Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 61


__ADS_3

"Selama matahari masih terbit, kehidupan seseorang masih bisa berubah menjadi lebih baik"


Sinar matahari menembus masuk ke jendela kamar Grace membuatnya membuka kedua kelopak matanya perlahan.


terlihat seorang yang sangat Ia cintai menyambutnya siap untuk mengawali hari,


tubuh tegap tanpa busana bagian atasnya, rambut yang basah dibiarkan sedikit berantakan, serta raut wajah yang selalu tampan dan berwibawa kini mengulas senyuman kearahnya.


pantulan sinar matahari menyusuri setiap lekuk tubuhnya menambah suasana terasa hangat.


"Selamat pagi sayang.. "


"Leo.. "


Grace tersentak saat membuka kedua matanya, rupanya hanya mimpi yang terasa sangat nyata untuknya.


"Bruahhh... Sialan lo.. "


ucapnya kesal sebab Ari memercikkan air dingin tepat ke wajahnya.


"Lagian lo susah banget dibangunin, keburu mimpi aneh brabe lo.. "


timpal Ari cengengesan tanpa dosa membuat Grace mendengus kesal seraya bangkit dari tempat tidurnya,


"Si Megan mana? "


tanyanya heran kenapa bukan Megan malah Ari yang membangunkannya.


"Lagi bikinin sarapan buat lo, dari tadi dia bangunin lo sampe nyerah.. Sono lo buruan mandi "


timpal Ari santai.


Gracepun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


___


Sudah sepekan lebih sejak Grace ikut dirawat di rumah sakit kini memutuskan untuk pulang dan beristirahat di rumah sebab Leo tak kunjung membuka matanya.


Bukan tanpa alasan dirinya memutuskan untuk pulang,


Grace mencoba menurut patuh dengan wejangan kedua mertua juga para sahabatnya, mengingat kondisinya yang kini sedang mengandung tentu harus mengutamakan kesehatan dirinya juga anak yang dikandungnya.


terlebih banyak orang yang perduli terhadap Leo yang sudi bergiliran menjaga walaupun hanya diluar ruangan.


Begitupun dengan aktivitas sekolah yang tak pernah Grace tinggalkan , sesekali Grace mengunjungi Leo di rumah sakit mengadu kesehariannya disekolah seolah Leo mendengarnya.


***


Selepas membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya, Grace menghampiri Ari juga Megan yang sudah menunggunya untuk sarapan bersama.


"Makan yang banyak Grace.. "


ucap Ari meledek, jelas-jelas Grace tengah lahap memakan sarapannya dengan porsi yang sangat banyak.


"Lo mau ikutan gue telen..? "


timpal Grace ditengah kunyahannya membuat Ari bergidik sementara Megan terkekeh.


"Jangan lupa diminum vitaminnya.. " ucap Megan mengingatkan selepas ketiganya selesai dengan aktivitas sarapannya.


dan Grace menuruti apapun yang di sarankan oleh sahabatnya. memang sejak kejadian tragis yang membuat Leo celaka, dirinya berjanji pada diri sendiri untuk menjaga kandungan serta menjaga kewarasannya.


untuk saat ini Grace menjadi anak yang menurut dan patuh.


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Grace merasa gugup, beberapa kali Ia mengatur napasnya. padahal ini bukan kali pertama baginya mengunjungi Leo, tetapi kali ini dirinya merasakan sesuatu yang berbeda.


"Me.. Gue gak kumel kan..? " tanya Grace kembali merasa tidak percaya diri dengan penampilannya.


"Bosen gue.. udah berapa kali gue bilang, lo itu.. masih, tetap, dan selalu cantik.. Lo catet tuh di otak lo.. "


timpal Megan kesal dengan pertanyaan Grace yang kesekian kalinya.


"Tau lo Grace..


Lo kayak mau ngedate aja, keliatan gugup banget, waktu lo nikah sama si Leo gugup gak..?"


ledek Ari cengengesan.


"Bukan maen.. gugup banget anjirr,


gue pikir bakal calon suami gue bandot tua, ternyata dewa Yunani.. "


timpal Grace santai, mengingat saat hari pernikahannya yang tak mengetahui siapa calon suaminya.


mendengar itu Megan menggeleng sementara Ari terkekeh,


"Jadi begimana itu lo bisa jatuh cinta sama sohib gue sampe berbuah Leo junior.. "

__ADS_1


timpal Ari secara frontal membuat Grace dan Megan menoyornya dengan kompak dari belakang.


"Lo halalin buruan sobat gue, biar gak omes mulu lo.. "


ucap Grace kesal membuat keduanya bersemu.


"Yah Grace.. Lo tau sendiri yang tajir cuma bonyok gue doang, gue belum mapan kaya suami lo.. "


timpal Ari melas membuat keduanya terdiam dalam pikirannya masing-masing.


____


Ketiganyapun telah tiba di rumah sakit. terlihat Exel bersama Silvie menyambut mereka di depan Lobby.


"Grace.. Gue , eh.. "


Seketika Silvie terdiam saat Megan dan Ari menatapnya tajam mengisyaratkan dirinya untuk bungkam atas sesuatu yang mereka sembunyikan untuk Grace.


"Lo bedua udah pada sarapan belum..? "


tanya Megan mengalihkan.


"Udah dong bestie.. "


timpal Silvie cengengesan seraya menggandeng lengan Exel membuat yang lainnya berlaga ingin muntah melihat tingkah Silvie.


"Kuy.. "


Ajak Ari masuk kedalam


Grace mengerutkan dahinya sebab Ari mengajaknya bukan ke ruang rawat intensif, melainkan keruangan perawatan bertuliskan VVIP.


"Ko kita kesini..? Gue mau ketemu suami gue.. " ucapnya kesal.


"Bawel lu.. Udah ayo masuk.. "


timpal Ari geregetan.


ceklek...


Grace melongo menutup mulut tak percaya, matanya berbinar melihat Leo sudah siuman dan sekarang tengah duduk bersandar diranjangnya.


"Sayang.. "


Grace menghambur memeluk Leo, namun Leo diam tak bergeming menyambut pelukannya pun tidak,


ucap Grace dengan lirihnya masih memeluk Leo, sementara Leo lagi-lagi diam tak menyahutinya membuat Grace kebingungan seraya mengurai pelukannya,


"Le.. Lo gak mau maafin gue..? "


tanya Grace melas dengan wajah dibuat seimut mungkin seraya menggenggam tangan Leo,


namun Leo hanya terdiam menatap kosong ke depan. dan itu sukses membuat Grace semakin bingung,


"Le.. Lo gak amnesia kan..? "


tanya Grace menggoyangkan lengan Leo, membuat para sahabatnya menahan tawa dibelakang sebab Grace terlihat bodoh seperti korban drama.


dan memang benar Grace terlihat bodoh, dirinya berusaha membuat Leo mengingatnya,


"Lo suami gue Leonard.. dan gue Grace.. istri lo yang selalu cantik.. " ucapnya menepuk dada dengan bangga,


" lo liat Leo.. ini hasil keperkasaan lo.. anak lo.. "


Grace menunjukkan perutnya yang membuncit, membuat semuanya tak dapat menahan tawanya mendengar ucapannya yang frontal.


"Ngapain lo pada ketawa..? temen lo tersiksa malah pada ketawa lo.."


ucap Grace kesal menatap nyalang para sahabatnya.


Memang sengaja mereka menyembunyikan kabar bahwa Leo sudah siuman sebab ingin memberi kejutan untuk Grace.


Tetapi mereka tidak menyangka jika Grace akan berpikir bahwa Leo mengalami amnesia seperti di film drama.


ah.. sepertinya ini ulah Leo yang sengaja sedikit mengerjai Grace sebab ingin melihat reaksinya seperti apa, dan lucunya Grace malah berucap frontal seperti barusan.


Grace masih belum puas terus mengomeli para sahabatnya yang terus saja menertawakannya.


seketika Ia tersentak saat Leo menggenggam tangannya dengan kuat seraya ikut tertawa lepas walaupun masih lemas. rupanya Leo sudah tak tahan dengan Grace yang terlibat menggemaskan saat mengomeli para sahabatnya.


"Leo.. Lo ngeprank gue..? " tanya Grace menatap lekat wajah Leo dan membuatnya berhenti tertawa.


"Sorry.. " ucap Leo cengengesan seraya mencium tangan Grace yang berada di genggamannya.


sementara Grace mendengus kesal menatap tajam kearah keempat sahabatnya yang masih tertawa,


"Kamprett lo semua.. temen laknat.. "

__ADS_1


"Sayang.. "


Leo mencoba menenangkan Grace dengan suara masih berat.


Gracepun menoleh dan memeluk Leo kembali seraya menghujaninya dengan ciuman tanpa memperdulikan kehadiran keempat sahabatnya di sana.


Leo meringis kesakitan,


"Sakit Grace.. Lo gak sabaran banget, tunggu gue sembuh.. " ucapnya dengan suara berat.


Grace mengurai pelukannya seraya menghentikan aktivitasnya,


"Sorry.. abisnya Gue kangen banget sama lo Leo.."


lirihnya menatap manik mata Leo yang sangat menyejukan.


"Puasa sebulan lebih.. Ya kagak sabaran.. " sahut Ari meledek membuat semuanya terkekeh terkecuali Grace yang menatapnya tajam,


"Temen gak ada akhlak lo.. " ucap Grace kesal.


"Sayang.. Gimana kabarnya..? "


ucap Leo kembali mengalihkan,


"Seperti yang lo lihat, gue selalu baik-baik aja demi lo dan anak kita.. "


ucap Grace bangga tak lepas menatap wajah yang selalu dirindukannya.


Leo mengulas senyuman,


"Gue tau lo selalu kuat.. "


"dan selalu cantik.. " timpal Grace songong mengingatkan Leo selalu membual dengan kalimat tersebut.


dan Leo terkekeh mendengar itu,


"Gue janji segera sembuh biar cepet pulang.. "


lirihnya membalas tatapan Grace seraya mencium bibir Grace sekilas


"Le.. "


"Hemm.. "


"Lo udah sarapan belum? "


"Udah tadi sama Ibu.. "


"Sekarang Ibu kemana? "


ucap Grace heran sebab tak melihat kehadiran Anita di sana. w


"Tadi ijin pulang, katanya Daddy udah balik.. "


Grace kembali memeluk Leo dengan secara pelan sebab tak ingin Leo kembali meringis, jelas tanpa memperdulikan sekitar.


betapa bahagia perasaan Grace sekarang dimana Leo telah siuman, ayahnya yang sudah kembali dari luar kota,


begitupun dengan mertua dan para Sahabatnya yang semakin menyayanginya ,


paket komplit yang wajib Grace syukuri saat ini.


"Le.. "


"Hmm.. "


Grace mendongak menatap wajah Leo penuh arti,


"Boleh minta lagi gak..? "


ucap Grace ambigu mengetuk bibirnya.


Leo yang mengerti apa maksud Grace segera mendekatkan wajahnya dan meraih dagu Grace,


mencium lembut bibirnya yang sudah lama Ia rindukan. Gracepun menyambut tautan bibir Leo yang hangat itu.


"Ehem.. Jangan kebablasan.. "


Exel dengan gaya datarnya.


"Anjirr kagak tau tempat.. " dahut Silvie yang melongo.


"Kuy cabut.. Kita udah kaya kambing conge.. " ajak Megan menutup matanya, sementara Ari mendengus kesal,


"Anying.. Mata suci gue. "


Keempatnya pun bergegas keluar meninggalkan dua insan yang tengah melepaskan kerinduan dengan berciuman yang cukup lama.

__ADS_1


"Memang benar mimpi hanya bunga tidur, tapi kali ini mimpi gue jadi kenyataan.. Thanks God..!"


__ADS_2