
Perasaan bersalah sekaligus tidak enak hadir pada diri Grace, Ia terlalu berlebihan sudah bersikap kasar terhadap suaminya. hal itu menjadi alasan Grace berniat menyuapi Leo, yah anggap saja untuk menebus kesalahannya.
walaupun hanya tindakan sederhana yang dilakukan oleh Grace, tetapi mampu membuat seorang Leonard bersorak ria, tentu itu hanya dalam hatinya sementara wajahnya tampak datar nan dingin mengisyaratkan jika dirinya tengah kesal dengan Grace.
" ck.. ngambek tapi mangap juga.." gumam Grace hendak menyuapi Leo kembali. sementara Leo yang mendengarnya memilih memasang muka temboknya.
" kenapa Le..?" tanya Exel yang sedari tadi memperhatikan pasangan absrud tersebut, tiba-tiba dibuat penasaran dengan umpatan Leo pada ponselnya.
" gue harus segera ke kantor.. entar tolong anterin ade lo ya El.." titah Leo seraya menunjuk Grace dengan dagunya,
" cih.. apa susahnya bilang istriku.."
sahut Grace cemberut membuat yang lainnya terkekeh, sementara Leo enggan menanggapinya melainkan menyambar kunci motor Grace yang tergeletak di meja tersebut dan berlalu begitu saja.
Leonard nyebelin.. jangankan pamit, menoleh saja males. itulah yang berada di benak Grace saat ini yang mengepalkan tangannya kesal.
tunggu.. suatu hal mengingatkan Grace membuatnya membulatkan mata lebar,
" Leonard..!!!"
teriak Grace langsung menghentikan langkah Leo sudah di ambang pintu kedai tersebut.
" Lo udah bohongin gue sialan.." lanjut Grace masih meninggikan suaranya hingga membuat Leo menoleh sekaligus menghampirinya,
" bohongin apaan.. gue mau kerja, bukan mau selingkuh.." ucap Leo tak kalah lantang,
sementara ke empat sahabat laknat hanya bisa menggeleng malas melihat adegan drama yang kurang berfaedah itu.
Grace menggeleng dengan cepat, " no.. bukan itu maksud gue.. lo bilang tangan lo masih sakit, sekarang lo mau bawa motor ke kantor.."
sial. satu kata di benak Leo yang kini hanya mampu cengir kuda bak anak kecil tertangkap basah mencuri permen.
cup.. satu kecupan mendarat di kening Grace,
" lo gak suka adu bacot kan..? mending kita lanjut fight nanti di kamar okeh.. sekarang gue kerja dulu istriku.."
ucap Leo menekankan kata istriku seraya mengasongkan tangan berharap Grace mencium seperti biasa dimana dirinya pamit pergi kemanapun.
" hmm.." akhirnya Grace meraih tangan tersebut untuk diciumnya disusul dengan Leo yang mengusap lembut rambut atasnya.
jangan lupakan penonton setia yang kini berdecak kesal dengan pemeran drama yang tiba-tiba romantis itu.
...----------------...
Tak lama setelah keprgian Leo dari kedai tersebut, Gracepun memutuskan hendak pulang karena sudah rindu dengan si kecil.
" gue balik dulu.." pamit Grace seraya bangkit dari duduknya di ikuti oleh Exel yang turut berdiri yang sudah tentu akan mengantarkannya.
" Lo, gak ikut Sil..?" tanya Grace kepada Silvie yang masih anteng menyantap makanannya.
Silviepun menggeleng, " tanggung anjir.. makanannya enak-enak.." sahut Silvie dengan mulut yang di penuhi makanan.
" okeh, gue cabut duluan .. Ri, Me.. thanks ya, makanannya bener-bener enak.." ucap Grace jujur di angguki mereka.
" siapa dulu dong kokinya.." sahut Ari menepuk dada bangga,
" iya dah..kalah koki hotel bintang lima juga.." timpal Grace terkekeh.
" yoyoy.. soal rasa bintang lima, harga kaki lima.." sahut Ari dengan bangga di angguki yang lainnya dengan terkekeh.
" gue pinjem abang El bentar ya Sil.." goda Grace berharap sahabatnya cemburu.
" iya.. balikin utuh, kalo gak khodam gue keluar.." sahut Silvie di tengah kunyahannya,
" ck.. paling khodam beteduasatu.." ejek Megan disusul kekehan dari Grace.
Sepanjang perjalan pulang, baik Grace maupun Exel hanya terdiam menikmati alunan musik yang keluar dari sound mobil tersebut.
Grace melirik sekilas Exel yang tengah fokus mengemudi. Ingin rasanya Grace mengadu tentang apa yang di alaminya akhir-akhir ini pada Exel yang sudah di anggapnya seperti kakak sendiri itu. Tetapi tindakan lebay Exel yang melebihi Leo menjadi alasan Grace enggan bercerita saat ini.
__ADS_1
semakin Grace menahan mulutnya untuk bercerita, semakin gatal rasanya untuk melakukan itu.
Exel yang sempat melirik Gracepun di buat heran dengan tingkah Grace yang terlihat gelisah itu, " kenapa Grace..?" tanyanya dengan nada khawatir,
" gak papa.." jawab Grace singkat.
Exelpun kembali fokus menyetir enggan bertanya kembali, takutnya Grace merasa tidak nyaman.
" el.." panggil Grace dengan ragu.
" hmm.." sahut Exel terkesan dingin, namun percayalah perasaan Exel begitu peka dan mampu berasumsi jika Grace sedang tidak baik-baik saja saat ini.
" tuh cewek udah keluar belum..?" tanya Grace yang terdengar ambigu, tetapi Exel mampu memahami siapa yang di maksud Grace.
" masih lama.." jawab Exel singkat,
mendengar itu membuat Grace sedikit bernapas lega, namun pikirannya kembali bergelut, siapa yang akhir-akhir ini berani meneror dirinya jika bukan Nadia.
Siska kah..? tidak, walaupun sedikit ragu, tidak mungkin Siska pelakunya mengingat dia secara terang-terangan mengancam Grace harus menjauhi Leo. dan itu terkesan biasa bagi Grace mengingat Leo yang selalu menjadi incaran kaum hawa itu.
Grace menggeleng, menepis jauh-jauh pikirannya. melihat itu Exelpun memberanikan diri bertanya,
" apa ada yang gangguin lo Grace..?" tanya Exel cemas membuat Grace terkesiap dari lamunanya.
" biasa.. Fangirl barunya papi Cio di kampus.. but.. lo jangan khawatir gue bisa ngatasin mereka ko.." timpal Grace dengan tawa paksanya.
" oh.." sahut Exel acuh membuat Grace bernapas lega dengan Exel yang terlihat tidak minat itu.
Setibanya di depan rumah, Gracepun turun dari mobil tersebut dengan Exel yang membukakan pintu untuknya.
" gak mampir dulu bang..?" tanya Grace dengan nada bercanda.
" mampir lah.. gue kangen anak gue.." sahut Exel mengikuti Grace masuk ke dalam rumahnya.
Grace memang sudah terbiasa dan tidak keberatan mendengar ucapan Exel ataupun sahabat lainnya yang mengklaim si kecil Lucio sebagai anak mereka.
ya.. mereka berucap demikian sebab tidak ingin disamakan dengan para penggemar yang mengkalim Lucio sebagai keponakan sejuta umat itu, tentunya mereka ingin terkesan berbeda dari yang lainya.
...----------------...
Grace di buat tertegun melihat Exel yang dengan apik mencuci tangan juga mukanya terlebih dulu sebelum menggendong Lucio.
sedangkan Grace yang hidupnya terkesan lempeng, tidak pernah berpikir sejauh itu apalagi melakukannya. dasar Grace.. itukan hal utama dan penting buat Cio.
Grace akui jika dirinya selalu kalah selangkah baik dengan Exel maupun Leo jika mengenai seputar hal penting bagi si kecil Lucio.
kedua sahabat yang meledek jika Grace sekedar berstatus ibu yang hanya melahirkan dan menyusui saja untuk Cio, selebihnya itu urusan Leo bahkan Exel yang lebih telaten memang benar adanya, dan dengan santainya di kaui oleh Grace sendiri.
" kamu bikin tante iri aja El kalo masalah ngurus Cio.."
ucap Deti yang sedari tadi memperhatikan Exel tengah mengambil alih tugas baby sitter yang hendak mengganti popok si kecil Cio.
Exel tampak begitu telaten tanpa ada sedikitpun rasa ragu bahkan jijik saat membersihkan dan mengganti popok si kecil yang habis buang air besar itu.
" mamah mah nyindir Grace.." sahut Grace dengan mengerucutkan bibirnya,
" enggak sayang.. justru mamah nyindir diri sendiri, dulu waktu Leo masih bayi mamah cuma bisa nyusuin doang, gendong aja mamah ngeri.." timpal Deti di susul gelak tawa oleh Grace,
" kita satu server mah.." sahut Grace mengajak mertua indahnya hivi.
toss.. keduanya begitu kompak hivi sambil cengengesan.
sementara Exel menggeleng menghela napas, ada-ada saja kelakuan mertua dan menantu itu.
" El pulang dulu tan.." pamit Exel setelah berhasil membuat Lucio tidur dalam dekapannya.
" hmm, hati-hati El.." ucap Deti seraya mengusap kepala Exel yang tengah mencium tangannya.
" hmm.."
__ADS_1
" gue cabut dulu Grace.." ucap Exel menghampiri Grace.
" apa..? mau gue bogem lo.." sahut Grace kesal sebab Exel malah berdiri mematung dan menatapnya cukup lama.
Exel terkekeh mendengar itu langsung mengacak gemas rambut Grace sebelum berlalu pergi.
memang tak salah Leo menjuluki Exel dengan kata abang-abangan buat Geace.
brugg.. Exel menutup pintu mobilnya dengan kencang,
sejenak Ia nampak berpikir dengan mengetuk-ngetuk jarinya pada kemudi sebelum akhirnya melajukan mobil keluar dari area ruamah tersebut.
susah payah Exel melupakan sesuatu hal yang selama ini menggangu pikirannya, kini kembali hadir saat merasakan hal aneh pada Grace membuat dirinya penasaran, apakah Grace mengalami hal yang sama yakni mendapatkan teror dari orang misterius yang mengancam harus menjauhi Leo?
jika iya, maka apa motif orang tersebut hingga berani mengancamnya menginat baik di kampus atau di kantor dirinya merasa tidak memiliki rival.
Nadia, satu nama yang terbesit di benaknya setelah teringat pertanyaan Grace tadi.
bukan tanpa alasan dirinya tadi menanggapi Grace dengan acuh, Exel tahu Grace tidak ingin membebankan masalah kepadanya. dan itu membuat Exel akan menyelidiki sendiri terlebih dulu sebelum bertindak gegabah.
cittt.. Exel menghentikan mobilnya mendadak saat seseorang yang menunggangi motor melemparkan telur pada kaca depannya.
" ahkrrr.. sial.." umpat Exel mengusap rambutnya kasar sebab kehilangan orang tersebut yang begitu cepat melajukan motornya,
sebelum melajukan kembali mobilnya, Exel mendapat pesan dari nomor yang tidak di kenal yang berisikan Video rekaman dirinya bercakap dengan Grace di depan rumah tadi.
dengan video ini gue yakin Leonard bakal benci sama lo berdua .. so, sebelum gue kirim ke dia mending lo jauhin Leonard, atau gue bikin hidup lo sama gadis itu gak tenang termasuk anak kalian..
membaca itu Exel tersenyum kecut dengan kesalahpahaman orang tersebut.
lantas Exelpun mencoba menghubungi nomor tersebut, namun sialnya langsung tidak aktif. ya.. orang tersebut selalu berganti nomor untuk meneror Exel.
" pengecut.. " gumamnya geram hingga akhirnya Ia menghubungi salah satu anggotanya setelah teringat keamanan Grace bersama si kecil,
" hubungi yang lain buat jaga suhu.. "
"...... "
" ingat.. lakuin dari kejauhan jangan bikin suhu curiga.. "
tutt..
sementara di tempat lain, Grace kembali gelisah setelah mendapat kembali pesan yang sama persis dengan Exel terima.
suara motor dari luar membuyarkan lamunannya dan langsung beranjak untuk segera menghampirinya.
blug.. Grace langsung memeluk Leo yang baru tiba itu.
" ko belum tidur..? " tanya Leo seraya mengusap lembut rambut Grace.
" Le.. lo ada rasa cemburu gak sih kalo gue bareng si El.. " alih-alih menjawab Grace malah balik nanya yang terkesan to the point itu
Leo menunduk menyerit heran,
" kenapa nanya gitu..? " tanyanya seraya menangkup wajah Grace.
" tinggal jawab aja apa susahnya.. " timpal Grace ketus.
" Lo udah tau jawabannya.. kalo gue cemburu, ngapain gue minta abang-abangan lo buat anterin.." sahut Leo santai.
" lo gak marah gitu kalo suatu saat orang bakalan denger kalo Cio anak si El atau si Ari.. " ucap Grace ragu.
Leo terkekeh, " sejak kapan lo peduli ocehan orang lain.. lagian udah biasa kan mereka ngomong gitu.. "
ucapan Leo ada benarnya juga, apa yang harus di khawatirkan?
" Grace.. " panggil Leo membuyarkan lamunan Grace.
" eh iya kenapa? "
__ADS_1
" jadi fight kan..? "
Sial...