
Suara bariton menggema membuat empat orang yang masih berada di ruangan yang panas menoleh kearahnya,
" maksud lo apa El..? " tanya Grace heran mengapa Exel bisa berkata seperti itu.
" dia ada yang nyuruh.. " jawab Exel datar nan dingin.
Grace beralih menatap Lolita yang tiba-tiba gugup menunduk,
" apa itu bener, lo ada yang nyuruh..? " tanyanya penuh selidik.
" gak.. gue gak ada yang nyuruh.. " jawab Lolita tegas dengan lantang.
" si Aldo yang nyuruh ni cewek.. " sahut Exel yakin membuat ketiganya menyerit heran, sementara Lolita kembali menunduk dengan tubuh gemetaran.
" jangan bercanda El.. " sahut Grace terkekeh, bisa-bisanya orang yang terkenal baik itu di jadikan tersangka atas tindakan jahat selama ini.
" gue gak punya waktu buat bikin lelucon.. " timpal Exel beralih menatap Grace dengan sorotan tajam nan dingin.
glek.. yang ditatap seketika menelan ludah kasar, tidak biasanya orang yang sudah Ia anggap seperti kakaknya bersikap seperti itu terhadapnya.
melihat ketegangan antara Istri juga Sohibnya yang saling adu tatap, Leopun mencoba menenangkan keduanya.
" okeh.. kenapa lo bisa nuduh dia El..? atas dasar apa itu Presma ngelakuin ini semua.. selama ini gue rasa dia gak ada masalah sama kita.."
suara Leo mengalihkan tatapan Exel beralih kepadanya.
glek..
oh.. Sial.. walaupun ini bukan kali pertama Leo menerima tatapan maut dari Exel, tapi ini sungguh membuatnya langsung mati kutu.
" karna dia suka sama lo Leonard.. " ujar Exel masih stay cool.
sontak Leopun tergelak mendengar asumsi dari sohibnya itu,
" omong kosong apa ini El..? " tanyanya di tengah tawanya begitupun dengan Grace juga Wilson yang menggeleng terkekeh dengan Exel yang mereka anggap membuat lelucon dengan asumsinya.
Sialnya Exel tak menghiraukan tanggapan dari sohibnya, Ia malah kembali beralih pada Lolita yang masih menunduk gugup,
" sekarang lo jawab.. dimana bos lo sembunyikan istri gue..? "
dengan cepat Lolita menggelengkan kepala tidak tahu.
bisa saja Exel menyeret langsung Lolita ke pihak yang berwajib agar segera mendapat petunjuk keberadaan Silvie, akan tetapi Ia sangat berambisi untuk mengeksekusi Aldo terlebih dulu.
terlebih jika sudah berurusan dengan Polisi, otomatis keluarganya akan tahu, dan itu membuat Exel takut akan di jauhkan dari Silvie nantinya.
" jawab..!!! gue gak peduli mau lo cewek juga.. gue robek mulut lo.."
Lagi-lagi Lolita menggeleng dengan cepat hingga membuat Exel berani mencengkram dagunya dengan kasar.
" sumpah.. gue gak tau.. " ucap Lolita meringis kesakitan, sayangnya Exel semakin mengeratkan cengkeramannya membuat Wilson juga Leo langsung menghampirinya.
" lo jangan gila.. anak orang bisa mati.. " ucap Leo seraya menjauhkan Exel dari gadis malang itu, kemudian Leo membawa Exel ke dalam dekapannya agar lebih tenang.
Leo bisa merasakan perasaan Exel yang kacau jika sudah menyangkut keselamatan belahan jiwanya, begitupun dengan dirinya pasti akan melakukan hal yang sama gilanya dengan Exel jika Grace istrinya dalam keadaan bahaya.
Sementara Wilson beralih pada Lolita dengan memberikannya minum agar merasa tenang sebelum dirinya menginterogasi Lolita lebih jauh.
dan Lolita, bagaikan menelan buah simalakama, maju kena mundur kena.
Lolita hanya menjalankan sebagian tugas yang diperintahkan dari Aldo tanpa tahu tujuan tuannya tersebut.
Lolita juga ikut terkejut mendengar ujaran dari Exel yang berasumsi bahwa Tuannya menyukai Leo.
Selain upah yang menggiurkan, keselamatan keluarganya adalah hal penting agar Lolita mau menjaga kerahasiaan Tuannya.
Ya.. Selama ini keselamatan keluarganya berada di bawah pengawasan Aldo hingga berani mengancam Lolita agar sudi pasang badan jika sewaktu-waktu kejahatan Aldo bisa terendus baik oleh Grace maupun Exel.
Lolita hanyalah gadis yang berasal dari keluarga sederhana. Kuliah sambil bekerja adalah kegiatan sehari-harinya.
sialnya tempat Lolita bekerja merupakan milik Aldo yang membuatnya terjerumus menjadi orang jahat.
Wilson mangut-mangut paham apa yang dituturkan Lolita meskipun bicaranya gelagapan, akan tetapi Ia yakin tidak ada kebohongan yang ditutupi oleh gadis tersebut.
begitupun dengan Grace juga Leo yang berniat melindungi Lolita dan keluarganya nanti jika penuturan gadis tersebut benar adanya.
sementara Exel tampak acuh percaya tidak percaya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah menyusun rencana dengan menyertakan Lolita sebagai umpan agar mengetahui keberadaan Aldo juga Silvie, lantas mereka pun bergegas pergi ke tempat yang ditunjukkan Lolita.
Tidak lupa seluruh anggota di ikut sertakan untuk menyambangi tempat yang diyakini sebagai tempat penyekapan sekaligus persembunyian itu.
ting.. pesan masuk dari Aldo untuk Lolita berisikan perintah dan ancaman agar mereka tidak membawa pasukan.
sebelumnya Lolita memancing dengan mengatakan jika Leo ingin bertemu dengan Aldo. mengirim pesan dengan poto Leo terlampir di sana.
__ADS_1
tentu Aldo sangat antusias, tapi sialnya Aldo sudah menduga dan mencium bau penghianatan dari Lolita.
Lolitapun memberikan ponselnya pada Wilson yang dipercayainya, sebab dosen tersebut terlihat lebih waras dan tenang daripada tiga sekawan yang bersamanya sepanjang perjalanan itu terlihat bagaikan malaikat maut.
.
.
.
.
hari semakin gelap, Mobil merekapun telah sampai di sebuah gudang tua sesuai dengan petunjuk yang Lolita berikan.
" Lo berdua tunggu disini.. " ucap Wilson pada Grace juga Lolita sebab merasa tidak aman jika mereka ikut masuk ke dalam.
" no.. gue ikut.. " sahut Grace diangguki Lolita.
" bahaya Grace.. " timpal Wilson cemas, dan sialnya Grace malah turun duluan dari mobil tersebut.
Sementara Leo dan Exel mengangkat bahu kompak menanggapi Wilson yang menggeleng berdecak kesal dengan sifat keras kepala Grace.
baik Leo maupun Exel tidak keberatan dengan Grace yang turut antusias masuk ke dalam bangunan tersebut yang terlihat dijaga ketat itu, toh keduanya tahu akan jam terbang Grace di dunia bela diri.
lebih tepatnya mereka tidak ingin membuang-buang waktu berdebat dengan Grace yang pasti keras kepala itu.
deg... ketika mereka sudah memasuki gudang yang lapang itu, langsung mendapat sambutan dari para penjaga yang bertubuh tegap sekitar tujuh orang, tentu tidak sebanding dengan jumlah mereka.
bukan Grace namanya jika takut kalah dengan jumlah orang di depannya, Ia malah semakin tertantang.
" gue suka kalo modelan kek gini.. " gumam Grace menyunggingkan senyuman.
dan tanpa aba-aba merekapun langsung mendapat serangan dari tujuh orang tersebut.
bugh.. bugh.. bugh.. pertarungan sengit pun terjadi.
Grace di buat heran, mengapa mereka tidak menyerang Leo, bahkan menyentuh saja tidak mereka lakukan.
" lo liat Grace.. bukti omong kosong gue.. " ucap Exel menyunggingkan senyuman ditengah perkelahiannya.
mendengar itu, Grace mengumpat kesal ditengah aksinya yang semakin menggila ingin cepat-cepat menghabisi lawan di hadapannya dan hendak menghabisi tuan meraka yang tak lain adalah Aldo.
begitupun dengan Leo yang mendengar ucapan Exel barusan langsung beralih melindungi Lolita sebab dirinya terabaikan oleh penyerang itu.
kemudian Lolita mengajak Leo menyelinap mencari keberadaan Silvie selagi mereka berkelahi.
meninggalkan Grace yang masih melawan anak buah Aldo membuat Leo tega tak tega dengan istrinya, akan tetapi Leo percaya dengan kemampuan Grace menumbangkan lawannya.
melirik sekilas kearah Leo yang berjalan beriringan dengan Lolita membuat Grace kembali mengumpat,
" kamprett.. bini di tinggal gitu aja.. sialan emang si Leonard.. "
bugh.. bugh.. bugh..
bahkan luka di ujung bibirnya akibat Grace lengah barusan melirik Leo, tak berasa dan bukan apa-apa untuknya.
bagi Grace meskipun badan mereka sangat kekar, akan tetapi sangat mudah untuk di tumbangkan. terlebih bayang-bayang Aldo membuat tenaga juga kekuatan Grace seakan bertambah.
bughhh.. bughhh.. akhirnya Grace mengeluarkan tendangan mautnya pada batang intim kedua pria tersebut hingga tumbang nyaris kehilangan nyawa.
bahkan Wilson yang masih kewalahan melawan lawannya di bantu oleh Grace.
bughhh.. bugh.. sikutan maut mendarat di tengkuk salah satu lawan Wilson membuatnya langsung jatuh tersungkur tak sadarkan diri.
pelaku aksi barusan menyeringai menatap Wilson dengan senyuman meremehkan,
" payah lo bang.. " ejeknya dengan kaki masih menginjak punggung lawan yang sudah tumbang itu.
Wilson menggeleng berdecak mendengar ejekan dari istri sepupunya itu.
memang ucapan Grace benar adanya, terbukti dengan Wilson yang hanya berkelahi dengan satu orang, sementara Grace dua orang dan sisanya sudah disikat habis oleh Exel yang kesetanan.
.
.
.
.
.
.
ceklek... begitu pintu terbuka langsung menampakkan Silvie yang terduduk lemah setengah sadar dengan mulut tersumpal juga kaki dan tangan yang terikat.
sontak Leo terbelalak dengan mata memanas juga tangan yang terkepal geram.
" Sil.. " panggilnya dengan lirih seraya membuka sumpalan juga ikatan Silvie.
Silvie perlahan membuka matanya, " Leo.. lo Leonard kan..?" tanyanya dengan gemetaran memastikan bahwa penglihatannya tidak salah.
Leo mengangguk mengiyakan, dirinya tak kuasa melihat kondisi Silvie saat ini,
blughh.. Silvie langsung memeluk Leo begitu erat.
" Leo gue takut.. sumpah gue takut.. " pecah sudah tangisan Silvie hingga membuat baju Leo basah.
" Lo tenang Sil.. si El juga ada buat lo.. dia khawatirin lo.. " sahut Leo menenangkan Silvie.
Leo mengurai pelukannya dan beralih mengamati wajah memar juga tangan Silvie yang terdapat beberapa sayatan,
" Sil.. "
__ADS_1
" Kak Aldo Le.. dia yang ngelakuin ini semua ke gue.. " sela Silvie menangis tergugu.
" dia maksa gue buat relain abang El sama si Grace.. gue juga gak ngerti Le.. "
mendengar itu, Leo mengeraskan rahangnya. semakin percaya dan yakin dengan ucapan Exel yang sempat Ia sebut omong kosong itu.
prok..
prok..
prok..
" Leonard akhirnya lo datang juga.." suara dingin Aldo menghampiri ketiganya.
" Lepasin..!!! " teriak Aldo seraya menatap Silvie yang kembali memeluk Leo sebab takut.
Silvie menggeleng dengan cepat, tubuhnya gemetaran, jelas dirinya trauma melihat Aldo yang sempat Ia kagumi sebelumnya.
Sementara Leo malah semakin erat mendekap Silvie dan menyembunyikan wajah Silvie pada dadanya agar tidak melihat Aldo lagi.
Leo menatap Aldo dengan menggebu, " brengsek.. mau lo apa..??? "
" mau Lo Leonard.. gue mau Lo.. gue cinta sama lo.." sahut Aldo dengan santai dan menatap Leo penuh harap.
sementara yang ditatap langsung memalingkan wajahnya.
" cuih.. najis.. " timpal Leo ketus.
Silvie yang masih bersembunyi di dekapan Leo dengan gemetaran, sempat terkejut dengan ungkapan Aldo hingga akhirnya menahan tawa mendengar sahutan Leo yang pasti geli mendengarnya.
" ayolah Leonard.. si Exel yang suka bikin gue cemburu itu pasti habis sama anak buah gue.. dan sekarang gue bisa miliki lo.. "
" emang lo pikir gue cowok apaan..? gue bukan kaum lo brengsek.. gue punya bini..punya anak.."
" okeh Lo sama si Exel punya istri buat nutupin identitas pelangi kalian kan.. tapi gue gak bisa di bodohin Leonard.. gue cemburu liat lo sama tuh cowok selalu mesra-mesraan.. "
" najis.. otak lo koslet.. gila, lo udah gila.."
" itu karna lo Leonard, gue tergila-gila sama lo Leonard, ayo hidup sama gue.. tinggalin semua pengganggu.. "
" cuihhhh... najis.. najis.. andaikata gue kaum pelangi, ogah gue punya pasangan kayak lo... mending gue sama si El yang lemah lembut, gak kayak lo nyakitin orang.. "
" sorry.. maafin gue Leonard.. gue janji bakalan lembut asal lo mau terima gue disisi lo.. "
" sial.. "
lagi, Silvie tak kuasa menahan tawanya mendengar Leo yang tiba-tiba banyak bicara juga antusias meladeni Aldo yang terguncang kejiwaannya itu.
" Leo, udah.. gak ada habisnya lo ladenin dia.. dia itu Saiko.. stress.." bisiknya di dekapan Leo.
Leopun mengangguk mengiyakan ucapan Silvie yang ada benarnya juga.
" mari hidup bersama Leonard.. "
Leo menggeleng dengan cepat tanpa berucap.
ting.. pesan masuk di ponselnya.
" shiiiittt.. brengsek.. apa-apaan Lo..? "
Leo mengumpat kesal setelah melihat pesan dimana Aldo mengirim beberapa poto privasi Grace di laman situs kampus, salah satunya saat Grace sedang berenang dan video percakapan Grace bersama Exel yang mengucapkan Lucio itu anaknya.
Aldo membuat berita seolah Grace adalah wanita murahan yang berselingkuh dengan sohib suaminya sendiri hingga menghadirkan serangan anak.
sementara Aldo malah tergelak,
" istri sama kekasih lo udah habis dan ninggalin nama buruk.. "
.
.
.......
bughh.. satu tendangan mampu membuat Aldo jatuh tersungkur.
" bacot lo Presma gila.. " umpat Grace yang kini menginjak kepala Aldo.
sementara Exel langsung menghampiri Silvie dan beralih memeluknya.
Grace menyempatkan diri melihat keadaan Silvie yang penuh dengan luka itu hingga membuatnya kembali menghajar Aldo.
" anj*ng.. bangsat.. anjing aja lebih mulia daripada lo.. malu anjing juga kalo di samain sama manusia macam lo.. setan emang lo.. "
sontak semuanya menggeleng, begitupun dengan Leo yang menepuk dahi dengan ocehan Grace sambil membabi buta mengajar Aldo.
bughh.. bughh.. bughh.. Grace masih belum puas mengajar Aldo sampai benar-benar habis.
dan Aldo yang semakin lemah dengan semburan darah dari perutnya mencoba melawan dengan mengeluarkan sengaja api dari sakunya dan langsung Ia arahkan pada Grace.
trekk.. Aldo menarik pelatuknya.
sontak semuanya terbelalak melotot sempurna. terlambat..
dorrr...
" Grace...!!!! "
.
.
.
__ADS_1
.