
Sebelum berangkat ke kampus, Grace meminta Lilis untuk membuatkan makanan yang sangat ingin di santapnya hari ini.
Ibu hamil itu sudah membayangkan nikmatnya makan nasi hangat beserta sambal ikan teri. semalam Grace sempat melihat postingan seseorang di sosial media mengenai makanan tersebut. itu membuat Grace tergoda.
Grace sudah tidak sabar, dia menghampiri Lilis yang tengah memasak pesanannya. Namun belum terhidang masakan tersebut, tiba-tiba Grace merasa mual, bau aroma masakan itu terlalu menyengat.
" bi.. kenapa bau banget sih..? " ucap Grace. Dia tak segan memuntahkan isi perutnya di tempat cuci piring.
" namanya juga ikan teri non.. " sahut Lilis santai.
Lilis menyajikan masakannya di meja makan. dan Grace meneguk ludah melihatnya, kepulan asap pada nasi juga sambal ikan teri membuat ludah Grace secara tak sadar mengalir keluar begitu saja dari mulutnya.
Dengan tekad yang kuat, Grace memaksa menyantap makanan tersebut. Dia berusaha menutup hidungnya agar bau ikan teri tak tercium olehnya.
Lagi. Grace merasa mual di suapan pertamanya. dia sudah tak tahan ingin muntah.
sementara Lilis menggeleng terkekeh pelan melihat majikannya makan sambil berdiri tak jauh dari tempat cuci piring.
terlihat Grace makan satu suap kemudian muntah. terus saja begitu sampai piringnya kosong. tak lupa sebelah tangannya tak lepas menutup hidung. dia benar-benar memaksakan diri demi makanan kesukaannya.
" si non kayak den Leo dulu, persis.. " celetuk Lilis.
Grace terdiam mencerna ucapan Lilis barusan. dia melupakan penderitaan suaminya saat dirinya hamil Cio dulu.
" kenapa lo kuat Leo.." gumamnya. kali ini Grace merasa berdosa sekali terhadap suaminya. dari semalam dia mendiamkan Leo.
Grace meninggalkan Lilis yang masih berdiri di dapur, pembantunya itu tersenyum mengejek. Lilis tahu jika Grace sedang kesal dengan Leo. kali ini Dia memihak tuannya. maka dari itu Lilis mencoba mengingatkan Grace dengan sarkasnya.
Grace memasuki kamarnya dan langsung meraih ponselnya yang masih di charger di atas nakas. Dia mencoba menghubungi Leo, tetapi tidak di angkat juga membuat Grace kesal.
Dia tahu suaminya pasti sedang sibuk, tetapi entah mengapa tiba-tiba Ia merindukan suara Leo. padahal Grace belum merasa kenyang, sebelumnya dia berniat menambah porsi makannya. tetapi ucapan Lilis membuatnya urung.
sampai panggilan kesekian kalinya, Leo baru mengangkatnya. dan Grace langsung mengalihkan ke panggilan video. selain ingin mendengar suara, dia juga rindu wajah tampan suaminya.
" Leo.. "
" hey.. kenapa nangis..? "
" kenapa baru di angkat sih..? "
" sorry.. udah makan belum..? "
Grace mengangguk, Dia senang sekali Leo menanyakan hal itu. pertanyaan sederhana namun terkesan baginya. sedikit bentuk perhatian untuknya.
" mau di anter ke kampus..? "
kali ini Grace ingin sekali jingkrak-jingkrak selebrasi, tapi dia terlalu gengsi. Grace berusaha memasang wajah juteknya kembali.
" emangnya gak sibuk..? "
Leo menggeleng tersenyum.
" sedikit.. yaudah siap-siap sana.."
tut.. Grace tak kuasa melihat senyuman manis dari suaminya. Dia tak mampu berkata, padahal tadi sudah menyiapkan rangkaian kata yang ingin di ucapkan pada suaminya. bahkan sekedar bilang kangen saja rasanya susah.
sementara di sebrang sana Leo menggeleng terkekeh. dia tahu jika Grace merindukannya. Leo bisa menangkap ekspresi malu-malu dari Grace. istrinya terlalu gengsi untuk mengakuinya. tetapi Leo sedikit merasa lega, akhirnya Grace datang dengan sendirinya tanpa menunggu dirinya membujuk. dasar pasangan ego tinggi.
...-----------...
Di tempat lain.
semenjak kehamilan Silvie yang masih muda dan membutuhkan istirahat total, membuat Exel lebih sering dirumah walaupun keberadaannya tak di butuhkan oleh Silvie, Dia tetap berusaha ada untuk istrinya.
Exel tahu, istrinya lebih mengharapkan kehadiran Leo di setiap waktunya. meski begitu setidaknya Dia merasa berguna untuk Silvie walaupun hanya sekedar menjadi perantara antara istri dan sohibnya.
" sil makan dulu.. "
Silvie malah tergelak, suaminya terlihat lucu. dimana Exel mengenakan pakaian Leo, bahkan parfum yang digunakannya pun sama.
" abang cosplay jadi babang tampan..? gak ngaruh bang, abang peke topeng babang tampan kualitas super juga gak ngaruh.. " ucap Silvie disusul gelaknya. Dia begitu santai berucap demikian tanpa peduli suaminya menatapnya tak suka.
" iya tahu suami lo kurang tampan.. " sahut Exel dingin. selama ini dirinya sudah mengalah mengahadapi Silvie. tetapi Exel cukup sadar dan tahu diri. ini kali pertama Silvie bersikap seperti itu. selama ini Silvie lebih dominan mengejarnya, sedangkan Exel sendiri tampak cuek lebih perhatian dengan keluarga sohibnya.
Mungkin ini balasan bagi Exel.
sementara Silvie yang mendengar itu dan melihat raut kecewa dari Exel, kini langsung membeku. merasa tertampar mendengarnya. dia merasa bersalah sudah terlalu mengabaikan usaha suaminya. tapi ini bukan keinginannya, dia sendiri tidak bisa mencegah perasaannya.
selain merasa berdosa terhadap suaminya, Silvie pun merasa bersalah terhadap sahabatnya. mungkin Grace merasa cemburu jika Leo selalu menyempatkan waktu untuknya. terlebih Grace juga tengah mengandung. selama ini dia tidak pernah beripikir ke arah sana.
Silvie memaksakan diri membuka mulutnya, walupun dia tidak mau makan dari suapan Exel, tetapi kali ini dia tidak mau membuat suaminya sedih dan kecewa.
" maaf.. " ucapnya dengan lirih.
__ADS_1
" untuk..? " sahut Exel seraya menaikan sebelah alisnya.
" untuk.. "
ucapan Silvie terpotong bersamaan dengan berderingnya ponsel Exel.
" hmmm... "
"..... "
" gila.. ngedadak,"
Silvie yang mendengar percakapan suaminya bersama seseorang disebrang sana dibuat penasaran.
" kenapa bang..? " tanyanya saat Exel baru saja menutup panggilannya.
" dosen killer majuin acara nikahnya.. parahnya besok.. " sahut Exel hendak menyuapi Silvie kembali.
Silvie turut terkejut mendengarnya, " yah.. padahal belum sempet beli baju.. " ucapnya cemberut.
" lagian siapa yang mau pergi..? " sahut Exel.
" abang mau kondangan sendiri, gak mau ngajak istrinya..? abang malu bawa istri kucel..? "
Exel menggeleng cepat. istrinya mulai kejati dirinya yakni bawel nyerocos tanpa jeda.
" gue juga gak pergi Sil.. "
" tapi gue mau pergi bang.. bosen diem dirumah mulu.. "
" makannya itu sil, gue gak pergi biar nemenin lo.. lo kan harus banyak istirahat.."
" gue tau, abang bukan khawatirin itu, tapi abang gak mau gue ketemu sama babang tampan kan, iya kan.. pokoknya gue mau pergi. . "
" gak usah ngeyel Sil.. "
" bodo amat "
...*****...
Hari ini Wilson memutuskan untuk pergi ke kampus meski tidak ada ada mata kuliahnya.
Dia ke sana bermaksud meralat secara langsung isi undangannya pada semua rekan seprofesinya.
Setelah semua urusannya selesai, Wilson pun melangkah keluar dari ruangan dosen. saat Wilson melangkah berjalan menuju parkiran, Dia mendengar bisik-bisik mahasiswa yang berpapasan dengannya.
" iyah.. pasti begitu, parahnya itu bukan anak pak Wilson.. "
" yah bukanlah, di bilangin kalo selera Pak Wilson bukan modelan gitu.. "
" kasian pak Wilson, mungkin si cupu maksa dia biar cepet-cepet majuin acaranya.. "
Wilson meneyerit heran, Lolita hamil duluan? lelucon macam apa itu. ini tidak bisa dibiarkan. ancaman dari Grace kemarin belum cukup membuat mereka jera untuk bergosip.
Merasa geram, lantas Wilsonpun menarik salahsatu tangan mahasiswi yang bergosip itu. Dia tak peduli harus bersentuhan dengan lawan jenis. emosinya sudah mendominasi jiwanya.
" apa maksud kalian.. ?"
" pak Wil.. " gumam salah satu mahasiswa dengan gugup. Dosen tampan itu menatapnya dengan tajam. jelas Ia takut.
" kami tidak tahu apa-apa pak.. "
" tidak tahu apa-apa bagaimana? barusan kalian menggunjing calon istri saya, kalian bilang dia hamil duluan.. "
" kami hanya denger gosip pak.. "
" kalian kemakan gosip? siapa yang menyebarkannya? "
Mahasiswi itu meringis, cengkeraman di lengannya begitu kuat. Dia lebih takut dengan aura mengerikan dari Wilson.
" Siska pak.. " jawabnya gelagapan.
Wilson melepaskan cengkeramannya. tanpa pikir panjang Dia berlari menuju ruangan dosen. Dia menemui salah satu dosen yang diduga memiliki hubungan khusus dengan si biang gosip.
Sementara Dosen yang ditemui oleh Wilson tampak terkejut gemetaran melihat amarah dari rekannya. Dia salah terlalu cepat memberi kabar Wilson yang memajukan acaranya pada Siska.
mahasiswi simpanannya itu sudah terlanjur menyebarkan gosip yang bukan-bukan.
" anda tahu hubungan saya dengan pemilik kampus ini..? " ucap Wilson dengan nada ancaman. kali ini dia membutuhkan nama Leo untuk mengancam dosen tersebut.
Dosen itu menelan ludahnya susah, kemudian mengangguk paham. nasibnya sekarang berada di tangan Wilson.
" lakukan apa yang semestinya anda lakukan.. saya tidak mau nama calon istri saya kotor seperti mahasiswi simpanan anda.. "
__ADS_1
lagi, Dosen tersebut meneguk ludah susah payah, sorot mata Wilson benar-benar menakutkan. diapun mengangguk pasrah untuk melakukan klarifikasi sebelum esok hari tiba. mau tak mau Dia harus siap, meskipun semua orang akan tahu jika selama ini Dia mempunyai wanita simpanan yang tak lain adalah mahasiswinya sendiri.
Wilson keluar dari ruangan tersebut dengan angkuh, dengan satu ancaman saja dirinya mampu membuat siapa saja menunduk patuh. Dia bisa menghancurkan nasib orang yang menggangunya. ya walaupun kali ini dia perlu nama Leo sebagai ancaman untuk mereka. sepertinya kali ini dia bangga memiliki sepupu seperti Leo. setidaknya nama Leo berguna untuk mengatasi masalahnya seperti sekarang.
.
.
.
.
Sementara di tempat lain, Lolita yang terlanjur membaca berita tentangnya di grup chat kelasnya, saat ini tengah duduk di depan rumah dengan tatapan kosong.
Ingin sekali dia tak perduli dengan pemberitaan itu, tapi reaksi tubuhnya tak sejalan. sebab penasaran, Dia membaca komentar-komentar yang jelas merendahkannya.
Lolita menahan diri untuk tidak menangis, lalu memasukkan ponselnya kedalam saku.
Dia menghela napas dalam-dalam, mungkin ini suatu ujian untuknya menjelang hari pernikahan. tidak hanya di kampus di mendengar gosip itu, akan tetapi di lingkungan tempatnya tinggal juga.
" lo harus kuat lita.. pelangi pasti ada setelah hujan.. "
" yah.. kamu bener.. "
Lolita mendongak terkejut mendengar sahutan barusan.
" mas ngapain kesini..? "
...---------------...
Dalam waktu yang bersamaan, keadaan di kampus sekarang tengah riuh. bagaimana tidak, Grace membawa seluruh pasukan anggotanya untuk menyambangi orang yang sudah membuat gosip murahan terhadap Lolita.
Jika Leo bertindak secara elegan, dimana dia memilih menemui rektor dan dosen tersangkut. sementara sang istri dengan cara urakannya.
Grace tidak main-main dengan ancamannya, membuat yang sempat bergosip tentang Lolita kini pasrah tidak bisa melarikan diri. terlebih seluruh anggota sudah memblokade seluruh akses keluar dari kampus tersebut.
" anjir, lo kayak mau tawuran aja Grace.. " celetuk Megan menggeleng terkekeh.
" biarin biar pada kapok.. muak gue sama biang gosip.. "
Megan mangut setuju, setelahnya dia menatap para anggota.
" Grace.. "
" hmm.. "
" gue kok baru liat mereka.. " tunjuk Megan pada beberapa anggota yang berjumlah sekitar lima belas orang. walaupun anggota gengnya sangat banyak dan jarang bertemu. tetapi Megan sudah hapal dengan wajah-wajah mereka. namun kali ini orang-orang yang ditunjuknya terlihat asing bagi Megan.
melihat kebingungan pada sahabatnya, Grace terkekeh pelan, " mereka anggota baru Me.. baru gue rekrut barusan.. lumayan nambah tameng.."
Megan terbelalak, setelahnya dia menggeleng. " tameng lo bilang?" tanyanya diangguki Grace dengan santai.
" masalah kemaren kemaren lo gak nyampe bawa pasukan banyak gini Grace, gila sampe lo rekrut anggota baru... "
" kenapa emangnya..? sekali kali lah gue ajak mereka maen.. "
" bukan gitu Grace, kalo mau fight sih gak masalah.. ini cuma klarifikasi doang, giliran lo baku hantam gak ngajak mereka.. bingung gue.. "
Grace terkekeh lalu merangkul bahu Megan,
" gak usah lo pikirin kalo bingung.. entar gue ajak lo ke grosir daster, biar otak lo agak fresh dikit.. "
Megan memajukan bibirnya kesal, sahabatnya terdengar mengejeknya. tapi akhirnya dia tersenyum saat mendengar Grace mengajaknya memborong daster, selama dirinya hamil memang suka sekali dengan pakaian rumahan tersebut. namun sang suami lah yang mengenakannya.
" sama gaun buat besok yah bos, sekalian dong jangan tanggung kalo mau traktir.. "
Grace mengangguk cepat, " okeh pulang dari sini kita Otw borong.. "
" oh yah Grace, besok si kermi dateng juga gak yah..? "
deg..
seketika Grace menghentikan langkahnya, mendengar ucapan Megan membuatnya merasa gelisah. jika Leo dibiarkan bertemu dengan Silvie besok di acara tersebut, Dia tidak bisa membayangkan sahabatnya pasti akan mencuri waktu Leo darinya.
" ini gak bisa dibiarin.. " gumamnya mengangguk. " gue berangkatnya harus beda waktu sama si kermi.. "
sementara Megan yang melihat ekpresi Grace, kini memukul mulutnya beberapa kali. Dia menyesal sudah berucap barusan, jelas dia mengubah mood sahabatnya dengan cepat.
Megan menggeleng membayangkan daster daster berterbangan. Dia takut Grace urung mentraktirnya sebab moodnya sedang buruk gara-gara Megan sendiri.
" daster.. daster.. daster.. "
" lo udah gak waras Megan.. "
__ADS_1
.
..