
Terik matahari semakin panas menembus kulit.
Semakin panas sinar matahari, semakin menggelora semangat dari jiwa para anggota terlebih Exel berinisiatif akan memberikan hadiah kepada siapa yang mengumpulkan sampah terbanyak.
Hadiah yang Exel janjikan tidak main-main yakni satu unit motor sport keluaran terbaru beserta voucher servis selama satu tahun di bengkel Leo.
"Sultan mah bebas.. aku mah apa atuh? hanya remahan rengginang yang selalu mendapat kutukan dari emak.." celetuk Iyan dengan suara lantang membuat semua tergelak.
"Ehem.. khusus buat lo.. lo bersihin toilet rumah ibadah yang disana.. " titah Exel menatap dingin kearah Iyan.
"ta.. ta.. tapi.. " Iyan gugup seraya menundukkan kepalanya,
"tenang... Lo mau beliin emak lo apa..? sawah..kebon.. ? " Ari menimpali cengengesan.
Iyan mendongak kearah Exel yang mengangguk kearahnya
"Assyiapp dah kalo begitu mah.. Emak pasti seneng..!" ucap Iyan sumringah bergegas pergi meninggalkan semuanya disana.
"Anjir.. Si Leo bucinnya udah akut.. Parah cemburunya kelewatan.. " ucap Ari pada Exel.
Exel menyunggingkan senyuman, "Gue juga bakal ngelakuin hal yang sama kaya si Leo kalo si Silvie bertingkah kaya si Grace.. "
Timpal Exel dengan santai.
"Bucin abis lo bedua.. " Ucap Ari bergidik.
____
Kini semua anggota bersemangat antusias memunguti sampah di sekitar pantai terkecuali Grace yang sedari tadi mengedarkan pandangannya seperti mencari seseorang.
"Ehem.. Cari siapa sayang..? " ucap Leo dengan nada menggoda membuyarkan lamunan Grace.
"Emm.. Gue.."
" Anak itu gak ada.. " ucap Leo santai membuat Grace membulatkan matanya tak percaya Leo bisa menebak siapa yang dicarinya.
"Dipake.. Panas.. "Leo memakaikan topi di kepala Grace membuatnya bersemu mendongak menatap Leo yang mengenakan topi yang sama seperti Grace kenakan.
"Kenapa..? Baru nyadar kalo gue ganteng.." ucap Leo santai seraya menaikturunkan kedua alisnya.
"Ck.. Pede banget.. " timpal Grace membuang mukanya.
Leo terkekeh ingin sekali mengacak rambut Grace namun mengingat tangannya yang kotor meski baru saja memakai sarung tangan, lucu sekali jika Ia harus membukanya lebih dulu.
"Mata lo gak berkedip tadi liatin gue.. " Goda Leo.
Grace mendengus kesal, ekor matanya melirik kepiting kecil yang merayap kearahnya.
Seringai jahat diwajahnya, ditangkapnya kepiting tersebut tanpa rasa takut terkena capit sebab Ia memakai sarung tangan tebal,
Jiwa jahilnya telah kumat, "Sayang.. Nih ada yang mau kenalan.. "
Grace cengengesan sengaja menggantungkan kepiting tersebut tepat didepan mata Leo yang sedari tadi sibuk tertawa meledeknya.
Seketika mata Leo membulat, seluruh mukanya memerah, "Buang Grace..!!! "Leo bergidik geli.
Melihat raut wajah suaminya yang ketakutan, Grace semakin menjadi jadi mengayunkan kepiting kearah wajah Leo.
"Buang gak..!!! "
"Payah lo.. sama anak kepiting aja takut. . " ejek grace semakin menjadi menertawakan Leo yang kini mulai merasa mual.
"Oe.. Oe.. buang Grace.. jangan bikin gue hukum lo.. "
Leo benar-benar ingin muntah saat itu juga.
"Ok.. Fine..!!! " ucap Grace seraya melemparkan kepiting ke sembarang arah
"Ck.. Kayanya alergi lo udah akut.. " Ejek Grace kembali melihat Leo mual menahan rasa ingin muntah.
Leo tak menghiraukan ejekan dari Grace, dia segera bergegas meninggalkannya karena merasa mual dan sudah tidak bisa menahan muntahnya.
Grace tersenyum penuh kemenangan melihat penderitaan Leo akibat ulahnya .
Merasa sudah lama Leo tak kunjung menampakkan dirinya, Grace mencoba mencari keberadaannya.
Akhirnya Grace mendapati Leo tengah asyik memakan rujak buah segar duduk sendirian dibawah pohon yang rindang.
"Disini lo rupanya..hah, sejak kapan lo suka makan rujak? Kasian sekali suamiku saking mualnya sampe makan rujak rakus begitu.. "
Ucap Grace seraya mencoba menyomot rujak yang tengah dimakan Leo, namun dengan sigap Leo menepis tangannya.
"tangan Lo kotor.. " ucap Leo santai mengunyah rujaknya.
"Yaudah aaa.." ucap Grace seraya membuka mulutnya berharap Leo menyuapinya.
"Beli sendiri.. ini punya gue.. "
timpal Leo seraya menyembunyikan rujaknya dibalik punggung bak anak kecil yang tak rela jajanan nya di pinta oleh orang lain.
"Cih.. Dasar medit.. " ucap Grace melengos meninggalkan Leo,
sementara Leo seolah tidak perduli dengan kepergian Grace, Ia benar-benar menikmati rujaknya sampai habis tak tersisa.
Grace akhirnya menghampiri kedua sahabatnya yang tengah beristirahat di gazebo sebab Ia tidak benar-benar menginginkan rujak yang Leo makan.
"Woy.. Kenapa muka lo kusut begitu..? " Tanya Silvie.
__ADS_1
"Gapapa.. Eh tuh bocah kemana ya..? " tanya Grace kembali mengedarkan pandangannya.
"Maksud Lo si Iyan..? " tanya Megan menebak di angguki oleh Silvie.
Grace mengangguk mengiyakan.
"mana kita tahu iya gak Me..? " timpal Silvie mengedipkan matanya kearah Megan.
"Lagian ngapain sih Grace.. Lo aneh-aneh aja .. nyari perkara lo sama si Leo..? "
Megan mulai mengomel.
"Gak tau gue suka aja ama tuh bocah.. " timpal Grace santai tanpa dosa.
"Udah gila lo.. si Leo kurang apa sih? Cowok perfek kek dia langka tau.. " Ucap Silvie cekikikan.
"Laki gue woyyy.. si Exel mau lo kemanain..? gak bersyukur lo.. " timpal Grace dengan nada tinggi.
"Si anying malah ngegas, Lo yang harusnya bersyukur.. punya yang sempurna malah suka sama tuh bocah.. " timpal Silvie tak mau kalah.
" Bego... Gue suka sama tuh bocah bukan berarti gue tertarik .. " ucap Grace kesal seraya menoyor kepala Silvie.
"Lo yang bego.. bego.. dan Bego.. Uweee.. " timpal Silvie seraya menjulurkan lidahnya ke arah Grace.
Megan menggeleng, "Lo bedua ribut mulu.. Lama-lama gue sumpel juga mulut lo pada pake sampah.. "
Megan kembali mengomel membuat kedua sahabatnya terkekeh geli, "Anjay.. Si Megan ketularan ayang Ari kang bacot.. "
ucap Silvie cekikikan mengajak hivi dengan Grace.
Tos...
"Parah lo bedua.. Kompak kalo ledekin orang.. Udah yuk cabut noh yang lain udah pada kelar.. "
Ucap Megan mengajak keduanya berkumpul bersama yang lainya.
____
Setelah selesai dengan kegiatannya semua membubarkan diri kembali ke penginapan untuk membersihkan diri sebelum makan bersama dan bersiap untuk pulang.
"Guys tas lo pada masih dikamar kan..? " tanya Grace pada kedua sahabatnya.
"udah dipindahin keles.. sama pawang kang gocan.. " ucap Silvie mendelik sementara Megan terkekeh menyikutnya.
"Oh.. seperti itu, Yasudah daku pergi kekamar dulu ya.. " ucap Grace melengos.
"Udah gak waras emang tuh anak.. " ucap Silvie bergidik.
Grace memasuki kamarnya mengedarkan pandangan mencari seseorang namun tak Ia dapati. Gracepun menjatuhkan dirinya ditempat tidur menatap langit-langit kamar, memikirkan tindakan konyolnya terhadap Leo yang dirasa berlebihan.
Tak lama suara pintu kamar mandi terbuka membuyarkan lamunannya,
Grace tercengang, beberapa kali Ia menelan ludahnya susah payah melihat tubuh atletis suaminya itu. Leo yang tengah mengoleskan minyak rambut dengan gaya yang cool membuat Grace semakin terpesona.
Grace sudah tidak tahan, Iapun beranjak bangkit dari tempat tidur lalu memeluk Leo dari belakang dengan erat seolah tak ingin kehilangannya.
"Sorry... " Lirihnya seraya menghirup aroma tubuh Leo.
"gue udah berlebihan sama lo.. harusnya gue gak ngelakuinnya tadi.. sorry.. " ucap Grace seraya merekatkan pelukannya.
"Hemm.. Mandi dulu sana.. " timpal Leo yang masih asyik dengan aktivitasnya.
".. lo maafin gue kan..? " tanya Grace memastikan.
"Iya.. udah sana mandi..! " titah Leo kembali.
"Gak mau.. " Grace semakin mengeratkan pelukannya.
"Mandi gak..!!!"
"Iya bentar.. biarin gue meluk lo dulu.. " ucap grace dengan manja.
Leo menghela napas, "hemm .. Udah mulai nakal ya..? " goda Leo sebab tangan Grace kini mulai nakal berkeliaran di daerah kepemilikan Leo yang hanya terbungkus handuk.
Namun Grace sama sekali tak menghiraukannya, Ia malah semakin menjadi mengusap lembut dada bidangnya.
Leo melepaskan tangan Grace yang nakal, Ia pun membalikan badannya menghadap ke arah Grace, menatapnya dengan lekat, gracepun tidak mau kalah membalas tatapannya.
"Fyuhhh.. " satu tiupan diwajah Grace mampu membuatnya terpejam sejenak.
"Man.... emphh.."
Grace membungkam mulut Leo dengan ciuman panasnya. tangannya yang nakal melepaskan handuk yang melilit dipinggang Leo.
Mata Grace terbelalak melihat kepemilikan suaminya yang sudah tegang sedari tadi membuat Grace merasa tertantang untuk melakukan sesuatu terhadap kepemilikan Leo yang dirasa ukurannya semakin berubah.
Grace dengan nekat mendudukkan paksa Leo ditepi ranjang.
Leopun pasrah membiarkan Grace yang kini mulai mengeksplor kepemilikannya dengan bibir juga jemarinya yang lentik membuatnya beberapa kali melenguh.
Pertempuranpun kembali dilanjutkan hingga mencapai puncak bersama.
Selepas membersihkan diri, keduanya bergegas keluar dari kamarnya.
Grace membulatkan matanya mendapati mobil Leo terparkir didepan penginapan.
"Le.. "
__ADS_1
"Hemm"
"Ko mobil lo bisa ada disini..? " tanya Grace keheranan.
"Biar lo gak masuk angin lagi.. " Jawab Leo santai seraya merangkul bahu Grace.
"Maksud lo.. Kita pulang pake mobil ? " tanya grace diangguki oleh Leo.
"Yah.. Gue kan mau naik motor Le.. "
"Gak.. "
Grace mendengus kesal, "Rese lo.. " timpal Grace membuang mukanya.
"Udah ayo.. Makan dulu, yang lainnya udah pada nungguin.. " ucap Leo menggenggam tangan Grace.
Semuanya terbelalak melihat kedatangan Grace juga Leo.
"Telat lagi.. telat lagi.. " ledek Ari
"Yoyoy.. Yang lain udah kenyang.. ini baru dateng.. " timpal Silvie cekikikan.
"Kita juga udah kenyang kelless.. kenyang dikamar.. " Grace menimpali dengan santai seraya menaikan kedua alisnya, sementara Leo menatap dingin semua yang terkekeh.
"Anjay.. kenyang dikamar sampe laper.. " ejek Ari melihat Grace tengah menyendok nasi dengan porsi yang banyak.
Leo membungkamnya dengan tatapan yang tajam sampai semuanya terdiam.
"Sayang makan.. " ucap Grace hendak menyuapi Leo, namun Leo menggeleng menolak.
"Kenapa..? " tanya Grace seraya menyuapkan sendok ke mulutnya sendiri.
"Kenyang.. " timpal Leo santai.
"Kebanyakan makan rujak ya.. " bisik Grace.
"Hemm"
"Yaudah gue makan sendiri deh.. "
Grace benar-benar makan dengan lahap sampai habis tak tersisa membuat yang lainnya menelan ludahnya bergidik merinding.
___
Kini semua berkumpul kembali setelah sebelumnya mengemas barangnya masing-masing.
terlihat beberapa warga di sana antusias mengantarkan kepulangan rombongan sampai perbatasan.
Rombonganpun mulai melajukan kendaraan setelah sebelumnya berdoa bersama untuk keselamatan perjalanan pulang.
Grace merasa terharu sebab mobilnya dipenuhi beragam buah tangan dari para warga sekitar, tak lupa doa doa yang mengalir untuk keduanya Ia aminkan,
terlebih ada doa khusus dari seseorang Ibu yang mengetahui bahwa mereka sepasang suami-istri, doa yang Ibu panjatkan mengenai momongan.
Grace benar-benar mengamini doa tersebut seraya memejamkan matanya, berharap Yang Maha Pendengar mengabulkan doanya.
begitupun dengan Leo terenyuh melihat Grace yang begitu serius memanjatkan doanya, Ia pun berharap doa keduanya segera dikabulkan.
___
Leo memisahkan diri dari rombongan karena mobilnya hendak melewati jalan bebas hambatan.
hari mulai senja langit berwarna jingga, perasaan bahagia dari keduanya melengkapi perjalanan yang lenggang di jalan bebas hambatan.
Grace memutar musik di ponselnya yang terhubung dengan audio mobilnya.
Diputarnya lagu "Melukis Senja by Budi Doremi"
Keduanya bersenandung mengikuti musik yang melow menemani perjalanan dikala senja.
begitu hapal dengan liriknya, sampai saling menyahuti bergantian.
Grace mengembangkan senyuman menatap Leo yang menggenggam erat tangannya.
Izinkan ku lukis senja...
Mengukir namamu disana..
Mendengar kamu bercerita..
Menangis tertawa..
Biar ku lukis malam..
Bawa kamu bintang-bintang..
Tuk temanimu yang terluka..
Hingga Kau bahagia..
Leo begitu menjiwai saat menyanyikan bagian tersebut seraya menatap kearah Grace membuatnya berasa terbang melayang.
Leo merasa terwakili dengan isi lagu tersebut, begitupun dengan Grace entah untuk keberapa kalinya Ia merasa terpesona terhadap suaminya yang begitu sangat Ia cintai.
Grace seperti dinina bobo kan oleh Leo sampai matanya terpejam.
Mobil merekapun kini keluar dari jalan bebas hambatan.
__ADS_1
seketika Grace terkejut seraya membuka matanya sebab mobil tiba-tiba berhenti mendadak.
"Le.. Leo.. Leo.. Lo kenapa.. ?"