Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 26


__ADS_3

Hari silih berganti, suasana hati Grace ceria seperti biasa.


Grace merasa ada sedikit kemajuan dengan kisah percintaannya terlebih seringnya mendapatkan perhatian dan sikap romantis dari suaminya beberapa hari ini.


Masalah kehadiran mantan kekasih suaminya Ia tak pernah memperdulikannya, bahkan enggan untuk sekedar membahasnya, lebih tepatnya Ia tak ingin memperkeruh keadaan yang sedang baik-baik saja pikirnya.


walaupun Grace belum mendapatkan kepastian tentang perasaan Leo padanya, tetapi setiap tindakan yang dilakukan oleh Leo terhadapnya mampu membuat Grace semakin membuka hatinya untuk Leo, namun Grace sendiri belum berani mengungkapkan perasaannya sendiri pada Leo suaminya.


...****...


Sedari pagi Grace merasa gundah gulana setelah sebelumnya mendengar jika Leo akan menghadiri acara pesta ulangtahun teman sekolahnya, entah apa yang dipikirkan Grace, bayangan bayangan Leo yang dikerubuti kaum hawa mengganggu akal sehatnya.


Pasalnya pesta tersebut tidak hanya mengundang teman satu sekolahnya, bohong sekali jika Grace tak khawatir dengan pesona suaminya yang menjadi magnet para kaum perempuan.


Padahal alasan niat Leo menghadiri acara tersebut tentu saja untuk ajang reuni dengan teman sekolahnya dulu.


"Ah.. tidak... "


Grace memukul-mukul kepalanya sendiri saat sedang menonton televisi bersama ibu mertuanya sepulang dari sekolah.


"Kamu kenapa sayang? "Tanya Deti keheranan dengan tingkah Grace.


"Gapapa ko mah.. "Jawab Grace gelagapan.


"emh mah.. sebenernya Grace entar jadi pergi ke pestanya temen Grace... tapi... "


Grace yang tadinya malas pergi ke acara tersebut tiba-tiba merubah rencananya setelah mengetahui jika Leo juga akan pergi bahkan sempat mengajaknya pergi bersama namun Grace terlalu gengsi menerima ajakan Leo.


"tapi kenapa sayang..?Tanya Deti kembali.


" Grace gak punya gaun mah.." Jawab Grace gugup.


"Oh.. tenang sayang.. Itu bisa diatur.. "


Deti mengulum senyuman, pasalnya Leo telah menyiapkan gaun untuk Grace yang dititipkan kepadanya antisipasi jika Grace berubah pikiran. Dan benar saja Grace dengan mudah berubah pikiran, ternyata Leo mulai mengerti sifat Grace pikirnya.


"Makasih ya mah.. " Grace berhambur memeluk Deti.


"Iya sayang.. "


Ucap Deti seraya mengelus rambut menantunya.


***


Malam harinya Grace bergegas ke kamar mertuanya setelah selesai membersihkan diri, sementara Leo baru pulang ke rumah setelah selesai dengan urusannya.


Leopun lekas pergi ke kamarnya namun tak mendapati Grace di sana, akhirnya Ia bergegas ke kamar orangtuanya untuk menanyakan keberadaan Istrinya.


ceklek.


Leo membuka pintu kamar orangtuanya, mendapati Grace tengah di rias oleh ibunya.


Leo mengulum senyuman, ingin sekali rasanya mengolok-olok istrinya yang berubah pikiran setelah menolak ajakannya.


"jangan cantik-cantik mah.. "


Ucapnya seraya menunjuk ke arah Grace dengan dagunya, Leo mau hanya dirinya yang menikmati kecantikan Istrinya.


Grace memutar memutar bola matanya jengah sementara Deti menggeleng terkekeh


"Udah bisa ngegombal kamu.. tenang aja mamah cuma poles dikit.. "


Leopun bergegas ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap mengenakan pakaiannya.


Setelah selesai bersiap, Leo segera ke luar dari kamarnya bersamaan dengan Grace keluar dari kamar mertuanya.


deg.


Keduanya terdiam berdiri mematung saling menatap satu sama lain.


"selalu cantik.. "


Leo terpesona melihat Grace dengan gaunnya merasa dejavu saat acara pernikahan mereka.


"Dia beneran Leo suami gue kan..? Aaahh ko bisa setampan ini sih.. " Jerit hati Grace.


Keduanya masih saling menatap sampai suara Deti membuyarkan lamunan mereka.


"Ehemm.. Mau sampe kapan? Keburu acaranya bubar.. " Deti terkekeh melihat anak menantunya yang salah tingkah.


Keduanyapun pamit untuk pergi .


Sepanjang perjalanan mereka terdiam tak ada yang mengeluarkan suara sampai Leo mencoba mencairkan suasana.


"Sepertinya kita mendingan kencan berdua.. " Ucap Leo serius


"Hah.. Iya kenapa? "


Grace kurang fokus karena terlalu gugup.


Drett.. Drett..


Panggilan telpon pada ponsel Grace.


Megan memanggil....


"(........) "


"Iya Otw.. "


"(.....) "


"Hmm... "


tut.


"Lo tadi ngomong apa Le..? tanya Grace kembali menoleh ke arah Leo.


" Gak jadi.. "

__ADS_1


Jawab Leo kesal dengan pandangan acuh ke depan membuat membuat Grace menghembuskan napas kasar.


Akhirnya mereka telah sampai di tempat acara dengan tema outdoor.


Leo meraih tangan Grace untuk digenggamnya, Gracepun tidak menolaknya walaupun masih kesal dengan Leo tetapi sepertinya rasa cemburu mengalahkan rasa kesalahannya, terlebih saat Leo menjadi pusat perhatian para kaum cewek.


Mereka melangkah berdampingan saling menggenggam satu sama lain, semua mata yang melihatnya terpana.


pujian pujian mengagumi penampilan Leo juga Grace tak hentinya terucap dari mulut mereka.


Leo dan Grace menghampiri Dafa untuk mengucapkan selamat.


"Hi.. grace.. gue pikir lo gak bakalan dateng.. Hmm apa karna dia..? "


Ucap Dafa menggoda Grace, sebab Dafa tahu jika Grace paling malas untuk pergi ke acara pesta.


Sementara Grace menanggapi dengan memelototinya.


"Bisa aja lo.. Oh ya Daf sel.. "


"Selamat ya Bro.. "


Ucap Leo memotong Grace yang ingin menjabat tangan Dafa, kini Leo lah yang menjabat tangan Dafa, sepertinya Leo tidak rela jika Grace harus bersentuhan dengan Laki-laki selain dirinya, sementara Grace menggeleng tak percaya dengan sikap Leo.


Tak lama Silvi dan Megan menghampiri mereka.


"Daebak... Lo bedua emang best couple... "


Ucap Silvie diacungi jempol oleh Megan.


"Akhirnya lo dateng juga Grace.. Katanya males..? "


Goda Megan.


"Grace sumpah lo cantik banget malam ini.. Iri gue.. " Ucap Silvie bersungguh-sungguh.


"Gue emang cantik dari lahir kelless.. "


Timpal Grace songong tanpa menghiraukan keberadaan Leo.


"Ehem.. Gue kesana dulu.. "


Ucap Leo seraya menunjuk ke arah Ari dan Exel yang tengah bergabung dengan teman sekolahnya dulu.


Grace hanya menganggukkan kepalanya.


"Grace.. Si Leo bisa setampan itu sih.. Nemu dimana sih Lo..? "


Ucap Silvie tak henti mengagumi ketampanan Leo yang berpenampilan lebih dewasa dari usianya.


"Sa ae Lo sil.. Oh ya.. Gue ke toilet bentar ya.. "


Pamit Grace diangguki kedua sahabatnya.


Selepas menunaikan urusannya Grace bergegas keluar namun langkahnya terhenti saat sesosok pria menghadangnya.


"Hi.. Boleh kenalan gak..? "Ucap Pria tersebut.


"Hmm menarik.. "


Batin pria tersebut.


____


"Grace Permata Puri.. " Suara panggilan dari panggung oleh pembawa acara.


deg.


Grace melihat Leo tengah bersama gadis yang tempo hari dia lihat di minimarket, walaupun tak hanya gadis itu yang berada di dekat Leo melainkan banyak teman sekolah Leo yang lain, tetap saja Grace merasa kesal lebih tepatnya cemburu.


"Grace..!!! Lo keasyikan berduaan di toilet..? Sampe gak dengar MC manggil lo.. "


Linda dengan sengaja  berteriak membuat  Leo memandang ke arah Grace yang baru keluar dari toilet bersamaan dengan seorang pria dibelakangnya.


" sekali lagi.. Grace Permata Puri... "


Panggil MC yang sebelumnya telah mengambil nama secara acak di sebuah wadah kaca, dari sekian nama tamu undangan nama Gracelah yang terpilih untuk menerima tantangan mengikuti apapun permintaan Dafa yang tengah berulang tahun.


"Hah.. Ko gue..? " Kesal Grace terlebih semua tamu undangan menyoraki nya.


"Come on Grace... Gue tau lo bukan pengecut.. "Ucap Dafa menantang dari atas panggung.


"Sial.. "bGumam Grace seraya melangkah menuju panggung.


"Minta macem-macem.. Gue hajar Lo.. "


Ucap Grace pelan mengancam Dafa.


"Wiihh.. Santai dong.. gue gak minta macem-macem ko.. Gue cuma minta lo tunjukkin bakat lo main gitar.. "


" Cih..Segitu doang..? " Grace mulai songong.


"Sambil nyanyi Grace.. " Titah Dafa terkekeh.


"Ok fine.. "


terlalu cepat ku menyayangimu...


tak cukup bercerita...


namun terlanjur ku mencintaimu..


meski ku tak mengenalmu..


Grace membawakan lagu dengan tatapan tertuju ke arah Leo yang berada di kejauhan berharap Leo mengerti akan arti lirik lagu tersebut yang mewakili perasaannya. namun Leo yang ditatap malah membuang mukanya.


Semua bersorak setelah Grace selesai bernyanyi, Gracepun bergegas turun dari panggung, begitu turun dengan sengaja Linda mendorong Grace sampai tercebur ke kolam renang yang berada di depan panggung, sontak semua berteriak.


Tak sedikit laki-laki menceburkan dirinya untuk menolong Grace, namun hanya seorang yang mampu menggapainya.

__ADS_1


Pria yang mengajaknya berkenalan di toilet kini menyelimutinya dengan jas , membawanya keluar acara.


Sebelumnya Grace berdiri mematung menatap ke arah Leo yang terus memalingkan mukanya, Grace merasa sangat kecewa terhadapnya.


sementara Leo mengepal tangannya, matanya merah penuh amarah melihat Grace dibawa oleh pria yang sangat dibencinya.


"Lo gila.. Lo mau dia ngambil punya Lo kedua kalinya..? Ucap Exel kesal dengan Leo


Leo hanya diam tak bergeming, hatinya sudah dikuasai amarah.


" Goblok emang lo.. Ngebiarin bini lo di bawa cowok laen.. " Ari sama kesalnya.


"Cepetan Kejar bego.. " Kali ini Exel benar-benar kesal terhadap sikap Leo yang menurutnya bodoh.


Di perjalan Grace merasa kedinginan sebab pakainya basah.


"Penghangatnya nyalain dong.. " Pinta Grace pada pria tersebut.


Seringai jahat muncul pada pria tersebut, Ia menghentikan mobilnya kemudian dengan sengaja dia mendekatkan wajahnya ke arah Grace.


"Lo Butuh kehangatan.. ?"


Brugghh..


"Brengsek..!!! " Satu bogeman mentah tepat di wajah pria tersebut.


Grace bergegas keluar dari mobil beruntung pintunya tidak terkunci.


Pria tersebut tak tinggal diam, Ia mencoba mengejar Grace sampai mampu mencekal tangannya.


"Lepasin.. !" teriak Grace.


"Mau kemana Lo.. "


Brugh..


Grace berhasil menendang pusaka pria tersebut sampai jatuh tersungkur ke tanah. Tak lama ada taksi lewat membuat Grace bernapas lega Tuhan masih melindunginya. Gracepun segera menghentikan taksi tersebut.


Sesampainya di rumah Grace buru-buru masuk ke kamar, Grace tak ingin mengganggu kedua mertuanya yang sedang beristirahat.


Grace bergegas membersihkan diri agar tidak kena masuk angin lalu mengenakan pakaian tidurnya.


Brakkk


Leo membuka pintu dengan amarah di wajahnya membuat Grace tersentak kaget.


"Apaan si lo buka pintu kaya gitu.. " Ucap Grace yang tengah mengeringkan rambutnya.


"Sejak kapan lo kenal sama cowok itu..?"


Tanya Leo menggebu-gebu menatap Grace dengan sorotan tajam.


Grace menghela napas mencoba tenang, walaupun sebenarnya dirinya sedikit ketakutan melihat amarah di wajah Leo.


"Gue sama sekali gak kenal dia.. " Ucapanya dengan santai masih mencoba tenang.


"Cih.. Terus yang tadi itu apa..? " Leo semakin menggebu dengan suara setengah berteriak membuat Grace ikut tersulut emosi.


keduanya saling menatap tajam, terlebih Leo yang saat ini seperti Iblis dimata Grace. mungkin begini contoh pasangan labil yang dipaksa dewasa untuk menjalankan rumah tangga terlebih keduanya belum mengenal satu sama lain.


"Dia cuma nolongin gue, kenapa lo tiba-tiba peduli sama gue.. Lo cemburu..? " Ucap Grace setengah berteriak, sudah tidak perduli dengan keadaan sekitar. bahkan dirinya akan bersyukur jika kedua mertuanya mendengar pertengkaran mereka. persetan jika dirinya dipisahkan dengan Leo, toh memang awalnya hanya keterpaksaan.


"Iya.. gue cemburu.. " teriak Leo dengan dengan wajah yang garang bak iblis.


Dikamar lain Deti ingin menghampiri mereka namun di cegah oleh Hendri, membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya tidak perlu ikut campur.


Grace semakin tersulut, kini Grace bangkit dari duduknya membalas menatap Leo tak kalah tajamnya.


"Cemburu lo bilang? Lo pikir gue gak cemburu tuh cewek deketin lo..? Kemana lo pas orang laen nolongin gue, bahkan gue hampir di lecehin sama tuh cowok.. masih untung gue bisa kabur.. "


deg..


seketika Leo terdiam  mendengar ucapan Grace, terlebih kata pelecehan yang terlontar dari mulut Grace membuatnya merasa bersalah terhadap Grace.


Tubuh Grace seketika lemah bergetar masih penuh emosi, tetapi kali ini Grace memalingkan mukanya tidak kuat adu tatap dengan Leo yang berdiri dihadapannya.


"Gue pikir akhir-akhir ini hubungan kita semakin baik.. gue terlalu bodoh biarin lo main-main di hati gue... gue salah besar membuka hati gue buat lo.. "


deg.. apa ucapan Grace benar? atau Leo yang salah mendengarnya? dan kini Leo menatap nanar Grace, raut wajahnya seketika berubah.


"Grace.. " Panggilnya dengan lirih, namun Grace masih terus nyerocos merasa belum puas mengeluarkan unek-uneknya.


"walaupun awalnya gue terpaksa  harus hidup bersama lo demi kesembuhan nyokap gue,  gue berusaha buka hati gue buat lo... entah sejak kapan gue mulai suka sama lo.. Tapi kali ini rasanya lebih baik gue mundur, toh nyokap gue gak akan pernah sembuh.. rasanya percuma gue berusaha menggapai hati lo tapi lo gak pernah menyambutnya. "


Grace mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh. merasa sedikit lega telah mengungkapkan perasaannya walaupun malu terlebih dirinya belum mengetahui perasaan Leo terhadapnya, setidaknya Grace lega dengan unek-uneknya.


"Stop Grace..! " Ucap Leo dengan lirih seraya mendekat ke arah Grace lalu meraih tangan Grace, tetapi Grace langsung menipisnya.


"Apa.. Gue belum sel.. "


Grep.


Leo langsung mendekap Grace dengan erat membuat Grace terkunci. jantung keduanya berdetak lebih kencang terlebih sebelumnya memang keduanya sama-sama dalam keadaan emosi.


Leo meraih wajah Grace lalu menatap mata Grace dengan tatapan yang hangat, sementara Grace mencoba memalingkan wajahnya enggan membalas tatapan Leo, tetapi rasanya sangat sulit Grace benar-benar terkunci semuanya oleh Leo.


"Jangan mundur Grace.. Gue juga suka sama lo, sejak awal kita bertemu.. Lo inget kan???"


deg..


benarkah apa yang dikatakan oleh Leo jika telah menyukainya sejak pandangan pertama atau ini hanya sebuah lelucon semata. itu yang dipikirkan oleh Grace saat ini.


Grace hanya bisa terdiam membalas menatap Leo. kini kedua manik mata mereka saling bertemu.


"I love you grace.. " Ucap Leo dengan suara lembut kan hangat membuat Grace tak mampu berkata, benarkah atau hanya mimpi. tetapi Grace menganggukkan kepala pelan, sementara Leo mengulas senyuman dengan tanggapan Grace.


"Lo gak bakalan pergi kan..? "


Ucap Leo kembali memastikan, Gracepun menggelengkan kepalanya dengan cepat ditengah kegugupannya mengisyaratkan jika dirinya tidak akan mundur dan bersedia berjuang membangun cinta bersama Leo.

__ADS_1


Leo bernapas lega sebab perasaannya terbalaskan, Leo kembali membawa Grace kedalam dekapannya tanpa penolakan dari Grace.


"Gue mau lo malam ini... "


__ADS_2