Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 48


__ADS_3

Hari silih berganti.


tiba waktu untuk beraktivitas kembali sebagai pelajar.


Leo semakin perhatian terhadap Istrinya, merasa tanggung jawabnya sekarang bertambah, Grace bukan hanya seorang pelajar melainkan seorang calon ibu untuk anaknya.


Begitupun dengan mertuanya yang ingin menantunya merasa nyaman saat bersekolah.


Jauh jauh Hari Hendri mengabarkan pihak sekolah tentang kehamilan Grace.


Kepala sekolah pun memberi tahu semua tenaga pengajar tentang rahasia pernikahan Grace dan Leo agar tidak menjadi kesalahan pahaman kedepannya.


Kedua sahabat Grace dan Sohib Leo sudah bertekad akan turut serta menjaga dan mengawasi Grace di setiap aktivitasnya di sekolah.


begitupun dengan Linda cs sudah antisipasi akan membungkam siapa saja yang membahas kehamilan Grace nantinya.


Kehamilan Grace sepertinya akan berpengaruh juga untuk kehidupan semuanya.


Pagi sekali Leo dengan sigap mempersiapkan perlengkapan sekolah Grace tak lupa Ia sudah membiasakan diri menyiapkan makan untuk istrinya.


Leo ingin Istrinya memakan makanan yang sehat, semenjak mengetahui kabar kehamilan Grace, Ia membuang semua stok mie instan kesukaan Istrinya.


Jangan lupakan kebiasaan nyeleneh Grace mencuci baju dalamnya juga Leo, masih sering Ia lakukan.


Leopun membiarkan kebiasaan tersebut, sebab merasa percuma jika terus membahasnya tidak akan ada habisnya.


Biarkan Grace menunjukan rasa citanya dengan caranya sendiri.


"Gimana..? Nyaman gak..? " tanya Leo pada Grace yang tengah mengenakan seragam sekolahnya.


"Iya.. nyaman lo tambahin sizenya..? " ucap Grace merasa bajunya sedikit kebesaran.


"Hemm" timpal Leo seraya memeluk Grace dari belakang


"Tapi kenapa daleman gue juga ikut ganti ukuran..? " tanya Grace polos membuat Leo menyeringai, "Gue rasa bukan perut lo aja yang bakalan berubah ukuran.. tapi"


Grace langsung menepis tangan Leo yang mulai nakal di daerah kesukaannya " Gila lo.. mau telat upacara lo..? "


ucap Grace mengurai pelukan Leo yang tangannya benar-benar sudah nakal menyibak roknya.


"Hemm.. Oh ya Grace, mulai sekarang lo jangan ikut upacara sama praktek olahraga..


Lo ngerti kan? Sekarang bukan cuma lo yang harus gue jaga.. "


Ucap Leo seraya mengelus lembut perut Grace yang mulai membuncit.


Gracepun mengangguk sok patuh.


Kini mereka telah tiba di sekolah.


Grace beberapa kali mengatur napasnya dan membenarkan seragamnya sebelum keluar dari mobil, Ia merasa tidak percaya diri dengan penampilannya sekarang.


beda halnya dengan Leo yang semakin terpesona dengan Grace, Ia merasa jika Grace semakin memancarkan aura kecantikannya saat tengah mengandung.


Gracepun keluar di bantu Leo yang membukakan sabuk pengaman juga pintu untuknya.


Semua penggemar menanti kedatangan keduanya.


"Wah Ka Grace makin cantik yah.. "


"Yoi.. Noh liat ka Leo sampe gak lepas pandangan.. "


"Makin baper gue liat kebucinan mereka.. "


Grace menghela napas, "Le.. "


"Hemm.. "


"Gue ikut upacara aja ya.. gue baik-baik aja ko.. "


Grace merasa tidak enak jika dirinya di istimewakan, Ia tak mau jika kekuasaan mertuanya sebagai pemilik yayasan berimbas kesalahan pahaman terhadapnya.


"Hmm.. Boleh .. Tapi kalo lo gak kuat gak usah maksain.. "


Ucap Leo seraya menggenggam tangan Grace, Ia mengerti perasaan kurang nyaman pada diri Grace .


Kedua sahabat Grace menghampiri mereka,


"Hi.. Bumil.. " ucap Silvie cengengesan membuat Grace mendengus kesal.


"Brisik lo.. "


"Sorry.. gimana Leo junior sehat kan?" tanya Silvie kembali dengan nada mengejek membut Grace benar-benar kesal terhadapnya.


"Mau gue robek mulut lo.. " timpal Grace mengancam.


"Anjir.. Kita perhatian salah.. "


ucap Silvie mendelik.


"Makasih onty.. "


Ucap Leo melengos


Sontak semua terkejut dengan sikap Leo yang tidak seperti biasanya.


"aaaa.. Sumpah Demi apa? barusan babang tampan ngomong apaan.. "


Ucap Silvie menampar pelan pipinya berasa mimpi.


"Laki gue woyyy.. " ucap Grace dengan nada tinggi.


"Mulai dah mulai.. "


Timpal Megan membuat semua terdiam.


Merekapun melangkah menuju lapangan


"Grace lo gak usah ikut upacara kali.. " ucap Megan perhatian.


"Yoi Grace.. Kita gak mau lo kenapa-napa.. " timpal Silvie.

__ADS_1


"Lebay lo.. Gue baik-baik aja keless.. Yang lo harus jaga Laki gue noh, kalo bisa lo kawal biar gak berpaling dari gue yang mulai kucel ini.. "


Jawab Grace nyerocos tak lupa menoyor keduanya secara bergantian.


"Anying.. kurang kerjaan banget kita harus kawal laki lo.. " timpal Silvie kesal sementara Megan terkekeh.


"Lagian si Leo gak mungkin lah berpaling dari lo..


Nih kalo boleh gue jujur, lo makin cantik tau gak.. Aura lo beuhhh.. "


Ucap Silvie sejujurnya di angguki oleh Megan.


"Lebay lo.. " timpal Grace melengos menuju lapangan.


Upacara pun berlangsung , terlihat raut wajah Leo penuh kecemasan mencuri pandang ke arah Grace, sementara Grace merasa dirinya baik-baik saja.


Sama halnya kedua sahabat dan sohib mereka sedikit sedikit melirik ke arah Grace,


para anggota PMR sudah bersiaga di belakang barisan kelas Grace mengikuti instruksi dari Exel.


Sepanjang upacara berlangsung Grace masih terlihat segar, berbeda dengan Leo yang kini mulai merasa mual kembali, keringat dingin mulai keluar di dahinya.


Leo berusaha keras untuk terlihat baik baik saja, tetapi kakinya terasa lemah untuk menopangnya berdiri tegap.


Merasa dirinya akan segera tumbang, buru-buru Ia memberitahukan kepada kedua sohib yang berdiri disampingnya.


"El.. "


"Hmm.. "


"Gue pusing.. mau muntah.. " ucap Leo dengan pelan,


Sontak kedua sohibnya merasa heran dengan kondisi Leo yang tidak seperti biasanya.


Mereka terlalu fokus dengan kondisi Grace, sementara Grace terlihat baik-baik saja.


"Gila.. Yang hamil emaknya.. Yang ngidam bapaknya.. " timpal Ari cengengesan


"Shittt.. "


Akhirnya Ari merasakan injakan maut walaupun bukan dari Grace melainkan dari Leo. sementara Exel menahan tawanya melihat Ari meringis menahan kesakitan.


"El.. "


"Hemm.. "


"Bantu gue.. gue udah gak kuat.. " ucap Leo pelan


Exel pun menurut sebab merasa prihatin dengan kondisi sohibnya,


Keduanya memisahkan diri dari barisan.


"Ck.. gak kuat lo bilang.. Injek kaki gue kuat lo.. "


Ari menggerutu melihat Leo di bopong oleh Exel.


Semua melirik Leo yang terlihat pucat tak terkecuali Grace cs yang terlihat cemas,


"Grace laki lo kenapa tuh.. " bisik Megan


"Hahh..!!!" Kedua sahabat Grace kompak mengencangkan suaranya membuat yang lainnya melirik ke arah mereka.


___


Ditempat lain


Kini Leo juga Exel tengah berada di UKS,


Exel mengusir para anak PMR terlebih yang perempuan merasa ingin mencari kesempatan berdekatan dengan Leo.


Leo mencoba mengeluarkan isi perutnya di wastafel ruangan tersebut di bantu oleh Exel yang memijat tengkuknya.


"Sial.. "


Gumam Leo masih terdengar Exel


"Kenapa Le..?" tanya Exel dengan cemas.


"Enek gue.. Lagi-lagi gak keluar.. "


"Lo udah sering kaya gini Le..? " tanya Exel masih cemas sementara Leo mengangguk mengiyakan.


Exel masih belum paham dengan kondisi Leo sebab Ia masih awam mengenai seputar kehamilan atau ngidam.


"Mau gue kerok? " tanya Exel kembali semakin cemas terhadap sohibnya.


"Gak.. !!! sakit bego kalo dikerok.. "


timpal Leo persis seperti Istrinya yang di tawari Megan untuk di kerok.


Exel menghela napas,


sebenarnya Ia ingin sekali mengejek Leo, tetapi melihat kondisinya saat ini Ia begitu prihatin terhadap Leo.


"Yaudah gue urutin mau..? Biar badan lo enakan.. "


Ucap Exel menenangkan.


Leo pun mengangguk setuju seraya membuka seragamnya.


Jika saja para penggemar melihat pemandangan saat ini dimana cowok tampan dan dingin tengah menunjukkan kepedulian dan kasih sayangnya terhadap sohibnya yang tak kalah dingin, mungkin mereka tidak bisa tidur memikirkan kegemasan keduanya.


"Pelan-pelan El.. " ucap Leo meringis berlebihan


"Hmm.. "


Exel menahan tawanya, sebab ekor matanya sempat menangkap beberapa kissmark yang terdapat di dada bidang Leo.


"Kalo si kunyuk ngeliat stempel lo.. abis lo di ledekin .. " gumam Exel masih terdengar oleh Leo.


"Sama aja lo udah ngeledek gue.. " timpal Leo ketus, sementara Exel terkekeh sebab kali ini Leo terlihat begitu menggemaskan.

__ADS_1


Merasa dirinya sudah lebih baik, Leo pun mengajak Exel untuk kembali ke kelas bertepatan dengan usainya upacara.


📩Mine


"Leo.. lo gapapa..? "


📩Hubby


"Gapapa sayang.. Mual dikit doang.. "


📩Mine


"Sorry.. Gue gak ada buat lo.. "


📩Hubby


"Hemm.. gapapa, yang penting lo bisa jaga diri lo sendiri buat anak kita itu lebih dari cukup"


📩Mine


"Calon bapak mulai bawelll.. 😘😘😘 we love you.."


📩Hubby


"😍😍😍"


Jam pelajaran dimulai, Grace begitu bersemangat belajar tanpa rasa beban, Ia terlihat begitu segar .


Sementara kelas Leo tengah praktek diluar sekolah meneliti berbagai jenis bunga di taman komplek dekat dengan sekolahnya.


Grace cs kini tengah berbincang ria di kantin


"grace lo gak ngerasa pengen sesuatu gitu..? " tanya Silve palan.


"Maksud lo..? "


"Maksudnya lo gak ngidam Grace..? " timpal Megan di angguki oleh Silvie.


"Ngidam apaan? " tanya Grace belum paham maksud sahabatnya.


"Bego.. Lo kan lagi hamil, lo gak kepengen makan sesuatu gitu?


Makan oseng baut ato gigitin konci Inggris, atau nguyup solar misalnya.."


timpal Silve kesal sementara Megan terkekeh menoyor kepala Silvie.


"Gila lo sil.. mana ada gue ngidam begituan.. gue sih ngerasa biasa aja.. " timpal Grace santai.


"Emm syukur dah..berarti lo hamil kebo Grace.. " ucap Silvie merasa lega.


"Bego.. Enak aja.. Ini anak si Leo lo kata gue hamil kebo.. "


Ucap Grace tak terima langsung berdiri seraya memukul meja dan mengencangkan suaranya, beruntung suasana kantin belum ramai.


"Si anying.. pelanin dikit suara lo.. " ucap Silve kesal menarik tangan Grace untuk duduk kembali, sementara Megan terkekeh geli dengan tingkah keduanya.


"Lo tanya sono sama mertua lo hamil kebo apaan.. Biar lo keliatan begonya.. "


Silve kembali kesal.


Grace diam tidak menyahuti,


Ia mencoba mencerna ucapan sahabatnya lalu Ia sambungkan dengan gelagat aneh Leo yang mendekati dengan hal yang berbau ngidam.


Grace menggeleng mengingat kelakuan Leo akhir-akhir ini yang menggemaskan, namun Ia tidak ingin menceritakannya pada kedua sahabatnya, Ia tak mau jika Leo menjadi bahan ejekan kedua sahabatnya.


Ditempat lain


Leo cs tengah berjalan memisahkan diri dari semua teman sekelasnya setelah penelitiannya selesai.


Langkah Leo terhenti membuat kedua sohibnya terheran,


"Kenapa Le.. Pusing lagi..? " ucap Exel cemas, sementara Leo menggeleng.


"Ri.. "


"Kenapa bro..? " timpal Ari santai.


"Gue mau liat skill kecepatan tangan lo.. "


Ucap Leo santai seraya menunjuk pohon mangga di salah satu rumah komplek tersebut dengan dagunya.


"Bilang aja lo nyuruh gue nyolong mangga.. " ucap Ari ketus.


"Pinter.. Tuh lo tau.. Udah ayo.."


Leo benar-benar menggemaskan sebab dirinya merengek kepada Ari.


"Ck.. Anak Sultan lo suruh nyolong, Gue beli tuh pohon sama rumahnya sekalian.. " timpal Ari songong.


"Payah lo, Mari kita eksekusi.. " ucap Exel serius seraya melangkah maju kearah pohon tersebut.


"El lo jangan gila.. " bisik Ari mengingatkan, namun tak di hiraukan oleh Exel yang mulai memanjat pohon tersebut.


"El noh yang itu.. keliatannya enak.. " ucap Leo bersemangat mendongakkan wajahnya keatas melihat Exel yang sudah di atas pohon mangga dan siap dengan aksinya.


"Anying.. Lo bedua emang gila.. "


Ari benar-benar tidak habis pikir dengan kedua sohibnya yang kini tidak ada kesan coolnya sama sekali.


"Yang ini le..? " tanya Exel di atas memegang buah mangga yang tadi di tunjuk oleh Leo.


"Betul.. Satu lagi noh El.. " timpal Leo penuh semangat menunjuk mangga yang lainnya.


Sementara Ari uring-uringan tidak karuan dengan wajah penuh keringat dingin sebab merasa was-was takut ketahuan.


Blug.. Satu mangga


Blug.. Dua mangga


Blug..

__ADS_1


"Woyyyy...!!! "


"Anjir.. Cabut cabut cabut...


__ADS_2