Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 37


__ADS_3

Sebelumnya Grace sedari tadi telah mempersiapkan diri membersihkan seluruh badannya dengan berluluran, berendam guna menghilangkan ketegangan yang ada pada dirinya.


Tak lupa Ia juga mencuci rambutnya sampai menghabiskan satu botol shampoo juga kondisioner.


Beruntung Grace memiliki stok yang banyak. sengaja Ia membeli banyak sebab Leo suka sekali dengan rambut indahnya.


Kini Grace tengah bercermin melihat tubuhnya yang hanya mengenakan baju dinas malam yang kurang bahan.


Iapun merasa konyol dengan penampilannya sendiri.


tak lama Grace mendengar suara motor Leo di bawah, beberapa kali Ia mengatur napasnya saat bercermin, menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya, kemudian bergegas kembali ke kamar mandi untuk menyembunyikan penampilannya dengan kimono.


Terdengar suara langkah Leo dari luar kamar, suara ketukan sepatu seirama dengan detak jantung Grace yang mulai tenang.


Gracepun menghampiri Leo yang tengah duduk bersandar di sofa sudut kamar dengan mata terpejam.


Grace melepaskan kimono dan melemparkannya ke sembarang arah lalu mendudukkan dirinya dipangkuan Leo.


Leo membuka matanya perlahan sebab merasakan beban di pahanya, seketika matanya terbelalak dengan kehadiran Grace dipangkuannya yang mengenakan lingerie hitam menambah kesan sexy pada diri Grace.


Leo menahan tawanya tatkala Grace membuka satu persatu kancing bajunya. setiap gerakan dari jarinya yang lentik mampu membangkitkan gairah Leo yang sebelumnya merasa lelah atas semua masalah yang baru di urusnya.


"Mau ngapain..? "


tanya Leo sok polos, sungguh gairahnya saat ini sudah memuncak, akan tetapi Ia merasa heran dan ingin sekali tertawa dengan tingkah Grace yang agresif.


Grace mendekatkan wajahnya keceruk leher Leo.


"Mau bikin anak.." bisiknya seraya mengelus lembut dada bidang Leo yang sudah terbuka.


Grace meraih dagu Leo dengan jari lentiknya, matanya mulai terpejam


Bibirnya semakin dekat dengan bibir Leo.


deg...


deg...


deg...


"Bbbuahhhhaaaa... "


Leo sudah tidak mampu menahan tawanya, sontak Grace membulatkan matanya memukul pelan dada Leo.


"Sial.. gue udah kaya ja*l*ng.. "


Gumamnya masih terdengar oleh Leo.


Grace segera beranjak dari pangkuan Leo dengan muka yang bersemu merah, dengan sigap Leo menahannya seraya melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Grace dengan erat.


"Mau kemana..? " Godanya dengan suara yang mulai berat.


"Lepas.. gue mau tidur.. "


Timpal Grace dengan ketus.


Leo mengulum senyum seraya menarik Grace kedalam dekapannya


"tanggung jawab.. " bisiknya di telinga Grace.


"Udah lanjutin istirahatnya.. Gue tau lo capek.. "


Grace kembali menimpali dengan nada ketus, merasa kecewa dengan Leo.


Ia telah menurunkan harga dirinya untuk menggoda Leo.


Leopun terkekeh dengan sikap Grace yang menggemaskan.


"tapi capeknya hilang sayang.. "


ucapnya pelan seraya membelai pipi Grace.


Kini Leo menatap lekat mata indah Grace, mendekatkan bibirnya dengan bibir Grace tanpa penolakan darinya , kemudian ********** dengan lembut seraya memasukkan lidahnya menyelusuri rongga mulut Grace.


Gracepun kini mulai mengimbanginya, Ia seolah terhipnotis dan terbuai dengan sentuhan lembut yang dilakukan Leo terhadapnya sampai tak sadar tangannya mulai nakal membuka ikat pinggang Leo.


Leopun membiarkan semua tindakan Grace yang mulai agresif, Ia tak ingin aktivitasnya terhenti karena olokannya.


Biarkan Grace menjadi wanita penggoda untuknya.


...****************...


Pagi yang cerah untuk jiwa yang berenergi setelah melampiaskan hasrat di tempat baru yang penuh sensasi.


Sofa sudut kamar menjadi saksi pelampiasan hasrat kedua insan yang melakukannya berulangkali.


Grace sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya juga Leo setelah sebelumnya Ia membersihkan diri dan bersiap dengan perlengkapan sekolahnya.


Grace terkejut saat Leo memeluknya dari belakang, sontak Gracepun menoleh seraya mengurai pelukan Leo.


matanya membulat tatkala melihat beberapa kissmark di leher Leo.


"Leo.. itu tutupin.. " ucap Grace gugup seraya menunjuk leher Leo.


Leo mengulum senyuman


"Kenapa..? Lo malu..? Gue malah senang.. " Ucapnya santai.


Grace menghela napas kasar,


"Lo mau satu sekolah heboh? sini tutupin.. "


Grace mengambil pondation dari dalam tasnya kemudian mengoleskannya di leher Leo.


Leo pun manggut-manggut menurut patuh.


Benar yang dikatakan Grace,


Ia tak mau jika teman sekolahnya berpikir yang bukan-bukan tentang Grace. Pasalnya pasti semuanya mengetahui siapa pelaku kissmark pada lehernya, mengingat Grace telah memproklamirkan hubungannya di media sosial walaupun masih merahasiakan status pernikahannya.


"Sejak kapan lo punya barang begituan..? "


Leo terheran dengan pondation yang tersedia di tas sekolah Grace, sebab sebelumnya Ia mengetahui dengan jelas Grace tidak pernah merias dirinya, bahkan Leo sangat menyukai wajah Grace yang polos tanpa riasan.


"Kan gue udah bilang mau mempercantik diri biar lo gak kabur.."


Jawab grace santai masih fokus dengan leher Leo.


Leo menghela napas, diraihnya tangan Grace untuk digenggam.


"Grace.. berapa kali gue bilang lo itu selalu cantik, gak mungkin gue berpaling dari lo.. "


Ucap Leo serius seraya menatap wajah Grace yang kini bersemu.


"Apa ini alasan lo buat tebar pesona sama cowok lain..? "


Tanya Leo kembali dengan wajah penuh curiga.


Grace terkekeh geli menyentil kening Leo


"Bodoh.. gue kan udah pernah bilang tanpa gue tebar pesonapun semua cowok pasti terpesona sama gue.. "


Ucap Grace bangga.


"Cih.. Kepedean.. "


timpal Leo membuang mukanya.


Grace kembali terkekeh merasa gemas dengan sikap Leo,


"Nih.. dengerin baik-baik, gue punya barang beginian sejak lo suka bikin stempel disini.. "


Grace menjelaskan seraya menunjuk ke arah lehernya.


Leo diam tak menanggapi masih memasang wajah yang dingin.


"Udah sarapan dulu.. Gue udah bikin nasi goreng kesukaan lo.. "


Ucap grace selesai mengolesi leher leo lalu bergegas menyendok nasi goreng yang masih tersaji di kuali.


"sayang.. makan dong.. "


bujuk Grace seraya menyodorkan sepiring nasi goreng dihadapan Leo, namun Leo masih tak bergeming.


Grace menghela napas mencoba sabar dengan sikap Leo


"Sayang.. kamu gak percaya sama aku..?" ucapnya memasang wajah seanggun mungkin berusaha menyuapi Leo.


Leo pun membuka mulutnya menerima suapan Grace, Ia merasa tak tahan dengan tingkah Grace yang menggemaskan.


"makin tampan deh suami aku.. "


Goda Grace seraya membelai lembut pipi Leo.


"Udah pinter ngegoda yaaa.. "


Kini Leo merubah moodnya mengacak gemas rambut atas Grace.


"Sayang.. Berangkat pake motor kan..? "


Tanya Grace memastikan, sebab Grace sudah bersiap sedari tadi telah mengenakan celana jeans panjang.


Leo mengangguk


"Biar lo gak tidur.. " Ucap Leo santai menghabiskan sarapannya.


"Cih.. Gue ngantuk gara-gara malemnya.. "


Grace langsung menutup mulut tidak melanjutkan ocehannya.


Ia merasa malu sendiri sebab sudah jelas semalam dirinyalah yang menginginkan dan menggoda Leo, bahkan Grace sendiri yang memimpin setiap ritme dalam permainan semalam.


Leo menyunggingkan senyuman melihat Grace yang tiba-tiba salah tingkah, ingin sekali Leo mengoloknya, tetapi Ia tak ingin jika melakukannya membuat Grace kapok bertingkah seperti semalam.


____


Keduanya kini telah tiba di sekolah tepat waktu sebab Leo melajukan motornya dengan kecepatan tinggi setelah drama di meja makan yang cukup menyita waktu.


Leo membukakan helm yang melekat di kepala Grace.


"Gak usah sok romantis.. Gak inget tadi lo ngeselin, masih untung kesabaran gue unlimited.. "


Ucap Grace ketus membuang mukanya.

__ADS_1


Leo terkekeh lagi-lagi Grace suka meracau kemana-mana.


"Bagi duit.. " ucap Grace seraya menengadahkan tangannya bak preman pasar.


"ATM yang gue kasih isinya unlimited..." timpal Leo menekankan kata unlimited.


"Dompet gue ketinggalan.. "


Ucap grace santai masih menengadahkan tangannya.


Cletak..


"Ceroboh.. " Leo suka sekali menyentil kening Grace.


"Gue terlalu semangat nyiapin sarapan buat ayang.."


Grace beralibi masih bertahan dengan tangannya yang menengadah.


Leo menghela napas,


"Kembali gocap.. " ucapnya seraya meletakan selembar uang merah di telapak tangan Grace kemudian berlalu meninggalkannya.


"Leonard..!!! Gocap mana cukup sialan..."


Teriak Grace seraya meninju udara ke arah Leo.


"Pasangan yang unik.. "


"Perasaan baru kemaren upload foto romantis.. "


"Kak Leo sama kak Grace emang kayak tom and Jerry.. "


"Yoyoy .. tapi gemes gue liat mereka.. "


Bisikan-bisikan para penggemar terkekeh dengan pemandangan yang baru tersuguh di parkiran.


"Woy.. Masih pagi muka lo udah kusut.."


Ucap Megan menghampiri Grace yang baru masuk ke kelasnya.


"Tau.. Kemaren abis quality time padahal.. Apa semalem gak dikasih jatah sama ayang..? "


Ledek Silve setelah melihat foto unggahan Leo.


"Hhhhh.. Padahal gue udah kaya lo**te pake baju haram.. "


Grace seketika menutup mulutnya keceplosan, maksudnya Ia ingin membahas pasal uang jajannya yang kurang, sialnya mulut Grace tak bisa di kondisikan.


Sontak kedua sahabatnya melongo


"Anjay.. baju haram..bisa gak tergoda babang tampan sama lo..? "


Timpal Silve terkekeh.


"Enak aja.. !!! Tiga kali nanjak gigi empat.. "


Lagi-lagi Grace keceplosan, Ia memukul berulangkali mulutnya membuat kedua sahabatnya tergelak mendengar pengakuannya,


"Woww!!! Amazing.. gak takut turun mesin lo? "


Ledek Silvie ketularan jiwa otomotif Grace.


"Udah ah..tar otak lo bedua pada ngeblank"


Ucap Grace yang salah tingkah.


_____


Tiba waktu istirahat.


Grace cs berjalan menuju kantin tiba-tiba langkahnya terhenti oleh Linda cs.


"Grace.. hebat juga lo dapetin cowok tajir.. Mentang-mentang bokap lo bangkrut lo bersedia jadi j*l*ngnya si Leo.. "


Ucap Linda sengaja mengencangkan suaranya, membuat orang disekitar memperhatikannya.


"Heh kunti.. Jaga mulut Lo Si Grace itu is.."


Ucapan Silvie terhenti sebab Grace buru-buru menariknya meninggalkan Linda cs.


" Grace.. Lo gila.. Gue belum bikin perhitungan sama tuh kunti.. "


Ucap Silvie kesal.


"Lo yang gila.. hampir aja lo keceplosan.. "


Timpal Grace.


"Biarin aja sih Grace.. Gue juga geregetan sama tuh lambe.. "


Timpal Megan mengepalkan tangannya ke udara.


"Thanks guys.. tapi biarin aja gak usah di ladenin.. "


Ucap Grace seraya mengajak kedua sahabatnya untuk duduk.


"Btw.. kemaren lo sama doi ke Mall Grace..? "


Tanya Silvie mulai berubah moodnya.


Timpal Grace songong mengompori Silvie.


"Alah.. Palingan lo yang maksa babang tampan.. "


Ejek Silvie kesal sementara Megan menggeleng.


"Oh ya.. ?coba lo liat dimana muka terpaksa suami gue.. "


Ucap Grace tak mau kalah seraya menunjukkan beberapa foto kebersamaannya bersama Leo di ponselnya.


Silviepun terbelalak,


"Daebak.. So cute banget lo bedua.. "


Ucap Silvie yang tengah melihat poto Grace bersama Leo di tangga berjalan.


"Anjir.. Si Leo makin tampan keliatan dewasa.. damagenya gak ngotak.."


Silvie merasa kagum terhadap Leo yang tengah mendorong troli belanjaan.


"Itulah kencan ala kekasih halal.. "


Timpal Grace masih mengompori Silvie sementara Megan terkekeh.


"Hemm.. bisa gak sih abang El ke babang tampan?"


Silvie berhayal.


"Berjuanglah bestie.. "


Timpal Grace menepuk pundak Silvie.


Grace mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin, matanya terbelalak ketika melihat Leo di sudut kantin.


"Sial.. ternyata gara-gara itu si Linda ngatain gue.. "


Batinnya melihat kissmark di leher Leo yang mulai terlihat sebab pondationnya luntur, walaupun yang terlihat hanya satu tetapi sangat mengganggu.


"Sil.. Lo bawa pondation..? "


Tanya Grace pada Silvie.


"Selalu.. Nih.. "


Beruntung Silvie menyimpan pondation disaku roknya.


"Bagi dikit.. "


Grace menyambar barang tersebut dari tangan Silvie.


"tumben lo mau dan.. Eh.. Si anjir malah melengos.."


Ucap Silvie kesal sementara Megan terkekeh.


Grace menghampiri Leo yang sedang duduk bersama kedua sohibnya.


"Minggir.. "


Usir Grace pada Ari yang tengah duduk di samping Leo.


Aripun langsung menurut pindah ke sebrangnya duduk di samping Exel.


tanpa basa-basi Grace mengoleskan pondation pada leher Leo menutupi kembali kissmark yang mulai terlihat.


Leo diam pasrah sementara kedua sohibnya melongo tak percaya,  beruntung suasana kantin belum ramai.


"anjirr.. Ko gue baru engeh.. "


Bisik Ari pada Exel, sementara Exel menyikutnya untuk diam.


"Ini nih.. gara-gara lo ngasih duit kurang jadi gue beli pondation yang kw.. luntur kan jadinya.. "


Grace mulai meracau kemana-mana membuat kedua sohib Leo mencoba menahan tawanya.


Leo memijat pelipisnya malas menyahuti ocehan Grace.


"Gue makan lo bayarin ya.. "


Ucap Grace mengacungkan telunjuk ke arah mata Leo.


merasa gemas Leo menggigit telunjuk Grace.


"Aww.. Sakit ..gila lo.. "


Kesal Grace seraya mengelus jari telunjuknya yang digigit Leo.


"Udah cepetan mau makan apaan? "


Leo merasa frustasi, sementara kedua sohibnya terkekeh.


"Tapi lo yang bayar kan.. ?"


"Hmm"

__ADS_1


"Ni duit gak pake dikembaliin kan..? "


Grace mengambil uang pemberian Leo di sakunya.


"Gak pake kembali gocap kan..? "


Leo mengacak rambut kasar, benar-benar merasa frustasi.


"Sekali lagi lo ngoceh.. Abis lo disini juga gue gak peduli.. "


Ucapnya kesal dengan nada mengancam tak mempedulikan kehadiran kedua Sohibnya yang sedari tadi menahan tawanya.


Seketika Grace mati kutu, menghela napas dalam-dalam.


"Iya..nih gue pesen.. "


Grace menunduk patuh bak kucing diomeli sang majikannya.


Ari dan Exel terkekeh, seketika terhenti karena suara riuh dari pintu kantin.


Terlihat Linda cs mendapat beberapa guyuran minuman dari para penggemar Leo dan Grace.


"Rasain lo.. Lambe turah.. "


"Kang nyinyir.. "


"Gak usah ngusik hubungan Ka Leo sama Kak Grace.. "


"Lo gak tau banyak tameng disini.. "


Grace menutup mulut tak percaya dengan tindakan para penggemar.


"anjir.. Ade kelas aja berani ama si Linda.. "


Ucap Ari menggeleng tak percaya,


"Sebenarnya ada apa sih Grace.. tuh bocil bawa-bawa nama lo sama si Leo.."


Ucap Ari kembali merasa heran.


"tadi gue dikatain j*l*ngnya si Leo sama tuh kunti gara-gara pondation kw.. "


ucap Grace kembali meracau ditengah kunyahannya.


Sontak kedua sohib Leo terkekeh


"Terus lo gak lawan tuh lambe turah..? "


tanya Ari penasaran, sementara Leo dan Exel diam memperhatikan.


"Cih.. Ngapain? Buang-buang tenaga.. Mana gue lagi laper, duit jajan kurang lagi.. "


Sarkas Grace seraya melirik Leo.


"pantes rese.. "


Gumam Leo terdengar oleh Grace.


"Aww.. "


Leo meringis, lagi-lagi kakinya menjadi korban injakan maut Grace.


"Syukurin... "


Timpal Grace santai dengan kunyahannya, sementara Ari dan Exel bergidik ngeri membayangkan seberapa besar tenaga Grace sampai Leo meringis.


____


Waktunya untuk pulang


Grace menghampiri Leo yang setia menunggunya di parkiran dengan langkah yang sok cuek tapi butuh.


Leo mengacak gemas rambutnya membuat Grace merasa heran dengan tingkahnya yang berubah moodnya.


"Kesambet lo..? " Ucap Grace ketus.


"Hari ini Daddy udah dibolehin pulang.. Ayo.. Mau kesana gak..? "


Ajak Leo semangat menggenggam tangan Grace.


"Serius lo.. Ko lo tau ? " tanya Grace tak percaya.


Leo mengangguk seraya menunjukkan ponselnya pada Grace.


"Yang anak Daddy gue apa elo sih?"


Ucap Grace kesal karena Bram memilih mengabarkan kepulangannya kepada Leo.


"Yang anak mamah sama papah gue apa elo?"


Timpal Leo terkekeh seraya membawa Grace kedalam dekapannya.


"Gue anak Bi Esih sama mang Eman.. "


Ucap Grace cekikikan sembunyi didada Leo.


Jangan lupakan penggemar berat yang sempat tegang karena ulah Linda cs kini bernafas lega.


"Syukur dah.. Akur-akur.. "


"Ih tapi kalo berantem gemas tau.. "


"Lo nyumpahin mereka berantem terus..?"


"Gapapa.. Lagian mereka menggemaskan.. Berasa nonton drakor gue.. "


____


"Sekalian nginep disana bolehkan...? "


Tanya Grace mulai mengurai pelukannya.


"Boleh.. tapi pulang dulu.. " Jawab Leo santai.


"Kenapa.. ? Lo gak mau ikut nginep.. "


Grace menimpali dengan kesal penuh kecewa.


"Ambil dulu baju buat ganti sama keperluan buat besok sekolah.. " ucap Leo meyakinkan Grace.


"Besok hari sabtu.. setengah hari.. Lagian ngapa harus ngambil baju ganti.. Lo gak suka pake baju gue..? "


Lagi-lagi Grace memasang wajah penuh kecewa membuat Leo mengacak pucuk rambut Grace malas jika harus meladeninya.


" Yaudah iya... Ayo naik.. " titah Leo seraya menyalakan mesin motornya.


"sayang.. Pakein dulu.. "


Ucap Grace dengan suara manja menepuk pundak Leo menyodorkan helmnya .


Leo menggeleng dengan tingkah Grace, Iapun memasangkan helm di kepala Grace


"Udah.. ayo.. "


Leo melajukan motornya keluar dari area sekolah.


Diperjalanan Grace meminta mampir ke minimarket karena merasa haus.


"Beli minum aja.. jangan beli yang laen.. Gue tunggu disini.."


Ucap Leo seraya membukakan helm Grace seraya memarkirkan motornya.


"Dih.. Ogah rugi banget lo.. Sini bagi duit.. "


Grace menengadahkan tangannya.


"Emang yang tadi abis? perasaan makan gue yang bayar tadi.. "


tanya Leo santai, senang sekali bikin Istrinya merasa jengkel.


Grace mendengus kesal,


"yaudah nih gue balikin.. udah gak jadi beli minumnya gue udah gak aus.. "


Ucap Grace ketus seraya menyodorkan uang pemberian Leo yang tadi pagi.


Leo terkekeh mengacak gemas rambut atas Grace


"Yaudah nih.. beli dua sekalian gue juga aus.. "


Bujuknya menambahkan uang ditangan Grace.


Gracepun menyambar uang tersebut lalu melengos begitu saja, sungguh tingkah Grace begitu menggemaskan untuk seorang Leo.


Tak lama Gracepun keluar menghampiri Leo dengan wajah sumringah.


"Ko cuma satu..? Itu apaan..? "


Tanya Leo heran sebab Grace hanya membawa sebotol minuman isotonik beserta kantong kecil di tangannya.


"Nih.. Lo minum duluan.. "


Grace menyodorkan botol minumannya pada Leo.


Leo pun mengambil dan langsung meneguknya sebab Ia merasa haus


" Itu apaan? "


Tanyanya kembali seraya menyodorkan minumannya pada Grace.


"****** ***** buat lo.. "


Timpal Grace santai lalu meneguk minuman bekas Leo.


Leo mengerutkan kedua alisnya bukan masalah mereka berbagi minuman .


"Gue penasaran waktu itu lo pake apaan pas nginep disana..? " tanya Grace santai.


"Gue gak pake.. "


Timpal Leo dengan wajah dingin membuat Grace berpikir sejenak otaknya travelling.


Cletak...

__ADS_1


"Ngeress.."


__ADS_2