Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 22


__ADS_3

Pukul delapan malam Grace terbangun dari tidurnya karena ponselnya berdering.


Ia mengucek matanya terheran bisa tidur pulas di tempat tidurnya, pasalnya terakhir yang Grace ingat berada di dalam mobil Leo sepulang dari bangunan tersebut.


"Perasaan batrainya abis.. "


Gumamnya seraya mengangkat panggilan video dari kedua sahabatnya.


Seperti biasa suara cempreng Silvie sebagai pembuka.


Silvie : " Grace..!!! Kemana aja lo.. ? "


Megan :" Tau di telpon gak aktif mulu.. Lo gapapa kan grace? "


Grace : " Gue gak papa ko guys.. Sorry udah bikin kalian khawatir.. "


Megan : " Syukur dah kalo lo ga kenapa napa, bukan kita doang yang khawatir, si Leo juga khawatir banget sama lo..? "


Silvie :" Yoi Grace.. Babang tampan kalo lagi cemas tambah cute.. "


Megan :" Laki orang woyyy.. "


Silvie :" Iya tau.. Tapi bener dia cute pas lagi cemasin lo Grace.. "


Megan :" Doi nemuin lo kan Grace..? "


Grace :" Anjir.. Dikira gue bocah ilang..? Iya gue juga heran dia bisa nemuin gue..?


Silvie :" Itulah cinta.. Lo ngilang di Palung terdalam aja babang tampan pasti bisa nemuin Lo.. "


Grace :" Lagu lo Sil.. udah ah gue mau mandi gerah "


Silvie :" Anjay.. Gerah.. "


Tuttt..


Grace menutup panggilannya secara sepihak kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selepas membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya Ia bergegas turun ke bawah karena merasa lapar.


Grace melangkah menuruni anak tangga mengedarkan pandangannya, langkahnya terhenti ketika melihat Leo tengah berbincang dengan kedua orangtuanya di sofa ruang keluarga.


"Mamah.. "


Grace tergesa-gesa menghampiri Ibu mertuanya kemudian menghambur memeluknya, matanya berkaca-kaca menahan air mata, Grace kembali merasakan dekapan dari sosok seorang Ibu yang sangat dirindukannya.


"Sayang.. Hey.. Ko nangis..?"


Tanya Deti seraya menatap manik mata menantunya.


"Ulah suaminya pasti..? "


Timpal Hendri melirik Leo yang tengah mengamati Grace.


Grace menggelengkan kepala


"Grace kangen mamah sama papah .. Leo jagain Grace dengan baik kok mah.."


Ucap Grace menggenggam erat tangan Ibu mertuanya.


Detipun memeluk Grace dengan erat, mengecup pucuk kepala Grace, membelai rambut indah menantunya.


Deti tahu apa yang dirasakan menantunya walaupun Grace sangat pandai menyembunyikan perasaan terpukulnya dan tak mau berbagi kesedihannya dengan oranglain.


"Mah.. "


Grace kembali menatap sendu wajah Ibu mertuanya dan menggenggam erat tangannya.


"Iya sayang.. Kenapa? "


Timpal Deti seraya mengelus pipi menantunya.


"Jangan pergi lagi.. " Ucap Grace dengan lirih menatap nanar sang mertua.


Deti kembali memeluk Grace dengan erat, sangat mengerti arti dari ucapan menantunya.


"Mah.. "


Grace kembali bangkit dari dekapan Ibu mertuanya membuat Deti menaikan kedua alisnya bertanya kenapa lagi.


"Grace laper.. "


Gubrakk...


Semua terkekeh melihat tingkah Grace yang gampang berubah moodnya tak terkecuali dengan Leo merasa gemas terhadap istrinya bisa-bisanya Grace mengatakan lapar dengan santainya disaat situasi sedang melow melownya, terlebih Hendri gemas mengacak pucuk kepala Grace bak gadis kecil merengek minta makan kepada Ibunya.


obrolan berlanjut di meja makan sambil makan malam


"Mamah sama papah ko gak ngabarin mau pulang sih..? "


Tanya Grace bak anak kecil.


"Massa..? Udah ko sama Leo.. "


Jawab Deti santai.


"kampret emang lo.. "


Bisik Grace seraya menginjak kaki Leo, membuat Leo meringis pelan menahan sakit dikakinya.


"Gimana Grace.. Leo jagain kamu dengan baik kan? "


Tanya Hendi memastikan Leo menjaga istrinya dengan baik.


"Iya pah .. Leo jagain Grace ko.. tapi kadang resse.. "


Jawab Grace sejujur jujurnya seraya menjulurkan lidahnya ke arah Leo membuat kedua mertuanya terkekeh.


"Kamu tuh Le.. Jangan Kaku gitu.. "

__ADS_1


Timpal Deti menggeleng.


"Oh ya.. Ada kemajuan gak Grace..? "


Goda Hendri kembali menjurus ke hal yang sensitif.


"Apanya pah.. ?"


Tanya Grace tak mengerti arti pertanyaan mertuanya.


"Ih.. Papah jangan bikin malu anak-anak pah.. "


Timpal Deti memukul pelan tangan Hendri.


"Lah bukannya mamah yang gak sabar punya cucu..? Ah mamah gak like.."


Ucap Hendri membuat Deti terkekeh kecuali kedua anak menantunya yang bersemu salah tingkah.


Selepas makan malam yang hangat, Grace kembali ke kamarnya sementara Leo menuju ruang kerja Ayahnya mengerjakan sesuatu rencananya yang hampir rampung selesai.


Leo kembali ke kamarnya setelah selesai dengan urusannya.


ceklek ..


Leo masuk kamar dengan perlahan mengedarkan pandangannya tak mendapati istrinya, sama halnya di kamar mandi pun Leo tak mendapati Grace.


Sampai suara petikan gitar terdengar dari arah balkon kamar, Leopun bergegas menuju ke arah suara tersebut.


Langkahnya terhenti,


Leo tertekun melihat Grace piawai memainkan gitar dengan tatapan kosong ke depan.


Petikan demi petikan pada senar mampu menghipnotis dan menyejukkan hati siapapun yang mendengarnya termasuk


Leo yang kini menghampirinya duduk di samping Grace.


Grace tak menghiraukan keberadaan Leo, masih asyik memainkan gitarnya.


"Ketika mata terpejam dan kembali terbuka...


kedua mata itu yang selalu terlihat..


Ingin sekali rasanya menahan dalam hati..


tapi pada kenyataannya harus melepaskan.. "


Kata demi kata terucap dari mulut manis Grace seraya memainkan gitarnya dengan tatapan kosong kedepan membuat Leo  tersentuh.


Leopun menggenggam erat tangan Grace membuatnya menghentikan aktivitasnya dan menoleh kearah Leo.


Leo menatap lekat wajah Grace


"Gue selalu ada buat Lo.. "


Ucapnya pelan di angguki Grace.


"Thanks Le.. gue bersyukur, setidaknya gue masih punya keluarga Lo.. "


"No Grace.. keluarga kita.. "


Timpal Leo seraya menatap mata Grace, kedua manik mata saling bertemu.


Kemudian Leo membawa Grace kedalam pelukannya, Grace pun memeluknya dengan erat, merasa nyaman dan tenang berada didekapan Leo.


Merasa cukup Gracepun mencoba menguraikan pelukannya, Grace terhenyak mendongak saat Leo menangkup wajahnya, kini keduanya saling  menatap dengan lekat.


Seketika Grace terpejam saat Leo meraih dagunya lalu mendekatkan bibirnya dan menautkan dengan lembut, Gracepun tak bisa menolak, Ia membalas dan mengimbangi ciuman yang diberikan oleh Leo.


"Stay With me Grace.. "


___


Keesokan harinya Grace terbangun dari tidurnya yang sangat nyenyak.


Grace menyambut pagi dengan bersemangat memulai aktivitasnya,


mengemas keperluannya untuk sekolah dan menyiapkan pakaian untuk Leo yang tengah membersihkan diri di kamar mandi.


Kemudian bergegas turun menuju ruang makan hendak membantu Ibu mertuanya menyiapkan sarapan.


"Pagi mah.. Pah.. "


Grace menyapa kedua mertuanya yang tengah siap untuk sarapan dimeja makan.


"Duduk sayang.. Leo mana..? "Tanya Deti.


" Masih bersiap mah.. Eh.. Itu dia.. "


Ucap Grace melihat kedatangan Leo.


Grace berdiri menyiapkan sarapan untuk Leo.


Leo pun tersenyum kepada Grace, beruntung sekali Grace gampang berubah mood pikirnya .


Grace berangkat ke sekolah bersama dengan Leo, dengan alasan motor yang sering dipakai Grace belum di ambil oleh orang suruhan Leo. Padahal hanya akal-akalan Leo saja ingin bersama dengan Grace.


Sesampainya di sekolah Grace dan Leo melakukan ritual penyemangat sebelum turun dari mobilnya.


"Gue duluan.. "


Ucap Grace setelah mencium tangan Leo.


Leopun mengangguk seraya mengusap lembut kepalanya.


Grace turun dari mobil berjalan melangkah menuju kelasnya.


"Dorr..!! "


Megan dan Silvie kompak mengejutkan Grace.

__ADS_1


"Setan lo bedua.. Ngagetin aja.. "


Ucap Grace sambil menoyor kedua sahabatnya.


"Cie.. Udah baikan.. "


Goda Silvie.


"Emang kapan berantemnya..? "


Tanya Grace kepedean.


"Mulai gila beneran lo..."


Ucap Silvie di acungi jempol oleh Megan.


"Kak Grace... tunggu.."


Teriak salah satu Siswa kelas sebelas.


"Kenapa cok.. ? "


Tanya Grace.


"Anjir.. Cok.. Cok.. Dikata ngajak mabar kali.. "


Timpal Silvie cengengesan.


"Lah gue gak tau namanya.. "


Timpal Grace santai.


"Be.. Ge.. Kan bisa lo panggil De, kan adik kelas.. "


Silvie tak mau kalah.


"Serah dah.. Ada apaan cok? "


Tanya Grace kembali pada adik kelasnya.


"Itu kak.. Di suruh keruang Bp.. "


Jawab Adik kelas gugup.


"Anjir.. Mampus gue.. "


Grace panik.


"Lo sih.. Kemaren maen cabut.. " Timpal Silvie.


____


"Hahh.. Gak salah ini..? "


Grace kesal mendapatkan hukuman membersihkan toilet karena kesalahannya kemarin.


Gracepun memulai mengerjakan hukumannya.


Terlihat Linda Cs dengan sengaja mundar mandir di hadapan Grace.


Grace masih santai diam tak menanggapi.


"Ups.. Sorry gak sengaja"


Ucap Linda dengan sengaja menginjak lantai yang tengah di pel oleh Grace.


Seringai jahat dari wajah Grace


"Ups sorry gue juga gaksengaja.. "


Timpal Grace dengan sengaja menendang ember berisi air kotor ke arah Linda sehingga kaki Linda basah dan kotor.


Linda Cs pun keluar meninggalkan Grace.


Tak lama datang kembali enam siswi menghampiri Grace.


"Wait.. Wait.. Lo pada mau ngapain..? "


Tanya Grace kepada keenam adik kelasnya yang mengambil peralatan kebersihan.


"Mau bantuin Ka Grace.. "


Jawab salah satu Adik kelasnya.


"Udah gak usah.. Sono pada belajar.. "


Titah grace.


"Kita lagi jamkos kak.. Gapapa kak.. Kita mau bantuin ka Grace.. "


Ucap salah satu diangguki yang lainnya.


"Oh.. Okeh.. Lagian gue juga cape.. Thanks ya.."


Grace mangut memberikan alat pel kepada mereka.


"Oh ya.. Nih buat lo pada beli Es.. "


Grace menyodorkan beberapa lembar uang kepada mereka, tetapi  mereka menolaknya dengan kompak.


"Gak usah Kak.. Ini dari kak Leo udah cukup buat kita-kita.


Ucap salahsatu dari mereka keceplosan.


" What.. Leo..? "


Tanya Grace melongo tak percaya.


merakapun mengangguk dengan gugup.

__ADS_1


Grace menggeleng tersenyum menyungging, di dalam hatinya bersorak ria.


"I know you are always there for me no matter what"


__ADS_2