
Dunia sedang berduka..
Seorang gadis tengah menangis di pusara..
Tatapannya mendung mengalahkan senja..
Hatinya terluka.. melepas kepergian seorang yang begitu Ia cinta.
Ibunda kini telah menghadap Sang Pencipta..
Meninggalkan rencana yang belum terlaksana..
Grace tetaplah gadis biasa, Sekuat-kuatnya dia..Setegarnya dia, dia bisa rapuh tak seperti biasanya yang selalu ceria. Dia sedang tidak baik-baik saja.
Hari itu, sore itu, Grace bersandar di pelukan Ibu mertua, mendengar kalimat-kalimat dari pemuka agama.
Ingin sekali Leo menggenggam tangannya, menenangkan hati dan perasaannya.
Namun apalah daya, Ia hanya bisa berdiri dibelakangnya.
___
Selepas kepergian para pelayat, Kedua sahabat Gracepun menghampirinya.
Keduanya mengetahui kabar duka tersebut dari Guru Bk di sekolahnya.
"Grace.. Kita turut berduka ya.. " Ucap Silvie merangkul Grace
"Iya Thank's ya guys.. " timpal Grace mencoba tegar tersenyum membalas rangkulan kedua sahabatnya.
Merekapun berpelukan cukup lama.
" Kita pulang dulu Ya.. "
" Lo yang sabar ya Grace."
Grace hanya menganggukkan kepalanya menatap kepergian kedua sahabatnya.
Megan dan Silvie pun pergi karena hari mulai gelap, Sebenarnya mereka merasa bingung dengan kehadiran Leo di pemakaman Ibunya Grace,
tetapi mereka memilih tidak menanyakannya kepada Grace, mereka pikir bukan waktu yang tepat untuk membahasnya
___
Hari mulai gelap, di kediaman Mewah Grace tengah meluapkan amarah dan kesedihannya terhadap sang Ayah, di mana sang Ayah membawa seorang Wanita paruh baya dihadapannya.
Sungguh ini hantaman bertubi-tubi menggoncang jiwa Grace.
Disana tak lupa kedua mertua bersama suaminya menemani Grace dengan setia.
"Daddy jahat.. Daddy gak sayang Mommy.. "
Grace sesak menahan air matanya, meskipun sudah jelas ia merasa terpukul, tetapi dirinya tak ingin terlihat lemah dimata orang.
"Daddy bisa jelasin nak.. "Ucap Bram gelagapan.
"Jelasin apalagi?
Daddy mengkhianati Mommy..
Sekarang Grace paham, gara-gara Daddy Mommy sakit parah, bukan karna Grace..!!!
Bahkan Grace rela menuruti keinginan Mommy agar Mommy sembuh. Tapi nyatanya apa..? "
timpal Grace menggebu-gebu penuh amarah.
__ADS_1
"Dengerin Daddy dulu nak.."
"Stop Dad.. Grace benci sama Daddy.."
Grace semakin menggebu menatap Bram dengan sorotan yang tajam.
Detipum mengusap punggung Grace mencoba menenangkannya.
"Sudah sayang.. Kamu Istirahat ya... Leo bawa istri kamu ke kamar..! "
Leopun meraih tangan Grace mengajaknya untuk beristirahat, sedari tadi dirinya hanya bisa diam membiarkan Grace meluapkan amarahnya.
Grace membiarkan Leo menggenggam tangannya, untuk saat ini dirinya merasa kacau hanya terfokus dengan masalah yang dihadapinya sekarang.
"Nggak mah.. Grace gak mau disini, Grace mau pulang aja.. "Ucapnya melas terisak menatap sendu Suami dan mertuanya secara bergantian.
"Yasudah, ayo kita pulang" Ucap Deti pasrah kemudian pamit pada sang besan
"Pak Bram.. Kalo begitu Kami pamit pulang dulu.. "
Bram hanya bisa menganggukkan kepalanya, menatap kepergian putrinya, namun ada perasaan lega melihat Grace begitu dekat dengan kedua mertuanya.
___
Diperjalanan pulang Grace menatap kosong ke arah luar jendela mobil, menyandarkan kepalanya di bahu Leo, bahkan dirinya membiarkan Leo mengelus rambut indahnya.
Ia merasa nyaman dengan apa yang dilakukan Leo terhadapnya sampai Ia tertidur pulas.
Leo membetulkan posisi Grace agar merasa nyaman berbaring dengan kepala di pangkuannya.
Hening tanpa suara, bahkan kedua orang tua Leo yang biasanya saling melempar kata, kini diam seribu bahasa.
Begitupun dengan Leo sedari tadi tak mengeluarkan suara, namun gerak tubuhnya cukup mewakili, Ia terus mengelus rambut Grace agar merasa nyaman tidur di pangkuannya.
Kali ini Leo melihat sisi lemahnya seorang Grace dimana biasanya selalu menjengkelkan namun sekarang terlihat begitu rapuh terlebih dua masalah datang bersamaan.
Batin Leo menatap sendu wajah Grace.
___
Sesampainya di rumah, Leo menggendong Grace menuju kamarnya, lalu merebahkannya di tempat tidur.
Grace menggeliat bangun perlahan membuka matanya melihat Leo tersenyum menatapnya hangat.
"Le.. Gue aus.. "Ucapnya dengan suara serak.
Dengan sigap Leopun mengambil minum di atas nakas dan menyodorkannya pada Grace.
"Lo makan ya.. Dari tadi belum makan."
Ucap Leo pelan membujuk Grace.
Grace hanya mengangguk mengiyakan.
"Yaudah bentar gue ambilin dulu.. "
Leopun bergegas keluar mengambil makanan untuk Grace.
Tak lama Leo kembali dengan sepiring makanan di tangannya kemudian
Ia duduk di tepi ranjang.
Leo menyodorkan sesendok nasi ke mulut Grace hendak menyuapi istrinya, namun Grace menggeleng menolaknya.
"Ga usah Le.. Gue bisa sendiri"
__ADS_1
Ucap Grace pelan meraih sendok ditangan Leo.
Leopun membiarkan Grace makan sendiri dari pada tidak makan pikirnya.
Grace mulai memakan makannya, sesekali mencuri pandang kearah Leo yang sedari tadi memperhatikannya.
"Lo sendiri udah makan Le? " Ucap Grace mencoba tenang.
" Belum.. " timpal Leo datar.
"Yaudah sono makan dulu.. "
"Tapi lo.. ?"
"Udah gue gapapa, ini bentar lagi abis "
"Yaudah gue nungguin Lo selesai dulu, biar sekalian naro piring "
Setelah Grace selesai menghabiskan makannya, Leopun keluar kamar hendak makan sambil membawa piring bekas Grace makan.
___
Selepas makan Leo kembali ke kamarnya, Ia mendapati Grace yang sudah terlelap kembali.
Iapun ikut membaringkan badannya di samping Grace, kemudian mengecup kening Grace dengan lembut lalu memeluknya dengan hangat sampai Iapun ikut terlelap.
__
Dini hari Leo terjaga karena mendengar Grace mengigau.
Leo panik ketika menempelkan punggung tangannya pada dahi Grace yang cukup panas, Iapun bergegas turun ke bawah mengambil obat penurun demam di kotak P3K dan alat untuk mengompres .
Leo tidak berniat membangunkan seisi rumah, Ia tak ingin mengganggu waktu istirahat mereka.
Leo kembali ke kamar dengan tergesa-gesa, sesampainya dikamar Ia langsung mengompres dahi Grace dengan gemetaran.
Sementara Grace masih saja mengigau.
"Mommy.. Grace kedinginan.. "
Benar saja Grace menggigil tetapi suhu badannya sangat panas, membuat Leo semakin panik.
"Grace.. Bangun bentar, minum obat dulu.. "
Sungguh baru pertama kali Leo memanggil Grace dengan nama.
Grace membuka matanya perlahan, Leopun membantunya untuk bangun bersandar dilengannya, lalu memasukan obat penurun demam ke mulut Grace tanpa penolakan darinya.
Gracepun kembali berbaring mencoba memejamkan matanya, namun Grace masih menggigil kedinginan.
"Leo.. Gue kedinginan.. "
Kali ini Grace setengah sadar, Leopun menyelimutinya dengan beberapa selimut tebal.
"Masih dingin.. "
Ucap Grace menggigil.
Leo kehabisan akal, semakin panik. Namun teringat metode skin to skin yang pernah dipelajarinya di komunitas pencinta alam.
Akhirnya Ia membuka kaosnya namun tidak dengan Grace, walaupun sudah jelas Ia berhak melakukannya tetapi rasanya sangat lancang seperti mencari kesempatan.
Leopun memeluk Grace dengan erat, dan benar saja perlahan Grace berhenti menggigil lalu kembali terlelap dengan tenang.
Leo mengulas senyumnya melihat Grace sudah terlelap, namun dirinya masih mempertahankan dekapannya sampai ikut terlelap.
__ADS_1
Kali ini Leo berhasil memerankan peran suami yang berguna, perhatian terhadap istrinya.