Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 124


__ADS_3

" mami.. " gumam Exel dengan mata yang berbinar menatap sosok orang tersebut yang tak lain adalah ibunya. Iapun segera menghampiri sang ibu lalu memeluknya begitu erat.


keduanya berpelukan cukup lama sampai akhirnya Indri melepaskan pelukan tersebut, kemudian wanita paruh baya itu menatap wajah sang putra lalu melirik sekilas meja dimana tadi Exel makan.


" ternyata mami gak perlu khawatir nak, nyatanya anak mami ini malah tambah gemuk.. " ucap Indri terkekeh disusul Ari yang tergelak membuat Exel memajukan bibirnya kesal. hey kenapa tiba-tiba maminya malah membahas kondisi tubuhnya, ini sangat menyebalkan.


" ini gara-gara dia mih.. " kilah Exel seraya menuding Ari yang masih tergelak sampai sohibnya itu berubah ekspresi menjadi cemberut.


" wah ini semua kamu yang bawain nak..? " tanya Indri sambil menepuk bahu Ari. pria itupun mengangguk tersenyum bangga.


" iya tan, ini Ari juga yang masakin khususon buat babang El.. " sahut Ari dengan genitnya. Dia berlagak seperti gadis yang tengah berusaha mendekati calon mama mertua saja hingga membuat Indri terkekeh.


sementara Exel malah berdecak kesal.


" iya gara-gara si kunyuk masak yang ada santennya, El jadi gemukan.. " timpalnya mengadu pada sang Ibu.


" ck.. itu lo yang request bego.." sahut Ari tak terima.


" lagu lo nolak El.. nih gue mau pulang pasti lo pesen, Ri besok masakin opor, besok masakin rendang.. "


" lah ngapa lo gak nolak " sela Exel mengelak membuat Indri menggeleng terkekeh.


" sudah sudah, kalian ini suka banget berdebat " timpal Indri. kemudian Ia beralih menatap putranya.


" kamu juga El, harusnya makasih sama Ari.. " lanjutnya membuat Exel mengangguk pasrah, sementara yang namanya di sebut kini tersenyum penuh kemenangan berasa berada di atas angin.


" tuh dengerin nyokap lo, mulut lo kuat banget kalo gue ajak berdebat, tapi kalo bilang makasih, tolong sama bilang maaf.. kayaknya berat banget dah.. "


mendengar itu Exel semakin di buat kesal, sementara Indri mengangguk setuju dengan pendapat Ari. ya tabiat putranya itu memang begitu, sangat sulit mengucapkan tiga kata tersebut.


" gak usah heran Ri.. " candanya terkekeh.


" tapi Ari mah gak papa sih tan, kalo El gak bilang makasih. El mau terima makanan dari Ari aja udah bersyukur, secara saingan Ari banyak tan.. "


Lagi-lagi Ari berlagak seperti anak gadis yang mengadu pada calon mama mertuanya.


" hah maksudnya gimana Ri.. ? " tanya Indri tak paham.


" yah tan, jadi selama El kerja disini, banyak cewek yang bawain makan siang buat El, tapi Arilah pemenangan di antara mereka yang rebetutin si calon duda ini.. " ucap Ari tanpa dosa menepuk bahu Exel dengan bangga.


sontak Exel melotot, " ngomong apa lo? enak aja gue calon duda.. "


" cie.. yang gak mau jadi duda tapi gengsi.. " sela Ari sambil tertawa mengejek membuat sohibnya itu memalingkan wajahnya malu.


sementara Indri kembali menggeleng terkekeh,


" huss, jangan mainin status gitu ah, gak baik.. "


" iya tante maaf.. " sahut Ari.


sementara Exel kini memandang Indri dengan heran. ibunya terlihat baik-baik saja, bahkan tak hentinya menunjukkan wajah cerianya.


" mami tau dari mana El disini..? " tanyanya membuat Indri menoleh tersenyum.


" tau dari lo yah..? " kini Exel menuding Ari membuat sohibnya itu berdecak kesal.


" enak aja.. "


" lo kan lemes.. "


" mulai mulai.. " timpal Indri.


" memangnya mami harus cari kamu kemana El? kamu larinya kurang jauh.. " lanjut Indri terkekeh.


sebenernya Leolah yang diam-diam memberi tahu Indri mengenai keberadaan Exel. bagaimanapun juga Leo tidak ingin membuat ibu sohibnya itu banyak pikiran. setiap harinya Leo pasti mengabarkan bahwa Exel baik-baik saja kepada Indri.


Leo juga menyarankan kepada Indri agar tidak menemui Exel ketika sedang berada di kampus, Leo menghawatirkan Ibu dan anak itu menjadi tidak nyaman jika sewaktu-waktu kebetulan berpapasan dengan Silvie.


.


.


.


Ari menatap keduanya secara bergantian, Dia menghela napas panjang. sepertinya ada yang mau di bicarakan oleh Indri. maka dari itu, Ari hendak pergi dari sana guna memberikan ruang untuk anak dan ibunya itu.


" kalo gitu Ari pamit dulu tan, di kedai pasti udah rame soalnya kan jam makan siang, kasian si Iyan pasti keteteran.. "

__ADS_1


...***...


hari sudah sore.


Leo segera menghampiri Grace yang sedari tadi menunggunya di ruang kerja. padahal Dia sudah berniat hendak menjemput istrinya itu selepas rapatnya selesai. tetapi kunjungan orang penting membuatnya telat hingga Grace memutuskan menyusulnya ke kantor.


" sayang.. " jurus jitu Leo yang kini sudah duduk di samping Grace. nampak sekali istrinya itu bosan sebab lama menunggu.


" ck.. lama banget.. " ucap Grace ketus.


" sorry.. " hanya itu yang bisa Leo ucapkan. padahal Grace sendiri tidak memberitahu akan menyusulnya.


Grace memalingkan wajahnya kesal kala Leo meraih tangannya. sampai suara pintu ruangan tersebut terbuka membuat keduanya beralih menoleh ke sana.


" Daddy.. " gumam Grace seraya bangkit dan langsung memeluk sosok yang baru saja masuk itu.


" ternyata ada kamu nak.. " sahut Bram sambil mengusap kepala Grace.


" hmm.. Daddy lagi sidak yah? sering-sering sidak dad, biar kerjanya pada bener gak tebar pesona doang.. " ucap Grace seraya menunjuk Leo dengan dagunya.


" kamu kali yang lagi sidak.. " goda Bram menoel dagu Grace membuat putrinya itu langsung cemberut.


sementara Leo terkekeh pelan kala mendapat pembelaan dari sang mertua.


merekapun berbincang sebentar sampai Bram memutuskan untuk pulang duluan. sementara Leo juga Grace akan pergi ke rumah sakit hendak memeriksa kandungan sesuai jadwalnya.


.


.


.


Leo tersenyum bahagia setelah mengetahui kondisi calon anaknya dalam keadaan sehat. tak hentinya Ia mengucap kata syukur kepada Sang Pencipta.


begitupun dengan Grace yang merasa lega setelah sebelumnya Ia merasa khawatir dengan kondisi perutnya. pasalnya tadi Ia sempat merasakan nyeri setelah Silvie mendorongnya. dengan khidmat Grace mengucap syukur sebab nasib baik telah berpihak kepadanya.


" harus getol nengokin katanya.. " bisik Leo sumringah.


" itu sih mau lo.. " sahut Grace ketus.


" lah, gak denger tadi kata dokter apaan? "


" jangan salahin gue, salahin si jhoni kenapa gak mau bobo juga.. "


Keduanya berjalan di lorong koridor sambil terus melanjutkan perdebatan hingga membuat mereka tak luput dari perhatian pengunjung lainnya yang malah menganggap adegan itu romantis juga mengemaskan.


.


.


.


kini keduanya sedang dalam perjalanan pulang bertepatan hari sudah mulai gelap. dan seperti biasa, perdebatanpun kembali terjadi.


" gue yakin seyakin yakinnya kalo nanti adenya Cio cewek.. " ucap Leo mantap.


" so tau lo.. " sahut Grace sewot.


" gue sih insting aja.. pokoknya gue yakin, kalo tebakan gue salah lo boleh deh minta apa aja.."


" serius? " sela Grace yang tampak sumringah.


Leo mengangguk mantap, Dia sangat yakin dengan tebakannya.


memang keduanya memerintah dokter yang memeriksa kandungan Grace untuk merahasiakan jenis kelamin calon anak mereka. dan kali ini mereka memutuskan untuk tidak menggelar pesta gender reveal seperti dulu saat kehamilan Lucio.


Hanya pesta sebagai bentuk syukur atas kehamilan juga hari jadinya Lucio yang akan mereka gelar kali ini. keduanya benar-benar akan merahasiakan jenis kelamin anak kedua mereka hingga hari lahir tiba.


parahnya, pasangan gila itu malah menjadikan ajang taruhan dengan menebak apa jenis kelamin anaknya.


Kembali ke Grace yang sangat antusias dengan penawaran Leo.


" oke, Ducati diavel carbon..? " ucapnya dengan fasih seraya menaikan sebelah alisnya menunggu tanggapan dari Leo. sudah lama Ia menginginkan motor tersebut. dan ketika mendapat penawaran dari suaminya, tentu saja dia tidak akan membuang kesempatan.


bahkan Grace sudah membayangkan touring dengan motor elegan pilihannya jika Leo benar akan membelikannya.


dan lagi-lagi Leo mengangguk dengan cepat.

__ADS_1


" oke siap.. " sahutnya santai sehingga membuat Grace menatapnya penuh selidik. pasalnya jarang sekali Leo menuruti keinginannya jika berbau otomotif. terlebih harga motor yang di sebutnya barusan sangatlah fantastis.


" gak beres nih.. biasanya dia keberatan, ogah rugi kan.. " batin Grace masih menatap lekat penuh curiga terhadap Leo yang tampak santai mengemudi itu.


" wah jangan-jangan lo nyolong start yah.. lo sebenernya udah tau kan? lo kongkalikong sama dokter kan? " ucap Grace seraya menuding wajah Leo membuat suaminya itu berdecak.


" ck.. enak aja, gue sportif kali.."


" terus lo kenapa bisa seyakin itu? "


" di bilangin insting.. "


akhirnya Grace terdiam sambil mengalihkan pandangannya ke arah jendela. tidak ada lagi suara sampai beberapa menit kemudian.


" ehemm.. " deheman Leo tak mampu membuat Grace menoleh ke arahnya.


" kalo tebakan gue bener boleh dong gue minta apa aja dari lo.. " ucap Leo lagi-lagi membahas tentang taruhan unfaedah itu.


sontak Gracepun menoleh,


" minta apaan? minta yang lebih mahal dari permintaan gue? lo jelas rugi secara duit gue kan dari lo juga, kecuali-"


Grace sengaja menjeda kalimatnya membuat Leo menoleh penasaran.


" kecuali lo bolehin gue minta duit ke bokap, itu sih kalo lo gak malu.. " lanjut Grace dengan tersenyum penuh kemenangan kala melihat Leo yang tiba-tiba memasang wajah kesalnya.


" sial.. cewek selalu menang.. " batin Leo kesal, kemudian pria itu menyeringai.


" kalo gue minta kawin lagi gimana? " ucapnya lantang membuat Grace langsung menoleh. pria itu sangat menunggu ekspresi istrinya.


" boleh, sangat boleh biar bisa aplusan sama gue, tapi sebelum itu.. "


" apa? " tanya Leo penasaran membuat Grace berdecak sejenak, bisa-bisanya suaminya itu sangat antusias. kemudian Grace menyeringai tersenyum devil.


glek.. Leo menelan ludahnya kasar kala melihat raut wajah Grace. niat hati ingin menggoda istrinya, dia malah di buat tegang oleh Grace.


" gue gak segan bakal mutilasi barang kebanggan lo .. "


sontak dengan reflek Leo langsung memegang barang berharganya.


" gue kan cuma bercanda Grace.. "


" bercanda lo gak lucu.."


...***...


" inget pesan mami nak, sesalah apapun istrimu, tetap itu tanggungjawab kamu sebagai suaminya.. "


" dan seberapapun penghasilan El sekarang, tetap harus nafkahin istri El.. " sela Exel menirukan nasihat sang ibu.


Indri terkekeh sambil menepuk bahu putranya.


" pinter.. mami rasa mami gak perlu nganter kamu ke sana El.. "


" ck.. emangnya El anak kecil apa, harus di anter segala.. " sahut Exel sewot membuat Indri lagi-lagi terkekeh.


" oke fine, mami tau kamu bukan pria pengecut.. "


" udah malem mih, nanti papi nyariin " sela Exel yang merasa tersinggung itu.


" ck, ceritanya ngusir mami nih? "


" bukan gitu mih, El juga kan mau ke sana.. "


" mami bercanda ko, yaudah mami pulang dulu yah.. good luck.. "


" hmm hati-hati.. "


.


.


.


setelah kepergian Indri dari kediamannya. Exelpun segera melangkah ke kamar hendak bersiap menemui Silvie di rumah mertuanya. tak lupa Ia mengambil celengan tempat menyimpan uang hasil kerjanya selama ini di bengkel.


" lumayan, Lo emang bos paling the best Le.. " gumamnya terkekeh sambil menghitung lembaran uang miliknya.

__ADS_1


tak hanya upah dari Leo yang nilainya cukup banyak itu, Exel mendapatkan uang tips dari setiap customer yang di layaninya.


" ini buat kado Cio.. yang ini buat lo Sil, semoga lo mau nerima.. "


__ADS_2