
Mereka telah sampai di penginapan.
Leo merebahkan Grace yang sedari tadi tertidur digendongannya dengan hati-hati.
"Manis .. " Gumam Leo saat mengambil tas belanjaan dari genggaman Grace dan menaruhnya di meja.
Ia pun ikut berbaring di samping Grace sebab merasa benar-benar kelelahan.
Merekapun tidur dengan pulas sampai melewatkan tenggelamnya sang surya.
***
Grace terbangun karena mendengar ponselnya berdering.
"Nasibbb.. Ketinggalan sunset.. " Batinnya.
Iapun mengangkat Panggilan video dari kedua sahabatnya.
Megan :"Grace.. Gue kangen.. "
Silvie:" Iya Grace, lo kemana aja..? Susah banget dihubungin.. Kita nyamperin ke rumah, kata orang rumah lo ga ada.. "
Megan :" Iya Grace, lo masih di tempat sodara lo..? "
Grace :" Bawel lo pada.., iya gue masih di tempat sodara gue sampe nyokap gue balik mungkin.. "
Silvie :" Ko kamar lo beda lagi Grace, lo kaya lagi di penginapan..?"
Grace :" Ehh iya gue ikut sodara gue liburan.. Lo pada lagi dimana tuh ..?"
Megan :" Labuan bajo.. "
Silvie :" Lo sih diajakin gak ada respon yaudah kita pergi bedua .. "
Megan :" Hmm lo liburan kemana Grace. .?"
"Hemm anu gue.. (Pikir bodoh.. Pikir kemana ya..)"
Ceklek..
Leo keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada , Ia melemparkan handuk ke arah Grace.
Sontak Gracepun terkejut semakin panik mencari alasan
"Eh guys udah dulu ya, sodara gue manggil.. Have fun yahh.. "
Grace mematikan ponselnya, ia menatap kesal ke arah Leo.
"Ih resse.. " Grace membalas kembali melemparkan handuk ke arah Leo.
Leo terkekeh senang sekali melihat kepanikan diwajah Grace
"Gak mandi lo..? "
"Kaki gue masih sakit.. "
"Mana sini gue liat.. " Leo menghampiri Grace, kini ia meraih telapak kaki Grace kemudian mengurutnya dengan telaten.
"Lo gak bawa minyak gosok..?"
"Gue bawanya minyak kayu putih.. " Jawab Grace sambil menunjuk tas kecilnya yang tergeletak di meja rias.
Leo bangkit dan mengambilnya, kemudian ia melanjutkan mengurut kaki Grace.
"Aw.. Pelan-pelan.. Sakit tau.. Lo bisa ngurut ga sih..?"
Padahal Grace sangat menikmatinya. Dia saja yang terlalu lebay..
Leo tak menghiraukan ocehan Grace, dia terus melakukan aktivitasnya sampai tak sadar, dari telapak kaki naik ke betis.
" Ehem.. Yang terkilir pergelangan kaki, nyasar lo.. "Ucap Grace mengingatkan Leo, Leo diam tak menanggapi Grace, Ia malah asik bermain dengan buah betis Grace.
Gracepun pasrah membiarkannya, lebih tepatnya menikmati pijatan dari tangan lembut Leo.
"Emh Le.. Pokonya gue gak mau tau besok kita balik..!" Ucap Grace ketus, namun lagi-lagi Leo diam tak menjawab tambah fokus dengan mainannya.
"Leo.. Lo denger gue ga sih..? "
"Hmm.. "
"Ihh gue bilang besok kita harus balik, gue gak mau tiba-tiba ketemu temen-temen gue disini.. " Grace mengoceh tanpa jeda
"Tapi kita belum menjalankan misi.. " Timpal Leo santai masih asyik dengan mainannya.
"Misi apaan..? " Tanya Grace keheranan.
"Bawa kabar cucu.. " Jawab Leo santai.
Sontak Grace melongo tak percaya lagi-lagi Ia harus menghadapi hal berbau sensitif untuknya.
"Ngaco lo.. " Ucapnya kesal menatap tajam Leo.
__ADS_1
Leo menghentikan aktivitasnya, lalu bangkit sambil memegang handuk yang melilit pinggangnya.
Ia membalas tatapan Grace tak kalah tajam bak Singa yang mau menerkam mangsanya.
"Gue mau.. " Ucap leo menggantung menatap Grace yang kini gugup.
"Lo.. Lo.. Mau ngapain lo, jangan macem-macem. Gue belum siap..!!! Kaki gue masih sakit.. " Grace bergetar panik.
Leo semakin mendekati Grace yang sangat gugup, seringai licik di wajahnya
" Trus kalo kaki lo udah gak sakit, lo udah siap..?"
Bisik Leo berhasil membuat Grace semakin gugup memejamkan matanya tatkala hembusan nafas Leo terasa di ceruk lehernya.
"Gue mau.. " Leo masih menggantung dengan suara beratnya.
"Leo stop! Gue belum siap.."
Grace mendorong dada bidang Leo yang tanpa busana.
"Gue mau makan.. Laper.."
Ucap Leo santai beranjak dari tempat tidur dan mengenakan pakaiannya.
Leo benar-benar sukses membuat Grace gugup.
Leo tergelalak penuh kemenangan.
"Lo mikir apaan? " Godanya seraya melemparkan kembali handuk ke arah Grace yang tengah menatapnya kesal dia merasa Leo telah mempermainkannya.
"Mandi sana.. " Titah Leo tanpa dosa.
Gracepun mengambil handuk yang di lemparkan Leo, mencoba tenang walaupun sebenarnya sangat kesal.
"Sabar.. Sabar.. Oke gue ikutin permainan lo.. " Gumamnya dalam hati.
"Le.. Sebenarnya gue tadi mauu.. " Ucap Grace dengan manja mencoba menggoda Leo .
Leo yang tengah merapihkan rambutnya terkejut melihat Grace dengan gerakan-gerakan menggoda di pantulan cermin, kemudian Ia membalikan badan bergegas menghampiri Grace yang tengah duduk menantang.
"Gue sebenarnya mau...
Mau buang air...Haha kena lo.. "
Grace tertawa penuh kemenangan melihat raut wajah Leo bak kepiting rebus penuh kekecewaan.
Leo beranjak pergi keluar dari kamar, namun langkahnya terhenti ketika Grace kembali memanggilnya
"Leo.. Bantuin gue.." Grace pura-pura memelas.
Grace terkejut dengan perlakuan Leo terhadapnya, Iapun melingkarkan kedua tangannya di leher Leo, menatapnya tanpa berkedip.
Bohong sekali kalau Grace tidak terpesona dengan Leo.
Namun yang di tatap malah acuh dengan tatapannya lurus ke depan.
"Jantung gue.. " Batin Grace.
"Lo makan apaan sih.. ?Berat banget.. "
Ucap Leo ketus menurunkan Grace setelah tiba dikamar mandi padahal sebenarnya ia sangat senang,
Dasar Leo..
"Gue makan semen.. Puas lo? "
Timpal Grace sambil mendorong Leo supaya keluar dari kamar mandi.
***
Selepas membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya, Grace keluar dari kamar mandi tanpa bantuan Leo.
"Le.. Makan diluar yuk..? " Mood Grace sudah kembali normal.
Leo yang tengah asik bermain game di ponselnya, melirik sekilas ke arah Grace yang tengah merapihkan rambutnya.
"Le.. Ayo gue laper.. " Grace merengek.
Leopun menghentikan aktivitasnya.
"Lo rese kalo lagi laper.. "0
Ucapnya menirukan jargon iklan.
"Lo gak takut ketemu temen lo kalo makan diluar? "
padahal sebenarnya Leo lebih mengkhawatirkan kondisi Grace saat ini cuma dirinya terlalu Gengsi.
"Hmm bener juga.. Tapi gue gak mau makan makanan disini.. " Ucap Grace sok manja
"Ya udah .. Lo mau makan apaan? Gue pesenin.. "
__ADS_1
timpal Leo mulai kesal seraya meraih ponselnya hendak memesan makanan.
" Gak mau.. Gue mau di masakin sama Lo.."
Grace masih manja.
Grace Bener rese kalo laper pikir Leo.
" Hah gue.. ? Mana bisa gue masak..
Lagian mau masak apaan? " Tanya Leo kebingungan.
"Gampang.. Masak mie rebus noh. ." timpal Grace seraya menujuk kopernya.
Leopun menurut pasrah mengambil dua mie rebus di koper Grace.
"Gila.. Mie rebus lo bawa, P3K gak bawa.." Ucapnya kesal seraya melangkah ke dapur.
Grace mengikutinya dengan langkah pelan, kemudian duduk di kursi depan minibar.
" Ngapain lo ikut kesini.. " Tanya Leo heran.
"Emh gue cuma mau mastiin lo masak bener apa ngga.. "
Ngeles Grace mencari alasan.
"Cih mie rebus doang.. "
Leo memulai aktivitas memasaknya, sementara Grace menatap memperhatikan setiap gerakan Leo dengan dagu bertumpu di meja bar.
Leo melirik Grace yang sedang memperhatikannya
"Terpesona lo..? "
Ucap Leo meledek dengan sudut bibir atasnya terangkat.
"Siapa.. Pede banget lo..
Udah cepetan gue laper.. "
timpal Grace gelagapan.
Miepun sudah matang dan siap disantap, keduanyapun memakannya dengan lahap sebab memang sedari tadi merasa lapar.
"Gimana .. Enak gak masakan gue? Tanya Leo bangga.
" Cih.. Mie rebus doang.. Anak SD juga bisa.."
Ledek Grace gengsi mengakui.
Leo menatap Grace tak suka.
"Tapi gue apresiasi kerja keras lo.. Thanks ya.. "
Ucapa Grace kembali salah tingkah.
___
"Oh ya Le.. Abis ini mau ngapain ? Mau tidur kan baru bangun, mau keluar ogah.."
Sungguh pertanyaan konyol Grace membuatnya tersudut.
"Gimana kalo kita mulai nyicil misi kita.. ? "
Usul Leo santai menatap Grace penuh arti.
Ukhuukk.. Ukhukk... Grace mulai panik.
"Bodoh.. Ngapain pake nanya gitu sih.. Ayo grace cari ide.. Ide dimana sih lo giliran gue butuh ngilang lo"
Grace bergelut dengan pikirannya sendiri.
Leo tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi Grace.
"Gimana kalo Mabar..? Mau gak lo? "
Ajak Grace cari aman takut diterkam oleh Leo saat ini juga.
"Mabar apaan? Emang lo bisa..? "
Ucap Leo songong
" lo ngeremehin gue..? Kalo ada motor gue ajak lo balapan, adu freestyle sekalian.. Puas Lo? "
Grace tak kalah songong nyerocos tanpa jeda.
"Merembet kemana-mana.. Lo masih laper? " ucap Leo santai
"Emang kenapa..? " Tanya Grace penasaran.
"Abis lo resse.. " timpal Leo acuh meninggalkan Grace.
__ADS_1
"Leo.. Sialan lo..!!! "
Akhirnya mereka menghabiskan malam dengan bermain game online bersama sampai rasa kantuk menyerang keduanya.