
" Grace woyy.. sadar.. sadar.. " Leo, Pria itu kini berposisi kayang dan merangkak mundur menghindari benda tajam yang di acungkan Grace ke arahnya. ingin rasanya Ia berteriak tanpa memperdulikan penghuni lainnya ikut terjaga. akan tetapi tenggorokannya terasa tercekat untuk melakukan itu.
" burung papilio.. burung gak berguna. kemari, biar ku tebas sekalian.. " Grace menyeracau sambil merangkak dengan lututnya sebagai tumpuan, Dia mengikuti arah Leo kemanapun itu.
" Grace come on.. sadar Grace sad-"
sing.. semakin Leo banyak berbicara, semakin nyaring juga suara dua pisau itu beradu, hingga membuat Leo semakin panik bukan main.
" kemari bodoh.. " titah Grace menyeringai, bibirnya tersenyum bak iblis. walaupun terhalang sebagian rambut yang menutupi wajahnya dan juga keadaan ruangan yang minim pencahayaan, tetapi Leo bisa melihat senyum menyeramkan itu.
Leo menggelengkan kepalanya ketakutan, dengan mulutnya yang tampak komat-kamit meminta pertolongan kepada Yang Maha Pendengar. si Grace kesurupan setan apaan? setan jalanan kali, soalnya tuh anak suka gak sopan kalo bawa motor.. ck, padahalkan tuh motor udah gue selametin dulu kemaren.
" Grace, sayang.. cantikku-"
sing.. ctarrrr.. suara dua pisau beradu dibarengi suara petir membuat Leo semakin takut. terlebih kilatan cahaya diluar jendela, menyoroti siluet tubuh Grace saat ini yang mengenakan piyama kimono berwarna putih dengan rambut panjang tergerai bebas, membuat suasana ruangan gelap tersebut terkesan semakin menyeramkan.
" kau takut hemm? dasar payaah.. " ejek Grace. " kemari.. kau harus berkenalan dengan samurai milik Michonne.. " ceracaunya kembali sambil berlagak mengasah benda tajam ditangannya, hingga membuat Leo menelan ludah kepayahan.
sejenak Leo mengambil oksigen sebanyak-banyaknya. napasnya yang ngos-ngosan perlahan membaik. Dia akan berteriak, ya.. Dia harus berteriak meminta pertolongan kepada tiga pegawai rumahnya. persetan jika nantinya mereka akan menertawakan kepayahannya. lebih tidak lucu lagi jika Dia membiarkan Grace benar-benar menebas habis barang berharganya. apa kata dunia nanti?
" parah.. gara-gara bermimpi memerankan salah satu pemain serial zombie, seorang istri mengigau sampai menebas habis kepemilikan suaminya .. "
" no.. no.. " Leo menggeleng, membayangkannya saja sukses membuatnya bergidik merinding, apalagi harus mengalaminya. tidak hanya si jhoni yang harus diselamatkannya, melainkan Grace juga. tingkah kesetanan istrinya itu harus segera Ia hentikan.
" to.. tol-"
ctarrrr.. suara petir yang lebih menggelegar dari sebelumnya sampai membuat jendela kaca bergetar. dan itu sukses membuat Leo yang berada di bawahnya reflek memejamkan mata dan menutup telinga dengan kedua tangannya. jantungnya berdetak tak beraturan dengan napas yang kembali ngos-ngosan.
tidak ada suara ejekan lagi dari Grace, membuat Leo memberanikan diri membuka matanya perlahan. dan waw.. lihatlah, ternyata Grace juga ketakutan mendengar petir barusan. wanita itu tampak meringkuk dengan tubuh gemetaran dan keringat dingin mulai membasahi wajahnya, tangan yang melemah membuatnya tak sadar melepaskan benda tajam di genggamnya.
dan Leo, sekarang giliran Dia yang menyeringai jahat. Grace sudah menipunya dengan berpura-pura mengigau, maka dari itu Dia akan memberi perhitungan saat ini juga. dan apa tadi? burungnya tidak berguna? ck.. mari kita tunjukkan.
" sebelum lo mengeksekusi sama samurai Michonne. lo harus ngerasain juga rocket lounchernya Daryl Dixon.. "
deg..
seketika Grace langsung mendongak membuka matanya. tangannya meraba-raba mencari benda tajam yang tadi berada di genggamannya. Dia harus melanjutkan kepura-puraannya. dan..
tap.. suara saklar lampu yang kini menyala membuat Grace menoleh ke arah sana. Dia menelan ludahnya kepayahan kala melihat korban leluconnya sudah berdiri sambil mengacungkan benda tajam miliknya.
" cari ini hemm? " Leo, si korban yang akan melakukan pembalasan, kini melangkah pelan mendekati Grace hingga membuat wanita itu merangkak menjauhinya persis seperti adegan tadi. hanya bertukar posisi saja.
" wait.. wait.. gue bisa jelasin.. " ucap Grace terbata berharap mendapat pengampunan dari si korban.
" jelasin apa Michonne..? " sahut Leo mengejek. " lo mau jelasin kalo lo ngigo, iya? ngigo sampe ngeremehin burung gue hmm.. " langkah Leo semakin mendekat membuat posisi Grace jadi terpojok dan susah untuk melarikan diri.
" lo bilang burung gue gak berguna? lo nyeracau gak karuan sampe mau tebas burung gue pake samurai Michonne dan lo mau gue percaya itu cuma ngigo, begitu? lawan dulu rockets lounchernya Daryl Dixon.. "
Leo sudah gila, dengan santainya Dia mengeluarkan barang kebanggaannya tepat dihadapan Grace dengan jarak begitu dekat, hingga membuat istrinya itu tercengang dengan mulut yang menganga lebar.
__ADS_1
melihat ekspresi Grace malah membuat aksi Leo semakin gila. dia menjadikan mulut yang menganga lebar itu sebagai sasarannya. mulut yang sudah meremehkannya.
blepp... sial, Grace begitu lengah sampai tidak menyadari jika benda sensitif yang ditunjukkan Leo kini sudah berada di dalam mulutnya.
ukhukk, ukhukk.. " Leonard..!!!! " ucap Grace setengah berteriak dan menatap tajam Leo. suaminya itu sudah membuatnya tersedak hebat. dan sialnya yang di tatap malah terkekeh pelan.
dan tanpa babibu lagi, Leo menggendong Grace seperti karung beras. kemudian dengan kasarnya Leo menghempaskan tubuh itu di sofabad bekasnya tidur tadi hingga membuat piyama kimono yang Grace kenakan terbuka dengan sendirinya.
Leo menggeleng tersenyum mengejek, ternyata di balik piyama kimono itu, ada baju dinas malam yang melekat di tubuh Grace. itu berarti wanita itu sedang menginginkannya.
" ck.. ngigonya niat banget ya.. " ejek Leo. " well, gue bakal bikin ceracauan lo lebih waww dari yang tadi.. "
.
.
.
benar. Grace di buat meracau hebat dengan apa yang dilakukan Leo kepadanya. suara wanita itu saling bersahutan dengan suara guruh diluar. hujan turun dengan derasnya hingga membuat suhu udara menjadi dingin, tetapi tidak bagi pasangan konyol itu yang malah merasa gerah, ck..
...*****...
keesokan harinya, Grace terbangun dari tidurnya sekitar pukul setengah delapan pagi. Dia tidak menemukan sosok yang menghajarnya secara habis-habisan semalam.
" bodoamat, mending gue molor lagi.. " gumamnya sambil memejamkan mata.
Grace benar-benar di buat lelah dengan aksi permainan Leo semalam yang diulang terus menerus. bahkan suaminya itu tidak membiarkan dirinya untuk melawan dan hanya bisa menyeracau saja. maka dari itu, Grace sangat malas bergerak bahkan sekedar membuka matapun rasanya berat sekali.
ting.. ting.. suara pesan masuk di ponselnya secara beruntun menuntut Grace untuk segera membacanya.
" what the f**k.. " umpat Grace kala membaca pesan beruntun itu, pesan yang melampirkan beberapa poto yang sangat sensitif dan membuatnya geram.
seolah mendapat energi dan nyawanya langsung kembali dengan penuh, wanita itu segera keluar dari ruangan itu menuju kamarnya sebentar.
" sial.. " gumamnya kesal melihat dirinya di pantulan cermin yang dilewatinya. Dia baru menyadari jika lehernya sudah dipenuhi tanda jejak semalam.
" okeh, di kasih hati malah ngajakin war.. "
...***...
jika ada yang bertanya kemana Leo, Pria itu sedari pagi sudah berada di taman komplek dengan mengajak kedua anaknya berolahraga ringan. tidak ada kata lelah jika untuk menuruti kemauan si kecil Lucio yang rewel meminta untuk jalan pagi. padahal tenaganya sudah hampir habis dipakainya semalam untuk menggauli Grace.
" tunggu bentar yah bang, sabar oke.. " ucap Leo seraya mengusap kepala si kecil Lucio.
Lucio kembali merengek meminta makan, tetapi ketika sang ayah mengajaknya pulang, anak itu menggeleng menolak. hingga pada akhirnya Leo menghubungi orang rumah untuk mengantarkan makanan si kecil ke taman itu.
beberapa menit kemudian datanglah salah satu pegawai rumahnya menghampiri dengan membawa makanan dan bukan hanya untuk si kecil saja melainkan untuk Leo juga.
" makasih mba.. " ucap Leo tanpa berminat menatap pegawainya itu sama sekali. Dia bahkan mengharapkan wanita itu segera enyah di hadapannya.
" biar saya aja yang nyuapin ade Cio den, aden sarapan aja.. "
dengan cepat Leo menggeleng menolak, tentu saja dia merasa risih dengan pegawainya itu. terlebih dirinya saat ini sudah menjadi pusat perhatian beberapa orang yang berada di taman itu juga. risih, benar-benar risih.
__ADS_1
" gak papa den, saya gak repot ko.. "
hah..? lancang sekali wanita itu, Dia mengabaikan penolakan majikannya, dan dengan santainya wanita itu membuka kotak makanan dan hendak menyuapi si kecil.
" ehem.."
deg.. seketika Leo langsung menoleh kearah suara deheman barusan. oh dan lihatlah, Grace sudah berdiri di sana.
Grace, wanita yang mengenakan hoodie berwarna hitam dengan bawahan kolor bokser, menyeringai menatap Leo sambil melilitkan handwarp di kedua tangannya secara bergantian.
" mami, patu mami anah.. " si kecil berceloteh sambil menunjuk kaki Grace seolah bertanya kemana sepatu ibunya.
Grace terkekeh sambil mengusap kepala si kecil, dia menyembunyikan kebodohannya. Dia lupa tidak mengenakan alas kaki, tetapi untuk membawa handwarp Dia tidak lupa malahan mengutamakannya. tentu saja itu karena Grace geram setelah mendapat pesan gambar dimana Leo berada di taman, itu sudah pasti ketampanan suaminya akan menjadi konsumsi publik.
dan sekarang Grace harus di suguhkan dengan pemandangan yang membuatnya semakin muak. Dia geram bukan main kala melihat salah satu pegawainya tidak kapok mencari muka.
" mami sengaja gak pake sepatu bang, udah lama mami gak latihan muaythai.. " ucapnya santai melirik Leo hingga membuat pria itu menelan ludahnya kepayahan.
" wah, si non bisa muaythai.. "
" ida..!!! " tiba-tiba Lilis berlari menghampiri juniornya. membuat Grace dan Leo tercengang melihat kelakuan pegawainya itu. dimana Lilis langsung menjambak rambut Ida tanpa ampun.
" kebetulan bibi kesini, Anak-anak ajak pulang gih.. sekalian dia juga.. " titah Grace sambil menunjuk Ida dengan dagunya.
" Siap non..!!! " sahut Lilis lantang. tentu dengan senang hati Lilis mematuhi perintah majikannya. dan tau apa yang dilakukan wanita paruh baya itu? yaps.. Lilis menggiring Ida dengan tangan yang belum dan tidak akan lepas dari rambut juniornya itu. bahkan dengan teganya Lilis membiarkan Ida menggendong si kecil Lucio dan satu tangannya mendorong stroller baby Gwen. ah kalian bayangan saja sendiri tingkah random Lilis.
.
.
.
" sial, gue lupa bawa samsak.. " celetuk Grace menoleh ke arah Leo yang masih mematung di sana.
kretek.. kretek.. suara retakan tulang Grace yang berlagak melakukan pemanasan membuat Leo bergidik ngilu. Pria itu sudah mencium bau-bau akan dirinya yang kembali menjadi korban istrinya itu.
" mau gue ambilin..? " ucap Leo terbata. Dia berusaha mencari aman.
dan Grace, dia menggeleng terkekeh pelan melihat gelagat Leo yang sudah tau arti ucapannya barusan.
" no, gue mau yang pasti pasti aja, perut abs lo-"
" jangan gila Grace.. " sela Leo yang reflek melindungi perut kotak-kotaknya itu. Dia sudah menduga jika Grace menginginkannya untuk menggantikan samsak. jujur, Dia tidak mau menurutinya mengingat kemampuan Grace dalam dunia bela diri sudah tak dapat diragukan lagi, dan tenaga yang dikeluarkan dari bogemannya membuat Loe tiba-tiba mual kala harus membayangkannya.
" jangan takut sayang.. gue cuma pelan doang ko.. " celetuk Grace terdengar lembut, namun ekspresi wajahnya bak iblis, dan Leo bisa menangkapnya.
pada akhirnya Leopun mengangguk menurut. tentu saja Dia tidak ingin terlihat lemah lagi di mata Grace, apalagi para penonton masih setia menyorotnya, membuatnya tidak ingin dipandang remeh.
Leo menghela napas dalam-dalam dengan keyakinan yang penuh tekad. kemudian Ia mengangkat kedua tangan dan meletakkannya di belakang kepala. dan Grace tentu suka itu, kepasrahan Leo membuatnya menang kali ini.
bughh.. bughh.. bughh..
" shittt.. " mati-matian Leo menahan ringisannya. dia harus terlihat cool di depan semuanya. sayang, tenaga Grace yang sangat kuat membuat kesan coolnya terlihat payah.
__ADS_1
sementara itu, seseorang di kejauhan turut menyaksikan adegan pasangan tersebut. seseorang yang tadi mengirimkan pesan beruntun kepada Grace.
" hmm.. menarik.. "