Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 70


__ADS_3

Hari ini Exel bersama Silvie akan melepas status lajang.


Meskipun acara pernikahan mereka terdengar dadakan, akan tetapi keluarga keduanya sudah mempersiapkan dengan matang dalam jangka waktu semalam mengalahkan cerita dongeng pembuatan candi.


Shaw dan Berwin yang merupakan pebisnis kelas atas tentu mampu mewujudkan rencana menggelar pesta yang mewah dalam waktu sekejap.


Selama ini Shaw telah mengamati setiap gerak-gerik Exel setelah mengetahui jika Silvie berhubungan dengannya.


Terlepas dari rencana perjodohan tersebut, setiap yang di lakukan Exel yang berbau kebaikan membuat Shaw yakin jika Exel adalah pilihan yang tepat untuk dijadikan pendamping putrinya.


...----------------...


Grace sedang menunggu kehadiran kedua mertuanya untuk berangkat bersama ke acara tersebut.


sedari tadi Grace terlihat mondar-mandir tidak karuan dengan wajahnya yang cemberut membuat Leo terganggu.


" dari tadi belum siap juga.. " ucap Leo yang sudah siap dengan gaya formalnya, sementara Grace masih terlihat mengenakan daster rumahan.


" gue nunggu mamah.. lama banget.." timpal Grace mengerucutkan bibirnya kesal.


Grace merasa tidak percaya diri bila harus menghadiri acara pernikahan sahabatnya dalam kondisi dirinya yang sekarang. sedangkan Grace sendiri tidak mahir untuk merias diri. kali ini Grace akui bahwa Silvie yang selalu mendapat ejekan darinya mengenai memoles wajah lebih unggul daripada Grace.


sementara Leo yang sudah mengeluarkan jurusnya yang menyatakan jika Grace selalu cantik, saat ini tidak mempan untuk meluluhkan Grace. dan itu membuat perdebatan tidak akan ada habisnya juga tentu mengulur waktu untuk segera pergi.


Leopun menggendong paksa Grace yang masih uring-uringan tidak jelas itu dan mendudukkannya di bangku rias.


" lo sengaja kan mau bini lo tambah kelihatan jelek.." ucap Grace berupaya memberontak saat Leo memulai aksinya dengan peralatan make-up dan memoleskannya di wajah Grace.


" udah lo diem aja.. percayain sama gue okeh.." sahut Leo santai memoleskan alas bedak dengan apik pada wajah Grace.


" mendingan gue minta tolong Ibu aja.. " Grace masih mencoba memberontak hendak bangkit dari duduknya namun dengan cepat Leo menekan bahunya agar duduk kembali.


sebetulnya Grace sendiri ragu jika harus meminta Anita yang masih berada di sana untuk mendandaninya mengingat Anita selalu berpenampilan sederhana dengan wajah polosnya. bagaimana bisa mendandani orang lain pikirnya. tetapi Grace lebih ragu jika Leo yang harus merias wajahnya.


Grace dibuat ternganga melihat Leo yang telaten mendandani dirinya dan terlihat lihai dengan peralatan make-up tersebut secara berurutan membuat Grace semakin kurang pede sebab terkalahkan oleh suaminya sendiri. masalah prestasi dunia pendidikan saja Grace merasa tersaingi oleh suaminya dan untuk masalah yang satu ini Grace tidak rela jika harus kalah selangkah dari Leo. sepertinya Grace harus belajar pada Silvie atau konten beauty vloger demi bisa mengalahkan Leo.

__ADS_1


" rileks aja sayang.." goda Leo yang melihat Grace bungkam nyaris tidak bernapas saat kedua wajah mengikis jarak diantara keduanya.


"sial.. kenapa lo bisa makin tampan sih? " batin Grace yang sedari tadi terpana dengan ketampanan Leo yang kadarnya semakin bertambah itu.


jika saja bukan untuk menghadiri momen sakral sahabatnya, rasanya Grace enggan untuk pergi dengan Leo yang semakin tampan sedangkan dirinya sendiri semakin kumal dengan kondisi hamil ini.


" dah.. selesai.." ucap Leo saat sentuhan akhirnya pada bibir Grace dengan lipstik warna soft membuat Grace terkesiap sebab sedari tadi Grace hanya bisa diam dengan lamunannya.


Grace tidak mendapatkan kesempatan untuk bercermin sebab Leo sengaja menghalanginya, kini Ia di buat terbelalak dengan hasil yang nyaris sempurna bak MUA profesional itu.


" terimakasih aja gak cukup ini.. " gumam Grace tersenyum merekah masih bercermin dan masih terdengar jelas oleh Leo.


" lo cuma perlu pake ini lagi takutnya kehapus.." sahut Leo menyodorkan lipstik membuat Grace mengerutkan dahinya bingung.


cup.. belum sempat Grace bertanya, Leo sudah menjawab dengan mengecup bibirnya duluan " bibir mami makin menggoda.." bisik Leo menjeda sejenak kemudian menarik kembali tengkuk Grace untuk memperdalam ciumannya.


...----------------...


Keduanya bersiap untuk berangkat saat mobil Hendri sudah tiba di rumah mereka, sementara Anita memutuskan untuk tidak ikut karena tiba-tiba merasa tidak enak badan.


" hmm.. di dandanin Ibu..?" tanya Deti kembali seraya melirik besannya yang terlihat bingung.


" sama MUA dadakan mah.." bisik Grace menunjuk Leo yang tengah berbincang dengan ayahnya membuat Deti melongo tak percaya.


" serius sayang?" tanya Deti dengan lantang tak percaya membuat Leo dan Hendri menoleh kompak ke arahnya.


" udah gak usah bahas itu, istri Leo emang udah cantik dari sananya.." ucap Leo dengan wajah datar yang tak ingin jika dirinya menjadi bahan ejekan kedua orangtuanya.


" ya udah ayo berangkat.. bu gak papa kan di tinggal sendirian..?" ucap Hendri mengalihkan sebab sedang malas meladeni istri dan anaknya yang kemungkinan akan berdebat juga saling melempar ejekan itu.


Anitapun mengangguk tersenyum ramah, " gak papa pak, orang rumah sedang dalam perjalanan mau jemput saya sekalian nanti berobat.."


ucapnya dengan lembut langsung mendapat pelukan dari anak sambungnya.


" Grace berangkat dulu ya bu.. " ucap Grace di angguki Anita.

__ADS_1


" sehat-sehat Oma.." ucap Grace kembali meraih tangan Anita lalu menciumnya diikuti oleh Leo untuk berpamitan.


🍃🍃🍃


 


Sepanjang acara pesta pernikahan yang mewah tersebut, tak hentinya mempelai wanita menebar senyum bahagia begitupun dengan mempelai pria yang tidak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya dengan tersenyum merekah berbeda dengan kesehariannya yang selalu bersikap dingin.


Melihat itu para sahabatpun turut bahagia dan tersenyum bangga. tetapi ada sedikit perasaan pilu pada kedua sohib Exel, dimana Ari yang patah hati sebab tinggal dirinya yang melajang, sementara Leo kembali teringat akan acara pernikahannya bersama Grace yang sangat kontras dengan pernikahan sohibnya yang sangat mewah dan disorot beberapa media untuk meliputnya.


perjalan cinta Exel dan Silvie terbilang mulus berbeda dengannya yang diawali keterpaksaan dan masalah sempat menerpa rumahtangganya. dan itu membuat Leo tak hentinya mendoakan kebaikan untuk rumahtangga sohibnya.


riuh para tamu undangan bersiap untuk sesi pelemparan buket bunga dari pengantin tak terkecuali para anggota yang notabenenya jomblo sangat berantusias, tetapi tidak dengan Ari yang memilih duduk sendiri dipojokan bahkan sedari tadi Ia menjaga jarak dengan sang kekasih.


Ari bukannya tak menginginkan posisi yang sama dengan kedua sohibnya, namun Ia sendiri merasa belum siap dan tidak pantas untuk menjadikan Megan sebagai kekasih halalnya mengingat Ia masih saja menengadah pada orangtuanya berbeda dengan Leo yang sudah memiliki ladang usaha dan juga Exel yang usahanya baru dirintis itu sekarang sudah berkembang tanpa campur tangan orangtua mereka.


Ari terhenyak saat bunga tersebut berhasil diraih oleh seseorang sebab sukses membuat semua tergelak,


" eh bocil..? makan masih di suapin bunda aja soksoan lo.." umpat Ari pada peraih bunga tersebut yang tak lain adalah Dila adiknya sendiri.


sementara Dila malah menjulurkan lidah ke arah Ari seraya tersenyum meremehkan membuat Ari semakin geram dan hendak menjitak kepalanya, namun langkah Ari terhenti saat melihat Dila memberikan bunga tersebut kepada Megan.


Ari dibuat gugup di hadapan semua orang saat Megan menghampirinya dengan membawa bunga tersebut,


" harus yah gue yang duluan bilang will you marry me..?" ucap Megan membuat yang lainnya terkekeh tak terkecuali orangtua mereka yang menggeleng dengan nyali Megan.


sementara Ari menggeleng dengan cepat, Ia tidak ingin terlihat seperti pecundang, " bukan gitu bie.. lo tau sendiri kan kalo gue.."


" lo nunggu gue di lamar tuh bocah..?" ucap Megan dengan tegas seraya menunjuk sekumpulan anak Astro, lagi-lagi Iyan yang menjadi korban.


" bie.." Ari memelas ,


" kita bisa mulai dari nol.." Megan memotong ucapan Ari yang sudah tahu kemana arahnya.


Ari tersenyum sumringah mendengar itu terlebih mendapat anggukan baik dari kedua orangtuanya maupun orangtua Megan yang merestuinya,

__ADS_1


" kalo gitu ayo dah sekalian.. mumpung masih ngumpul.."


__ADS_2