
Selepas dari lapangan Grace pergi ke kantin karena benar-benar merasa lapar, Kedua sahabatnyapun setia menemaninya.
"Pelan-pelan grace.. "
Ucap Megan.
"Keburu masuk anjir.. "
Timpal Grace sambil mengunyah makanannya.
"Lagian lo ngapain si.. Pake duel segala.. "
Tanya Megan heran.
"Tau loh grace.. Mertua loh Syok anjir.. Ngeliat anak mantunya duel.. "
Silvie menimpali cengengesan.
"Seriusan lo..? "
Grace mulai panik, sementara kedua sahabatnya terkekeh.
"Santai dong.. Mertua lo ikut nyorakin lo kelless... "
Silvie kembali menimpali.
"Semua cowok emang sama, brengsek..!!! "
Ucap Grace masih mengunyah makanannya.
"Brengsek..? Si Leo mau perkosa lo Grace..?"
Ucap Silvie heboh mendapat toyoran dari Megan.
"Be.. Ge.. Udah sah woyy.. "
Timpal Megan geregetan.
"Dia jalan sama cewek lain.. "
Ucap Grace kesal.
"Serius lo.. gak yakin gue.. "
Tanya Megan diangguki oleh Silvie.
"Lo jelous..? "
Goda Silvie cengengesan.
Sementara Grace wajahnya bersemu merah.
"Udah yuk cabut.. Keburu masuk.. "
Ajak Grace kepada kedua sahabatnya.
***
Bel berdering waktunya pulang, Grace cs berjalan menuju parkiran.
"Grace noh mertua lo.. "
Ucap Megan ketika mendapati Deti beserta Leo tengah berdiri di samping mobilnya menunggu Grace.
"Yaudah.. Gue cabut duluan ya.. "
Pamit Grace kepada kedua sahabatnya, Ia pun menghampiri Mertua juga suaminya.
"Loh.. Mah.. Kirain udah pulang..?"
"Mamah tadi ketemu bu Rika temen mamah, malah keasikan ngobrol.. "
Terlihat Linda Cs menghampiri Grace yang tengah berbincang dengan mertuanya.
" Grace.. Mamah baru kemana? Pake nyuruh nyokap cowok lo.. "
Ucap mulut jahat Linda.
Melihat itu, Leo mengepal tangannya merasa geram, sementara Deti melangkah ingin menghampiri Linda tetapi Grace mencegahnya dengan menggenggam tangan mertuanya.
Grace menggelengkan kepalanya.
"No mah... I'm fine.. "
Ucapnya lirih menatap mertuanya seraya mengajaknya masuk kedalam mobil.
Ketiganyapun masuk kedalam mobil dengan posisi Grace duduk dibangku belakang bersama Deti disampingnya.
Leo yang merasa geram dengan sengaja melajukan mobilnya ke arah Linda Cs yang tengah berjalan dipinggir kolam air mancur, sontak Linda Cspun terkejut sampai mereka tercebur lebih tepatnya menceburkan diri kedalam kolam.
Semua yang melihatnya tertawa antusias, mendukung tindakan Leo, pasalnya tidak sedikit orang tak suka dengan Linda cs yang sering dijuluki makmak Lambe, tak terkecuali dengan Deti yang terkekeh menepuk bahu putranya.
"Good boy.. "
Deti terkekeh bangga sementara Grace melongo tak percaya dengan mertuanya yang mendukung Leo bertindak seperti itu.
"Mah.. "
Ucap Grace seraya menggenggam tangan mertuanya.
"Iya sayang kenapa..? "
Jawab Deti mengelus rambut grace.
"Maafin Grace udah ngerepotin mamah.. "
Ucap Grace menundukkan kepalanya,
"Jangan bicara begitu sayang.. Kamu juga anak mamah.. Lain kali kalo ada apa-apa jangan sungkan cerita sama mamah.. "
Ucap Deti di angguki oleh Grace.
Keduanyapun asyik berbincang tanpa menghiraukan keberadaan Leo.
Di tengah perjalanan Deti semakin mendominasi obrolannya, Ia terkejut saat Grace tak menjawab pertanyaannya mengajak berbelanja terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.
"Loh.. Rupanya kamu tidur nak.. "
Ucap Deti sambil menggelengkan kepalanya.
"Udah biasa mah, kalo naik mobil pasti tidur kaya kebo.. "
Leo menimpali dari depan.
__ADS_1
"Gue denger itu Leonard.. "
Celetuk Grace yang masih terpejam sementara Deti terkekeh melihat tingkah menantunya yang menggemaskan.
Sesampainya di rumah Grace bergegas ke kamarnya diikuti Leo dibelakangnya.
Grace melepaskan tas sekolah dan melemparkan sekenanya membuat Leo menggelengkan kepala melihatnya.
"Grace.. "
Panggil Leo dengan suara pelan.
Namun Grace pura-pura tidak mendengarnya masih asyik melepaskan sepatunya.
Leopun menghampiri Grace yang tengah duduk di sofa, Leo berniat ingin menjelaskan perihal tempo hari di cafe,
"Sorry yang kemaren.. "
Ucap Leo pelan.
"hmm"
Hanya itu yang keluar dari mulut Grace.
"Lo cemburu..? "
Goda Leo lebih tepatnya penasaran.
"Ngapain gue harus cemburu? Gue cukup tau diri siapa gue buat Lo.. "
timpal Grace pura-pura fokus dengan ponselnya.
"muka lo keliatan bohong.. "
Goda Leo kembali.
"Oh ya..? Sayangnya yang bohong bukan gue tuh.. "
timpal Grace ketus,
"gue bisa jelasin... "
Ucap Leo menggenggam tangan Grace.
"Gak perlu.. Minggir gue mau tidur lagi.. "
Ucap Grace seraya bangkit dari duduknya.
Leo menghela napas kasar
"dasar kebo.. petang begini tidur.. "
Ucap Leo kesal karena pikirnya tanggung jika Grace tidur di waktu petang.
"Bodo amat.. "
Timpal Grace seraya menjatuhkan dirinya di tempat tidur.
"Motor lo udah kelar.. tar malem di anterin kesini.. "
ucap Leo lantang.
"Segitunya lo gak mau bareng sama gue.. "
Leo menggeleng mengulum senyuman melihat tingkah Grace lebih menggemaskan jika sedang cemburu.
Grace benar-benar tidur pulas, sementara Leo membersihkan dirinya dikamar mandi.
Setelah mandi Leo menghampiri Grace yang tengah terlelap.
Leo duduk bersandar disampingnya, kemudian membelai rambut indahnya seraya menatap raut wajahnya yang kelelahan.
Leo hendak mengecup kening Grace namun terhenti saat ponselnya berdering panggilan masuk dari nomor yang tak dikenal, Ia pun mengangkat panggilan tersebut.
"Hmmm... "
"ternyata nomor lo masih yang dulu Le.. "
deg.
suara seseorang di sebrang telpon yang sangat Leo kenali.
tutt.
tanpa basa-basi Leopun langsung menutup panggilan telpon tersebut.
Leo berbaring sejajar dengan Grace, lalu memeluknya, menatap wajahnya yang masih terlelap, Ia kembali melanjutkan niatnya mengecup kening sampai mencium bibir indah istrinya, namun lagi-lagi ponselnya berdering.
Leo tak menghiraukan panggilan tersebut, niatnya hendak mematikan ponselnya agar tidak membuat Grace terbangun, namun Leo malah tak sengaja mengangkat panggilan video dari kedua sohibnya.
Sontak kedua sohibnya melongo sampai terkekeh melihat adegan yang tak pantas dilihat untuk anak di bawah umur, dimana Leo bertelanjang dada tengah mencium bibir Grace yang sedang terpejam.
"Anjir.. Masih sore men.. "
Ledek Ari yang masih terkekeh.
"Sial.. "
batin Leo
"Udah lo lanjutin aja dulu, tar telpon balik.. "
Ucap Exel mengalihkan.
Leopun menyudahi aksinya setelah Grace menggeliat hampir terbangun dari tidurnya, Ia bergegas ke balkon kamarnya, menelpon balik sahabatnya.
Namun hanya Exel yang Leo telpon, sebab Ari pasti hanya akan meledeknya.
Leo :"ada apa..?"
Exel :" Lo kemaren malmingan sama cewek lain bro..?"
Leo :" Lo tau sendiri kan gue janjian sama om Lo.. "
Exel :" Hmm iya juga ya.. Tapi si Silvie bilang bini lo ngeliat lo lagi ketemuan ma cewek di cafe.. "
Leo pun menceritakan secara rinci tentang kesalahpahaman tempo hari pada Exel.
Leo : "udah mulai deket lo ama tu cewek? "
Exel :" Ya beginilah.. "
Leo : " Lanjutkan El.. selama lo ngerasa nyaman.. Gue dukung lo.."
__ADS_1
Ada udang dibalik batu, dukungan Leo terhadap Exel yang tengah dekat dengan Silvie tentunya menguntungkan baginya dengan sifat Silvie yang ember.
Hari mulai gelap namun Grace tak kunjung bangun.
Leo berniat membangunkannya karena sedari pulang Grace belum makan juga belum membersihkan diri bahkan grace tidur masih mengenakan seragam sekolahnya.
Leo menghampiri Grace lalu menggoyangkan bahunya namun Grace hanya menggeliat.
Grace terkejut membuka matanya saat wajah Leo dekat dengan wajahnya.
"Gak bangun.. Abis lo.. "
Bisik Leo seraya menggigit gemas daun telinga grace, sontak Grace bangkit sambil memukul dada bidangnya.
"Lo gila.. "
Ucap Grace kesal
"Mandi sono.. "
Titah Leo seraya melemparkan handuk ke arah Grace.
"Ogah.. "
Timpal Grace masih kesal membuang wajahnya.
Seringai diwajah Leo, tanpa pikir panjang Ia menggendong Grace seperti memikul karung membuat Grace berontak memukul-mukul punggung Leo.
"Leo lepasin..!!!" Ucap Grace setengah berteriak.
Leo melepaskan grace dengan mendudukannya di samping wastafel, kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Grace membuatnya gugup memejamkan matanya menanti apa yang akan terjadi.
deg.. deg..
"Masih lama..? "
Bisik Leo di telinganya.
"Apanya..? "
Tanya Grace gugup.
Leo menunjuk bagian intim Grace dengan menaikan dagu ke arahnya.
"Anak IPA gak ngerti siklus menstruasi..Minggir.. Gue mandi"
Ucap grace gelagapan seraya turun dari meja wastafel.
Leo menyunggingkan ujung bibirnya melihat grace yang salah tingkah.
****
Keesokan harinya Grace buru-buru bergegas berangkat sekolah dengan semangat karena tak sabar ingin mengendarai motor kesayangannya.
Walaupun Grace ingin sekali membuang kenangan bersama ayahnya namun pikirnya untuk saat ini Grace masih membutuhkannya terlebih untuk menghindari dari Leo.
"Loh nak.. Eh iya hati-hati.. Semangat belajarnya.. "
Deti mengurungkan bertanya mengapa Grace tidak berangkat bersama suaminya ketika Leo berdiri kejauhan dibelakang Grace mengisyaratkan Deti untuk tidak banyak bertanya.
"Wiiihhh.. Rossi udah sembuh.. Cakepan dikit lo.. "
Ucap Grace menepuk-nepuk motornya seraya menaikinya.
bleg.
Grace terhenyak dengan keberadaan Leo yang telah duduk di belakangnya.
"Jalan.. "
Titah Leo sembari memakai helmnya.
Grace menoleh kebelakang
"Lo pikir gue kang ojek.. Turun..!!! "
Ucap Grace kesal.
"Kalo gue gak mau gimana..? "
Leo menimpali sengaja dengan nada memancing.
"Ok fine..! "
Grace merasa tertantang, Iapun langsung tancap gas melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.
"Rasain lo.. "
Gumam Grace.
Sementara Leo sudah siap antisipasi, kesempatan emas memeluk Grace dari belakang pikirnya.
"Sial.. "
Gumam Grace melirik Leo lewat kaca spion.
Jangan tanya perasaan Leo saat ini, sudah tentu kegirangan merasa sangat bahagia.
Sesampainya di depan gerbang sekolah Grace menghentikan motornya.
"turun lo.. "
Titahnya pada Leo sembari melepas paksa tangan Leo yang melingkar di perutnya.
"Nanggung.. "
timpal Leo santai.
"Yang penting udah nyampe sekolah kan, Turun Lo.. "
Ucap Grace lantang benar-benar kesal.
Akhirnya Leopun menurutinya untuk turun dari motornya.
"Lo gak mau cium tangan gue dulu..? "
Ucap Leo seraya mengasongkan tangan kanannya tepat didepan wajah Grace.
Grace mendengus kesal tetapi menuruti mencium punggung tangan Leo.
"Bye. .!!! "
Ucap Grace ketus seraya melajukan kembali motornya.
__ADS_1
Sementara Leo menggelengkan kepala merasa gemas terhadap Istrinya.