Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 71


__ADS_3

" enak aja lo mau nebeng di acara gue.." sahut Exel sukses membuat yang lainnya tergelak.


Ya, hari ini harinya Exel, selain dia terlihat semakin gagah dan tampan, Exel juga terlihat manis dengan sikap ramahnya.


kembali kepada Ari,


terlihat Ari kembali uring-uringan sebab sudah tidak sabar untuk menikahi Megan hari itu juga.


" lagian lo sosoan jual mahal.."ucap Megan terkekeh diacungi jempol oleh Dila,


" ck.. tadiannya pengen terkesan cool ngidupin bininya hasil keringet sendiri.. liat bang Leo sama bang El.."


Ari langsung membekap mulut sang adik yang terus-terusan mengejeknya " eh bocil epep, sekali lagi lo ledekin gue.. lo mau topup diamond.."


" ya jangan bang.. iya deh sorry.." timpal gadis yang hobi bermain game online di ponselnya.


...****************...


Momen hari ini dimana kedua sohib Leo bersama sahabat Grace melepas status lajang di hari yang sama membuat keduanya tak henti menggeleng terkekeh mengingat kejadian tadi.


sebelum acara benar tuntas, Leo mengajak Grace pulang duluan sebab tak ingin istrinya merasa kelelahan mengingat perut Grace yang semakin besar dan mendekati hari persalinan,


" cepat keluar boy.. papi gak sabar.." ucap Leo mengelus lembut perut Grace dengan menempelkan kepalanya mengajak berinteraksi Leo juniornya itu.


" hmm.. perkiraannya sih tiga hari lagi.." sahut Grace seraya mengusap kepala Leo. Iapun sama dengan Leo yang sudah tidak sabar menunggu hari itu tiba, dimana sang buah hati akan melihat dunia.


Leo dan Grace tersenyum bahagia saat mendapat respon dari sang buah hati yang menggeliat terlihat jelas oleh keduanya.


" apa papi jemput aja boy..?" bisik Leo pada perut Grace yang terdengar ambigu membuat Grace langsung menjambak kasar rambutnya.


" mereka pasti lagi first night.." ucap Leo memasang wajah cemberutnya membuat Grace terkekeh mengingat ejekan dari sohib-sohib suaminya tadi.


selain alasan tidak ingin Grace kelelahan karena berlama-lama di acara sohibnya, sebenarnya Leo di buat kesal sebab terus mendapat ejekan dari Exel maupun Ari yang menyatakan jika mereka pasti langsung melakukan malam pertamanya berbeda dengan dirinya dulu bersama Grace.


" Grace.." Leo menyeringai menatap Grace penuh arti.


" hmm.. kenapa?"


" gue tau ini jauh dari malam pertama kita, tapi.. ayo kita lakuin kaya pengantin baru.." ucap Leo memelas membuat Grace kembali terkekeh sebab setiap malam juga keduanya melakukan penyatuan cinta itu bak pengantin baru.


" lo gak cape emang..? gue sih cape.." goda Grace melihat wajah Leo yang semakin memelas.


" janji.. kali ini sekali Grace gue nengokin anak kita sekalian jemput.."


plak.. Grace memukul lengan Leo yang selalu saja berucap seperti itu ketika meminta haknya. ah dasar Leonard.


malam ini keduanya melakukan penyatuan cinta bak pengantin baru, dan Leo menepati janjinya tidak meminta permainannya di ulang lagi.


dini hari Grace terjaga sebab merasakan mulas di perutnya, Iapun bangkit dan duduk menyandar mencoba mengatur napasnya agar tenang seraya meraih air minum di atas nakas samping tempat tidurnya.


" ini kali ya yang namanya kontraksi palsu.." gumam Grace mengusap perutnya perlahan.


Grace melangkah menuju kamar mandi sebab merasa ingin buang air kecil tanpa membangunkan Leo yang terlihat pulas sebab kelelahan.


Mata Grace membola saat melihat bercak noda pada ****** ******** membuatnya berpikir jika akan melahirkan dalam waktu dekat ini.


setelah membaringkan tubuh di ranjang untuk melanjutkan kembali tidurnya, rasa mulas pada perutnya kembali hadir dan semakin sakit membuat Grace terus mengatur napasnya.


Grace mencoba tenang ditengah-tengah rasa mulasnya Ia sempatkan menyiapkan beberapa keperluannya nanti saat bersalin sesuai apa yang ada pada beberapa artikel persiapan persalinan yang pernah dibacanya.


setelah selesai mengemas perlengkapan tersebut, lantas Gracepun membangunkan Leo dengan menjepit hidungnya sebab Leo tak kunjung bangun.


" lo gila..?" pekik Leo dengan napasnya yang tersengal.


" lo yang gila.. susah banget dibangunin.. anak lo mau lahir ini.." sahut Grace terus mengatur napasnya menahan sakit di perut serta pinggangnya yang terasa panas.


" papi berhasil jemput boy.."


plak.. lagi-lagi Leo mendapat pukulan keras di bagian lengannya.


" Leonard kampret lo.. buruan.. " ucap Grace geram sebab disaat dirinya berusaha menahan rasa sakit, Leo malah santai ke kamar mandi hendak buang air dan cuci muka.


Leo membuka pintu garasinya dengan tergesa sementara Grace menyandar pada tiang pagar gerbangnya,


" ck.. bapak siaga apaan lo.." ucap Grace menatap sinis suaminya yang hendak mengeluarkan mobil dari garasi.


" grace itu.." dengan wajah yang panik Leo menunjuk kaki Grace yang terdapat cairan bening membuat Grace buru-buru masuk kedalam mobilnya.


melihat cairan tersebut terus mengalir pada kaki Grace membuat Leo ingin muntah dalam kepanikannya.

__ADS_1


Grace keluar dari mobilnya lalu membuka pintu kemudi dimana Leo sudah duduk disana,


" keluar lo.. biar gue yang bawa.." Grace menarik paksa lengan Leo agar bertukar posisi dengannya sebab Leo tak kunjung melajukan mobilnya dan malah memilih bermain dengan ponselnya, entah siapa yang Leo hubungi, yang jelas Leo terlihat seperti terkena serangan panik.


Grace mulai melajukan mobilnya meski sempat mendapatkan larangan dari Leo, namun tak diindahkan olehnya sebab merasa sudah tidak tahan lagi dengan rasa mulas yang semakin terasa sakit beruntun itu,


" el.. iya el bini gue.."


plak.. Grace suka sekali memukul Leo.


" ribet lo, ngapain ganggu mereka.." ucap Grace kesal, dirinya saja enggan untuk menghubungi orangtua mereka apalagi para sahabat yang jelas sedang menunaikan malam pertama mereka, jelas Grace merasa tidak enak.


Leo meringis membuat Grace menoleh sekilas, perasaan dirinya memukul paha Leo tidak terlalu keras, kenapa Leo bisa meringis kesakitan seperti itu.


" mules banget.. " Leo terus merintih kesakitan dengan wajahnya yang pucat.


melihat itu Grace melupakan rasa sakit yang ada pada dirinya, senyuman jahat terbit di wajahnya.


Grace menaikkan kecepatan laju mobilnya membuat Leo semakin merintih kesakitan dan wajahnya semakin pias, tak lupa rasa ingin muntah menerpanya.


rupanya Leo turut merasakan sakit pada perut juga panas di pinggang belakangnya. dan Grace suka itu.


🍃🍃🍃


para medis dibuat keheranan, sebab alih-alih Grace yang teriak kesakitan, ini malah Leo yang terus meringis.


Grace tampak tenang walaupun rasa mulas terus menghujani perutnya, sebab Ia mulai mempraktikkan metode tiup-tiup yang sudah di pelajarinya itu.


" mendingan lo tunggu di luar deh.. ribet tau gak.. " ucap Grace ditengah aktivitas tiup-tiupnya membuat tim medis menggeleng terkekeh.


Leo menggeleng dengan cepat, bagaimanapun juga Ia ingin menyaksikan momen buah hatinya lahir.


" makannya lo diem.. " umpat Grace yang merasa Leo tidak berguna saat ini sebab malah merepotkan juga mengganggu tim medis untuk menanganinya.


sungguh ekspetasi yang tak sesuai, dimana Grace sudah membayangkan jika dirinya sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya demi kelahiran sang buah hati disana Leo menyemangatinya dengan penuh cinta hingga membuatnya tenang.


ah sudahlah.. keduanya memang susah di tebak.


Leopun mengangguk dengan patuh lagi-lagi membuat tim medis terkekeh.


" pembukaannya sudah lengkap nona.. "


Leo menitikkan airmata melihat istri kesayangannya berjuang. dalam diamnya Ia hanya mampu berdoa untuk keselamatan istri beserta anaknya.


dokter yang menangani Grace tersenyum bangga padanya sebab Grace begitu mudah dan tenang dalam proses bersalin yang jarang sekali dilakukan oleh ibu muda yang baru pertama kali mengalaminya.


Grace mengulas senyuman saat sang bayi tengah berada di dekapannya sebelum dibersihkan. bibir mungilnya mencari sesuatu membuat Grace terkekeh geli.


bukan Grace tidak tau tentang inisiasi menyusui dini yang berguna untuk daya tahan tubuh bayi, namun tetap saja Grace di buat terkekeh geli dengan itu.


Leo tak hentinya menghujani wajah Grace dengan kecupan,


" makasih sayang.. " ucapnya untuk kesekian kalinya membuat Grace muak.


" udah gak mules ? " tanya Grace ketus.


Leopun mengangguk ragu, ia juga bingung dengan kondisinya yang tadi merasakan sakit diperutnya kini hilang begitu saja setelah melihat anaknya lahir.


" mangkanya jangan suka ngebual.. " ucap Grace mendelik.


" sayang kalo bisa biar aku nanti yang merasakan sakit.. " ucap Grace menye-menye menirukan Leo yang selalu mengucapkan itu hampir setiap hari.


" ck.. rupanya lo umat yang taat, Tuhan ngabulin doa lo.. " ucap Grace kembali dengan tersenyum meremehkan.


para perawat yang sedari tadi ada di sana saat membersihkan bayinya menahan tawa mendengar percakapan orangtua baru yang random itu.


Grace beserta bayinya sudah dipindahkan ke ruang perawatan yang terbilang sangat mewah.


keduanya tak henti menatap sang buah hati, terlebih Grace yang mengamati setiap inci wajah bayi tersebut yang dominan mirip dengan Leo.


ceklek.. pintu terbuka lebar membuat keduanya menoleh.


" Le.. " Exel dengan raut wajahnya yang khawatir menghampiri Leo.


" woy.. yang abis ngelahirin gue.. " ucap Grace kesal sebab Exel malah menghawatirkan suaminya ketimbang dirinya yang jelas habis melahirkan.


" gue tau lo kuat Grace.. sementara si curut pasti kesakitan.. " ucap Exel santai membuat yang lainnya terkekeh.


saat mendapat telepon dari Leo tadi, Exel buru-buru menghubungi Ari. dan merekapun dengan kompak pergi ke rumah sakit walaupun malam menjelang pagi sekalipun. ah lebih tepatnya mereka melupakan malam pengantin demi melihat lounching sang keponakan.

__ADS_1


" sejak kapan abang El jadi cenayang..? " ucap Grace menirukan gaya bicara Silvie.


" telepathy..


" ck demi keponakan ganteng, uncle gagal unboxing.. " ucap Ari frontal mengamati wajah si bayi yang tidur pulas dan langsung mendapat tendangan dari Grace tepat di bokongnya.


" gila.. lo kaya induk ayam aja Grace, tenaga lo malah makin kuat.. " umpat Ari mengelus daerah yang terasa sakit itu.


" lo bego.. ngomong mesum di depan bayi.. " sahut Exel menoyor gemas kepala Ari.


" lah emang dia ngerti.. lagian lo juga sama belum unboxing kan El.. " timpal Ari ketus lagi-lagi mendapat toyoran dari Exel.


Grace merasa tidak enak terhadap kedua sohib Leo yang selalu saja memprioritaskan dirinya bahkan dalam momen berharga mereka sekalipun.


sementara Leo menyeringai mendengar pernyataan sohibnya.


" lo pada belum unboxing? ck.. yang manten siapa yang kiwkiw siapa.. " ucapnya tersenyum meremehkan.


" bangga bener papi yang udah berhasil jemput baby.. but.. payah sekali papi yang satu ini bisa-bisanya biarin mami yang nyetir... "


" gue gak bisa bayangin si Grace bawa mobil kek gimana.. pastinya kesetanan " sahut Ari cengengesan melanjutkan ucapan Exel yang langsung mengajaknya hivi.


" lo berdua beneran cenayang? " tanya Grace terkekeh heran sebab ucapan keduanya memang benar adanya.


sementara Leo memasang wajah kesal menatap kedua sohibnya.


...----------------...


pagi hari di sambut oleh suara tangisan Leo Junior membuat keduanya langsung bangun dari tidurnya begitupun kedua sohib Leo yang kelimpungan sebab mereka baru saja memejamkan matanya di sofa sudut kamar tersebut.


Dengan telaten Leo meraih bayi mungil itu dari dalam boksnya dan menyerahkannya kepada Grace untuk segera disusui.


" lo bedua tutup mata.. kalo gak sono dah pada cabut.. " ucap Leo ketus.


" ck.. kita juga punya dirumah, ya gak El..? " sahut Ari mendelik.


" hemm.. " Exel menanggapi dengan malas sebab benar-benar masih ngantuk.


" lo mau anak lo kehausan? " ucap Leo kesal melihat Grace yang tak kunjung menyusui anaknya.


" sakit Le.. " timpal Grace memelas membuat Leo menyentil dahinya.


" ck.. gue udah sukarela berbagi Grace, udah buruan.. " sahut Leo gemas meraih paksa mainan kesukaannya dan langsung di sodorkan pada mulut si kecil.


Grace meringis berlebihan, sesekali tergelak sebab merasakan geli pada daerah sensitifnya.


" paroan boleh gak boy..? biar mami gak sakit.. " bisik Leo pada si kecil yang anteng menyusu itu.


" shittt.. " Leo meringis mendapat jambakan dari Grace membuat kedua sahabatnya menggeleng terkekeh dengan mata terpejam meneruskan kembali tidurnya.


Dokter beserta perawat datang untuk memeriksa Grace juga bayinya. tak lupa dengan membawa sarapan untuk Grace yang langsung di raih oleh Leo hendak menyuapi istrinya.


tak lama setelah Dokter selesai dengan urusannya, Deti dan Hendri masuk bersama Anita dan kedua sahabat Grace.


" sayang.. anak mamah hebat.. " ucap Deti tersenyum merekah mengelus rambut menantu kesayangannya.


" selamat ya nak.. " ucap Anita menatap nanar Grace.


" Anak nakal.. kenapa gak ngabarin kita..? " ucap Hendri kesal terhadap Leo yang malah lebih memilih mengabarkan kedua sohibnya padahal sudah jelas mereka sedang dalam momen penting.


" maaf.. " hanya itu yang bisa diucapkan Leo, sebab malas menjelaskan kepada sang Ayah.


" maaf mah pah bu.. semalem kita gak sempet buat ngabarin kalian, soalnya Grace udah gak kuat bener-bener panik.. " sahut Grace cengengesan.


jelas Ia tak ingin jika Leo terlihat tidak berguna dihadapan orangtuanya yang nantinya akan menjadi bahan ejekan.


semuanya beralih kepada si kecil dengan tersenyum bahagia,


" diborong semua sama papinya.. " ucap Silvie cekikikan di acungi jempol oleh Megan.


" ck.. curang banget, gue yang berjuang.. "


" yaelah, lo harusnya bersyukur dia mirip Leonard si dewa Yunani dari pada mirip si Iyan.. berabe lo.. "


sahut Ari tanpa dosa memotong ucapan Grace, dan Exel langsung menjitak kepalanya.


" selamat berpuasa Tuan Leonard.. " ejek Ari


sontak semua terkekeh melihat ekspresi Leo yang semakin geram tak terkecuali Exel yang mengajak Ari hivi puas meledek sohibnya.

__ADS_1


" gue gak mau tau lo pada harus tunggu gue kalo mau unboxing.. "


hey.. aturan macam apa itu Leonard?


__ADS_2