.."
sahut Grace dengan tubuh gemetaran melemah.
" abang lo udah sadar Grace.."
sontak Grace segera bangkit dari duduknya, " serius lo..? " tanyanya tak percaya mendapat anggukan dari Leo.
" yaudah gue telpon si kermi dulu.."
" gak usah, mending lo jemput aja.. " sahut Leo menghentikan Grace yang hendak mengambil ponselnya di saku celana.
Leo menyarankan Grace untuk memberi pengertian pada Silvie terlebih dulu sebelum menemu Exel.
" tapi gue mau ketemu bentar sama si El.. "
" elah.. kelamaan.. "
...-------------...
Di tempat lain, Silvie terlihat rakus memakan cemilan membuat kamarnya seperti kapal pecah.
beruntung Silvie memiliki mertua yang asyik sama seperti Grace.
memang selepas menjadi istri sah dari Exel, Ia diajaknya untuk tinggal bersama mertuanya.
Orangtuanya sendiri pun antusias mendukung Silvie di bawa oleh Exel berharap sifat manja juga kekanakannya bisa berubah.
akan tetapi orangtua Exel yang sangat menyayangi menantu satu-satunya itu malah membuat Silvie semakin menjadi-jadi.
" Grace.. "
__ADS_1
Indri terkejut dengan kehadiran Grace yang tiba-tiba nyelonong masuk.
" hey Mom.. " sahut Grace cengir kuda kala Indri menggeleng mengelus dada kaget.
lantas Grace pun menghampiri Indri hendak menyalami serta mencium pipinya.
" mana menantu sialan Mami..? " tanya Grace songong membuat Indri terkekeh mencubit gemas pipinya.
tak hanya Silvie yang Indri sayangi, kedua sahabatnya pun turut mendapat perhatian darinya termasuk Grace yang selalu mengklaim sebagai adik dari Exel.
Indri sedikit mengerti mengapa putranya jadi mahir memasak sebab kehamilan Grace juga ngidamnya Leo lah yang membuat perubahan pada diri Exel.
" ada di kamar sayang.. ada apa sih kok tumben sendirian kesini.." sahut Indri lembut.
bukannya menjawab pertanyaan dari Indri, Grace malah tergesa memasuki kamar Silvie, membuat Indri ikut menyusulnya.
brakkkk... Grace membuka kasar pintu kamar Silvie membuat sang empu melonjak kaget.
" setan.. lo ngagetin aja.. "
Grace menggeleng berdecak pinggang melihat keadaan kamar tersebut.
" lo yang setan..udah kek kunti tau gak.. " sahut Grace sewot.
sementara Indri hanya bisa menggeleng.
" ngapain lo kesini.. bukannya lo mau nemuin abang lo, seneng ya.. sedangkan gue, udah kek Rapunzel.. " ucap Silvie ketus.
" ck..gak jelas lo bawa-bawa Rapunzel, " sahut Grace seraya menoyor kepala Silvie.
" Grace.. sebenarnya ada apa..? " tanya Indri menggeleng kala Grace malah memiting kepala Silvie di balik ketiaknya,
" Lo mandi.. dandan yang cakep.. " titah Grace pada Silvie.
" apaan sih kagak danta.. " sahut Silvie ketus.
" lo bilang ogah jadi janda kan..? Tuhan ngabulin doa lo.."
sontak Indri juga Silvie pun melongo tak percaya, " abang El udah bangun Grace..? " tanya Silvie di angguki oleh Grace.
" eitsss.. beresin dulu.. Lo mau jadi janda lewat jalur laen..? " ucap Grace seraya menarik rambut Silvie yang hendak pergi ke kamar mandi itu.
" Gak usah, biar sama bibi aja.."
sahut Indri terkekeh melihat raut wajah menantunya yang kesal.
Grace pun mengangguk mengiyakan, kali ini Silvie bisa lolos dari omelan Grace.
" yaudah mami siap-siap juga deh.. " ucap Indri di angguki Grace.
" Grace makan dulu kalo gitu.. " sahut Grace menaikturunkan kedua alisnya membuat Indri semakin gemas terhadapnya.
Sebelum berangkat menuju rumah sakit, tak hentinya Grace menasihati Silvie agar tidak bertingkah konyol nantinya.
sepanjang perjalanan pun, Grace masih mengoceh membuat Silvie kesal. cih.. gak ngaca..
sahut Silvie mengingatkan tingkah Grace dulu saat Leo sadar dari komanya, bukankah sama lebaynya..?
...----------------...
Aldo yang tidak di lihat kehadirannya oleh Leo, memilih pergi dari sana. membiarkan kedua sohib itu melepas kerinduan.
Leo sudah tidak sabar ingin mendengar penuturan dari Exel mengenai kejadian malam itu, akan tetapi kondisi Exel yang belum sepenuhnya pulih membuatnya susah untuk berbicara.
Leo juga menjelaskan dengan kekehan mengapa Silvie tidak menemaninya, dan Exel menanggapi dengan anggukan kepala mengerti akan niat baik Leo juga ayah mertuanya.
Exel hanya bisa berucap Cio dan Cio saja, Ia senang melihat bayi yang selalu dirindukannya.
🌿🌿🌿
Grace bersama Indri di buat ngos-ngosan mengejar Silvie yang berlari dari Lobby menuju ruangan Exel. baru saja di beri nasihat agar tidak bertingkah konyol, malah semakin menjadi.
__ADS_1
" abang El... !!! "