
Hari ini cuacanya sangat bagus, seolah mendukung rencana yang di niatkan seseorang jauh-jauh hari. rencana tersebut terkesan bercanda alias nyeleneh bagi yang mendengarnya, tetapi tidak bagi Grace si pembuat rencana. Dia bersungguh-sungguh dan serius mengajak Leo untuk balapan dengannya.
kapan lagi Leo menuruti kemauannya dan menerima tantangannya, apalagi Grace sengaja melakukannya di tengah-tengah momen penting keluarga juga para sahabatnya. rupanya napsu yang tak tertahan dari seorang Leonard, cukup menguntungkan bagi Grace kali ini. suaminya itu benar-benar mengabulkan permintaannya. terbukti, Leo langsung menyewa salah satu sirkuit besar setelah Grace memintanya. bahkan sifat yang katanya ogah rugi, seketika enyah dari kepribadian Leo demi ambisi istrinya.
.
.
.
Kini pasangan tersebut sudah sama-sama mengenakan wearpack racing suit, baju balap yang entah siapa yang sudah menyiapkannya. padahal keduanya sudah memiliki sebagai baju balap favorit. namun tak apa, baik Grace maupun Leo masih bersedia mengenakannya. karena jujur, baju tersebut memang lebih nyaman dari pada milik mereka sebelumnya.
" ini dia yang kita tunggu-tunggu.. "
keduanya berjalan pelan menuju paddock dengan menjinjing helm milik masing-masing. mereka terlihat lebih keren dari bisanya. apalagi Grace, siapapun tidak akan menyangka jika dirinya sudah melahirkan dua anak. aura kecantikan terpancar dibalik gaya maskulinnya, mengalahkan gadis yang baru pubertas. rambut panjangnya di kepang dengan apik oleh Leo sebelum pria itu menjadi saingannya sekarang.
suara riuh dari barisan penonton yang langsung berdiri begitu pasangan tersebut muncul. sorakan tepuk tangan menyambut keduanya. tak terkecuali dari para keluarga terdekat termasuk kedua anak mereka yang sepenuhnya tidak mengerti apa yang akan dilakukan mami papinya. Cio dan Gwen hanya mengikuti orang dewasa disekitarnya.
" mami...!!! " teriak Lucio yang langsung mendapat atensi dari yang lainnya. batita itu terlihat lucu dengan baju team pendukung ibunya.
" papi..!!!" teriakan Gwen tak kalah kencangnya dari Lucio sehingga membuat orang-orang disekitarnya tergelak. bayi perempuan itu seolah mendukung cinta pertamanya yang tak lain adalah sang ayah.
" wow.. lihatlah, bukan Leo dan Grace aja yang bersaing, rupanya dua malaikat lucu juga berbeda kubu sama-sama bersaing.. "
suara pemandu acara menambah suasana semakin sengit bagi Grace dan Leo. tetapi tidak bagi para penonton, mereka malah terhibur, apalagi ketika kamera menyoroti Lucio dan Gwen yang duduk di pangkuan ommanya. Lucio dipangku oleh Anita sebagai pendukung Leo, sementara Gwen dipangku oleh Deti sebagai team pendukung Grace tentunya.
begitupun dengan kedua sahabat dan sohib yang terbagi menjadi dua kubu. dimana Exel dan Megan sebagai pendukung garis keras Grace. sementara pasangan mereka, Ari dan Silvie sebagai team pendukung Leo. sebenarnya Ari dan Silvie sebelumnya hendak mendukung Grace, namun di tolak mentah-mentah oleh Grace dengan alasan mereka terlalu berisik.
" lo berdua cocoknya dukung Leonard, biar doi gak ngantuk.. teriak dah yang kenceng.. "
sementara para anggota yang lainnya memilih mencari aman duduk di kursi penonton dengan tertib. karena jujur, bagi mereka ini adalah pilihan yang sangat sulit. di satu sisi mereka sangat segan terhadap sang Leader. disisi lain mereka juga takut dengan Grace yang sudah mereka agungkan sebagai Suhu selama ini.
.
.
.
" gokil, lo bedua emang gila.. " seru Ari menyambut kedatangan Leo dan Grace. tak hanya Ari saja yang menghampiri keduanya, melainkan Exel dan Silvie juga Megan yang langsung mengangguk setuju dengan ucapan Ari.
mereka masih tak percaya dengan terealisasinya rencana konyol itu. sebelumnya mereka sempat melayangkan protes dengan kompak. bisa-bisanya dua insan itu mengadakan aksi balapan didalam acara ulangtahun anak mereka dan juga ulang tahun pernikahan. seharusnya dilakukan secara khidmat seperti biasanya. namun kembali lagi kepada yang maha benar Leonard dan Grace yang anti penolakan apalagi protes.
" rapel sih rapel.. gak gini juga.. " ceketuk Silvie yang menyesali permintaannya kepada Grace.
" antimainstream cong.. " sahut Megan terkekeh. sejujurnya dia juga menginginkan acara ulang tahun anaknya dan ulangtahun pernikahannya digelar secara sederhana. namun dengan adanya rencana ini, Dia malah orang pertama setelah Leo yang menyetujui rencana Grace, karena memang sudah sangat merindukan kegilaan sahabatnya itu.
" gue pikir kalian yang udah gila.. ngerusak rencana gue.. " celetuk Grace tiba-tiba terdengar sinis membuat mereka kikuk.
" lo salahin bonyok kita aja Grace.. " timpal Silvie memelas di angguki yang lainnya.
Grace hanya menghela napas panjang malas menimpali mereka lagi. Dia sedikit merasa kesal dengan mereka. rencana yang seharusnya adalah tanggung jawab dirinya dan juga Leo, mengingat janjinya sebelumnya yang akan menggabungkan acara penting geng mereka. dan juga janji Leo yang akan menanggung penuh acara ini.
Jauh dari dugaan, kali ini semuanya hampir diambil alih oleh orang tua mereka. Grace dan Leo bukannya keberatan, karena kalau dipikir mereka tidak perlu repot repot menggelontorkan dana besar untuk keberlangsungan acara tersebut. hanya saja mereka merasa tidak enak karena acaranya melenceng dari yang seharusnya terjadi.
mereka juga kurang nyaman dengan kehadiran beberapa rekan kerja para orang tua mereka yang sengaja diundang. terlebih Leo yang pastinya dikenali oleh tamu undangan tersebut. karena tak sedikit yang mengenalinya sebagai pengusaha muda yang berpengaruh. dan sekarang mereka harus melihat pengusaha muda itu menjelma sebagai berandal urakan.
.
__ADS_1
.
.
.
suara riuhan penonton di grandstand membuat enam sekawan langsung terbelalak. dimana atensi mereka menyoroti Pria tua yang berdiri ditengah arena dengan pakaian serba hitam tanpa alas kaki. Pria tua itu tampak sedang komat-kamit sambil menyipratkan air dari batok kelapa dengan kembang tujuh rupa.
" sambil komat-kamit mulut bah dukun baca mantra, dengan sebatok aer kembang lalu aspal disembur.. "
bbbuurrrr...!!! Pria itu menyemburkan air tepat ketika para anggota selesai bernyanyi dengan kompak seolah mengejek kelakuannya.
sementara enam sekawan yang memiliki hajat, sama menggeleng frustasi. apalagi Leo dan Grace, keduanya sudah cukup mentolerir apa yang dilakukan orang tua mereka. dimana Papa Hendri dan Daddy Bram yang mengundang banyak rekan bisnis, sengaja hendak membanggakan sekaligus memamerkan kehebatan anak menantunya yang memiliki hobby seperti dua besan itu. " didikan kita nih bung..! "
begitupun Shaw ayah dari Silvie tak kalah hebohnya. Dia sengaja mengundang beberapa media untuk menayangkan secara langsung dan eksklusif acara tersebut. bahkan Shaw sudah menempatkan beberapa juru kamera handal untuk merekam momen balapan itu di setiap titik seolah seperti balapan kelas atas saja.
.
.
.
" ulah bokap siapa lagi ini hmm? " tanya Grace geram menatap satu persatu sahabat dan sohibnya dengan sorotan penuh intimidasi.
" yang jelas bukan bonyok kita.. iya kan bie..? " sahut Ari santai menaikturunkan alisnya ke arah Megan. Dia percaya jika kehadiran pria tua itu bukanlah ulah orangtuanya maupun mertuanya.
Grace dan Leo mengangguk kompak menyetujuinya. mereka yakin hanya orang tua Ari dan Megan yang alim disini. mereka rasa orang tua pasangan itu berulah sewajarnya, sebagai penanggungjawab penuh konsumsi acara itu saja.
kini tatapan keduanya mengarah kepada Exel dan Silvie membuat pasangan tersebut gugup seketika. jika Silvie menggelengkan kepalanya tak tau menau, sementara Exel mendongak menelan ludahnya kepayahan.
" si Tua bangka.. "
" Om Berwin ngundang pawang ujan..? " tanya Ari yang tak perlu lagi jawaban. Dia hanya ingin mengejek Exel saja begitupun dengan Leo yang terkekeh geli hampir kehilangan suaranya.
" mungkin tujuannya ngehibur anak-anak kali bro.. " sahut Leo sambil menunjuk para anggotanya di grandstand. Mereka memang nampak sangat antusias menyaksikan aksi si pria tua. alih-alih sebagai pengendali cuaca, si pria tua malah menghibur para anggotanya.
" sekelas Om Berwin bisa lawak juga.. " celetuk Ari disusul kekehan dari yang lainnya termasuk Silvie yang tak perduli akan dosa karena sudah menertawakan ayah mertuanya.
" ketularan dari besannya kali, Tuan takur juga kan kang lawak aslinya.. "
damm.. seketika Silvie langsung menghentikan tawanya berganti menjadi cemberut begitu mendengar kalimat tersebut keluar dari mulut suaminya sendiri yang sama laknatnya.
" jlebbb sekali everybadehh.. " celetuk Ari dengan sarkastik khusus untuk Silvie. kemudian Ari menyusul Exel yang baru saja melengos duluan meninggalkan area paddock dengan membawa payung kebanggan.
...*...
waktu yang dinantikan sudah tiba, keduanya sudah siap menunggangi motor kebanggaan masing-masing. motor sport yang menjadi saksi pertemuan mereka dulu, kini akan menjadi saksi kembali aksi kegilaan sang empu.
Grace dan Leo saling adu tatap dengan seringai bak iblis. tidak ada kata suami istri, mereka benar-benar rival di arena balap. tidak ada umbrella girls juga, melainkan Ari dan Exel yang memayungi keduanya.
" gue percaya sama lo Grace.. " ucap Exel berusaha optimistis menyemangati Grace sambil menepuk pelan bahunya. jika saja adiknya itu belum mengenakan helm, sudah pasti Exel akan mengacak rambutnya terlebih dahulu. walaupun merasa sedikit khawatir, Exel percaya jika Grace mampu. toh keluarga juga anak-anaknya malah mendukung tanpa kecemasan, bahkan suaminya sendiri yang jadi rival.
sementara Grace menyahutinya dengan anggukan kepala dan tersenyum dibalik helmnya.
" Grace woy.. lo gak utak-atik si Rossi kan? " teriak Ari yang sedang memayungi Leo. Pria itu menyeringai memerankan musuh bagi Grace.
" bacot.. bilang sama Tuan lo, jangan coba-coba sengaja ngalah dari gue.. main sportif.. "
__ADS_1
Sial.. Grace sepertinya mengetahui niatannya. Leo memang berencana akan mengalah dari Grace supaya istrinya itu senang. seandainya Dia menangpun tetap terkesan payah karena lawannya seorang perempuan. namun setelah mendengar ucapan tersebut, Leo langsung berubah pikiran. sepertinya Dia tidak seharusnya mengalah dan menganggap Grace benar-benar rivalnya.
" Gue ngalah buat lo..? ck.. atas dasar apa? "
nyes..! ada sedikit perasaan sesak menyeruak di dalam dada ketika mendengar kalimat itu. ah, lupakan.. Grace sendiri yang membuat pria itu sebagai rivalnya saat ini bukan? dan kalimat itu Grace jadikan sebagai pematik semangatnya untuk memenangkan balapan ini.
.
.
.
.
🚥 there..
🚥 two..
🚥 one.
🏁.. go..!!!!
keduanya tancap gas dan melajukan motornya dengan kecepatan di atas normal. sorakan dari para penonton menyemangati jagoannya masing-masing. namun kebanyakan dari mereka adalah penonton labil yang tidak konsisten siapa jagoannya. sedikit-sedikit teriak Leonard, sedikit-sedikit teriak Grace. begitu seterusnya hingga kiamat, eh..
" Woww.. late breaking.. " teriak pemandu acara melihat manuver Grace menyalip lawannya. pemandu acara itu berlagak seperti komentator balapan saja, padahal basicnya hanyalah MC acara biasa. beruntung Dia sedikit tahu seputar dunia otomotif, jadi tidak terlalu kaku membangun suasana, apalagi ketika melihat aksi kedua pembalap yang harus dikomentarinya. seketika mulutnya lancar jaya mendeskripsikan apa yang dilihatnya.
" wow.. wow.. lihat itu..!!! sepertinya Grace akan mudah mencapai garis finish duluan.. " teriak Pria itu kembali mengagumi kelihaian Grace mengecoh lawannya dibelakang dengan menghalangi jalannya. memang sedari tadi pria itu lebih dominan mengagumi kemampuan Grace walaupun kemapuan Leo juga patut diacungi jempol, hanya saja menurutnya aksi Grace lebih menarik mengingat Dia seorang perempuan.
kamera menyoroti setiap pergerakan keduanya dari beberapa titik dan menampilkannya di layar besar di sirkuit terebut, sehingga memudahkan para penonton untuk melihat lebih detail taktik apa saja yang di kuasai keduanya.
sesekali layar besar menampilkan wajah-wajah penonton yang bersorak, termasuk para keluarga di sana. apalagi ketika kamera menyoroti Bram, dengan bangganya Pria itu menepuk dadanya mengisyaratkan jika kemampuan Grace merupakan didikannya sedari dulu.
" itulah salah satu pendukung labil.. bukannya tadi kau mati-matian mendukung Leonard menantumu Tuan? " seru pemandu acara disusul gelakkan dari yang lainnya. sementara yang di ejek langsung menggelengkan kepalanya ke arah kamera, Dia hanya ingin memberitahu semuanya tentang kemampuan putrinya itu dari dirinya sendiri, tidak lebih. Dia masih mendukung menantu kesayangannya yakni Leonard.
Aksi kejar-kejaran dan saling menyalip satu sama lain terus berlangsung, hingga di putaran kedua salah satu diantara mereka terlihat oleng dan hampir menabrak tyre wall.
" Sialan lo.. kamprett.. " Grace mengumpat kesal setelah tahu Leo menipunya barusan. padahal Ia baru saja Iba kepada rivalnya dengan sedikit memelankan laju motornya. maka dari itu tidak ada kata ampun lagi untuk Leo.
" mencuri angin? apakah itu taktik Grace kali ini? " Lagi-lagi si pemandu acara terlihat excited dengan aksi Grace, sebelumnya Ia sempat pasrah ketika mendapati jagoannya tertinggal cukup jauh dari lawannya.
namun lihatlah, Grace begitu mudah menyalip Leo kembali. bahkan Dia tidak mengampuni lagi lawannya sampai putaran akhir. dan..
" Wowww... !!! amazing Grace.." semua bersorak ketika Grace melakukan freestyle di detik-detik Ia menempuh garis finishnya. dimana wanita itu melepaskan kopling dengan cepat sehingga membuat ban depannya terangkat dari permukaan trek.
Exel dan Megan langsung menghampiri jagoannya yang menang. selang berapa detik kemudian Leopun mencapai garis finishnya juga.
" gue tunggu hadiahnya Leonard.. "
" sayangnya gak ada di perjanjian awal tuh.. "
" heh, namanya tanding..ada menang ada kalah.. pasti ada hadiahnya juga kan.. "
" lo menang karena emang si Rossi udah lo utak-atik kan.. "
" ck, gak nerima kekalahan.. lo gak liat apa si Rossi nangkring mulu di garasi.. emang gue nya aja yang jago.. "
" hoki kali-"
__ADS_1
" Leonard..!!! emang dasar lo ya .. "
terus saja berdebat sampai akhir.