
Setelah melawati malam yang panas saatnya bertemu pagi.
"Aaa.. Sial.. "
Grace terbangun melihat jam di ponselnya waktu sangat mepet pikirnya, Iapun segera membangunkan Leo yang masih terlelap di sampingnya.
"Le bangun.. Ntar telat.. " Grace setengah berteriak.
"Hmm" Leo malah memeluk Grace.
"Leonard...!!! " Kini Grace mengencangkan suaranya sembari menggoyangkan tubuhnya berharap Leo melepaskan pelukannya, tetapi Leo malah mengeratkan pelukannya.
"Jangan gerak Grace.. Lo bisa bangunin dia.. " Benar saja pusaka Leo kini sudah mengeras di balik punggung Grace.
"Lo gila.. buruan bangun.. " Grace kesal sebab Leo ingkar janji bilangnya sekali tetapi berulangkali.
"Udah bangun Grace... " suara serak Leo membuat Grace bergidik merinding.
"Maksud gue elo yang bangun ntar telat.. " timpal Grace memukul tangan Leo yang mulai nakal dengan mainan kesukaannya.
"Hmmm iya iya.."
_____
Selepas bersiap, merekapun bergegas berangkat ke sekolah menaiki motor Leo.
" Ayo jalan.. " titah Grace menepuk pundak Leo membuatnya menggeleng terkekeh melihat Grace tengah mengunyah sepotong roti yang memenuhi mulutnya tidak beraturan.
"Apa lo..? Baru liat cewek cantik makan roti? Buruan jalan.." ucap Grace ketus.
Leopun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi supaya mereka tidak terlambat dan bisa mengikuti upacara. namun keberuntungan tak berpihak , mereka benar-benar terlambat mengikuti upacara, beruntung scurity masih membukakan pintu gerbangnya.
"Mampus.. Ini gara-gara lo Leonard.. " ucap Grace panik mendengar lagu Indonesia Raya telah berkumandang tanda sedang pengibaran bendera.
"Bukannya gara-gara lo udah goda gue duluan.. " ucap Leo santai membuat Grace meninju udara benar-benar kesal dengan Leo, akhirnya mereka menunggu upacara selesai di pinggir lapangan.
Semua mata melirik ke arah keduanya, namun tidak ada satupun yang berani mengeluarkan suara bahkan sekedar berbisik pun tidak ada, hanya bisa berteriak di dalam hatinya masing-masing.
"aaa calon pacar.. "
"Panutan gue.. kenapa telat? "
"Ohh. Best couple versi hati gue.. "
"Mereka beneran pacaran gak sih.. "
____
Upacarapun sudah selesai, semua murid mengurungkan membubarkan diri setelah kepala sekolah dan guru Bk memanggil siswa yang terlambat dan yang terlibat tawuran hari kemarin.
Sontak Grace terkejut bukan karena dirinya yang dipanggil ke tengah lapangan melainkan mendengar kata tawuran di mana Leo terlibat di dalamnya.
"Ayo yang merasa terlibat tawuran kemarin silahkan ke depan.. Jangan jadi pecundang.. " titah Guru Bk dengan suara lantang.
Siswa yang terlibat tawuranpun maju ke tengah lapangan termasuk Leo cs, begitupun dengan Grace juga turut serta maju karena dirinya terlambat.
Semua murid berteriak histeris terutama para siswi ketika Leo cs membuka seragam atasnya karena perintah dari guru Bk, sementara Grace melongo tak percaya melihat Leo kini bertelanjang dada.
"Aaa.. Ko gue bisa ngelakuin itu sih?" gumamanya melihat kissmark di dada bidang Leo, walaupun hanya satu, tapi warnanya sangat kontras dengan dada putih Leo.
"Ahh.. Leonard.. sexy.. "
"damagenya ngena banget woy.. "
"Kak Exel.. cool and Saxy.. Mau dong roti sobeknya.. "
"Bang Ari.. Tegap berisi.. "
Beruntung mereka melihat dari kejauhan sehingga tidak terlalu jelas melihat Kissmark di dada Leo.
Teriakan teriakan terus berlanjut sampai kepala sekolah membubarkannya.
Kini mereka dihukum berjemur dilapangan dengan bertelanjang dada setelah sebelumnya melakukan pushup berjamaah kecuali Grace yang hanya dihukum berjemur.
__ADS_1
"Grace ko lo gak ikut buka baju sih.. " ucap salah seorang teman Grace. sontak Grace dan Leo cs langsung kompak menatap tajam ke arahnya.
"Sorry.. Becanda.. ✌" ucapnya gugup.
"Le.. Lo kena sama si Soni..?" tanya temannya satu lagi seraya menunjuk tanda merah di dada Leo.
Leo menyunggingkan bibirnya melihat Grace yang salah tingkah, sementara Exel dan Ari yang mengerti terkekeh.
"Anjir.. di ranjang ganas juga.. " bisik Ari di acungi jempol oleh Exel.
Grace menghela napas kasar, bisa-bisanya Leo tidak berterus-terang padahal kan keduanya baru mengungkapkan perasaannya masing-masing.
"Gue kecewa sama lo, bilangnya ada urusan.. . . "
"Kita tawuran mau bikin perhitungan sama Astro terutama si Soni yang kemaren nganterin lo grace.. " Ari memotong ucapan Grace.
"Lain kali gak usah bilang ada urusan..."
" Sorry.. " lirih Leo lagi-lagi ucapan Grace terpotong.
Grace mendengus kesal sebab ucapannya terus kepotong.
"Laen kali bilang aja mau tawuran.. Kan gue bisa ikutan.. " Grace rasanya belum puas memberi perhitungan pada Soni.
Grace mengepalkan tangannya meninju udara membayangkan menghajar Soni yang hampir melecehkannya membuat semua terkejut, mereka tak habis pikir jika Grace kecewa karena tidak diajak bergabung.
"Anjirr.. Gue pikir bakalan ngelarang, taunya mau ikutan.. " Bisik Ari pada Exel,
keduanyapun bergidik merinding.
____
Grace kini sedang duduk di kantin hanya bersama Silvie, sebab Megan hari ini ijin tidak masuk sekolah.
"Si Megan kok bisa masuk rumah sakit sih..? " tanya Grace dengan cemas.
"Katanya si lambungnya kena.. "jawab Silvie.
"Huh.. Biasanya dia paling apik kalo makan.. " ucap Grace heran.
"Ya udah entar kesono jenguk dia.. " ajak Grace di angguki Silvie.
"Eh grace.. Gimana quality timenya..? Anjay.. Nyampe terlambat lo bedua... " tanya Silvie cengengesan.
"Kepo lo.. " timpal Grace menoyor kepala Silvie.
"Jangan-jangan udah unboxing... " Silvie cekikikan, sementara Grace salah tingkah.
ting.. (Pesan masuk)
hubby :
"temui gue di taman.. "
Grace menghela napas menepuk bahu Silvie,
"Gue cabut bentar ya.. Lo lanjut aja makannya.." ucapnya seraya bangun dari duduknya.
"Cih.. Bukannya cerita, malah kabur.. " kesal Silvie melihat kepergian Grace.
Grace menghampiri Leo yang sudah menunggunya di bangku taman.
"Ada apa? " ucap Grace so cuek.
"temenin gue makan.. " timpal Leo santai sembari mengeluarkan kotak makanan dari paperbag membuat Grace melongo heran.
"Lo pesen dari luar..? di kantin juga banyak, kenapa gak makan di kantin aja sih.. " ucapnya kesal.
"Gue maunya makan disini sama lo.. " jawab Leo santai sembari menyuapi makanan ke mulut Grace, namun Grace menggeleng menolak.
"Gue udah makan.. " ucap Grace malas.
"yaudah suapin gue.. " titah Leo santai sembari menyodorkan sendok ke arah Grace.
__ADS_1
Grace menghela napas kasar tetapi menurut juga menyuapi Leo.
"Enak ya.. yang abis pamer roti sobek," sarkas Grace kesal, saat mereka menerima hukuman berjemur Semua siswi mundar mandir di pinggir lapangan ada yang beralasan ke Perpustakaan, ke toilet hanya untuk curi pandang melihat tubuh kekar suaminya.
"bukan gue yang mau.. Lo cemburu..? " tanya Leo dengan nada menggoda sementara Grace memutar bola matanya jengah.
"Mereka bakalan mundur kalo tau pelaku stempel ini siapa.. "
ucap Leo kembali sembari menunjuk dadanya, padahal para siswi tidak mengetahui adanya kissmark disana karena melihatnya dari kejauhan, sementara Grace malah semakin salah tingkah bisa-bisanya dirinya berkarya di dada Leo.
"Shittt.. " umpat Leo saat menerima pesan di ponselnya.
"kenapa..? " tanya Grace heran.
"Gak papa.. " jawab Leo mencoba tenang sembari memasukkan kembali ponselnya ke kantong, sementara Grace hanya manggut-manggut tak mau banyak bertanya.
"Ntar pulang sendiri gak papa kan ? Gue ada urusan.." ucap Leo seraya membelai pipi Grace.
"Tapi urusan lo bukan tawuran kan..? " tanya Grace seraya menunjuk dada Leo, dirinya tak ingin jika Leo harus terlibat tawuran lagi.
Leo terkekeh mengacak rambut Grace.
"Nggak sayang, khawatir ya..? " goda Leo membuat wajah Grace bersemu merah.
"Cih.. Gue mau ikut.. "
deg.. seketika wajah Leo langsung panik.
"Kalo tawuran gue mau ikut.. Gue mau hajar tuh cowok brengsek.. " ucap Grace kembali.
Leo mengulum senyuman bernapas lega, tapi bukan berarti Ia mengijinkan Grace ikut tawuran, Ia tak ingin Grace terluka bahkan Leo ingin Grace sedikit merubah tingkah barbarnya bagaimanapun juga grace adalah tanggungjawabnya sekarang.
"Lo tenang aja.. Gue bukan mau tawuran ko.. Gue beneran ada urusan.. " Ucap Leo menenangkan.
Grace hanya mengangguk mengiyakan, Ia tak ingin terlalu menekan Leo, menurutnya terlalu berlebihan jika harus banyak bertanya.
Jam pelajaran telah usai waktunya untuk pulang.
"Sil.. Gue bareng sama lo ya.. Sekali kali lo boncengin gue.. " ucap Grace pada Silvie setelah melihat kepergian Leo.
"Lah gue gak bawa motor.." jawab Silvie enteng.
"Ya udah lo pesen taksi online deh.. " titah Grace diangguki oleh Silvie.
mereka telah sampai di sebuah rumah sakit,
"Aww... " Silvie meringis saat sebuah bola menimpa kepalanya yang tengah berjalan di Lobby bersama Grace.
"maap kak Saya gak sengaja.. " ucap seorang anak kecil sambil gemeteran.
"Cih.. Gak sengaja... " gumam Silvie mendengus kesal.
"Ade.. Nama kamu siapa..? " tanya Grace dengan suara lembut mencoba menenangkan anak tersebut.
"Namaku Gilang kak.. " jawabannya gugup.
"Kamu kok sendirian, orangtua kamu mana? Bahaya main sendirian disini.. "
Tanya Grace.
"Iya.. Kita anterin aja Grace.. Kasian" timpal Silvie yang sudah merubah moodnya.
"Ayo dek.. Kita anterin.. " ajak Grace di angguki oleh Gilang.
"Itu kak ruangannya.. " ucap Gilang seraya menunjuk salah satu ruang perawatan.
Grace dan Silvie mengangguk kompak seraya melangkah menuju ruangan tersebut.
Gilang membukakan pintu.
Ceklek...
"Mah..
__ADS_1
deg. ...
Grace langsung menjatuhkan bingkisan buah yang Ia bawa untuk sahabatnya.