
Hari mulai gelap.
kini Leo dan Grace tengah menghabiskan makan malam yang intim bersama keluarga juga sahabatnya. Sementara yang lainnya tengah asyik dengan beberapa games yang sudah di sediakan seraya menikmati musik yang dipimpin salah satu Dj ternama.
" Grace, nyokap lo cakep bener anjir kalo dandan begitu.. "
ucap Silvie pelan menatap Anita dengan penuh kekaguman.
"Yoi.. Bokap gue aja yang bego gak pernah sadar dengan kecantikan Ibu peri.. Sekarang lo liat noh bucinnya ngalahin anak muda anjirr.. "
sahut Grace enteng menujuk ke arah kedua orang tuanya yang tengah asyik berbincang dengan mertuanya.
Leo menggeleng mendengar ucapan Grace yang terkesan kurang sopan,
"Grace, lo bener-bener ya.. bokap sendiri lo katain bego.. " ucapnya kesal sementara yang lainnya terkekeh geli,
" Dih.. Ngapa emang..? " timpal Grace songong,
Leo menghela napas mencoba tenang, memang Grace sudah sepenuhnya menjadi tanggungjawab dirinya termasuk dalam hal mendidik tutur kata, dan Leo merasa gagal akan hal itu, Ia sendiri pun masih belum pantas di kategorikan sebagai suami yang baik dalam bertutur kata yang sopan.
" Gue gak ajarin lo kurang ajar kayak gitu Grace.. Apalagi sama orangtua lo sendiri, kalo sama gue masih mending.. "
" Yaudah kalo gitu.. Leonard, lo bodoh.. bego.. gak pernah sadar dengan kecantikan gue, lo selalu jual mahal tapi sekarang bucin abisss.. "
timpal Grace santai tanpa dosa semakin menjadi-jadi membuat para sahabatnya tergelak.
sementara Leo menyunggingkan senyuman merasa terpancing dengan celotehan Grace,
" Ck.. Bucinan mana sama yang suka nyuciin underwear gue and..
seketika Grace langsung membungkam mulut Leo kesal dengan tangannya, sementara yang lainnya melongo tak percaya dengan ucapan frontal Leo.
Nah kan.. itulah pasangan muda yang labil, bukannya menasehati kembali, Leo malah terpancing.
" Leonard lo bener-bener gak waras.. "
ucap Grace kesal menatap Leo tak suka sebab sudah menyebarkan hal yang memalukan.
" Lo serius Le..? " tanya Ari sumringah begitu antusias, sementara Megan menyikutnya.
Leo mengangguk mengiyakan,
" Yoi.. saking bucinnya sama gue "
ucapnya bangga membuat semuanya kembali tergelak, sementara Grace menatapnya tajam.
"Shitt.. " seperti biasa Grace menginjak kaki Leo dengan penuh tenaga,
" Syukurin.. " ucap Grace ketus mendelik,
"Muacchh.. "
bukannya marah, Leo malah mencium pipi Grace di hadapan para sahabatnya yang kini melongo cengo,
sementara Grace langsung memukul dada Leo dengan kesal,
" Gila lo.. main nyosor aja, gak tau tempat lo.. "
ucap Grace benar-benar kesal,
Leo menyunggingkan senyuman,
" Yaudah mari kita lakukan pada tempatnya.. "
timpal Leo santai seraya menarik lengan Grace meninggalkan yang lainnya.
" kamprett emang lo berdua, ck.. lakukan pada tempatnya, yang tadi apa sialan..? ciuman kagak tau tempat, bikin orang ngiler aja lo berdua.. "
sahut Ari setengah berteriak mengumpat keduanya yang pergi begitu saja.
" Anjirr.. Daddy kagak sabaran mau nengokin baby.. "
timpal Silvie cengengesan melihat kepergian Loe juga Grace, dan seketika terdiam sebab Exel menatapnya tak suka.
___
Kini keduanya sudah berada di sebuah kamar hotel mewah, dimana hotel tersebut menghadap langsung ke pantai.
sebelumnya Grace menggerutu kesal terhadap Leo yang menyebalkan sebab sudah bertingkah seenaknya mengajaknya meninggalkan yang lainnya begitu saja.
Grace kembali tercengang, matanya terbelalak menyusuri seluruh ruangan dimana Leo telah menyulapnya menjadi sebuah kamar honeymoon dihiasi dengan cantik dan klasik membuat suasana lebih romantis.
Ranjang tidur dengan canopy bed yang indah didesain minimalis bernuansa serba putih menciptakan mood yang baik dan memberikan kesan homie tentunya membuat nyaman keduanya.
Taburan helaian bunga mawar membentuk hati bersama rangkaian kata "I love you " dengan tambahan hiasan handuk putih berbentuk sepasang angsa ditengahnya memberikan kesan pasangan yang sedang jatuh cinta.
Tak lupa tersedia kudapan ringan seperti buah-buahan, coklat dan kue kering membuatnya spesial.
Selain area tempat tidur, Leo juga menyulap area kamar mandi dengan dekorasi yang romantis,
Dimana bathtub yang diberikan hiasan helaian bunga mawar dengan busa yang penuh dibawahnya membuat terlihat begitu indah,
tak lupa cahaya-cahaya lilin aromaterapi di pinggir bathtub menambah estetika ruangan dan memberikan ketenangan serta kesan suasana romantis untuk keduanya.
____
Suara riuh dari para anggota yang sedang menikmati pesta dengan alunan musik remix Dj tak membuat seseorang Grace memperdulikannya.
dimana dirinya lebih menikmati pemandangan dari atas balkon kamarnya, menatap langit yang penuh dengan gemerlap bintang.
__ADS_1
Sekali lagi Grace merasa bahagia saat ini, sebab Leo memperlakukannya bak putri raja.
Leo menghampirinya yang tengah berdiri mematung menatap kosong ke depan,
"Sayang.. " Leo memeluk Grace dari belakang,
Grace memutar badannya menghadap kearah Leo lalu memberikan kecupan pada bibirnya sekilas.
". Lo udah bikin hidup gue sempurna, gue beruntung miliki lo Leo,
Thanks.. Udah bersedia nikahin gue yang penuh dengan kekurangan ini..
Sekarang gue ngerasa pernikahan kita begitu indah.."
ucapnya menatap lekat manik mata Leo.
Leo mengangguk tersenyum,
"Lo itu spesial Grace, gue mau hubungan kita selalu harmonis, gak bisa tanpa satu sama lain..
Yaaa, walaupun kita bukan sepasang pengantin baru lagi, tapi malam ini gue mau kita menikmati kesan bulan madu yang dulu belum pernah kita lalui Grace.. "
ucapnya pelan dengan suara berat membalas tatapan Grace.
Leo memang ingin membayar awal pernikahannya yang dulu terasa hambar, kepura-puraan melewati bulan madu kini dirinya mencoba merealisasikannya .
Grace kembali merasa gugup dengan perlakuan Leo terhadapnya,
jantungnya terasa terpompa dengan cepat saat keduanya saling menatap.
Sementara Leo mencoba mengurai ketegangannya dengan meraih tangan Grace lalu menciumnya
"Lo cantik.. selalu cantik.. " bisiknya ditelinga Grace.
Gracepun mencoba bersikap tenang seperti biasanya, kini Leo telah berhasil m*lum*t bibirnya dengan lembut seraya menuntunnya berbaring di tempat tidur.
Grace memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang di berikan Leo.
walaupun keduanya sering melakukannya, tetapi untuk malam ini rasanya seperti pengantin baru, terlebih perlakukan Leo dengan tatapan tajam nan hangat mampu menciptakan ketegangan untuk seorang Grace.
Seketika ketegangan pun hilang menjadi kenikmatan saat Leo menyusuri seluruh tubuhnya dengan c*mbu*n.
"Asin.. " ucap Leo polos yang tengah bermain dengan benda kesukaannya membuat Grace membulatkan mata ditengah lenguhannya, ada saja tingkah konyol Leo.
" Apanya yang asin..? " tanya Grace sama polosnya menatap Leo dengan heran,
Leo menunjuk bahkan meremas benda kesukaannya,
" Kayaknya udah ada Asinya.. " ucapnya santai melanjutkan kembali aktivitasnya.
Seketika wajah Grace memerah dan langsung mendorong kepala Leo seraya menyumpal mulutnya yang nakal,
"Kamprett lo.. jangan diisep , ini stok buat anak lo.. "
" tanggung Grace.. " Leo mecoba mengurai tangan Grace yang masih melindungi mainan kesukaannya. sebenarnya Ia sendiri merasa takut atas ucapan Grace barusan, tetapi gairahnya yang sudah memuncak mengalahkan keluguannya.
"Ya tapi janji jangan di isep.. " timpal Grace menekankan dengan sorot mata mengancam,
"iya. Janji.. " Leo menyahuti dengan pasrah.
Keduanya pun menghabiskan sisa malam dengan saling memberikan kehangatan, walaupun ada tingkah konyol ditengah permainannya tetapi tidak menurunkan sensasi yang luar biasa untuk keduanya.
...****************...
Keesokan harinya Keduanya baru keluar kamar setelah selesai dengan pergulatan yang dilakukan kesekian kalinya.
sementara yang lainnya sedang berkumpul di ballroom hotel setelah asyik bermain menikmati beberapa wahana di pantai , terkecuali Leo juga Grace yang baru menampakkan diri,
"Ini babymoon apa Honeymoon yaa..? "
Sarkas Silvie cengengesan mengingat Leo dan Grace dari semalam tidak menampakkan dirinya.
Leo dengan pembawaanya yang tenang dan santai mempersilahkan Grace duduk di sampingnya. sementara wajah Grace saat ini memerah tatkala mendapatkan tatapan yang aneh dari yang lainnya.
"Anjay.. Hot Daddy.. " ucap Ari menaikturunkan kedua alisnya, mengingat keduanya baru menampakan diri dari semalam sudah tentu durasi dan ronde permainan mereka membuat Ari meledekanya seperti itu.
Leo menyunggingkan senyuman mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya,
" Gue cuma usaha.."
menyeringai, Leo sengaja menjeda ucapannya saat melihat Grace salah tingkah dengan wajahnya yang semakin merah
" Usaha jemput anak gue.. " lanjutnya santai tanpa dosa.
" Leonard.. !!! "
Grace menatap tak suka suaminya seraya mencakar udara tepat didepan mukanya.
Leo terkekeh mengacak gemas rambut Grace, suka sekali membuatnya kesal,
" Macan.. Jangan galak-galak dong.. "
godanya menoel dagu Grace, membuat semuanya tergelak tak terkecuali orangtuanya.
sementara Grace mendengus kesal memalingkan wajahnya, memilih memainkan ponselnya mengalihkan malas meladeni Leo yang kembali menyebalkan
" Leo.. Jangan goda istrimu terus.. "
sahut Deti terkekeh,
__ADS_1
"Gemes mah.. " timpal Leo santai memperhatikan Grace yang sedang salah tingkah.
Orang tua Grace dan Leo hanya bisa menggeleng dengan tingkah keduanya.
Grace tercengang saat melihat beranda sosial medianya
" Sialan lo sil.. Ngapain lo live segala.. " ucapnya kesal menatap tak suka ke arah Silvie.
"Sorry mom.. Just kidding.. " timpal Silvie cengengesan tanpa dosa.
" Becanda lo bilang..? Wah.. Gue sumpahin si El juga cuma becanda sama lo.. " umpatnya kesal melirik Exel yang terlihat kalem itu.
" Eits.. Sayangnya kutukan lo telat bestie.. " ejek Silvie seraya memamerkan jarinya yang tersemat cincin dari Exel.
Grace terbelalak , dirinya memang ketinggalan informasi mengingat terlalu banyak menghabiskan waktu bersama Leo dari semalam.
" El.. Lo serius lamar nih kermi..? ucap Grace songong menuding kepala Silvie.
Exel yang kalem hanya mengulas senyuman seraya mengangguk mengiyakan.
" Serius lah.. Yang maulia Exel siap ngasih mahar apa aja buat ayang Silvie.. Rumah, tanah, kebon, sawah,..
"Gue juga anak Sultan woyyy.. "
sahut Silvie songong memotong ucapan Ari berhasil membuat yang lainnya tergelak terkecuali Exel yang diam menatap datar ke depan.
" Sorry.. Maksud gue si El rela ngelakuin apa aja biar bisa sandingan sama lo.. "
ucap Ari cengengesan mengangkat tangan dengan jarinya yang membentuk huruf V.
Exelpun menganggukan kepalanya,
" Yups.. abis ini gue mau minta lo ke orang tua lo sil.. "
ucapnya lembut memberanikan diri menatap Silvie, sementara yang di tatap langsung di buat gugup tak berkutik.
Ari menepuk bahu Exel dengan bangga,
"Gue dukung lo El.. Bonyoknya si Silvie pasti nerima lo, secara sohib gue satu ini tampan, gagah dermawan,taj..
" Cih lo gak tau aja bokap si Silvie kek Tuan Takur.. "
sahut Grace santai masih asyik dengan ponselnya.
Seketika Ari terdiam terlebih Exel langsung berwajah panik menelan ludahnya kasar.
sementara kedua sahabat Grace menahan tawanya melihat ekspresi Leo cs yang terlihat panik nyalinya seolah menciut.
Leo menghela napas dengan tenang,
" Tenang El.. Kita ada buat lo.. " ucapnya menenangkan Exel, mengingat janjinya pada diri sendiri yang akan bersedia membantu sohibnya kapanpun itu.
sementara Ari bergidik, " Gue sih gak janji El.. " gumamnya merinding membuat nyali Exel semakin menciut, sementara Grace Cs kompak menahan tawanya.
Grace kembali asyik dengan ponselnya menelusuri beranda sosial medianya,
" apaan nih pake petisi petisi segala, emang mereka pikir mereka siapa..?"
ucap Grace kesal seraya menyodorkan ponselnya kepada Leo.
Leo mengerutkan dahinya melihat beberapa postingan dari para penggemar yang sudah mengetahui jenis kelamin bayi yang dikandung Grace, tentunya gara-gara Live streaming Silvie kemarin.
postingan di fanbase tersebut menggunakan hashtag,
"Petisi beri nama untuk keponakan sejuta umat"
Leo menggeleng dengan tindakan konyol para penggemar yang dirasa berlebihan,
" Gue bapaknya woyyy.. Gue yang berhak.. "
umpatnya pada ponsel Grace seolah sedang mengomeli para penggemar.
Sontak semua tergelak tertawa lepas melihat kekonyolan Leo mengomeli benda tak bernyawa tersebut bahkan melupakan kepanikan pada Ari juga Exel.
"ck.. Gue emaknya, gue yang lebih berhak.. " timpal Grace tak terima.
" Gue yang bikin, jadi gue yang harus ngasih nama.. "
timpal Leo tak mau kalah,
" Dih.. Gue juga ikut andil bikin Leonard.. " Grace mulai lantang menggebrak meja membuat atensi yang lainnya tertuju pada pasangan gila tersebut.
" Apaan lo.. ?
Ah oh ah oh doang, gue yang banyak kerja.. "
timpal Leo frontal tak kalah lantang membuat yang lainnya kembali tergelak.
" Hellow.. Gue yang ngandung, "
Grace masih kekeh dengan menunjuk perutnya.
" dan gue yang ngidam.. " Leo masih tak mau kalah.
Perdebatan keduanya yang sedari tadi tak luput dari perhatian orangtua juga para sahabatnya harus segera di hentikan sebab tidak akan ada habisnya.
"Mulai.. Mulai.. Gak like ini.. " sahut Deti kembali jengah dengan kelakuan anak menantunya bak anjing dan kucing itu.
begitupun dengan Hendri yang memang harus segera menghentikan dan melerai pasangan gila tersebut. Ia menghela napas dalam-dalam mencoba untuk tenang,
__ADS_1
" Biar kami yang kasih nama cucc..."
"No...!!!! "