
Grace benar-benar merasa lelah karena harus menahan semua sesaknya di dada. Lagi-lagi Leo mengecewakannya kembali. dan untuk saat ini, jangankan untuk memaafkan suaminya, sekedar mengeluarkan suara pun enggan Grace lakukan.
Grace meraih ponselnya yang sedang di chargers di atas nakas. Dia akan memutuskan semua akses agar orang-orang tidak bisa menghubunginya. Dia segera menghapus semua pesan grup yang menjadi akar masalahnya.
Leo yang menjenguk Silvie, pesan balasan dari teman sekelas tak hentinya membanjiri grup tersebut. tentu hal tersebut membuat Grace semakin kesal. maka dari itu, Grace memilih tidak menggunakan ponsel dulu guna menjaga kewarasannya.
Grace melemparkan ponselnya ke sembarang arah bertepatan dengan seseorang masuk ke dalam kamarnya. sudah bisa dia tebak itu adalah Leo.
buru-buru Grace masuk ke dalam selimut untuk menyembunyikan pipinya yang basah. Dia menahan tangisnya ketika Leo sudah duduk di tepi ranjangnya.
Pria itu mengusap ujung kepala Grace yang menyembul di balik selimutnya.
" Grace makan dulu.. bi Lilis udah masakin ikan pesmol, Lo pasti suka.. " ucap Leo dengan suara pelan.
Leo tahu jika Grace belum makan sedari siang. Ia semakin merasa bersalah juga menyesal telah mengecewakan istrinya.
barusan Leo sempat membuka rekaman CCTV ruangan kerjanya di kantor. di sana Grace nampak bersemangat membuka barang bawaan berupa beberapa kotak makanan. Dia membayangkan betapa kerepotannya Grace saat itu hanya demi menyenangkan hatinya.
Tidak ada pergerakan juga sahutan dari Grace, membuat Leo menyibak selimut yang menutupi istrinya itu.
" ayo makan dulu, dari tadi belum makan kan? kasian adenya.. "
sontak Gracepun bangkit dari tempat tidurnya ketika Leo menyinggung soal anak yang di kandungnya. Benar, Dia tidak boleh egois hanya karena sedang merajuk malah melupakan asupan untuk anaknya.
brakkk... suara pintu tertutup dengan keras membuat Leo terkejut mengelus dada.
Leo menghela napas berat menatap pintu tersebut. sebab ulahnya lah saat ini emosi Grace sangat buruk. melihat istrinya mati-matian menahan tangis adalah hal yang membuatnya marah juga kecewa pada diri sendiri.
...-----------...
Lilis di buat bergidik ngilu melihat sang majikan makan begitu rakusnya, bahkan semua lauk yang Ia masak hampir habis beserta nasinya.
" non kayak kesurupan.. pelan-pelan makannya non.. " ucap Lilis sembari menuangkan air ke dalam gelas untuk majikannya.
" yah, lebih tepatnya Grace kesetanan bi.. " sahut Grace santai mengunyah.
Lilis semakin bergidik merinding melirik ke arah pintu kaca yang sedikit terbuka. Dia selalu takut dengan area kolam belakang sejak Grace menakutinya.
__ADS_1
" eu... " suara sendawa terdengar begitu menggelegar dari mulut Grace membuat Lilis menelan ludahnya kepayahan.
seketika wanita paruh baya itu melotot tak percaya. semua hidangan yang tersaji di meja makan tersebut benar-benar habis tak tersisa. lebih merinding lagi ketika melihat Grace begitu rakus menikmati kepala ikan di akhir aktivitas makan malamnya.
" untung si non cantik.. "
Grace segera bangkit dari duduknya bersamaan dengan Leo yang hendak menghampirinya. tak lupa Ia menyambar gelas yang di sodorkan kembali oleh Lilis.
" gak cuci tangan dulu non, pasti bau amis itu.. " celetuk Lilis.
" di kamar aja bi.. " sahut Grace santai melewati Leo yang berdiri mematung.
Leo menggeleng melihat kelakuan Grace, di mana istrinya itu melangkah sambil menjilati jemarinya yang penuh dengan bumbu ikan.
" Den maaf.. " suara Lilis membuyarkan lamunan Leo dan menaikan sebelah alisnya.
" anu den, makanan yang bibi masak abis sama si non.. aden jadi gak kebagian.. "
" bikinin mie aja bi.. " sahut Leo sembari mendudukkan dirinya di meja makan.
" jangan di ambil hati den, ibu hamil emang moodnya gak ketebak.. " ucap Lilis sembari menyajikan mie tersebut di hadapan Leo.
Leo mengangguk, " makasih bi.. " ucapnya. " sini bi duduk bentar.. " lanjut Leo kembali membuat Lilis menyerit bingung, apakah ada yang salah dengan masakannya?
dan tanpa babibu lagi, Leo menceritakan semua kejadian tadi siang. berharap Lilis mau menjadi perantara dirinya terhadap Grace. mengingat istrinya itu tidak memberikan kesempatan untuk berbicara.
" oh gitu toh den.. aden Ari ternyata bisa sakit juga.. " ucap Lilis cengengesan tanpa dosa, dan tentu saja di angguki Leo yang satu pemikiran dengannya.
...****...
Selepas makan malam, Leopun bergegas hendak masuk ke kamarnya, tetapi pintunya sudah di kunci oleh Grace dari dalam.
Leo terus mengetuk pintu tersebut berharap Grace mau membukanya. " sayang.. Grace.. "
Leo menghela napas kasar, tidak ada sahutan dari dalam. Grace benar-benar tidak menganggap kehadirannya.
" yaudah gue tidur di kamar Cio.. " ucapnya dengan sengaja meninggikan suara.
__ADS_1
Sementara di dalam, Grace sedang uring-uringan setelah mendengar Leo yang akan tidur di kamar si kecil. sudah di pastikan di sana juga ada Ratna.
suara Leo semakin tak terdengar membuat Grace mondar-mandir menggigit kuku. Dia mengutuki kebodohannya sendiri.
" paling ngancem doang, tidur di sofa pasti.. "
kemudian Grace membuka pintu kamarnya. Dia menyembulkan kepalanya seraya mengedarkan pandangan ke ruangan TV.
dan sayangnya tidak ada Leo di sana. berarti suaminya itu tidak main-main.
" bodoh lo Grace.. " dia sudah membayangkan apa yang terjadi di kamar si kecil.
tanpa aba-aba airmatanya jatuh kembali membasahi pipi. Leonard menyebalkan, suaminya itu lagi-lagi membuatnya kecewa. bahkan tidak ada usaha untuk sekedar membujuknya.
Grace menangis terisak sejadi-jadinya sampai terlelap dengan sendirinya karena kelelahan.
Hingga dini hari Grace terbangun. Dia kembali menangis terisak ketika tak mendapati Leo di sampingnya.
Kemudian Grace melangkah ke luar dan masuk ke kamar si kecil. beruntung pintunya tidak di kunci. sedikit bernafas lega kala melihat Leo tidur bersama si kecil tanpa ada Ratna.
Grace berjalan mendekati Leo yang terlelap dengan wajah teduhnya. kemudian Ia ikut membaringkan tubuhnya di samping Leo. tangannya melingkar di perut rata suaminya.
Sementara Leo terbangun ketika merasakan ada yang memeluknya dari belakang, Dia membulatkan mata seraya terkekeh pelan. Leo tidak menyangka jika Grace akan menemuinya bahkan memeluknya dengan erat.
" pasti nyangka mba Ratna.. " batin Grace kesal ketika Leo mengusap tangannya yang melingkar di perutnya itu.
Leo membalikkan badannya berhadapan dengan Grace sebab baru saja mendengar istrinya itu menangis terisak.
" kenapa nangis? mimpi buruk hemm? " tanyanya dengan lembut.
Grace bungkam tak menyahuti, Dia memilih menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik Leo. Dia memeluk Leo begitu erat, bahkan suaminya itu tampak kesulitan bernafas saking eratnya.
Grace suka sekali dengan aroma tubuh Leo yang bisa membuatnya merasa tenang juga terlindungi.
tetapi kali ini berbeda, dia bisa mencium sesuatu yang membuatnya sensitif juga merasa lapar kembali.
" enak banget makan Mie.. "
__ADS_1