
Setelah memakan waktu yang cukup lama Linda cs dan Geng Astro akhirnya bisa bernafas lega sebab sudah di perbolehkan untuk pulang dengan syarat berkelakuan baik.
Para orangtuapun satu persatu datang menjemput mereka terkecuali Leo Grace dan Exel yang tidak melibatkan orang tuanya.
Jika Exel takut terkena hukuman dari orangtuanya yang selalu memblokir semua fasilitasnya, Leo yang takut dirinya akan di pisahkan dengan Grace sebab tidak becus menjaganya. berbeda dengan Grace yang tak ingin ayahnya kembali jatuh sakit karena memikirkan masalahnya.
Grace yang sedari tadi merenung kini terkekeh geli melihat salah satu anak Astro di jemput paksa oleh Ibunya yang mengenakan daster rumahan dengan beberapa roll yang melekat di rambutnya.
"Iyan.. !!! Lo makan pake sayur kacang kemaren di angetin aje sosoan gabung ame orang kaye.. "
Ema menjewer kuping Iyan membuat semua yang melihatya tergelak.
"Ampun mak... Udah mak malu.. "
"Lagu lu geng-geng'an.. bapak lo noh make baju partai.. !!!"
"Ayo mak pulang mak.. Iyan malu mak.. "
iyan kabur naek beca di kejar emak bawa sapu lidi polres
kena pasal pencurian gak tuh si emak?
****
Selepas kepergian Linda cs juga Astro kini tinggal Exel Leo dan Grace berbincang diparkiran.
"Le.. Gue cabut duluan ya.. " ucap Exel menepuk bahu Leo
"hemm.. Thanks ya el.. " timpal Leo santai di angguki oleh Exel.
"Suhu.. Gue pamit pulang.. "
Sepertinya Exel sudah tidak waras membungkukkan badannya menyembah Grace.
"Gila lo.. sono cabut buruan gue mau quality time.. "
Grace mengibaskan tangannya mengusir Exel dari hadapannya.
Exel pun menurut pergi meninggalkan Leo juga Grace.
"Ehmm.. sekarang mau kemana..?
tanya Leo seraya menggandeng lengan Grace mengajak masuk kedalam mobilnya.
" Kayanya gue pengen spa deh tapi lo juga ikut.. "
Grace membayangkan dirinya di pijat sebab merasa lelah butuh relaksasi.
"No Grace.. " ucap Leo seraya melajukan mobilnya.
"Kenapa.. ? katanya gue boleh ngabisin duit lo..lo emang medit sama istri sendiri.. Gue kan capek mau dipijit.."
Grace mulai meracau memasang wajah cemberut.
Leo menghela napas
"Gue gak suka kita disentuh orang lain.. apalagi.. "
Leo menyingkap kaosnya menunjuk dadanya begitu banyak maha karya Grace.
Grace membulatkan mata menutup mulut tak percaya. bisa bisanya dia menjadi liar seperti itu, apakah kadar obat sialan itu yang Grace teguk membuatnya liar terlalu tinggi? entahlah toh dari kemarin juga Grace sudah mulai bersikap agresif terlebih di singgung mengenai anak.
Seringai di wajah Leo
"entar lo gue pijitin.. tapi gantian" ucapnya seraya menaikan sebelah alisnya meminta tanggapan dari Grace.
"Ogah.. !" timpal Grace ketus, membuat Leo mengacak gemas rambutnya.
"Ish.. Lo demen banget ngacak rambut gue.. "
"Gue suka rambut jelek lo.. "
"Jelek lo bilang? hellow.. rambut gue bagus begini lo bilang jelek.. Gue kalo keramas bisa abis sebotol.. Wangi kan? Nih.. Nih.. Nih.. "
Grace menyundulkan kepala kearah Leo agar cowok yang mengatai rambutnya segera sadar. namun bukan Leonard namanya jika tidak bisa membuat seorang Grace merasa kesal.
"Oh.. Elo yang suka ngabisin shampoo? Hh.. pemborosan.. " ucap Leo sok menyebalkan tentunya untuk Grace.
"apaan sih lo? lo baik sama orang laen tapi medit sama gue.. dahlah males gue mau pulang aja.. "
Timpal Grace kesal membuang mukanya ke arah jendela.
Leo terkekeh sukses membuat Grace merasa kesal. tentu dirinya sangat senang jika Grace sedang kesal karena menurutnya Grace selalu menggemaskan jika sedang kesal.
"Yaudah ayo.. Mau kemana sayang..?" goda Leo kembali membuat Grace bergidik.
"Gak jadi.. Gue mau pulang aja.. "
Grace masih membuang mukanya dengan tangan yang bersidekap dada.
"yaudah.. " timpal Leo santai. lagi lagi dengan wajah yang menyebalkan.
"Ish.. dasar gak peka .. bujuk ke.. rayu ke.. " gumam Grace yang masih terdengar oleh Leo,
sementara Leo sengaja diam tak menyahuti.
Hening..
Grace melirik curi-curi pandang kearah Leo yang tengah fokus mengemudi sesekali tangan kirinya memegang ponselnya.
"aaa.. Ko lo bisa setampan ini sih.. "
Grace menjerit di dalam hatinya saat melirik Leo yang sedang fokus menyetir dengan topi yang di pakai terbalik.
"Ehemm.. Kenapa??? " ucap Leo membuyarkan lamunan Grace.
"ga papa.. " Grace gelagapan bak pencuri yang tertangkap basah. ya Grace sudah mencuri pandang sedari tadi.
tak lama Leo menepikan mobilnya didepan salon ternama di kota tersebut.
"Ayo turun.. " ajak Leo seraya membukakan sabuk pengaman Grace.
Grace terbelalak sebab Leo tidak benar benar menurutinya untuk pulang,
Keduanya kini memasuki salon tersebut disambut oleh beberapa pegawai.
Grace merasa heran dengan keadaan sekitar.
"Le.. "
"Hmm"
"Ko sepi sih? Padahal kan weekend.. " ucap Grace mengedarkan pandangannya tak mendapati pengunjung lain selain dirinya juga Leo.
__ADS_1
"Hari ini khusus buat lo.. " jawab Leo santai membuat bibir Grace tersenyum mengembang dengan mata yang berbinar
"Lo serius..? " tanya Grace tak percaya,
Leo mengangguk mengiyakan membuat Grace langsung berhambur memeluknya.
"tapi lo juga ikut ya.. "
Ucap Grace mengurai pelukannya. dirinya tak ingin jika Leo bosan menunggunya seperti kebanyakan laki-laki yang menunggu pasangannya di salon pasti merasa bosan.
"hemm.. "
Leo menurut pasrah malas rasanya berdebat dengan Grace ditempat umum
____
Grace terpesona untuk kesekian kalinya terhadap Leo yang kini tengah mengeringkan rambutnya selepas dicukur membuatnya semakin tampan dan maskulin.
"suami aku.. "
Ucap Grace cekikikan seraya merekam kegiatan Leo.
Leo yang melihat Grace di pantulan cermin menyahut dengan menaikturunkan kedua alisnya beberapa kali juga memasang wajah yang manis dan imut jauh dari kesan cool.
Grace terkekeh geli
"Orang lagi live... "
Seketika Leo merubah ekspresinya menjadi dingin.
"Canda sayang.. "
Grace semakin gemas dengan Leo.
Keduanya kini telah selesai dengan aktivitas salon yang memakan waktu yang cukup lama
Merasa segar Grace mengajak Leo ke taman bermain yang memiliki banyak wahana permainan,
Leo menurut pasrah setelah dikatai payah oleh Grace karena sempat menolak.
Begitu sampai di tempat tersebut Leo menggenggam tangan Grace dengan erat seolah tak ingin kehilangan Grace dari jangkauannya.
Begitupun dengan Grace ber gelendotan di lengan Leo, beberapa kali membenarkan topi yang Leo pakai seolah tidak rela jika orang lain melihat ketampanan suaminya.
Terlihat pengunjung sangat ramai memadati tempat tersebut mengingat ini akhir pekan, akan tetapi dari semua pengunjung tentu Grace dan Leo yang paling menonjol padahal keduanya berpenampilan sederhana
tetapi semua mata terpusat ke arah mereka.
decak kagum dari pengunjung lain berbisik memuji keduanya membuat Grace merasa risih berbeda dengan Leo yang cuek.
"Le.."
"Hemm.. "
"Kita pulang aja yuk.. males gue orang-orang pada ngeliatin lo.. "
Grace masih setia menggandeng lengan Leo mengisyaratkan jika Leo adalah miliknya.
Leo menyunggingkan senyuman
"Kayanya mereka liatin lo Grace.. Lo yang selalu cantik.. "
Ucap Leo menenangkan Grace.
Grace merengek.
"Huh.. Payah.. "
Ejek Leo
"Serah lo mau ngatain gue payah dari pada gue gak kuat liat suami gue jadi perhatian cewek lain.. "
Grace benar-benar mulai posesif.
Leo mengacak gemas rambut atas Grace
"Bener nih mau pulang..? "
Tanya Leo memastikan pasalnya Grace sering berubah pikiran.
Grace hanya mengangguk mengiyakan mengingat banyak pengunjung mencuri curi untuk memotret keduanya.
"Yaudah ayo.. "
Ajak Leo seraya merekatkan genggamannya.
"Tapi beliin gue boba dulu.. "
Ucap Grace menatap Leo seraya menunjuk mata Leo dengan jarinya.
"Aww.. "
Lagi-lagi Leo menggigit gemas jari Grace.
Tak lama Leo menghampiri Grace yang sedari tadi menunggunya didalam mobil dengan membawa dua minuman ditangannya.
"Lama banget sih.. Sengaja yah mau tepetepe..? "
Ucap Grace ketus seraya menyambar minuman ditangan Leo.
"Ngantri sayang ... "
Timpal Leo yang kini duduk dibelakang kemudi.
"alesan.. tau gitu gue aja yang beli sendiri.. "
Ucap Grace seraya menyeruput habis minumannya.
Leo hanya menggeleng dengan tingkah Grace yang mulai posesif.
"Kali ini duit lo selamet Leonard.. "
Ucap Grace ketus melirik Leo yang tengah fokus menyetir.
Leo mengerutkan dahinya tak Terima
"Selamet lo bilang..? Terus yang tadi di salon ..? "
Ucap Leo mengingat Ia reservasi khusus untuk berdua.
"Cih.. Mulai ogah rugi.. Siapa suruh lo booking tuh tempat, tadi kan gue mau pulang.. "
timpal Grace tak mau kalah.
__ADS_1
" Mulai... Merembet teros.. "
Ejek Leo suka sekali melihat ekspresi kesal Grace.
"Lo emang medit ya.. Asal lo tau gara-gara lo gak ngasih gue duit .. Gue gak bisa isi bensin.. Sampe gue diculik.. "
Grace meracau kemana-mana merasa belum puas, sementara Leo seketika terdiam kembali merasa bersalah.
Hening..
Ditengah Perjalanan Grace menajamkan matanya saat mendapati Anita keluar dari pasar swalayan dengan beberapa kantong belanjaan yang melekat ditangannya.
"Le.. Itu bukannya Istri Daddy..? "
Ucap Grace memastikan sementara Leo mengerutkan dahinya melihat ke arah Luar.
"Cih.. Mobil dirumah banyak ngapain tuh perempuan naik angkot segala.. "
Ucap Grace songong.
JamBrett.. !!!
Teriak Anita saat ingin masuk kedalam angkot ada dua orang menunggangi motor dengan cepat menjambret tasnya.
"Leo kejar..! "
Titah Grace
Leopun menurut mengejar motor yang menjambret Anita.
Mobil Leo berhasil menghadang motor tersebut, Leo segera membuka sabuk pengamannya ingin keluar namun Grace sudah lebih dulu keluar dan melawan para penjambret tersebut.
Dengan mudahnya Grace melumpuhkan kedua penjambret dengan skill beladirinya.
Jeritan dari para pejalan kaki melihat atraksi Grace seraya merekamnya.
Leo mengurungkan niatnya untuk keluar dari mobil,
Ia tak ingin menampakkan dirinya melihat Ibu-ibu siap dengan ponselnya.
rasanya seperti pengecut jika Leo keluar saat Grace mampu melumpuhkan kedua jambret tersebut.
Leo melongo melihat Grace menyetop taksi dan menyerahkan tas Anita pada supir taksi tersebut seraya menunjuk Anita yang berdiri di kejauhan.
Rupanya Grace tidak ingin Anita mengetahui jika Grace telah menolongnya.
Sekali lagi Leo berdecak kagum terhadap Grace yang memiliki rasa keperdulian yang tinggi terlebih kepada Ibu sambungnya tanpa memikirkan perasaan bencinya ..
ya... Walaupun Grace sedikit Gengsi tetapi Leo tidak akan mengoloknya.
Biarkan saja Grace dengan caranya sendiri peduli terhadap ibu sambungnya.
Leo kembali melajukan mobilnya tidak banyak bicara begitupun dengan Grace yang sedari tadi diam.
Kini mereka telah sampai dirumah,
Leo bergegas ke kamarnya sementara Grace memilih pergi kedapur membantu Lilis menyiapkan makan malam.
Grace mengingatkan Lilis untuk tidak mencampurkan bahan berbau hewan laut pada setiap masakannya
mengingat Leo mempunyai alergi.
Tak lama Grace menghampiri Leo untuk mengajaknya makan malam.
Grace mendapati Leo tengah sibuk bergelut dengan Laptopnya di sofa kamar.
Sekali lagi Grace terpesona terhadap Leo yang kini memasang wajah yang serius terkena sinar dari layar laptop.
Grace mengurungkan niatnya mengganggu Leo.
Leo mendongak kearah Grace yang berdiri mematung
"Sini sayang.. "
Ucap Leo menepuk samping tempat duduknya.
Gracepun menurut duduk disamping Leo
"Lagi sibuk ya.. ? "
Ucap Grace seraya menyandarkan kepalanya dibahu Leo.
"Hmm.. "
Ucap Leo masih fokus dengan laptopnya melihat laporan dari bengkel juga cafe miliknya.
"Sorry.. harusnya gue gak ngajak lo jalan.. "
lirih Grace masih setia dibahu Leo.
"Hemm .. Masak apa? "
Ucap Leo menutup Laptopnya seraya mengelus rambut Grace.
"Masak makanan kesukaan kita.. "
Grace kini melingkarkan tangannya diperut Leo.
Leo mengerutkan dahinya tak mengerti
"Nasi Liwet.. "
bisiknya ditelinga Leo.
Seketika Leo langsung mencium bibir Grace dengan ganas,
Ciumanpun berlangsung cukup lama sampai Grace melenguh saat tangan Leo mulai nakal dengan mainan kesukaannya.
"Leo stop..! makan dulu.. "
Ucap Grace menepis tangan Leo yang mulai meraba selangkangannya.
Leo menaikan salah satu alisnya
"Makan dulu? "
Leo menatap Grace dengan penuh arti,
Grace yang paham apa yang dimaksud Leo, kini menghela napas
"Iya ayo.. Tapi jangan nambah.. Besok sekolah.. gue gak mau ya telat lagi upacara.. "
Ucap Grace seraya menarik tangan Leo mengajaknya untuk makan.
__ADS_1
Leopun mengulum senyuman dalam hatinya bersorak ria..