
keesokan harinya semua sudah berkumpul di pelataran bengkel milik Grace pagi sekali.
Grace tersenyum tipis melihat kehadiran Aldo tanpa Viola yang awalnya antusias turut serta dengan kegiatan tersebut malah langsung menolak kala mendengar Aldo ikut dan harus memboncengnya.
Viola satu-satunya senior yang nampak tidak minat dengan ketampanan sang presma itu.
🌿🌿🌿
Rombongan motor sport membelah jalanan yang lenggang menuju perbatasan Ibu kota, hingga akhirnya mereka menepikan motornya untuk mengisi perut.
para pedagang kaki lima tak hentinya mengucap rasa syukur sebab dagangannya di borong habis oleh Leo cs,
tak hanya para anggota yang menikmati kuliner di sana, melainkan semua orang yang berlalu lalang bisa menikmati kulineran secara gratis.
dan Leo cs membayar dua kali lipat untuk setiap dagangan yang mereka jajakan.
senyuman terbit dari bibir Aldo yang baru mengikuti kegiatan tersebut, dirinya merasa tertampar dengan kebaikan yang Leo cs lakukan.
Aldo yang memimpin organisasi di kampusnya saja tidak seroyal pemimpin geng motor dihadapannya.
selepas kegiatan tersebut, yang lainnya turut membubarkan diri, sementara Leo cs bersama Grace cs memilih melanjutkan perjalanan ke daerah kota hujan sesuai keinginan Grace yang merasa ada kesempatan sebab si kecil sedang bersama Anita, tentu membuatnya sedikit merasa lega.
Mereka tidak keberatan saat Aldo memilih ikut lagi melanjutkan perjalanannya. satu kehormatan seorang presma bisa ikut bergabung dengan geng motor amatiran. canda Ari.
Lagi, Aldo tercengang saat tiba di tempat tujuan mereka yakni sebuah panti asuhan. pantas saja tadi mereka mampir terlebih dulu untuk membeli beberapa jajanan juga keperluan lainnya.
tampak semua anak panti menghambur memeluk Leo cs secara bergantian, begitupun Leo cs menyambutnya dengan pelukan hangat serta usapan di kepala mereka. tentu saja itu semua membuat Aldo semakin tertampar melihat sikap hangat dari Leo cs yang jarang sekali Ia lihat di kampus.
" sayang banget, ade Cio gak di ajak.. " celetuk salah satu anak panti di angguki yang lainnya.
" iya bang.. kita mau ketemu lagi sama ade Cio.. "
" hemm.. nanti yah, kalo abang kesininya bawa mobil.. " sahut Leo seraya mengacak gemas rambut anak tersebut.
" bener ya bang.. "
" iya.. "
Leopun mengajak yang lainnya menemui Siti pengurus panti tersebut.
" aduh.. makin ganteng dan cantik aja anak anak ibu teh.. " ucap Siti kala menerima ciuman tangan dari mereka.
" ini siapa..? ibu kok baru liat..? " Siti menunjuk Aldo yang hendak bersalaman dengannya.
" dia Senior kita di kampus bu.. " sahut Leo antusias.
" saya Aldo bu.. " Aldo meraih tangan Siti untuk diciumnya.
" wah kasep pisan, pasti banyak yang ngantri yah.. " goda Siti disusul kekehan dari yang lainnya.
" tapi gak ada yang nyangkut bu.. " celetuk Leo dengan nada bercanda.
" ada ko.. tapi bukan dari list antrian.. " sahut Aldo santai membuat Leo menelan ludahnya kasar.
" bukan.. bukan istri lo Leo.. " ucap Aldo terkekeh melihat kepanikan di wajah Leo.
" jangan bilang kalo istri gue bang.. " Ari kini yang panik, sebab dirinya mengetahui jika hanya Megan juga Grace lah yang tampak tidak minat membahas ketampanan Aldo, berbeda dengan Silvie yang kadang keceplosan memuji Aldo di depan Leo cs termasuk suaminya.
" gak lah.. gue gak suka cewek, maksud gue.. gue gak suka istri orang.. "
huh.. Ari dan Leo kompak bernafas lega mendengarnya.
" nak.. kalian teh ngedadak kesininya, jadi Ibu gak sempet siapin makan buat kalian.. " ucap Siti.
" gak papa bu.. kalo boleh biar kita masak sendiri aja gimana..? "
timpal Leo.
setelah mendapat ijin untuk memasak, Leopun menghampiri Grace cs yang tengah bercengkrama dengan para anak panti,
" kalian mau makan apa? biar kali ini kita yang masakin.. " tanya Leo pada istri juga kedua sahabatnya.
" nasi liwet bang.. udah lama kan kita gak makan itu.. " sahut Silvie sumringah diangguki kedua sahabatnya setuju.
" nah cakep tuh.. makan lesehan digelar di daun pisang lagi.. " timpal Megan.
...----------------------...
Aldo mengikuti kemanapun Leo cs berada, seperti sekarang mereka tengah sibuk memasak di dapur panti.
Aldo kembali tercengang melihat ketiga sohib itu yang tampak tidak asing dengan peralatan dapur, begitu lihainya tangan mereka mengiris, memotong, menggoreng, membuat Aldo melongo tak percaya.
Leo sudah siap dengan nasi liwet buatannya, sementara Ari masih sibuk menggoreng beberapa jenis lauk, juga Exel yang dipercayakan membuat sambel karena sambel buatannya sangatlah enak, kini tengah sibuk mengulek. dan Aldo hanya bisa berdiri memperhatikan ketiganya.
" awas, entar muncrat kena mata lo.. " ucap Exel pada Leo yang iseng menggangunya dengan menumpukan dagu pada pundak Exel yang tengah sibuk mengulek sambel itu.
__ADS_1
" jangan pedes-pedes bang.." goda Leo kembali yang masih setia memeluk Exel dari belakang dengan dagu masih bertumpu di pundaknya.
Leo membayangkan jika Silvie yang bertingkah seperti barusan, sebab Ia mengetahui jika Exel yang selalu menyiapkan makan untuk istri laknatnya itu.
" buka mulut lo.. " titah Exel yang hendak menyuapi Leo dengan lalap mentah yang Ia colek ke sambel terlebih dulu.
" gimana..? gak terlalu pedes kan?" tanya Exel meminta pendapat dari Leo mengenai sambal buatannya itu.
Leo menganggukkan kepalanya, " abang makin jago.. buka pecel lele aja bang.. " goda Leo kembali.
" jangan El.. bisa kalah saing kedai gue kalo lo jualan.. " sahut Ari yang sibuk menggoreng itu.
" hmm.. bisa dicoba Le, buat nambah penghasilan.. " timpal Exel sok serius membuat Ari berdecak kesal.
" ck.. belom juga lunas utang gue sama lo El.. masa lo mau bikin gue bangkrut.. " sahut Ari kesal.
" jangan pesimis dong.. " ucap Leo beralih menggoda Ari.
aktivitas memasak pun mereka lanjutkan dengan candaan dimana Ari sebagai bahan kolokan kedua sohibnya.
🌿🌿🌿
Aldo tengah dikerumuni para anak panti karena tangannya terluka selepas mengambil daun pisang untuk makan mereka nanti.
Leo yang melihat Grace hendak mengobati luka Aldo sontak Ia langsung merebut peralatan P3K di tangan Grace lalu mengambil alih untuk mengobati luka Aldo.
" gue gak bisa nebas daun pisang, jadi ini tangan malah kena pisau tajem.." ucap Aldo pada Leo yang telaten membalut luka ditangannya.
" ck.. ceroboh.. " gumam Leo yang hanya terdengar oleh Aldo.
Aldo tersenyum tipis, " sorry.. " lirihnya menatap Leo.
" ngapain minta maaf..? " tanya Leo heran disusul kekehan oleh Aldo.
" thanks Leonard.. "
" hmm.. "
Sementara Exel yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Leo dan Aldo, nampak berfikir melihat gelagat Aldo yang sulit untuk diartikan.
setelah mengobati luka Aldo, Leopun mengajak yang lainnya untuk makan bersama secara lesehan di pendopo panti tersebut.
Grace yang biasanya malas jika harus satu piring bersama Leo dengan alasan tidak kenyang, kini malah meminta Leo untuk sudi satu piring dengannya, bahkan Grace tak segan meminta Leo untuk menyuapinya.
dan dengan senang hati Leo mau menyuapi istri manjanya itu.
" bukan seleranya kali.. " sahut Exel dingin.
" gue suka ko makan begini.. " timpal Aldo gugup mengamati makanannya.
melihat Aldo kesusahan untuk makan sebab tangan kanannya terluka, membuat Grace menyikut Leo. " kenapa..? " tanya Leo heran.
Grace tak menjawabnya melainkan menunjuk Aldo dengan dagunya berharap Leo mengerti.
" mau gue suapin bang.. " tawar Leo pada Aldo, sontak para sahabatpun melongo tak percaya dengan sikap Leo.
" gue gak bakalan biarin bini gue yang nyuapin lo.. " ucap Leo ketus membuat yang lainnya terkekeh.
Lagi, tatapan Exel sulit sekali untuk diartikan kala memperhatikan interaksi Aldo dan Leo.
Setelah selesai makan dan bercengkrama sebentar bersama Siti juga anak panti, mereka pun bergegas pamit untuk pulang.
Lagi-lagi Aldo terlihat kebingungan dengan motor yang sudah pasti tidak bisa Ia bawa sebab kondisi tangannya.
" biar gue yang bawa motor lo.. " ucap Exel dingin mendahului Leo yang hendak membonceng Aldo.
" Grace.. gak papa kan kalo laki lo boncengin bini gue..? " tanya Exel pada Grace yang sedari tadi menatap bingung ke arahnya.
" kalo bukan lo yang minta, ogah gue gak sudi berbagi.. " sahut Grace ketus disusul kekehan dari Exel seraya mengacak rambut Grace.
" kalo gak terdesak gue juga ogah Grace.. " gumam Exel yang hanya terdengar oleh Grace.
" yaudah sih biarin laki gue yang bonceng dia, elo sama bini lo.. gue sendiri.. ribet tau gak.. " sahut Grace setengah berbisik pada Exel.
" gak bisa.. " timpal Exel melengos membuat Grace melayangkan cakaran ke udara.
sementara yang lainnya tergelak melihat tingkah keduanya.
" Gak papa kan kalo bawa motor sendiri..? " tanya Leo yang masih terkekeh.
" hmm.. awas lo macem-macem sama si kermi... " ancam Grace seraya menunjuk wajah Leo dengan jari telunjuknya.
dan Leo malah menggigitnya sebab merasa gemas.
" shittt.. Sil, awas aja lo kalo nodain laki gue.. " ucap Grace meringis.
__ADS_1
" baik suhu.. kalo gue gak hilap tapi.. "
Merekapun mulai melajukan motornya, dimana Grace sengaja memepet motor yang ditunggangi oleh Leo bersama Silvie.
Grace menggeber motornya kala mendapati Silvie yang tak sengaja bersentuhan dengan suaminya.
" buset dah.. kang ojek aja bolehin penumpang buat pegangan.. lah gue.. " ucap Silvie kesal sebab Leo selalu diam tak menyahuti, dan malah lebih antusias memperhatikan Grace.
Sementara di depan, baik Exel maupun Aldo terlihat sama-sama diam enggan membuka obrolan.
mereka pun telah sampai di daerah Ibu kota, Ari dan Megan memilih untuk memisahkan diri, begitupun dengan Leo yang buru-buru mengantarkan Silvie ke rumahnya. sementara Grace mengikuti Exel yang hendak mengantarkan Aldo ke tempatnya.
" lo tinggal di sini juga kak..? " tanya Grace pada Aldo sekedar basa basi sebab Ia tahu sedari tadi Exel tidak mengajaknya ngobrol.
" rumah gue ada di belakang ruko ini.. " sahut Aldo seraya menunjuk jalan di samping minimarketnya.
" ayo mampir dulu.. " ajak Aldo pada keduanya dan langsung mendapat gelengan kepala kompak dari mereka.
sebelum benar-benar meninggalkan tempat tersebut, Exel memilih untuk membeli sesuatu terlebih dulu di minimarket milik Aldo.
" ck.. kebiasaan lo bang.. " ucap Grace menggeleng heran dengan kelakuan Exel yang membeli banyak mainan hotwheels disana.
" anak gue pasti suka.. " sahut Exel santai.
" elah.. beliin tuh yang berfaedah, popok kek.. alat mandi kek.. "
Grace dibuat terbelalak sebab dengan sekejap Exel mengabulkan permintaannya. padahal dirinya hanya bercanda.
" okeh.. duit gue satu bulan ke depan aman.. " celetuk Grace cengengesan.
" ada lagi gak yang lo perluin..? " tanya Exel yang menanggapi serius ucapan Grace.
Grace terkekeh melihat Exel seperti jin yang siap mengabulkan seribu permintaannya itu. bagaikan aji mumpung, Grace pun menyeringai,
" top up diamond bang.. " pinta Grace sumringah.
" gak.. " sahut Exel tegas membuat raut wajah Grace seketika cemberut.
" gue gak mau lo keasikan maen game sampe lupa anak.. " ucap Exel masih dingin membuat Grace semakin cemberut.
" apalagi sampe hape lo mau niban pala Cio.. " sarkas Exel ketus. sementara Grace langsung nyengir kuda seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
...******...
Setelah tiba di rumah, nampak Leo yang sedang duduk menyambut keduanya dengan ekspresi cemberut.
" dari mana aja..? kenapa baru nyampe..? " tanya Leo dengan nada tinggi membuat Grace tersentak, begitupun dengan Exel yang langsung memilih pergi untuk cari aman dari terkaman sohibnya yang sedang mode maung itu.
Grace menjatuhkan kantong belanjaannya dengan kasar di atas sofa tepat dihadapan Leo, kemudian berlalu begitu saja.
lantas Leopun segera menyusul Grace ke kamarnya.
Leo menggeleng melihat Grace yang malah berbaring di tempat tidur tanpa mengganti baju terlebih dulu, bahkan sepatunya pun masih melekat di kakinya.
" ganti baju dulu Grace.. " tegurnya dengan suara lembut.
namun Grace tak menanggapinya sama sekali, Ia malah bersembunyi di balik selimut.
" maaf.. " ucap Leo yang mendengar suara isakan di balik selimut sana.
" kenapa sih lo suka sekali naekin suara kalo ngomong sama gue..? gue gak suka Leonard, apalagi di depan orang, gue juga cewek biasa.. "
" maaf.. gue emang salah Grace.. "
lagi-lagi Leo tak habis pikir dengan Grace saat ini yang mudah sekali rapuh.
" gue cemburu kalo lo boncengan sama si kermi, mangkanya gue nyusul si El biar impas.. "
alih-alih marah, Leo malah terkekeh mendengar itu, ada-ada saja dengan Grace yang mengakui jika tengah cemburu.
" hmm.. yaudah maaf.. kan itu bukan kemauan gue Grace.. abang lo yang minta.. "
" ya tapi kenapa lo gak nolak.. "
akhirnya Leopun diam enggan menanggapi Grace lagi, sebab tak akan ada habisnya dan Grace selalu benar.
" pokonya malam ini gue gak mau kalo lo pengen.. "
demi apapun Leo ingin sekali tergelak mendengar itu dari mulut Grace, lagian siapa yang minta, Leo juga merasa penat setelah aktivitas seharian ini, boro-boro mikirin olahraga malam. gemas sekali rasanya Leo terhadap Grace.
...-------------...
Esok paginya, Leo berangkat ke kantor dengan perasaan sedikit lega sebab Grace sudah berubah moodnya, juga kehadiran Deti bersama Anita yang masih menginap di sana membuat Leo merasa tenang.
kedua besan kini sedang asyik mengasuh si kecil Lucio, sementara Grace dengan tidak tahu malunya malah bermain game online di teras depan rumah, terlebih Exel yang tidak benar-benar menolak permintaan Grace untuk top up kemarin.
__ADS_1
" permisi.. paket atas nama Grace.. "
deg...