Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 9


__ADS_3

Setelah bersiap keduanya pun keluar dari kamar hendak makan diluar.


Grace melenggang didepan cuek seolah tak peduli dengan kehadiran Leo dibelakangnya yang berjalan mengikutinya dengan santai, satu tangannya dimasukkan kedalam saku celananya.


Seketika ide jahil hadir di benak Leo hendak mengerjai Grace berdalih bahwa keduanya masih dalam pengawasan orang-orang suruhan kedua orang tuanya memastikan semua baik-baik saja.


Seringai diwajah Leo melihat Grace begitu antusias bergandengan tangan dengannya setelah dirinya mengatakan hal tersebut terlebih dibumbui dengan keinginan Sarah Ibunya Grace yang menginginkan melihat Grace bahagia bersama suami pilihannya.


Kini keduanya telah sampai di satu tempat yang berbeda dari sebelumnya, dimana kali ini Grace mengajak Leo ke Rumah makan Lesehan dengan beberapa deretan Gazebo yang sederhana.


Mereka kini duduk di salah satu Gazebo tersebut.


Grace melihat daftar menu yang berada di Rumah makan itu dengan sangat antusias sebab memang benar-benar merasa lapar.


Berbeda dengan Grace, Leo terlihat bingung pasalnya semua makanan yang ada di menu tersebut berbahan yang di dominasi dengan hewan laut.


"Ehh.. Lo mau makan apa?.


Grace bertanya kepada Leo ketika pelayan menghampiri mereka.


Leo diam tak menjawab, sebenarnya Ia merasa sangat lapar , namun Ia sendiri juga bingung harus makan apa.


Tak dapat jawaban dari Leo, Grace menghela napasnya dengan tenang dan kembali bertanya pada Leo yang terlihat kebingungan


" Apa mau di samain kaya gue. ? " Tanya Grace seraya menunjuk salah satu menu yang dipilihnya.


Kali ini Leo menggelengkan kepalanya menolak makanan yang ditunjukkan oleh Grace,


Grace mendengus kesal menurutnya Leo memang menjengkelkan


"Mbak.. Ini aja satu ya.. " Ucap Grace sambil menunjukkan salah satu menu pilihannya pada pelayan.


"Minumnya apa Kak..?


" Hmm.. Apa aja deh Mba, jeruk peras juga gapapa, tapi bikin dua ya Mba.. "


"Baik kak.. Permisi. "


Selepas pelayan pergi Grace kembali bertanya dengan kesal pada Leo


"Lo itu kenapa sih.. Gue tanya diem aja.. Emang lo ga laper..? "


"Gue alergi.. "


Jawab Leo dengan singkat dan datar, membuat Grace yang tadinya kesal terhadapnya, kini hanya bisa menahan tawa.


"Cih.. Ternyata lo manusia..


Eh.. Maksud gue lo manusia biasa juga bisa alergi.. "Ucap Grace songong dengan nada mengejek


Leo menatap tajam tak suka ke arah Grace membuatnya seketika mati gaya


"Sorry gue cuma bercanda.. Gitu aja Baper.. Yaudah tunggu bentar.. "


Grace beranjak pergi meninggalkan Leo.


"Kemana tuh anak, ke belakang lama banget" Batin Leo merasa sudah cukup lama Grace tak kunjung datang

__ADS_1


Tak lama Gracepun muncul bersama Pelayan yang mengantarkan makanan pesanannya.


"Nih makan. " Titah Grace pada Leo sambil menyodorkan sepiring nasi goreng ke hadapannya.


Leo masih diam tak menanggapi namun matanya memicing menatap tak percaya dengan makanan yang dibawa oleh Grace.


Grace menghela napas melirik Leo


"Tenang.. Ini aman kok, gue sendiri yang masak"


Ucapnya santai  seraya mulai memakan makanannya.


Tanpa basa basi.. Leo langsung menyantap makanannya dengan lahap.


Melihat Leo makan dengan lahap, Grace rasanya ingin sekali meledek Leo, tapi Ia urungkan karena merasa bukan waktu yang tepat.


Entahlah Grace merasa kasian atau peduli. Hanya dia dan Tuhannya yang tau.


Mereka makan dalam diam tak ada sedikitpun obrolan,


Hingga Grace mencoba memecah keheningan walaupun dirinya merasa kembali gugup.


"Emhh.. Le gue boleh minta sesuatu ga..? "


" Hmm .. "


"Temenin gue belanja oleh oleh.. "


"Lo gak minta juga gue mau. " Batin Leo, namun Ia hanya bisa menganggukkan kepala tanda bersedia.


"Apa aja nyokap gue pasti suka.. Kan yang beliin menantu kesayangannya.. " timpal Leo santai masih mengunyah makanannya.


Grace menghela napas kasar menatap Leo tak suka


"Dih.. Lo iri..? Mangkanya lo suruh bonyok lo bikin anak perempuan, biar gak kesepian.. Secara anak laki-lakinya dingin kaya es balok.. " Ujar Grace dengan nada mengejek


"Mereka maunya cucu.. " Timpal Leo santai.


Ukhukk.. Ukhukk..


Grace batuk mendengar ucapan Leo, Iapun segera meraih gelasnya hendak minum


"Ah sial. Abis lagi.. "


tanpa permisi Grace menyambar minuman milik Leo yang hanya tinggal separuh


Glek.


Sekali tegukan habis tak tersisa, membuat Leo tersenyum licik melihat tingkahnya


"Bibir suci.. " Sarkas Leo mengejek, seketika wajah Grace langsung  memerah karena malu.


Sementara Leo tersenyum penuh kemenangan melihat Grace yang kembali salah tingkah.


***


Sepasang pengantin tengah memasuki sebuah toko oleh-oleh yang menjajakan barang dagangan dengan lengkap seperti pakaian, sepatu, tas, topi hingga manik-manik perhiasan tertata dengan rapih yang sebagian besar ialah hasil karya penduduk setempat.

__ADS_1


Grace sangat antusias memilih pakaian, sementara Leo mengikutinya dengan pasrah.


" Gimana Le.. Ni cocok ga buat mamah"


Grace menunjukkan satu pakaian kepada Leo.


"Hmm"


timpal Leo menganggukkan kepalanya pasrah


Grace kini beralih ke deretan perhiasan, Ia mengambil beberapa perhiasan manik-manik.


"Dah beres..


Orang rumah udah, semua kebagian..


Siapa lagi yaah..? " Grace berbicara sendiri tanpa memperdulikan kehadiran Leo dibelakangnya.


"Ehemm.. " Leo yang berharap masuk daftar penerima barang dari Grace


"Oh iyaa gue lupa..


Megan sama Silvie belom.. Ah tapi gak usah dulu deh tar pada kepoo lagi.. "


Grace ngoceh sendiri sok gak menyadari Leo dibelakangnya yang sangat berharap.


" Nih buat Lo, terserah lo mau Terima apa nggak.. Itu bisa buat gantungan HP atau kunci.. Samaan kaya gue.. Lo jangan GR dulu, itu sepaket ga bisa beli di pisah.. "


Grace mengoceh tanpa jeda menyodorkan satu gantungan kunci pada Leo satunya lagi untuknya,


Leopun  menerimanya tanpa banyak bicara, namun percayalah hatinya bersorak ria, padahal sekedar gantungan kunci.


Grace terus menyusuri ruangan toko tersebut, sampai Ia berhenti di deretan rak yang menjajakan berbagai macam topi.


Iapun  mengambil dua topi model topi baseball, satu Ia taruh di keranjang belanjaannya dan satunya lagi untuk Leo.


Grace membalikkan badannya dan langsung mengenakan topi satunya lagi di kepala Leo.


"Hmm .. Muat pas juga.. Cocok... " Ucapnya sok menilai penampilan Leo, sementara Leo sama sekali tidak protes dengan tindakan Grace , pura-pura pasrah padahal lagi-lagi hatinya kegirangan.


Semua gerak gerik keduanya tidak luput dari perhatian para pengunjung lain


"Ih.. Gemes banget liat pasangan itu, udah cowoknya cakep, ceweknya cantik.. Sempurna pokoknya.. "


"Iyaa. So sweet, cowoknya dipakein topi.. Mereka serasi banget"


Mendengar bisikan-bisikan orang disekitarnya, Grace merasa salah tingkah, wajahnya bersemu, sementara Leo terlihat acuh dengan pembawaannya yang tenang dan santai namun tetap sorot mata yang tajam nan dingin selalu melekat menambah kesan cool pada dirinya.


"Lo jangan GR.. Di luar mulai panas.. Tar lo item, gantengnya luntur gue lagi disalahin sama nyokap lo.. "


Grace ngeles mencari alasan, Sementara Leo tersenyum merekah di saat grace kembali melangkah menuju kasir hendak membayar semua barang belanjaannya.


Setelah membayar barang belanjaannya, Grace bergegas hendak keluar di ikuti Leo keluar dari toko tersebut.


Deg.


"Gawattt..

__ADS_1


__ADS_2