
Berlibur di suatu pulau dengan pemandangan pantai yang indah tentu saja merupakan impian semua orang.
Menikmati matahari terbit dan terbenam salah satu tujuan yang tak ingin dilewatkan, tak terkecuali dengan gadis yang kini masih terbaring di tempat tidur karena kelelahan.
"Sunrise.. Ah sial .. "
Grace bangun dari tidurnya dan melihat jam di ponsel miliknya yang menunjukan pukul delapan pagi.
"Padahal kan gue udah atur alarm..
Pasti kerjaan Si cowok resse.. "
Grace bangkit dari tempat tidurnya mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Leo.
"Kemana tuh anak.. Pasti ninggalin gue buat liat sunrise.. Awas ajaa.. "
Grace bergegas ke kamar mandi, dengan malasnya ia hanya mencuci muka dan menggosok gigi kemudian
Grace keluar dari kamar mandi dengan kaos dan celana pendek yang ia kenakan untuk tidur.
Grace berjalan keluar kamar berniat untuk berolahraga ringan.
Ia melakukan gerakan gerakan pemanasan kecil dengan rasa kantuk yang masih ia rasakan.
"liat aja, tar gue bikin perhitungan"
Ketika Grace merentangkan kedua tangannya sambil menguap, matanya melotot tatkala mendapati seseorang yang mengambang di tengah kolam renang yang berada di depan kamarnya.
Bbbuarrr...
Tanpa aba-aba Grace meloncat ke kolam renang menghampiri seorang yang tengah mengambang yang tak lain ialah Leo suaminya. Grace memang mahir berenang dan menyelam.
Dengan sekuat tenaga dirinya membawa Leo yang tak sadarkan diri ke tepi kolam.
"Leo.. Leo.. Bangun Le.. "
Grace menggoyangkan tubuh Leo dengan raut wajah yang penuh rasa kecemasan.
" Masa iya sih gue harus melakukannya..??? "
Grace yang merasa Khawatir terhadap suaminya bergelut dengan perasaannya sendiri mana mungkin dirinya membiarkan Leo sekarang tergeletak pingsan atau memberi napas buatan yang pasti bibirnya akan bersentuhan dengan bibir Leo.
"Ahh.. Persetan.. Toh kita udah sah."
Grace membungkukkan badan, wajahnya semakin mendekat dengan wajah Leo.
Detak jantungnya tak beraturan saat bibirnya hendak mendekat dengan bibir suaminya.
"Buahhhaaa.. "
Leo tergelak ketika bibir Grace hampir menyentuh bibirnya.
Sontak Grace terkejut , matanya membulat, pipinya memerah, dan tangannya menutupi bibirnya yang kini bergetar.
"Bercanda lo gak lucu.. Bibir gue hampir gak suci lagi.. " Kesal Grace memukul dada bidang Leo
__ADS_1
Leo terkekeh geli dengan tingkah Grace
"Siapa yang bercanda..?
Kenyataannya Leo memang tak sadarkan diri saat kram menyerang kedua kakinya ketika ia berenang karena tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu.
Sebelumnya Leo buru buru menceburkan dirinya ke kolam guna meredakan gejolak ketika Grace memeluknya saat tidur tanpa memakai baju dalam membuat kelelakiannya memberontak.
"Pake nanya lagi.. Dasar modus.. "
Grace terus mengumpat kesal,
Sementara kali ini Leo diam tak menanggapi ocehan dari Grace,
matanya terlalu fokus ke tubuh Grace di bagian dadanya yang menerawang karena bajunya yang basah.
Sebagai lelaki normal Leo menelan ludahnya beberapa kali, tatapannya tak lepas dari daerah tersebut.
"Sial"
Melihat Leo yang tengah menatap ke arah dadanya, dengan reflek Grace menutupi dengan kedua tangannya dan langsung berlari masuk ke dalam.
Leo yang melihat tingkah menggemaskan istrinya, hanya mengulum senyuman.
"menarik.. "
Grace bergegas membersihkan dirinya dikamar mandi tanpa menghiraukan Leo yang mengetuk pintu kamar mandi sebab sudah tidak tahan ingin buang Air.
"rasain lo.. " Grace masih anteng berendam sambil bermain dengan ponselnya
Leo mendengus kesal sebab sudah tak tahan terlebih dirinya merasa kedinginan setelah tenggelam tadi.
"gak keluar gue dobrak..! " ucapnya berteriak, sontak Grace tergesa-gesa menyelesaikan aktivitasnya
"Gak sabaran benget lo.. "Ucap Grace ketus,
Glek..
Susah payah Leo menelan ludahnya, Lagi-lagi gadisnya begitu menggoda hanya dengan mengenakan handuk sepaha saja, dengan cepat dirinya membuang jauh-jauh pikiran kotor di benaknya
" Minggir..!!! "Ucapnya lantang,
Grace yang sedari tadi menghalangi pintu kamar mandi tersebut, dengan sigap bergeser sebab tersentak oleh Leo.
Grace masih kesal dengan Leo, ia merasa Leo telah mempermainkan perasaannya dimana ia mulai perduli terhadap suaminya itu.
"Dasar manusia gak peka.. Orang mah bilang makasih ke.. Maaf ke..
Eh, lupa gue kalo dia bukan manusia.. Tapi Es balok.. "
Sarkas Grace saat ia tengah mengeringkan rambutnya dengan hairdryer melihat Leo di pantulan cermin keluar dari kamar mandi.
Leo menyunggingkan senyuman, dirinya kini pura-pura ikut kesal padahal ia sendiri merasa gemas dengan Grace yang kini sedang mengoceh tak karuan, Iapun langsung melemparkan handuk kecil yang berada di genggamannya ke arah istrinya itu.
"Keringin rambut gue.. "Ucapnya datar so cool padahal penuh harap
__ADS_1
Mata Grace membola tiba-tiba Leo berani menyuruhnya
"What.. Lo nyuruh gue..??? Emang gue istri lo apa? Ehh...
Muka Grace langsung merona karena malu dengan ucapannya sendiri, sementara Leo mengulum senyuman licik.
"bodoh lo Grace.."
Grace bangkit dari duduknya menuruti keinginan Leo, walaupun kesal dengannya tetapi Grace masih memikirkan wejangan dari orangtua juga mertuanya yang mengharuskan dirinya patuh terhadap suaminya.
"Duduk..! " Titah Grace pada Leo
kini Leo yang duduk menghadap ke cermin. Sungguh di dalam hatinya bersorak ria.
Hening, hanya suara dari hairdryer yang terdengar, sesekali mereka saling melirik lewat pantulan cermin.
Grace memutari Leo yang tengah duduk patuh bak pegawai salon profesional, sementara Leo kembali fokus memandang benda kesukaannya yang ada pada diri Grace . Menyadari Leo tengah menatap dadanya sampai tak berkedip, grace dengan sengaja menjambak rambut Leo
"Aw.. Sakit. "
Leo meringis ketika rambutnya di jambak oleh Grace. lebih tepatnya meringis berlebihan alias lebay.
"Sorry gue gak sengaja.. "timpal Grace datar tanpa dosa soksoan mengusap rambut yang dijambaknya.
Leo mendongak menatap wajah Grace
" Gak sengaja lo bilang..? Tapi kuat banget .. Lo dendam sama gue..??? "
Ucapnya dengan nada tinggi.
"Gue kan udah bilang Sorry.. Emangnya elo gak ada niatan minta maaf sama gue.. " Grace tak kalah tinggi.
grep.
Leo membawa Grace duduk dipangkuannya, memang dari tadi dirinya curi-curi pandang dengan Grace.
" Iya iya gue minta maaf.. " Ucapnya pelan menatap wajah Grace yang tengah gugup.
Grace mencoba menenangkan jiwanya yang hampir tak waras harus menghadapi Leo, terlebih sekarang dirinya tengah duduk dipangkuan Leo, segera dirinya bangkit.
"Idih basi.. Lagian lo ngapain ni rambut pake di keringin segala.. Tar juga kering sendiri. "
Leo diam tak menjawab, sebenarnya Ia sendiri tak percaya bisa menyuruh Grace untuk mengerikan rambutnya.
Namun Leo sangat menikmati dengan apa yang dilakukan istrinya itu.
Leo kembali mencekal lengan Grace yang hendak melengos pergi, membuat Grace gugup kembali.
Krukk.. Krukk
Bunyi dari dalam perut Grace
"Le.. Gue laper, gue pengen makan diluar.. "
Grace sambil cengengesan tanpa dosa.
__ADS_1
Leo pun hanya mengangguk, mengulum senyuman melihat Grace yang mudah berubah moodnya.
Kemudian keduanya bersiap hendak makan di luar, seperti tidak terjadi apa-apa.