Malu Malu Kucing

Malu Malu Kucing
part 151


__ADS_3

" lo gak boong kan Ri.. " Exel Pria itu sedari pagi merengek menagih janji Ari kepadanya, janji sohibnya tempo hari yang akan memberikannya modal usaha.


keduanya sedang berada di parkiran kampus menunggu si ketua yang tak lain adalah Leonard. sohibnya yang satu ini belum menampakkan diri juga.


" iya iya bawel.kapan sih gue boongin lo.. " sahut Ari kesal. Dia orang yang paling tidak suka kala Exel merengek dan menunjukkan wajah so imutnya, sungguh menggelikan.


" mana, mana ayo.. " Exel menengadahkan tangannya di hadapan Ari membuat sohibnya itu mendelik sebal.


" ya gak langsung tring sekarang juga anying.. " sahut Ari benar-benar kesal.


" ck, si Leo aja tring ngasih rumah buat gue-"


" ishh.. lo bener-bener gak sabaran ya, gue hampir mampus tau gak waktu keceplosan.. santuy banget lo.. " sela Ari sambil menoyor gemas kepala Exel.


" waktu itu aja lo semangat banget dorong gue biar maju.. ck, bokis.. " sahut Exel memajukan bibirnya sebal membuat Ari menggaruk kepalanya frustasi.


" bawel lo, bikin gue tambah pusing aja.. mana bini gue bikin mumet dari kemaren.. "


" bini lo kenapa emang? curhat dong.. " kini Exel menepuk dadanya bangga. Dia sudah menormalkan kembali ekspresinya.


" salah paham, dia nyangka gue make-"


" hah gimana gimana? "


sejenak Ari menghela napasnya panjang sebelum menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah tangganya. berawal dari Megan yang menerima pesan dari seseorang, dimana pesan tersebut berisikan poto Ari seperti sedang bertransaksi haram di belakang kedainya. secara kebetulan juga Megan menemukan plastik obat berukuran kecil yang berisikan serbuk putih disaku celana Ari ketika wanita itu hendak mencucinya. dan itu memperburuk kesalahpahaman hingga saat ini.


" padahal itu cuma gula halus, lo taukan donat polos yang dijual bakulan..? " ucap Ari di akhir ceritanya dan itu berhasil membuat Exel tergelak.


" iya yang gulanya dipisah.. "


Ari mengangguk, " nah itu, padahal gue udah jelasin.. apes banget emang.. "


Exel menggeleng terkekeh sambil menepuk bahu Ari, ada-ada saja hal konyol dari sohibnya itu. " terus ngapain lo kantongin tuh gula..? "


" gue buru-buru, belom sempet nyocol tuh donat.. kedai gue udah diserbu yang pada mau makan.. "


" terus itu yang katanya si Megan nerima poto lo lagi transaksi-"


" yaelah, itumah gue lagi jual minyak bekas pake, biasa kan suka ada bank sampah.. " sahut Ari lemas pasrah hingga membuat Exel kembali terkekeh.


" ko bisa si Megan gak percaya sama lo? " disini Exel mengompori Ari, sebab sebelumnya hanya rumah tangga Arilah yang tidak pernah terdengar huru-hara seperti rumah tangganya dan juga rumah tangga Leo sohibnya.


" tau ah, gue pusing.. yang jelas gue gak bakalan lepasin tuh orang yang udah ngirim poto gue.. "


" perlu bantuan..? " sahut Exel sok perduli dan langsung mendapat toyoran dari Ari.


" haruslah anying.. " timpal Ari ketus.


beberapa menit kemudian terdengar suara motor menggelegar membuat keduanya langsung beratensi ke sumber suara tersebut.


" beneran boleh rental bro.. " bisik Exel diangguki setuju oleh Ari.


Leo, Pria itu datang bersama Grace dengan motor sport barunya. dia nampak anteng duduk di jok belakang sambil melingkarkan tangannya di perut Grace yang membawa motor tersebut.


" pagi suhu.. " sapa Ari dan Exel kompak membungkukkan badan dihadapan Grace. membuat wanita itu memutar bola matanya jengah.


" bantuin temen lo turun.. " titah Grace terdengar judes. dan sontak saja keduanya langsung sigap mendekat kearah motor hendak membantu Leo untuk turun.


" ayang papi kenapa sih? " ejek Exel disusul kekehan dari Ari. sementara yang di ejek langsung menunjukkan wajahnya tidak suka.

__ADS_1


" perutnya mules.. " Grace menimpali sambil melengos meninggalkan ketiganya diparkiran.


sementara kedua sohib langsung berebut menyingkap kaos Leo untuk melihat dan memastikan saking peduli dan juga penasaran dengan kondisi Leo. namun Leo langsung menepis tangan mereka dengan kasar.


" perut gue mules, kalian pikir perut gue nerawang.. " ucap Leo sedikit berdusta. bagaimanapun juga kedua sohibnya tidak boleh melihat beberapa luka memar yang masih berbekas diperutnya akibat ulah Grace tempo hari. bisa jadi bahan bulyan mereka, jika keduanya mengetahui luka itu.


" sorry.. kita kan khawatir ya El.. " sahut Ari diangguki Exel. " lagian lo makan apaan sih pake mules segala-"


" makan kadal balado.. " sela Leo sekenanya membuat Ari tiba-tiba ingin muntah karena merasa geli.


sementara Exel, pria itu menyeringai. Dia tahu Leo sedang mengelak, dan melihat sikap yang ditunjukkan Grace tadi, membuat Exel yakin bahwa ada masalah di dalam rumah tangga sohibnya itu. ah, hari ini Exel menang, mengingat selalu dirinya yang bermasalah, kini giliran kedua sohibnya yang menderita.


.


.


.


.


tiba waktu istirahat, Grace cs sudah berada di dalam kantin. Grace tersenyum ke arah meja tempat duduk Lolita dan Viola. masalah Grace yang mendapat amanat untuk menjaga istri dari Wilson, kini sedikit teratasi dan setidaknya Grace tidak merasa terbebani kali ini.


sekarang sama sekali tidak ada orang yang mengganggu Lolita," backingannya si Grace, jangan macem-macem " . Lolita malah memiliki banyak teman hingga membuatnya merasa penuh percaya diri. apalagi salahsatu yang selalu menemaninya ialah Viola, gadis yang diusulkan oleh Grace.


" gue denger-denger tadi lo boncengin si Leo..? " celetuk Silvie penasaran.


" ck, denger-denger apaan? " sahut Grace ketus.


" yaelah, anak-anak heboh keless liat lo boncengan.. vibes pembalap bawa tentengan.. " timpal Silvie cengengesan, namun bukan kehebohan dari para penggemar informasi yang dia dapat, melainkan dari Exel suaminya yang mendadak penasaran alias keppo akan masalah rumah tangga sahabatnya itu.


" ya terus kalo kita boncengan kenapa emang? laki bini kan? masalah gue yang bawa, iya? lah kan udah biasa.. "


" anjir suhu meledakk.. " celetuk Megan cekikikan membuat Silvie cemberut.


" ck, langsung aja lo tanya kemana motor baru si Leo? " lagi-lagi Megan ikut nimbrung, dan sejujurnya Dia juga penasaran namun membiarkan Silvie yang terkesan kepo jangan dirinya, ck.


" gue jual.. "


" lah ko bisa..? " sela Silvie memotong ucapan Grace.


" pemborosan, ya kali kalo motornya beda " timpal Grace memang benar adanya, tetapi ada alasan lain yang membuat Grace menjual motor yang dimiliki Leo, malah jika tidak ingat harganya yang fantastis, rasanya Grace ingin membakarnya tepat dihadapan sang empu.


bagaimana tidak? Grace mendapati Leo membonceng wanita lain, padahal Dia sama sekali belum pernah dibonceng oleh Leo dengan motor barunya itu.


sebelumnya Grace hanya melihat dari poto yang lagi-lagi seseorang mengirimkan kepadanya. dan begitu melihatnya secara langsung ketika Leo tiba di rumah, Grace tentu sangat murka, apalagi ketika tahu siapa wanita itu, yang tak lain adalah Ida pegawai barunya.


sementara Leo yang tidak ingin ada kesalahpahaman dengan Grace, Dia langsung menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. dimana Ia mendapati Ida yang memang ditugaskan oleh Lilis untuk berbelanja hari itu hampir mengalami tindakan kriminal sekaligus mendapat aksi pelecehan dari perampok jalanan. tentu sebagai seorang majikan , Leo tidak bisa membiarkan atau meninggalkan pegawainya itu seorang diri di tengah kesepian.


dan Grace, apapun alasan atau penjelasan yang keluar dari mulut Leo, itu tidak berpengaruh untuk menenangkan kemurkaannya. yang jelas Dia dikuasai rasa cemburu yang berdosis tinggi. namun Dia masih punya sedikit rasa tidak tega jika harus memecat Ida. Grace tetaplah Grace yang tidak suka menghambat rejeki orang lain apalagi melalui tangannya.


.


.


kembali ke kedua sahabatnya yang masih minat mendengarkan ucapan Grace, tak terkecuali Megan yang manggut-manggut paham,


" iya ya motornya sama, beda plat doang. punya lo tanggal kawin, punya si Leo tanggal lahir Cio.. "


" anjay ada pemerhati lebih dari gue nih.. " celetuk Silvie dengan sarkasnya membuat Megan membuang wajahnya salah tingkah. pada akhirnya Silvie bisa tahu jika Megan lebih tertarik dengan motor milik Grace melebihi minatnya tempo hari.

__ADS_1


" wah, lo mau Me? tau gitu gue jual ke si kunyuk aja.. " timpal Grace di susul kekehan dari Silvie.


" cih.. mana ada.. lagian ayahnya Ray mana mau ngeluarin duit banyak cuma-cuma-"


" massa? itu yang kata babang Ari make sabu..? " sela Silvie menyeringai, rupanya Exel sebelas duabelas dengannya. dan dengan cepat Dia mendapat informasi dari suaminya itu. tentu saja ini untuk bahan mengolok-olok para sahabatnya.


sementara Megan, wanita itu langsung melebarkan matanya. bagaimana dan darimana Silvie mengetahui masalah rumah tangganya.


" mulut lo.. lambe turah, lo mau orang lain denger? " timpal Grace mencoba memelankan suaranya, namun tangannya sangat kasar untuk menoyor kepala Silvie. Walaupun dia tidak mengerti arah pembicaraan kedua sahabatnya juga tidak tahu benar atau salah, tetap Grace tidak mau mereka membahas kata-kata yang sensitif itu di tempat umum, seperti Silvie yang tidak menyaring terlebih dulu ucapannya.


" iya iya sorry.. " lirih Silvie menundukkan kepalanya membuat Megan menghela napas lega.


sebelumnya Megan sudah tahu kebenarannya bahkan Dia tentu percaya jika Ari tidak mungkin melakukan itu, terlebih suaminya itu selalu bijak mengelola keuangan dan tidak mungkin mengeluarkan untuk hal yang tidak penting sama sekali. hanya saja Dia terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya kepada Ari, Dia sudah kepalang, lebih tepatnya Dia malu karena kebodohannya yang menganggap sekedar gula halus menjadi barang haram.


tidak ada pembicaraan lagi dari ketiganya, kini mereka melanjutkan aktivitas makan siang dengan khidmat sampai suara bising riuhan dari yang lainnya menghentikan mereka. seketika ketiganya langsung terbelalak melihat sosok yang membuat para mahasiswi berbisik-bisik itu.


" ngapain tuh terong-terongan ke area sini.. " celetuk Grace ketus diangguki Megan sama kesalnya. sementara Silvie, wanita itu malah mengigit jarinya menatap sosok yang datang tersebut persis dengan apa yang di lakukan mahasiswi lainnya.


" gue tiba-tiba mules.. anteri gue cong " ucap Megan tiba-tiba menarik tangan Silvie.


" yah, yah.. baru gue mau makan bareng ayang.. " protes Silvie merengek, tetapi Megan tidak perduli karena Ia malas bertemu dengan suaminya, lebih tepatnya malu.


" entar dirumah kan bisa.. " sahut Megan kekeh menyeret Silvie hingga membuat sahabatnya itu mau tidak mau mengikuti langkahnya.


hingga keduanya berpapasan dengan Leo cs yang baru saja masuk di kantin itu, Megan sempat adu tatap sinisnya dengan Ari. berbeda dengan Silvie yang melambaikan tangannya ke arah Exel dan tentu di sambut dengan senyuman hangat oleh suaminya itu.


" bang bayarin ya.. " teriak Silvie dengan suara khasnya, cempreng membuat kedua sohib Exel hampir tergelak. " mampus lo El.. "


" mau anterin si Megan dulu soalnya ogah ketemu ayangnya.. "


sontak saja Leo dan Exel terkekeh menepuk bahu Ari kala mendengar Silvie kembali berteriak, dan itu membuat Ari mendelik kesal.


" idih najis, pede banget.. siapa yang mau nyamperin lo woyy.. " sahut Ari berteriak tak kalah kencangnya dengan teriakan Silvie membuat mahasiswi disana melongo tak percaya. bahkan sebagian dari mereka langsung menyiapkan list untuk melakukan pedekate kepada pria itu, sebab ketampanan Ari juga tidak bisa diragukan sama seperti kedua sohibnya.


" duduk Lo.. " titah Grace terdengar dingin, entah kepada siapa Dia berucap, yang pasti ketiganya langsung duduk satu meja bersama Grace. dimana Ari dan Exel menduduki bekas tempat duduk istrinya, sementara Leo duduk disamping Grace.


" si Megan nyampe ngehindar dari lo kenapa? lo juga bisa teriak-teriak gitu kagak jelas banget.. " ucap Grace membuka obrolan tanpa memperdulikan Leo yang memperhatikannya dari samping.


ketiganya terdiam, terutama Ari yang ogah memberitahukan masalahnya kepada Grace, yang ada wanita itu akan menertawakannya sama seperti Exel yang sekarang kakinya Ia injak.


diamnya mereka malah membuat Grace geram, bagaimanapun juga Dia tidak mau ada masalah lagi di kehidupan rumahtangga kedua sahabatnya.


" oke kalo lo gak mau ngomong.. " dengan santainya Grace menyingkap kaos yang dikenakan Leo. walaupun sekilas, tapi itu berhasil membuat kedua sohibnya terbelalak menelan ludah kepayahan. rupanya itu yang disembunyikan Leo sedari tadi.


" gimana nasib lo mau sama, kalo gak mau terus terang..? " ucap Grace kembali menyeringai dan berhasil membuat Ari dan Exel mengacungkan tangannya berebut untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. sementara Leo, yang tadinya kesal karena Grace membuka aibnya, kini Ia dibuat terkekeh melihat tingkah konyol kedua sohibnya itu.


" gue yang punya peran bego.. " ucap Ari sambil menoyor kasar kepala Exel.


" si Grace gak bakalan paham, lo belibet ngomongnya.. " sahut Exel membalas toyoran Ari bahkan lebih kasar daripada yang didapatnya.


sementara Grace menggeleng memutar bola matanya jengah dengan kelakuan mereka.


" suit dah suit, cepetan.. "


dan benar saja, keduanya mengikuti saran dari Grace untuk suit tanpa memperdulikan keadaan sekitar yang menyoroti mereka dengan gemasnya.


" tuh kan, emang kudunya gue, kalo sama lo yang ada di lebihin.. " ucap Ari kala Ia memenangkan suit tersebut. dan mengalirlah ceritanya sama seperti tadi Ia ceritakan kepada Exel.


sontak saja Grace dan Leo dibuat tergelak, mereka benar-benar tidak memperdulikan keadaan sekitar, bahkan Grace seolah melupakan kekesalannya terhadap Leo. terbukti dengan dirinya yang membiarkan suaminya itu merangkul bahunya sambil tertawa bersama.

__ADS_1


seketika Grace terpikir akan orang yang selalu mengirimkannya pesan, apakah orang itu sama dengan yang mengirimkan pesan kepada Megan juga.


" shittt.. gue tau nomor itu.. " Exel.


__ADS_2